Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 62 - Tanpamu, Aku Menderita



“Mana dia?!!”


“Maaf Nyonya, Direktur sedang rapat. Tidak


bisa di ganggu…”


“Aku adalah istrinya!! Apa hakmu


melarangku untuk menemuinya?!!”


“Maaf Nyonya, Saya tidak bermaksud seperti


itu. Direktur hanya memberi perintah untuk tidak mengganggunya selama beliau


rapat…”


“Katakan padanya kalau istrinya datang!”


“Maaf Nyonya, Saya tidak bisa. Bila


berkenan, silakan Anda menunggu di ruang tunggu.” Asisten Direktur yang baru


satu tahun di pekerjakan oleh Zico itu menutup pintu ruang rapat. Menyisakan


Zevana dengan kemarahannya yang memuncak. Vanno kembali menghadap Zico.


“Siapa yang datang?”


“Maaf Pak, Nyonya sedang berada di depan…”


“Sudah Kamu usir?”


“Saya tidak berani Pak. Saya hanya


menyarankan beliau untuk menunggu di ruang tunggu…”


“Lain kali Kamu bisa mengusirnya. Bila


perlu kerahkan keamanan.”


“Ba-baik Pak…” Asisten Vanno sangat


kebingungan. Mengapa hubungan direktur dan istrinya sangat buruk?


“Ya sudah Kamu boleh pergi.”


“Baik Pak…”


Zico menatap berkas di tangannya.


Pikirannya sudah teralihkan. Kehadiran Zevana merubah mood-nya. Perasaan kesal


dan amarah menyelimutinya. Untuk apa wanita itu datang lagi? Apa uang yang dia


berikan sudah habis?


Zico mengambil cek di laci mejanya.


Menulis sejumlah angka kemudian menelepon sekretarisnya, menyuruhnya untuk datang


ke ruangannya.


“Iya Pak? Ada yang bias Saya bantu Pak?”


“Berikan ini pada dia. Segera usir dia.”


“Nyo-nyonya maksudnya Pak?”


“Ya.”


“Ba-baik Pak…” Indah mengambil selembar


cek yang di julurkan bosnya dan pergi dari ruangan itu. Zico menutup wajah


dengan tangannya. Frustasi dengan kehidupannya.


Selama lima tahun ini hidupnya sangat


tidak bahagia, bahkan boleh di bilang sangat menderita. Di hari ketika dia


melihat janin yang sudah tak bernyawa itu, hidupnya seakan-akan runtuh.


Perasaannya sangat sakit dan tertekan. Apalagi ketika dokter Zidan menyerahkan


hasil test DNA dan menyatakan bahwa bayi yang di kandung wanita itu adalah


anaknya, semakin tertekan dan hancur hidupnya. Perasaan menyesal, marah dan


kecewa tumbuh di dadanya. Dia menyesal karena sudah tidak mempercayai wanita


itu dan melakukan test DNA terhadap janinnya. Dia sangat marah dan kecewa


karena wanita itu pergi dengan laki-laki lain dan membunuh bayi mereka. Dia


menjadi gila!!


Tiga tahun pertama hidupnya penuh dengan


keterpurukan. Setiap hari yang di lakukannya hanyalah mabuk-mabukan, menangis,


dan menyiksa diri. Beberapa kali dia mencoba mengakhiri hidupnya, namun selalu


saja gagal. Keluarganya begitu prihatin dengan kondisinya sehingga memutuskan


untuk membawanya ke psikiater. Perlu waktu satu tahun untuk membuatnya kembali


menjadi manusia. Meskipun belum bisa menjadi manusia normal seutuhnya.


Selama setahun ini banyak hal yang sudah


terjadi. Dia berusaha kembali menata kehidupannya lagi. Dia mulai membangun


perusahaannya kembali yang sempat terpuruk karena di tinggalkan. Tanpa


sepengatahuannya, keluarganya menyiapkan pernikahan untuknya yang pada akhirnya


membuatnya menikahi Zevana, wanita yang tidak di cintainya.


Kehilangan seorang anak sangat menyakiti


hatinya. Sehingga Zico memilih untuk tidak memiliki anak lagi. Tanpa


sepengetahuan keluarganya dia melakukan vasektomi. Dia menolak untuk menyentuh


Zevana meskipun wanita itu mendekatinya dengan berbagai cara. Hatinya mati, di


ikuti dengan tubuhnya yang juga mati.


Hidupnya yang hampa hanya di penuhi dengan


satu misi, yaitu balas dendam!! Dia akan membalas dendam terhadap dua orang


yang sangat menyakitinya itu. Selama setahun ini, dia sudah berusaha mencari


keberadaan kedua orang itu. Menurut informasi yang di perolehnya, si pria


sedang berada di luar negeri tanpa di dampingi oleh wanita itu. Lalu dimana


wanita itu?!! Di sembunyikan dimana?!!


Setiap kali mengingat wanita itu


perasaannya mendidih oleh amarah. Berani-beraninya!! Berani-beraninya wanita


itu menggugurkan bayinya?! Awas saja jika bertemu, dia akan membuat hidup


wanita itu hancur! Sama seperti hidupnya yang telah di hancurkan olehnya!


“Sudah dapat info yang Aku minta?”


“Maaf Pak, masih belum dapat.”


“Kerahkan semua anak buahmu. Temukan dia


secepatnya. Mengerti?!”


“Baik Pak.”


Zico menutup panggilan teleponnya.


Perasaannya kembali mendidih oleh amarah.


***


Berbotol-botol minuman keras tampak berada di sampingnya. Dia menyesap minuman


itu sedikit demi sedikit. Rasa panas memenuhi dadanya, mengaburkan segala akal


sehatnya. Dia menatap foto di tangannya dengan perasaan hampa. Hatinya begitu


sakit dan sedih. Seperti ada rongga di dadanya yang tidak bisa hilang.


“AAARRGGHHH!!! ARRGGGHHHH!!


ARRGGGGHHHH!!!” Zico berteriak. Teriakan seorang pria yang begitu putus asa.


Teriakan yang sangat menyayat hati orang yang mendengarnya. Airmata membanjiri


wajahnya. Tangannya memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sakit. Dia


berharap, dengan melakukan hal seperti itu akan membuat rasa sakit di dadanya


menghilang. Mengapa kehilangan seorang anak sangat menyakitkan? Mengapa rasa


sakit ini tidak bisa hilang? Bila tahu rasanya akan semenyakitkan ini, dari


awal dia tidak akan pernah memiliki anak.


“ARRRGGHHHH!! ARRGGGHHH!! BOOYYYY!!!


BOOOOYYYYY!!! ARGGGHHH!!!” Zico berteriak-teriak dengan putus asa. Menciumi


foto USG di tangannya. Airmata mengalir deras di wajahnya.


Mendengar teriakan yang menyayat hati itu,


membuat asisten Vanno ikut meneteskan airmata. Dia menyandarkan tubuhnya di


balik pintu. Ikut merasakan apa yang di rasakan bosnya.


Setiap malam dia selalu menemani bosnya. Bosnya


akan menyendiri di ruang kantor, menghabiskan berbotol-botol minuman sendirian.


Kemudian teriakan sedih dan menyayat hati akan terdengar. Bosnya akan menangis


seperti itu selama berjam-jam. Hal itu selalu di lakukannya selama setahun ini.


Sebenarnya apa yang membuat bosnya sangat sedih dan menderita? Permasalahan


hidup apa yang membuat laki-laki tangguh itu menjadi begitu rapuh? Mengapa


laki-laki yang begitu perkasa, tegas, dingin, angkuh dan sangat cerdas itu


berubah menjadi laki-laki lemah tak berdaya seperti ini? Vanno menjadi


bertanya-tanya.


Setelah bosnya menghabiskan semua minuman


itu, dia akan jatuh pingsan atau mabuk berat. Di situ peran Vanno di butuhkan.


Dia akan membawa bosnya pulang ke apartemen mewahnya. Berhadapan dengan sang


nyonya rumah yang sangat pemarah.


***


Ting Tong Ting Tong (Vanno menekan bel


apartemen)


Setelah hampir lima menit menunggu,


akhirnya Zevana datang membukakan pintu untuk mereka.


“Mabuk lagi dia?!”


“Iy-iya Nyonya…”


“Dasar laki-laki tak berguna! Menyesal Aku


menikahinya! Bawa dia ke kamar!” Zee memberi perintah.


“Baik Nyonya.”


Dengan memapah tubuh bosnya, Vanno segera


membawa tubuh Zico ke kamar utama. Dia membaringkan tubuh Zico pelam-pelan.


Membuka sepatu dan kaos kakinya, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu dia


keluar dari kamar itu.


“Sudah selesai?!”


“Iya Nyonya.”


“Kamu boleh pergi.”


“Baik Nyonya. Tolong jaga direktur


baik-baik.”


“Heh, bukan urusanmu ya, Aku mau


menjaganya atau tidak! Cepat pergi!” Zevana mengusir Vanno dengan marah.


Vanno mengikuti kemauan Zevana. Dia segera


pergi dari apartemen itu. Sepeninggalnya Vanno, Zee pergi ke kamar. Dia melihat


Zico dengan tatapan jijik.


“Dasar laki-laki tak berguna! Kalau bukan


karena uangmu, sudah lama Aku mencampakkanmu!! Dasar laki-laki cacat!!


Laki-laki impoten!!” Zee meludahi tubuh Zico. Kemudian dia pergi dari kamar


itu.


Bukan tanpa alasan dia mengatakan


kata-kata itu. Selama setahun menikah, sudah berbagai macam cara di lakukannya


untuk membuat pria itu tidur dengannya. Tapi cara itu tidak pernah berhasil. Dia


sudah memberikan Zico obat perangsang, menggodanya dengan tubuhnya dan


menstimulasinya dengan cara lainnya. Tapi cara-cara itu tidak ada yang


berhasil. Kejantanan laki-laki itu benar-benar sudah mati. Laki-laki itu


benar-benar cacat. Tidak ada hal yang patut di banggakan dari laki-laki itu


selain uangnya!!


Sebenarnya yang paling di inginkan Zevana


dari Zico adalah seorang anak. Bila dia bisa melahirkan anak untuknya,


posisinya sebagai nyonya besar akan semakin kuat. Keluarga Zico tidak akan


berani untuk mencampakkannya. Ketidakberhasilannya dalam rencana itu membuatnya


sangat khawatir. Dia takut sewaktu-waktu Zico dan keluarganya akan


menendangnya. Bila itu terjadi, dia akan menjadi gembel. Semua kemewahan yang


di dapatkannya selama ini akan hilang. Dia tidak rela bila hal itu harus


terjadi!!


Di sisi lain, Zevana juga membutuhkan


kepuasaan batin. Karena Zico tidak bisa memberikannya, Zevana mencari kepuasan


itu di tempat lain. Tanpa sepengetahuan Zico dan keluarganya, setiap malam dia


akan mencari daun-daun muda untuk menemani malam-malamnya. Cara itu cukup


membuatnya betah berada di samping Zico untuk sementara waktu.


***