
Nisha sedang membersihkan apartemen ketika terdengar suara bel apartemen berbunyi. Nisha bertanya-tanya, kira-kira siapa tamu yang datang? Selama dia tinggal di apartemen Zico, belum pernah ada orang lain selain mereka bertiga yang pernah datang ke apartemen itu. Apakah itu teman Zico? Karena tidak ingin banyak berasumsi, akhirnya Nisha melangkah mendekati pintu apartemen dan membukanya.
BRAAAKKKK
Nisha kaget begitu melihat pintu di dorong dengan sangat kuat dan membuatnya jatuh terduduk. Nisha menengadah untuk melihat tamunya. Mama menerobos masuk, di ikuti oleh Retha dan Qintan.
“Ma, jangan seperti itu. Dia sedang hamil anak Zi Ma…” Retha berbisik pada Mama sembari memegang lengan Mama. Sementara Qintan berusaha membantu Nisha untuk bangkit dari jatuhnya.
“Ny…Nyo…Nyonya…” suara Nisha tampak bergetar begitu mengetahui siapa yang datang. Wajahnya menjadi gelisah dan ketakutan.
“Ya benar!! Aku memang nyonyamu!! Duduk di sini!!” Mama menunjuk lantai di sebelah kursi tamu, memerintah Nisha agar duduk di situ. Sementara Mama sendiri duduk di kursi tamu di ikuti oleh Retha dan Qintan.
Nisha menuruti perintah Mama. Dengan patuh dia duduk di lantai, di depan mertua dan kakak-kakak iparnya.
“Ma, dia sedang hamil anak Zi… Jangan seperti itu…”
“Mama gak peduli dia hamil anak siapa! Yang Mama tahu wanita ini l*knat!! Menghancurkan masa depan anak Mama yang cerah! Jadi wajar kalau Mama bersikap seperti ini! Heh Kamu! Berapa usia kehamilanmu?!”
“Errr…ehhh…” Nisha berusaha menjawab, tapi tak ada kata yang keluar dari mulutnya.
“Kamu gagu hah?! Jawab pertanyaanku!”
“Ehh….ehhmmm…”
“Nisha, berapa usia kehamilanmu sekarang?” Retha berinisiatif bertanya dengan nada yang lebih lembut. Sementara Qintan hanya terdiam memperhatikan semua adegan itu.
“En…en…enam belas minggu Nyonya…” Nisha tertunduk, airmata sudah mengalir dari sudut matanya. Tubuhnya gemetar karena ketakutan. Entah mengapa dia menjadi wanita yang lemah seperti ini. Dia benar-benar takut pada ibu dari suaminya ini.
“Aku akan memberimu cek kosong. Tulis jumlahnya sesuai dengan keinginanmu. Tapi gugurkan bayi itu!!”
“Maaa!” Retha dan Qintan berteriak bersama. Mereka benar-benar tidak menyangka mama mertua mereka akan melakukan hal sejauh ini. Mereka setuju untuk menemani Mama agar Mama tidak bersikap berlebihan.
“Ma… jangan bicara seperti itu. Zico akan marah kalau tahu Ma. Dia akan membenci Mama. Tolong jaga emosi Mama. Tadi Mama janji tidak akan melakukan hal seperti ini…”
“Gimana Mama gak marah Tha? Melihat wajah wanita l*knat ini membuat Mama emosi! Dia sudah menghancurkan masa depan anak Mama! Dia sudah membuat Zi jauh dari Mama! Padahal Mama sudah merencanakan masa depan seperti apa untuk Zi!”
“Iya Ma… Retha tahu. Tapi Mama yang sabar. Tujuan Kita kesini bukan untuk hal itu Ma. Kalau Zi tahu Kita kesini hari ini dan melakukan hal seperti ini, dia pasti akan lebih marah pada Kita Ma…”
“Zi gak akan tahu kalau wanita ini tidak memberitahu Tha! Mama akan merobek mulutnya kalau sampai dia memberitahu Zi!” Mama menatap Nisha dengan geram. Sementara Nisha hanya tertunduk, berusaha menahan airmata yang akan tumpah.
“Kamu tahu!! Kalau bukan gara-gara Kamu, Zi pasti sudah menikah! Dasar wanita tidak tahu diri! Penghancur hubungan orang!” Mama ngomel tidak jelas.
Nisha tersentak mendengar ucapan Mama. Benarkah Zico akan menikah kalau dia dan bayi ini tidak ada? Benarkah dia sudah menjadi perusak hubungan orang? Benarkah dia sudah menjadi orang ketiga?
“Me…me…menikah? Di…dia akan me…menikah?” dengan terbata-bata Nisha bertanya.
“Ya!! Zi akan menikah! Kamu lah yang menjadi penghancur hubungan mereka! Lihat ini!” Mama melempar dua lembar foto di depan wajah Nisha. Menyuruh Nisha untuk melihat foto itu. Nisha mengambil dua lembar foto itu dan menatapnya lekat-lekat. Terlihat wajah seorang wanita cantik dan elegan di dalam foto itu.
“Dia adalah tunangan Zi! Lihat dengan jelas! Dia sangat cantik bukan? Selain cantik dia juga berasal dari keluarga terpandang dan memiliki pekerjaan yang luar biasa. Hanya wanita ini yang mampu bersanding dengan Zi! Hanya wanita ini yang levelnya sama dengan Zi. Zi juga sangat mencintai wanita ini. Begitu pula sebaliknya! Namun kehadiranmu dan bayimu merusak itu semua! Kamu menghancurkan hubungan mereka!”
“Apa Kamu pikir dengan berhasil membuat Zi menikahimu secara siri sudah membuatmu berhasil mendapatkan hatinya, hah?! Jangan bermimpi Kamu! Kamu wanita rendahan yang tidak akan pernah ada di hati anak kami yang berharga! Jangan coba-coba untuk mempengaruhi Zi lagi! Aku peringatkan Kamu! Sekali lagi Aku mendengar Zi melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya, ingat saja. Aku akan membuat Kamu dan anakmu hilang dari pandangan Kami! Mengerti?!”
“Iy…iya Nyo…Nyonya…” Nisha menjawab dengan suara gemetar. Nisha mengigit bibirnya kuat-kuat, berusaha menahan tangis yang hampir pecah. Tangannya otomatis memegang perutnya, seolah-olah berusaha melindungi bayinya dari ancaman luar.
“Aku dengar Kamu akan pergi setelah bayi itu lahir?” Mama bertanya dengan menyelidik. Mama mendapatkan semua informasi tentang mereka berdua dari asisten Zico.
“Iy…iya Nyonya…”
“Pegang kata-katamu! Kamu harus pergi dengan tenang dan jangan bikin masalah ketika saatnya tiba!”
“Ba…baik Nyonya…”
“Jangan berusaha untuk menggoda Zi lagi! Jangan mempengaruhi dia. Ingat perkataanku tadi!”
“Iy…iya Nyonya…”
“Hanya itu yang ingin Ku katakan. Ayo pergi.” Mama beranjak dari duduknya, diikuti oleh Retha dan Qintan. Tanpa pamit dan salam mereka pergi dari pandangan Nisha.
Setelah melihat mama mertua dan kakak-kakak iparnya pergi, Nisha merasa sekujur tubuhnya lemas. Nisha berusaha untuk berdiri namun karena tubuhnya lemas, dia akhirnya terjatuh kembali dan tak sadarkan diri.
***
Bu Retno terkejut bukan main melihat tubuh istri tuannya terbaring tak berdaya di lantai ruang tamu. Dengan tergopoh-gopoh dia menghampiri Nisha dan memeluk tubuh itu dengan lembut.
“Ya, ada apa?”
“Tu…tuan… No…Nona Tuan…”
“Kenapa? Ada apa dengan Nisha?!”
“No…nona pingsan Tuan… Saya sudah berusaha membuatnya sadar. Tapi nona belum sadar-sadar Tuan…”
“APA?!!” Suara Zico terdengar tersentak. Rasa terkejut dan khawatir terdengar dengan sangat jelas dari suaranya. “ Tunggu di sana. Aku akan segera pulang.” Zico mengakhiri panggilan.
Sembari menunggu tuannya pulang, Bu Retno berusaha membuat Nisha tersadar dengan cara memberinya aroma dari minyak angin dan memijat-mijat tubuhnya. Bu Retno menatap wajah Nisha dengan sedih. Dia tidak memiliki anak, jadi dia menganggap Nisha sebagai anaknya sendiri.
Dua puluh menit pun berlalu. Dan yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Tuan muda Zico telah datang.
BRAAAKKK (Zico membuka pintu apartemen dengan kasar)
Zico berlari menuju ruang tamu dan menemukan Nisha terbaring dilantai, dipangkuan bu Retno.
“Apa yang terjadi padanya?!”
***
Hai readers sayang…🥰😘😍
Terima kasih atas doa-doa yang kalian tuliskan di kolom komentar. Tadi siang Saya sudah di ijinkan untuk pulang. sembari berbaring saya berusaha untuk menulis chapter ini melalui ponsel (maaf kalo banyak typo ya).
Dari hasil vote, suara terbanyak menyatakan:
Update 1 eps/ hari sebanyak 61 suara (updet 23.14 WIB, 14/12/2019)
Update glondongan 18 suara
Sisanya Abstain (alias tidak memilih)
Jadi untuk updatenya mengikuti suara terbanyak ya, yaitu update harian. Bila kondisi saya fit lagi dan ada libur kerja, saya akan berusaha untuk menulis lebih banyak agar bisa update lebih dari 1 eps/hari.
Terima kasih saya ucapkan pada readers semua yang telah mendoakan kesembuhan saya dan menunjukkan perhatiannya. Love you All 😘😍🥰
Sedikit curhat ya…😋🤭
Awal saya nulis di mangatoon ini, saya ketakutan. Saya takut karya saya akan di cela dan di caci maki karena banyaknya kesalahan yang saya lakukan. Entah itu karena gaya bahasa, penulisan, alur cerita dll. Saya begitu gugup. Tapi kalian semua menerima karya saya dengan baik. Lambat laun rasa percaya diri mulai tumbuh dan saya memutuskan untuk menulis karya kedua saya ini.
Terima kasih saya ucapkan pada readers semua yang baik dan memiliki hati yang lembut yang tidak menghina dan mencaci maki karya ini. Like dan komen kalian selalu membuat saya bersemangat untuk menulis lagi dan lagi.
Terima kasih para readers semua,
I Love You All ❤️🥰😍😘
ErKa ^^