
Mereka terlihat begitu sangat serasi dan begitu cocok saat itu, hingga setelah mereka baru saja pulang dari bermain-main dan menjelajah banyak sekali makanan yang ada di sekitar sana Akira dan Sela segera pulang namun saat baru hendak masuk ke dalam rumah Akira justru ada tuan Wen disana dan dia langsung memanggil Sela dengan kencang saat itu.
"Sela...." Teriak tuan Wen memanggil Sela saat itu.
Sela yang mengetahui ada tuan Wen yang memanggilnya dengan cepat dia segera mendorong Akira untuk segera masuk ke dalam rumahnya karena dia tidak ingin menemui ayah tirinya itu saat ini.
"Akira ayo cepat masuk, cepat masuk abaikan saja pria itu." Ucap Sela kepada Akira.
Namun sayangnya tuan Wen berlari dengan cepat dan dia berhasil menahan tangan Sela sampai membuat Sela berontak dan langsung saja menghempaskan tangan tuan Wen itu dengan keras dan kasar.
"Sela tunggu, apa kamu tidak merindukan ibumu?" Ucap tuan Wen kepadanya.
"Lepaskan aku, kau siapa aku sama sekali tidak mengenalimu dan jangan sok kenal denganku, lepaskan!" Bentak Sela dengan sinis kepadanya.
Tuan Wen sedikit sakit mendengar Sela bahkan sudah tidak mau mengenali dirinya lagi, dia tahu selama ini dirinya memang tidak memberikan perhatian yang cukup untuk Sela karena sama-sama di sibukkan dengan pekerjaan tetapi rasa sayangnya pada Sela sungguh nyata dan tulus sejak awal dia sudah menganggap Sela sebagai putri kandungnya sendiri dan dia selalu mencemaskan Sela di saat Sela tidak ada di rumah.
"Sela aku tidak masalah jika kamu melupakanku atau tidak ingin mengenali aku lagi, tetapi ibumu dia adalah orang yang sudah melahirkan kamu, dan dia tengah sakit saat ini dia di rawat sudah hampir satu Minggu Sela dan dia terus memanggil namamu setiap kali dia tidur, dia terus mencemaskan dirimu dia sangat menyayangimu, aku mohon tolong datang jenguk dia dan temui.dia walau hanya sesaat saja, karena bagaimana pun dia adalah ibumu jangan sampai menyesali apapun Sela." Ucap tuan Wen membujuk Sela saat itu.
Tapi Sela tetap tidak mengubah keputusannya dia hanya akan menemui sang ibu setelah dia sudah bisa membuktikan semua hal yang di inginkan oleh nyonya Choi dari dirinya sesuai dengan apa yang mereka sepakati sebelumnya.
"Sudahlah tuan Wen tidak ada gunanya kau berkata seperti ini padaku, haha..apa kau pikir aku anak-anak? Aku tahu dengan jelas bahkan lebih mengenali bagaimana ibuku dibandingkan dirimu tuan Wen, dia tidak akan menjadi senang ataupun sembuh hanya dengan kemunculan diriku, ini bukan hal pertama yang terjadi dengannya, dan aku akan membuktikan semuanya kepada kau juga nyonya Choi bila waktunya tiba!" Ucap Sela dengan tegas dan dia segera pergi dengan menarik tangan Akira saat itu.
"Ayo Akira cepat kit pergi jangan lihat dia!" Ucap Sela kepada Akira saat itu.
"Sela...tunggu Sela....Sela..." Teriak tuan Wen hendak menghentikan Sela saat itu.
Namun sayangnya Sela sama sekali tidak memperdulikan dia, dan dia terus saja berjalan masuk ke dalam rumah Akira tanpa menoleh sedikitpun kepada ayah tirinya tersebut, meski di dalam hatinya Sela juga merindukan sosok nyonya Choi, semua anak pasti menyayangi ibunya dan pasti tidak akan bisa jauh dari sosok ibu terlebih anak perempuan seperti Sela ini.
Namun karena Sela takut ibunya akan memarahi dia dan hanya akan kembali menuntut dirinya untuk sempurna dan melakukan hal yang ibunya inginkan, hal itulah yang tidak ingin Sela dengar dari seorang nyonya Choi bahkan untuk memanggilnya ibu saja itu terdengar sangat sulit bagi seorang Sela karena dia merasa sang ibu sudah tidak seperti dulu lagi, dia sudah tidak ramah dan se sayang dulu lagi kepada dirinya.
Hingga Sela hanya bisa duduk dan terus saja tertunduk Sela merasa sedih di sofa rumah Akira saat itu, dia sangat merasa sedih dan tidak tahu harus berbuat apa, sedangkan Akira yang melihat keberadaan Sela murung seperti itu, dia merasa kasihan dan segera duduk di samping Sela lalu mulai bicara dengannya.
"Sela ada ap denganmu, apa kamu sedang ada masanya dengan kedua orangtuamu? Dan pria tadi apa dia itu ayahmu?" Tanya Akira kepadanya saat itu.
"Tidak dia bukan ayahku dia ayah sambungku, aku tidak dekat dengannya dan dia hanya aku anggap sebagai tuan Wen saja bukan ayahku," balas Sela saat itu.
Dia bicara seperti itu karena dia selalu merasa tidak ada yang bisa menggantikan posisi ayahnya, dia sangat menyayangi sang ayah sampai di hatinya hanya ada satu orang yang bisa dia sebut sebagai ayah meski dia sudah meninggal dunia di waktu yang sangat lama, tetapi itu bukan berarti Sela tidak menyukai tuan Wen hanya saja dia merasa tuan Wen dan ayah memang sangat berbeda, tuan Wen adalah tuan Wen dan ayahnya adalah orang yang menyebabkan dia ada di dunia, itulah yang membuat Sela hanya bisa memanggil tuan Wen dengan sebutan tuan saja, tidak dengan sebutan ayah yang biasa di gunakan anak lainnya meski pada seorang ayah sambung seperti tuan Wen itu.
Akira tersenyum kecil dan dia mengangguk menyetujui apa yang di ucapkan oleh Sela karena baginya semua itu juga tidak salah, sebab Sela bebas mau memanggil siapapun dengan apa yang dia inginkan.
"Sela katanya ibumu sakit, apa kamu yakin tidak ingin menemui dia? Aku tahu kamu pasti merindukannya dan aku yakin tadi kamu juga merasa tidak enak untuk membentak ayah sambung mu bukan?" Ucap Akira kepadanya saat itu.
Sela langsung saja menoleh ke arah Akira dengan tatapannya yang sendu saat itu, dia langsung mengangguk dan mengaku dengan jujur kepada Akira dengan apa yang sebenarnya dia rasakan saat itu, dia benar-benar merasa cemas dan tidak menentu saat itu.
"Akira hanya kau yang mengerti aku sekarang, aku bahkan tidak bisa menemui nenek dalam kondisi seperti ini, aku takut dia akan mencemaskan diriku jika aku bercerita padanya, aku memang sangat merindukan ibuku, aku ingin dia memberikan kasih sayang padaku layaknya para ibu lain, aku ingin bisa makan malam bersama dengan keluarga walaupun itu hanya sesekali saja ataupun satu tahun sekali aku tidak masalah. Tetapi saat ini sejak ayah meninggal dan ibu menikah lagi dengan tua Wen mereka berdua sangat berbeda dengan ayahku, tuan Wen kalah dengan ibu dan tidak bisa menahan ibu agar tidak bekerja, mereka terus saja mementingkan uang, uang dan uang tanpa mereka tahu bagaimana aku tumbuh dan bagaimana perasaanku selama ini, padahal aku pikir tidak semua hal di dunia ini bisa di selesaikan dengan uang walaupun aku tahu uang bisa membeli segalanya tetapi tidak dengan kasih sayang dan hati nurani pada manusia," balas Sela dengan mata yang berkaca-kaca ketika berbicara tentang hal itu kepada Akira.
Akira dengan cepat memeluk Sela dan terus mengusap pundaknya dengan lembut dia merasakan apa yang Sela rasakan saat itu, dia tahu semua ini pasti sangat berat dan Akira bisa memahami dengan jelas bagaimana perasaan Sela sebab dia juga terlahir dari keluarga yang hanya memiliki sang ibu saja dalam hidupnya, ayahnya sudah tidak ada dan dia tidak pernah tahu siapa ayahnya sama sekali, bahkan rasanya nasib Akira lebih mengenaskan sejak kecil di bandingkan dengan Akira yang masih bisa merasakan kasih sayang dari sosok ayah walaupun hanya pada masa kecilnya saja.
Sedangkan Akira sudah terbiasa hidup tanpa sosok ayah ataupun ibunya karena sang ayah tida tahu pergi ke mana dan ibunya selalu sibuk kerja oleh karena itu juga Akira sangat menyayangi Sela dan dia selalu ingin Sela berada di sampingnya sebab Akira juga pernah merasa bahwa hanya Sela yang tidak akan meninggalkan dirinya dan hanya Sela yang hanya akan selalu menemani dia setiap waktu.
"Sela...jangan merasa sedih seperti ini, aku ingat dulu kamu gadis yang ceria dan kamu pernah berkata padaku bahwa ketika aku sedih kau akan selalu ada di sampingku dan aku pun demikian meski di dunia ini tidak ada lagi orang yang memihakmu percayalah aku akan selalu ada di sampingmu aku akan menjadi orang pertama yang mengejarmu dan mendukung apapun demi kebaikan dirimu, aku tidak akan meninggalkan kamu lagi ataupun mengingkari janjiku, aku memiliki alasan lain mengapa aku pernah meninggalkanmu saat itu, mungkin sekarang ibumu juga memiliki alasan lain mengapa dia melakukan semua ini padamu," ucap Akira memberikan pengertian kepada Sela saat itu.
Sela langsung saja membenarkan duduknya dan dia mulai menghadap pada Akira dia juga masih belum tahu alasa apa yang membuat Akira bisa meninggalkan dirinya dahulu, bahkan tidak pernah berusaha untuk menghubungi dia selama dia menghilang.
"Akira apa alasan kau meninggalkan aku dahulu, dan kenapa kau tidak berpamitan kepadaku?" Tanya Sela kepadanya saat itu.
Akira langsung memegangi kedua pundak Sela dia ingin memberikan Sela sebuah kepercayaan saat itu dan mulai menjelaskan alasannya dahulu pernah meninggalkan Sela secara tiba-tiba tanpa kabar sedikit pun.
"Aku pergi karena ibuku di tugasnya di luar negeri, dia juga sempat menjual rumah ini namun aku melarangnya sehingga aku membeli lagi rumah ini karena aku ingin tetap ada di sampingmu, aku pergi secara tiba-tiba karena aku di bawa pergi oleh ibuku ketika aku tengah tidur dengan lelap, dia juga tidak tahu bahwa aku memiliki seorang teman sejati sepertimu, sehingga saat aku bangun tiba-tiba saja aku sudah di dalam mobil, aku sudah berontak dan sudah melakukan semua yang aku bisa tapi ibu tetap tidak bisa mengubah penerbangan dan dia tetap tidak mengijinkan aku untuk menemui dirimu dahulu sebab jadwalnya yang sangat mendesak, aku awalnya kesal dan kecewa dengan ibuku karena dia membuat aku menjauh darimu tetapi sekarang aku tahu jika saja saat itu aku terlambat maka ibuku tidak akan bisa kembali ke tempat ini lagi, aku juga mungkin tidak akan bisa kembali lagi ke negara ini seperti sekarang, karena ibuku bilang dia akan di pindahkan ke perusahaan pusat di luar negeri jika sampai dia menolak kontrak kerja perpindahan sementara tersebut." Ucap Akira menjelaskan semuanya.
Tetapi walaupun Akira sudah menjelaskan semuanya Sela tetap saja merasa kesal dengan hal itu dan dia masih bertanya kepada Akira sebab dia tetap tidak menghubungi Sela selama dia menghilang saat itu.
"Kau kan bisa menghubungi aku kenapa kau tidak pernah mencari aku di media sosial atau lainnya untuk memberikan kabar padaku, padahal aku sudah berusaha mencari aku media sosialmu tapi aku tidak menemukan seharusnya kau bisa menemukan akun media sosilku karena kau anak jenius," ucap Sela kepadanya sambil cemberut kesal.
"Tidak bisa begitu Sela dulu aku tidak di izinkan memegangi ponsel bahwa waktu untuk belajar saja sangat ketak, aku selalu mengingatmu dan aku ingin menghubungimu tetapi tidak ada yang bisa aku lakukan ketika ibuku membatasi semuanya agar aku bisa cepat lulus dan segera kembali ke negeri ini lagi, aku juga marah dengannya tetapi buktinya sekarang aku tidak akan pernah ke luar negeri lagi dan ibuku sudah di tetapkan bekerja di negara ini seterusnya sampai dia pensiun." Balas Akira kepada Sela.
Yang pada akhirnya Sela juga bisa merasa tenang dia merasa senang karena akhirnya mendapatkan kabar bahwa Akira tidak akan meninggalkan dirinya lagi.
"Benarkah, aku sangat senang jika kau tidak akan pergi lagi dariku, aku sangat menyayangimu Akira tolong jangan tinggalkan aku lagi, jika sampai kau meninggalkan aku untuk ke dua kalinya nanti aku tidak akan pernah menerima dirimu lagi aku akan benar-benar menganggap dirimu mati nanti!" Ucap Sela dengan sinis saat itu dan Akira mulai tersenyum kepadanya.
"Ahaha..iya..iya..aku tidak akan mungkin meninggalkan dirimu lagi," ucap Akira kepada Sela yang langsung saja dianggukkan oleh Sela dengan senang hati saat itu.
"Sela sekarang begini coba kamu pikirkan, jika aku dan ibuku memiliki alasan mengapa kami melakukan semua itu, apa kamu tidak berpikir bahwa ibumu juga memiliki alasan lain kepadamu, aku yakin dia sangat menyayangimu dan aku tahu pasti ada alasan besar kenapa ibumu harus bekerja terus menerus sampai dia melupakan dirimu, tapi sebenarnya dia tidak benar-benar berniat melakukan semua itu, kamu harus tahu apa alasannya baru kamu akan mengerti sama seperti apa yang baru aku lakukan padamu," ucap Akira memberikan penjelasan kepada Sela saat itu.
Dan akhirnya Sela mulai terdiam dia berpikir tentang semua hal yang baru saja dikatakan oleh Akira, dia merasa semua ucapan yang sudah dikatakan oleh Akira memang ada benarnya dan Sela pun mulai mengangguk menyetujui apa yang di katakan Akira.
"Baiklah aku akan pergi menemui ibuku, kau juga akan menemani aku bukan?" Ucap Sela saat itu.
"Benar aku akan ikut, ayo bersiap-siap." Balas Akira kepada Sela saat itu.
Beberapa saat kemudian, mereka pun segera pergi ke rumah sait dan saat Sela hendak membuka pintu ruangan rawat ibunya dia mendengar sang ibu yang bicara dengan tuan Wen saat itu.
"Wen aku dimana Sela apa dia masih tidak ingin menemui aku?" Tanya nyonya Choi kepada suaminya tersebut.
Tuan Wen terlihat menggelengkan kepalanya dengan berat karena dia telah gagal untuk mengajak Sela datang ke rumah sakit tersebut.
"Maafkan aku sayang tapi sepertinya dia benar-benar sangat bertekad untuk lulus di ujian akhi kali ini dengan nilai yang tinggi sama seperti yang kamu harapkan, aku pikir mungkin kita terlalu menekannya, biarkan saja dia mengejar mimpinya kamu tidak perlu terlalu mencemaskan apapun masalah biaya dan semua hal aku bisa menanggungnya kau juga berhentilah bekerja dan dekati Sela sama seperti yang kamu ceritakan padaku tentang kedekatan kamu dan keharmonisan hubunganmu dengan Sela, aku juga sangat menyayanginya meski dia tidak pernah menganggap aku sebagai ayahnya, biarkan aku yang bekerja dan biarlah aku tida dekat dengan putrimu asalkan kamu dan dia bisa bahagia, aku akan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi setelah aku di PHK nanti." Ucap tua Wen di dalam sana.
Sela sangat kaget dan refleks langsung membelalakkan matanya ketika dia mendengar kabar bahwa tuan Wen terkena PHK di kantornya, dia sekarang tahu apa alasan ibunya ikut bekerja dan terus saja bekerja lebih giat dari biasanya sampai sang ibu tidak memiliki banyak waktu untuknya.
"Wen tetaplah bekerja di perusahaan itu meski mungkin gajinya tidak sebesar gajiku, aku tidak masalah dengan itu aku bisa bekerja dengan lebih keras untuk membantumu dan membiayai keluarga kita, Sela akan tetap sekolah dan dia akan tetap mengejar mimpinya meski dia ingin menjadi atlet, tapi aku tidak ingin dia menjadi karyawan biasa seperti aku nantinya setelah dia pensiun dari atlet maka dari itu aku ingin dia sekolah dengan benar dan bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi agar dia bisa memiliki kesempatan kedua jika dia gagal dalam mimpinya." Balas nyonya Choi saat itu.
Sela benar-benar merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan kepada kedua orangtuanya tersebut, dan langsung saja Sela menerobos masuk dan langsung memeluk ibunya dengan erat sambil meminta maaf kepadanya karena dia sudah begitu keras kepala dan terus membangkang pada ibunya selama ini.
"Ibu....hiks..hiks..ibu maafkan aku, aku akan belajar dengan giat aku janji besok aku aka mendapatkan nilai yang bagus aku akan masuk ke universitas terbaik seperti mimpimu aku akan mengejar mimpi dengan baik aku tidak akan membuatmu susah lagi, maafkan aku karena tidak memahami sebelumnya ibu hiks..hiks..." Ucap Sela dalam pelukan ibunya.
Nyonya Choi dan tuan Wen sangat kaget ketika melihat Sela tiba-tiba saja muncul dan memeluk dia seperti itu.
"Sela...hei...Sela ada apa denganmu kenapa kamu seperti ini, ibu tidak pernah merasa kesusahan denganmu," ucap nyonya Choi kepadanya.
"Aku sudah mendengar semuanya ibu dan aku paham akan perasaanmu saat ini, aku minta maaf aku salah paham denganmu dan tuan Wen, aku akan menjadi lebih baik kau tidak perlu kesulitan, kau tidak perlu terus lembur hanya untuk mengumpulkan uang demi masa depanku, kau juga tidak perlu mencari pekerjaan lain tuan Wen kau bisa bekerja dengan satu pekerjaan saja jika kau di PKH pada tempat pertamamu, aku hanya ingin waktu dan kasih sayang kalian untukku aku tidak keberatan meski kita kesulitan dalam masalah finansial." Ucap Sela sambil memeluk tua Wen juga saat itu.
Mereka pun berpelukan bersama dan nyonya Choi sangat bersyukur Sela bisa memahami dirinya sekarang, begitu juga dengan tuan Wen, dan Akira yang berdiri di samping tuan Wen dia hanya tersenyum ikut merasa senang sebab Sela sudah berbaikan dengan ibunya.
Sela juga memutuskan untuk kembali tinggal dengan ibunya dan tidak akan pernah merajuk lagi, kini nyonya Choi juga lebih memiliki banyak waktu untuk Sela sebab dia hanya bekerja sesuai jadwal kerja normal saja dan tidak mengambil lembur tambahan.
Selama Sela mengikuti ujian akhir di sekolah Sela bisa menikmati sarapan dari ibunya dan makan malam bersama dengan kedua orangtuanya tersebut, bahkan sang nenek juga bisa hadir di rumah mereka beberapa kali dan Sela kembali bisa merasakan kehangan keluarganya meski dia tidak bisa memiliki banyak uang seperti sebelumnya, tapi kebahagiaan itu lebih dari pada apapun bagi Sela saat ini, selain itu Sela juga sudah bisa mendapatkan pada club atlet lari maraton yang sudah sangat dia tunggu selama ini. Meski saat itu Sela juga tengah ujian akhir tetapi karena sebelumnya sudah banyak belajar dengan Akira sangat keras bahkan setiap malah dia masih terus belajar untuk ujiannya esok hari.
Hingga waktu di mana pembagian hasil ujian tiba, Sela duduk dengan tangan gemetar dan dia sangat cemas dengan hasil yang akan dia dapatkan saat itu, Akira yang mengetahui Sela sangat tidak tenang, dia langsung menggenggam tangan Sela dengan lembut dan memberikan senyum kecil padanya untuk memberikan keyakinan kepada Sela bahwa semua akan baik-baik saja saat itu.
"Tenanglah aku yakin kamu akan lulus dengan nilai yang bagus," ucap Akira kepada Sela saat itu.
"Semoga saja," balas Sela sambil tersenyum lebar pada Akira.
Hingga tidak lama nama dia di panggil oleh ibu guru Yuni dan saat itu wajah ibu guru Yuni terlihat sangat datar bahkan ketika Sela berjalan ke depan dan hendak mengambil nilai serta hasil ujiannya ibu guru Yuni menghela nafas sama seperti yang biasa di lakukannya ketika nilai Sela jelek di bulan-bulan sebelumnya.
"Huuhhh..ini ambil nilai mu dan bukalah ketika kamu sudah duduk." ucap ibu guru Yuni seperti biasa sehingga membuat Sela semakin lesu dan begitu cemas dengan nilainya.
Saat Sela duduk di kursinya dan Akira juga Anet serta Kiko semakin penasaran dengan hasilnya mereka langsung menyuruh Sela untuk membukanya di hadapan mereka dengan segera.
"Sela ayo cepat buka, aku sudah sangat penasaran, nilaiku cukup baik dan aku setidaknya lulus aku yakin kau akan lulus juga karena kau sudah bekerja keras lebih daripada diriku," ucap Kiko padanya dengan sangat penasaran sekali saat itu.
Sela mengangguk dan mulai membukanya perlahan tapi dia malah memejamkan matanya saat kertas itu di buka dan malah membuat teman-temannya syok dengan hasil yang dia dapatkan.
"Wahhh....Sela cepat buka matamu, Sela ayo lihat hasilnya!" teriak Anet dan Kiko yang sangat antusias sekali saat itu.
Sela membuka sedikit matanya dengan pelan hingga dia benar-benar syok melihat kalimat lulus tersemat di dalam kertas itu dan deretan nilai yang sangat bagus dia merasa semua usaha dia selama ini tidak sia-sia dan dia sangat senang sampai langsung memeluk Akira yang ada di sampingnya.
"Woh?...hahaha..aku berhasil terimakasih banyak Akira aku sangat menyayangimu, aaahh aku sangat senang." teriak Sela begitu kencang.
Dengan cepat Anet dan Kiko langsung memalingkan pandangan mereka karena sangat malas melihat Sela yang dengan beraninya berpelukan dengan Akira di hadapan mereka saat itu.
"CK kau tidak menghargai orang jomblo yang ada disini!" ucap Akira saat itu yang hanya di tanggapi tawa yang meriah dari semua orang.
Mereka mulai merayakan kelulusan bersama dan sangat gembira.
Ada akhirnya Sela bisa masuk ke universitas favorit begitu juga dengan Akira dan mereka bisa menempuh pendidikan di tempat yang sama lagi, sedangkan Sela juga sudah diterima pada club khusus untuk atlet lari jarak jauh yang dia mimpikan sejak lama.
THE AND.