
Saat itu Sela benar-benar merasa sangat cemas dan dia tidak bisa berpikir jernih ketika melihat ada seseorang di hadapannya yang terus saja berjalan mundur mendekati tepian atap yang ketika sedikit saja dia melangkah pada pijakan yang salah maka nyawanya akan benar-benar melayang saat itu juga.
"Akira....aku mohon padamu, seberapa berat hidupmu tolong jangan mengakhiri hidup dengan cara yang mengerikan seperti ini, ayo kemari aku janji akan menemanimu akan memberikan apapun untukmu jika kau meraih tanganku, ayo cepat Akira apa lagi yang kau pikirkan!" Bentak Sela terus saja memohon dan mencoba untuk membujuk Akira.
"Sela apa kau benar-benar akan menepati janjimu itu?" Tanya Akira yang semakin senang mengerjai Sela yang tengah panik tidak karuan,
"Lihat aku, apakah di mataku ada kebohongan saat ini, aku mungkin konyol dan aku sangat kasar tapi percayalah aku bukan pembohong, kau harus mempercayai aku dan kau harus tetap hidup Akira" jawab Sela sambil terus mengangguk dan mengulurkan tangannya kepada Akira saat itu.
Akira terdiam sejenak dan entah kenapa dia merasa sangat senang di dalam hatinya ketika mendengar Sela berkata seperti itu padanya, dia merasa akhirnya masih ada orang yang memperdulikan dirinya dan mau melakukan semua itu untuk membuat dirinya tetap hidup, Akira pun mulai mengulurkan tangannya dan dengan cepat Sela langsung menarik tangan Akira hingga membuat Akira terbawa olehnya dan jatuh pada pelukan Sela.
"Hah....hah...hah...Akira apa kau baik-baik saja, apa kau tidak terluka, ayo bangun dan bersihkan pakaianku, jangan sampai siapapun tahu kalau kau hampir saja bunuh diri barusan" ucap Sela yang panik sambil membantu Akira bangkit berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor karena terjatuh barusan.
Sela terlihat sangat serius dia benar-benar sangat mencemaskan Akira meski saat itu dia tidak mengingat siapa Akira sebenarnya, meski di luar Sela memang terlihat pemarah, bar bar dan sangat kasar, tetapi dia memiliki hati yang lembut dan baik di dalamnya, tidak ada yang seperti Sela dan dia sangat istimewa, sebab tidak pernah memandang bulu ketiak melakukan kebaikan kepada siapapun.
Termasuk apa yang dia lakukan untuk Akira saat itu, Akira juga sangat senang dan diam-diam dia tersenyum kecil disaat Sela membersihkan pakaian yang dia kenakan saat itu.
"Aahhh...ayo cepat kita kembali ke kelas atau kau mau ke kantin, ini sudah jam istirahat, ayo aaahh... sebaiknya kau memang ke kantin saja isi perutmu agar otakmu sedikit berfungsi dengan baik, bisa-bisanya ada orang jenius sepertimu malah ingin bunuh diri aaahhh...aku tidak mengerti lagi dengan pemikiran bodohmu itu" gerutu Sela terus menerus sambil menggandeng tangan Akira karena dia takut Akira akan melarikan diri darinya.
Akira sendiri terus saja menahan senyum dan terus berjalan mengikuti Sela menuruni tangga hingga mereka sampai di kantin dan Sela membawakan makanan untuknya, bahkan Sela juga memberikan jatah lauk miliknya untuk Akira berniat agar Akira tidak melakukan hal berbahaya lagi seperti sebelumnya.
"Ini....aku berikan lauk kesukaanku untukmu, kau ingat ucapanku ini, meski hidupmu sangat berat tapi kau tetap harus hidup untuk mengubah takdirmu bukan mengakhirinya, tidakkah kau tahu jika kau mati maka kau sudah kalah dalam pertarungan di dunia ini, jadi jangan pernah kalah orang jenius sepertimu tidak pantas untuk kalah mengerti!" Ucap Sela memberikan nasihat kepada Akira.
Akira hanya terus mengangguk saja menuruti ucapan dari Sela namun dia menghentikan Sela yang terus memberikan lauk miliknya sampai mangkuk milik Akira penuh saat itu, terlebih Akira sama sekali tidak menyukai ayam goreng, dia hanya menyukai naget ayam yang berbentuk kotak tanpa tulang bukan ayam yang mentah dan di goreng seperti itu dengan bentuk asalnya.
"Ini...aku kembalikan padamu, kau tidak perlu terlalu mengasihani aku sampai memberikan aku makanan kesukaanmu" ucap Akira saat itu sambil mengembalikan tiga potong ayam goreng kembali pada mangkuk Sela.
Hal itu tentu saja membuat Sela terperangah hingga dia membulatkan matanya sempurna karena merasa sangat heran melihat ada orang yang bisa menolak kenikmatan dari ayam goreng kantin yang cukup sulit untuk di dapatkan itu, karena semua anak selalu berburu ayam goreng sejak awal bel berbunyi, bahkan aku dan Kiko selalu berebut untuk mengambil ayam lebih awal karena ingin mendapatkannya lebih banyak daripada anak yang lainnya.
Tapi kini Sela melihatnya langsung ada orang yang dia berikan ayam dengan senang hati tapi justru malah menolaknya seperti itu, di tambah Sela juga sangat kaget karena mendengar Akira mengetahui bahwa ayam itu makanan kesukaan Sela, padahal Sela tidak pernah memberitahunya sama sekali.
"Eehhhh....kenapa kau menolak ayam yang sangat enak ini, apa kau tidak normal ya? Dan darimana kau tahu bahwa ini makanan favoritku, apa kau memata mati aku ya?" Ucap Sela menatap penuh curiga kepada Akira sambil menyipitkan matanya saat itu.
Akira langsung saja terlihat cukup gugup karena dia baru sadar bahwa dia mengetahui hal itu sebab Sela pernah mengatakannya ketika mereka kecil dulu, dan dia masih mengingat hal itu hingga saat ini, sekarang dia kebingungan untuk mencari alasan kepada Sela.
"Aaahhh....itu....itu.. karena hampir semua siswa di sekolah ini menyukai ayam kantinnya jadi aku pikir kau sama dengan mereka, bukankah semua orang juga menyukai ayam mungkin hanya aku yang tidak menyukainya" balas Akira sambil mengambil suapan nasi ke dalam mulutnya.
Meski Akira sudah menjawab seperti itu, entah kenapa Sela tidak terlalu mempercayainya sebab ekspresi di wajahnya terlihat sangat jelas bahwa dia gugup saat itu dan tangannya juga terlihat sedikit bergetar karena dia gugup saat menjawab pertanyaan tersebut dari Sela, sehingga Sela masih belum bisa mempercayai ucapan dari Akira sepenuhnya saat itu.
Namun karena dia tidak terlalu memperdulikan hal itu sehingga Sela hanya mengabaikannya saja dan dia pun mulai bertanya langsung untuk mencari tahu alasan Akira tidak menyukai ayam goreng yang super super enak itu.
"Aishhh kau ini sangat aneh kenapa kau tidak menyukai ayam, apa kau alergi atau semacamnya ya?" Tanya Sela sambil mulai mengunyah ayam itu di mulutnya dengan penuh,
"Ohh...tidak aku hanya menyukai ayam naget yang berbentuk kotak dan memiliki merek sehingga ayan seperti itu sudah terjamin kebersihan dan ke higenisannya, aku tidak tidak perlu takut untuk terkena tulang di dalamnya ketika tengah mengunyah" balas Akira yang membuat Sela langsung terperangah kaget mendengarnya.
Saat mendengar kalimat itu Sela merasa sangat familiar dengan ucapan dari Akira dan dia seperti pernah mendengar ucapan tersebut berkali-kali sebelumnya hanya saja Sela belum bisa mengingatnya dengan jelas dan dia terus termenung sambil memegangi paha ayam di tangannya yang saat itu hendak dia masukkan ke dalam mulutnya namun terhenti karena memikirkan ucapan dari Akira saat itu.
Akira juga sengaja mengatakan hal itu karena dia ingin membuat Sela mengingat dirinya secara perlahan, menggunakan hal-hal seperti itu, namun sayangnya Akira masih tetap saja tidak peka dan otaknya memang tidak berfungsi dengan benar sehingga sulit sekali untuk Sela mengingat hal tersebut ketika dirinya pernah memutuskan hal itu untuk di lupakan dalam pikirannya.
"Kenapa kau melamun...apa yang kau pikirkan apa kau mengingat sesuatu barusan?" Tanya Akira sangat tidak sabaran,
Dulu Akira sangat cengeng sekali dan dia tidak pernah bicara, badannya yang mudah sekali lemah juga terjatuh sering mengalami ejekan dan bully di sekolahnya ketika SD, namun sejak dia bertemu dengan Sela semua orang yang berlalu jahat padanya habis dihajar oleh Sela hingga mereka babak belur dan kapok tidak menjahili Akira lagi.
Akira juga memiliki tubuh yang cukup berisi dahulu dan gaya rambutnya sama sekali berbeda jauh dengan saat ini, sehingga Sela tidak mengenalinya terlebih mereka sudah berpisah dalam waktu yang sangat lama, Sela juga sudah berusaha untuk melupakan sosok itu sebab dia tidak ingin mengingat kenangan buruk masa kecilnya dimana dia tahu bahwa pria kecil itu meninggalkan dia tanpa alasan dan membuatnya kesal sampai saat ini.
Sejujurnya saat itu Akira merasa sangat senang ketika mengetahui bahwa Sela masih mengingat mengenai si gembul itu, Akira Kecil yang selalu di katai si gembul oleh anak-anak di sekolahnya begitu juga oleh Sela pada masa SD kala itu.
Namun ada juga hal yang membuat Akira karena Sela malah tidak mengenalinya sama sekali, dan itu adalah hal yang paling membuat Akira merasa sedih.
"Dia benar-benar tidak mengingatku sedikitpun, kenapa dia melupakanku apa dia semarah itu kepadaku dulu, tapi semuanya terjadi juga karena diriku sendiri" batin Akira memikirkan saat itu.
Akira terlihat termenung sambil terus saja mihat Sela yang makan dengan sangat lahap juga cepat, dia selalu makan semua hal di hadapannya dan tidak pernah memilih-milih makanan, dia juga anak yang ceria juga friendly pada siapapun sehingga dia memiliki teman yang banyak dan semua orang banyak juga yang takut ketika melihatnya sebab Sela bisa bela diri dan dia bisa menghajar siapapun yang mencoba berbuat jahat padanya atau salah satu temannya.
Itu juga salah satu Sela banyak di kagumi oleh semua orang dia selalu membantu siapapun meski caranya sedikit berbeda dengan kebanyakan orang, bagi Akira saat ini bisa melihat Sela duduk di hadapannya saja sudah membuat dia merasa senang dan sangat puas dia tidak mau mengatakan siapa dirinya sebenarnya karena Akira takut Sela akan semakin marah dan tidak ingin menemuinya lagi setelah mengetahui siapa dirinya nanti.
"Aku tidak akan memberitahunya, biarkan saja dia hanya mengenal Akira bukan si gembul sialan itu" batin Akira lagi sambil mulai melanjutkan makannya saat itu.
"Eummm....ini sangat enak sekali...ahaha...ayamnya di masak dengan sangat matang bahkan tulangnya saja bisa copot sendiri dari dagingnya ahaha...enak sekali" ucap Sela dengan makanan yang penuh di mulutnya tersebut dan dia masih bisa berbicara sambil mengunyah tanpa henti.
Bahkan saat itu ada makanan yang keluar dari mulutnya dan hampir saja mengenai tangan Akira namun dengan cepat Akira langsung saja menghindar dengan cepat namun anehnya secara refleks justru malah Akira yang membersihkan hal kotor seperti itu dengan tisyu tanpa jijik sama sekali.
Padahal biasanya jika melihat hal seperti itu Akira akan langsung pindah duduk dengan cepat bahkan dia tidak akan memiliki mood lagi untuk makan, namun kali ini dia justru terlihat santai saja bahkan di saat Sela terperangah dan kaget melihat Akira begitu santai membersihkannya begitu saja.
Itu membuat Sela cukup kaget dan kebingungan karena dia tahu bahwa Akira memiliki penyakit yang aneh jadi dia langsung dengan cepat merampas tisyu itu dari tangan Akira secepatnya karena Sela takut Akira akan menjadi kesal atau mengalami hal seperti saat di perpustakaan sebelumnya.
"Aahhh....sini...sini..biar aku saja yang membersihkannya, aduhhh...kenapa kau malah membersihkannya sendiri nanti kau kesurupan lagi seperti sebelumnya kan aku juga yang repot nantinya, sini biar aku saja yang bersihkan sendiri, sudah kau makan saja" ucap Sela sambil merampasnya sendiri dengan cepat.
Akira hanya tersenyum saja tapi dia juga mulai merasa aneh karena dia tidak mendapatkan reaksi apapun ketika Sela tidak sengaja menyentuh tangannya saat hendak mengambil tisyu darinya saat itu sehingga Akira terus menatap tangannya dengan wajah yang sedikit keheranan, dan hal seperti itu terjadi lagi untuk kedua kalinya kepada dia.
"Aneh....kenapa aku sama sekali tidak merasa resah ataupun mendapatkan reaksi aneh dan tidak nyaman ketika dia menyentuhku, apa penyakitku sama sekali tidak mempan padanya?" Batin Akira saat itu.
Dia merasa sangat heran dan terus saja kebingungan sendiri sehingga dengan cepat Akira langsung saja memegangi pergelangan tangan Sela untuk memastikannya saat itu, dia bahkan tidak berbadan basi sama sekali sehingga dia langsung saja memegang tangan Sela sekaligus saat itu juga.
Hal itu membuat Sela sangat kaget dan menatap ke arah Akira dengan membuka matanya sangat lebar dan dia kebingungan sekali saat itu.
"Eehh...Akira apa yang kau lakukan, lepaskan tanganku apa kau sudah sembuh hah? Bukanya kau tidak bisa bersentuhan dengan siapapun aishh...tanganku kotor kenapa kau malah memeganginya seperti ini, cepat lepaskan sebelum kau menjadi aneh lagi nantinya" ucap Sela dengan wajah yang panik saat itu.
Akira pun seger menarik tangannya dengan cepat dan dia buru-buru memalingkan pandangan ke arah lain sambil segera pergi ke kamar mandi secepatnya saat itu hingga membuat Sela semakin cemas padanya.
"A...aku..akan ke kamar mandi dulu" ucap Akira langsung pergi dari sana secepatnya.
"Ee...e..ehhh...Akira... Apa kau baik-baik saja, Akira tunggu aku, aishhh" ucap Sela yang merasa cemas dan dia dengan cepat mengambil baki makanan milik dia juga Akira lalu segera menaruhnya kembali pada bagian kantin.
"Akira tunggu aku....hey....aaahh aku tidak bisa membiarkan dia pergi seorang diri, huaa... bagaimana jika dia mencoba bunuh diri lagi seperti sebelumnya? Aku harus menahan dia secepat, aaaishh...kenapa harus aku yang menerima semua kesulitan ini" gerutu Sela sambil segera berlari dengan cepat menyusul Akira ke kamar mandi pria saat itu.
Sela terus berdiri mondar mandir di depan kamar mandi pria karena dia sangat mencemaskan Akira saat itu.