
Disisi lain Sela sendiri justru merasa tenang-tenang saja karena dia sama sekali tidak memikirkan masalah olimpiade ataupun ujian semester akhir yang akan dia ikuti sebab dia sudah merasa senang dengan dirinya yang sekarang dan yang terpenting baginya dia sudah berusaha untuk mengusahakan semua hal dengan sekuat tenaganya, masalah hasilnya nanti Sela tidak pernah ingin tahu.
Dia pun mulai belajar dengan lebih giat hingga malam, dan dia menunggu kepulangan kedua orangtuanya yang juga tidak kembali meski jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan perutnya itu sudah bersuara menunjukkan bahwa dia sangat membutuhkan asupan makanan saat itu.
"Aishh....kenapa mereka ini, kenapa jam segini belum kembali juga, dia bilang akan pulang lebih awal dan akan memasakkan aku makan malam nyatanya aku tetap sendirian seperti ini, sangat menyebalkan!" Gerutu Sela merasa sangat kesal dan emosi.
Dia menuruni tangga dan memeriksa lemari es nya tapi sayangnya dia tidak bisa memasak meski ada banyak bahan makanan di dalam lemari esnya tersebut.
"Aishh....aku bahkan tidak tahu cara menyalakan kompornya, bagaimana aku bisa memasak, sial!" Gerutu dia lagi yang merasa sangat kesal.
Alhasil Sela pun kembali menutup pintu lemari es nya dengan kuat dan dia hanya mengambil dua minuman di tangannya, dia pergi ke kedai ayam yang biasa dia datangi sejak dulu yang sekarang justru malah berubah menjadi kedai baca komik, dia pergi dengan perasaan kesal dan emosi bahkan dia menutup pagar rumahnya dengan kesal.
Dan disisi lain Akira sendiri baru saja hendak membeli makanan keluar karena setiap hari dia memang selalu pergi mencari makanan keluar, sebab tidak ada yang bisa dia makan di rumahnya ketika sang bibi pelayannya pulang, dan dia hanya seorang diri ketika malam, dia juga kehabisan bahan makanan sehingga secara terpaksa mendorong dirinya untuk pergi keluar mengisi perutnya.
Mereka keluar dari rumah mereka berdua secara bersamaan dan ketika mereka menoleh langsung saja mereka saling berhadapan dan membelalakkan kedua mata mereka secara bersamaan.
"Heh....kenapa kau keluar semalam ini, apa kau diam-diam memata-matai aku yah?" Ucap Sela yang langsung bicara dengan keras penuh kecurigaan kepada Akira.
Sedangkan Akira sama sekali tidak memperdulikan apa yang di ucapkan oleh Sela saat itu, dia langsung saja berbalik dan mengabaikannya, tidak membalas ucapannya sedikit pun dan langsung berjalan pergi sambil memakai topi hitam yang selalu menempel dengan kepalanya tersebut, Sela yang melihat dirinya di abaikan begitu mudahnya oleh Akira tentu saja dia sangat tidak terima, dia langsung saja berjalan cepat menghampiri Akira dan berteriak untuk menyuruh dia agar berhenti saat itu juga.
"Eh...eh..eh ..hey...berhenti kau, aishh Akira sialan berhenti kau seenaknya saja kau mengabaikan aku, hey berhenti kau aku belum selesai bicara denganmu sialan!" Teriak Sela sangat kencang.
Dia berlari dengan sangat kencang dan berhenti menghentikan Akira dia langsung merentangkan kedua tangannya dan memblokir jalan yang di lewati oleh Akira saat itu hingga membuat Akira mulai mengangkat sedikit kepalanya dan dia menatap tajam ke arah Sela dengan sorot mata yang sangat tajam sekali.
"AA..ahhh..kenapa kau menatapku seperti itu, apa kau berani denganku hah?" Ucap Sela kembali membentaknya.
Akira hanya berdecak pelan lalu dia segera berbalik mengambil jalan lain untuk menghindari Sela namun sayangnya Sela tidak membiarkan dia bebas dengan mudah, Sela yang sangat gesit dan cepat tentu saja dia bisa menghentikan Akira lebih dulu dan terus menghalangi jalannya hingga membuat Akira sangat kesal di buatnya dan dia tidak bisa bersabar lagi atas Sela saat itu yang sangat menjengkelkan untuknya.
"Minggir kau atau aku akan menabrak mu!" Ucap Akira yang akhirnya mengeluarkan suara,
"CK....kau menggertakmu seperti itu, kau pikir aku akan takut? Haha...aku sama sekali tidak akan takut denganmu, silahkan saja kau...." Ucap Sela menantang dan dia belum sempat selesai bicara saat itu.
Belum juga ucapannya di selesaikan Akira sudah langsung menabrak sebelah bahunya dengan sangat keras hingga membuat seorang Sela langsung saja tersentak dan dia langsung tersingkir ke samping hingga hampir jatuh saking kerasnya tambarakkan yang di buat oleh Akira kepadanya saat itu.
Dan Sela juga sangat kaget hingga membelalakkan mata dan membuka mulutnya dengan sangat lebar saking kagetnya mendapatkan bahwa Akira sungguh menabrak dirinya dengan sangat keras hingga membuat dirinya hampir jatuh tersungkur ke tanah saat itu, bahkan membuat satu minumanya jatuh dan pecah berhamburan di jalan dan itu membuat Sela sangat kesal.
"Brukkk.....aaaahhhhhh...prekkk......" Suara Akira yang menabrak Sela dan Sela yang meringis juga kehilangan satu botol minumannya.
"Aahh...haha? Apa-apaan orang ini, dia benar-benar berani menabrakku dan membuat minumanku jatuh seperti itu, masih tidak mau bertanggung jawab? Aishh dasar menjengkelkan, hey....Akira kau harus mengganti minumanku yang jatuh, hey....apa kau dengar hah!" Teriak Sela terus merutuki nya dengan kesal dan meminta ganti rugi.
Akira sama sekali tidak memperdulikan teriakkan dari Sela dia terus saja berjalan dengan santai dan lurus ke depan tanpa terganggu sedikitpun hingga Sela kembali mengambil ancang-ancang dan dia bersiap untuk memulai pertempuran sesungguhnya diantara dia dan Akira yang sangat menjengkelkan baginya selama ini.
"Huh....lihatlah ini, aku akan menabrakmu lebih kencang dari pada yang kau bayangkan, haha...lihat ini hiaaaaaaa" ucap Sela yang langsung saja berlari sambil berteriak sangat kencang dan terus berniat dengan sengaja menabrak Akira di depannya saat itu.
Akira yang mendengar Sela berteriak sangat kencang dan memekikkan telinganya dia membalikkan badannya dengan perlahan dan melihat Sela yang berlari ke arahnya dengan mengerutkan kedua alisnya dan terlihat bak seperti banteng yang hendak menabrak tubuhnya saat itu.
Sampai Akira yang tidak sempat untuk menghindar membuat Sela langsung saja menabrak tubuhnya dan mereka berdua jatuh ke belakang bersamaan membuat Sela kembali menjatuhkan Akira dan dia merasa menang karena sudah mengalahkan Akira saat itu, tapi tanpa dia sadari bahwa saat itu dia jatuh berada di atas tubuh Akira dan kedua tangannya memegangi bagian dada Akira dengan sangat jelas membuat Akira menatap tajam dan mengeratkan giginya dengan kuat pada Sela saat itu.
"Haha... bagaimana apakah itu sakit, apa kau sudah mengakui kalau aku lebih kuat darimu dan kau harus bertanggung jawab padaku!" Ucap Sela masih terjatuh dalam posisi berada di atas tubuh Akira saat itu,
"Kau.... Kontrol dimana kau harus meletakkan tanganmu!" Ucap Akira dengan menatap tajam dan menahan emosi yang membeludak di dalam dirinya saat itu,
Sela yang mendengar ucapan dari Akira barulah dia melirik ke arah tangannya dan dia lang membulatkan matanya dengan cepat karena baru tersadar kalau ternyata dia memegangi dada Akira saat itu, dia pun langsung melepaskan tangannya dan bodohnya dia melepaskan tangannya bersamaan bukannya bangkit berdiri dia malah membuat tubuhnya semakin jatuh menimpa Akira dan membuat bibir mereka saling bertemu saat itu.
"AA..AA....maafkan aku eeehhh" ucap Sela meminta maaf dan kehilangan keseimbangan.
Sela langsung bangkit berdiri dan mematung masing dengan sorot matanya yang besar dan dia linglung tidak menentu saat itu.
"AA...AA..eu...aku harus pulang kau tidak perlu lagi mengganti minumanku, ini yang satunya untuk kau saja" ucap Sela yang kebingungan dan merasa linglung tidak karuan
Dia malah memberikan minuman miliknya satu lagi pada Akira dan segera pergi dari sana dengan berjalan tidak berarah sama sekali dia terus memegangi bibirnya sendiri dan merasakan perasaannya yang tidak menentu, jantung yang berdetak kencang dan dia tidak tahu harus melakukan apa saat itu.
Bahkan saking linglung nya Sela sampai salah mengira rumahnya sendiri dan dia justru malah hendak masuk serta membuka pagar rumah milik Akira saat itu, dengan kesulitan membukanya karena kuncinya tidak sesuai.
"Heh...itu pagar rumahku" ucap Akira menyadarkan Sela lagi.
sela langsung berbalik ke belakang dan melihat Akira lagi dengan perasaan yang malu juga bercampur aduk tidak karuan.
"Ahhh..ahaha...iya ini rumahmu aku...aku hanya memastikan saja pagar rumahmu di kunci dengan baik atau tidak, ahaha...iya" balas Sela dengan gugup dan menjawabnya sembarangan.
Dengan perasaan malu dan tidak menentu Sela langsung berlari dengan cepat masuk ke dalam rumahnya dan langsung saja terus berlari ke dalam kamarnya hingga dia bahkan tidak melepaskan sepatunya sendiri, dia terus saja masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan diri ke ranjangnya sambil menenggelamkan wajahnya di ranjang tersebut sambil menepuk ranjang empuknya itu berkali kali dan berteriak cukup kencang.
"Aarrrkkkkk...buk...buk...buk..bodoh...bodoh...aishhh... Kenapa aku harus terlihat konyol seperti itu di hadapannya, aaahh...harga diriku telah hancur huhu aku tidak bisa menerima ini" gerutu Sela terus saja merasa sangat kacau sendiri.
Sedangkan disisi lain Akira yang masih berdiri di depan pagar rumahnya dia mulai memegangi kembali bibirnya sendiri saat itu dan terlihat senyuman kecil tergambar di wajahnya, dia segera pergi masuk ke dalam rumahnya dengan santai dan tenang, hingga dia mulai menatap wajahnya di cermin dan memeperhatikan wajahnya sendiri cukup lama saat itu, bahkan dia juga memeriksa bibirnya dan kembali terbayangkan lagi dengan kejadian saat bersama Sela.
"Aneh...kenapa aku tidak merasakan efek apapun saat kami bersentuhan, biasanya aku akan merasa resah dan risih juga kulitku biasanya memerah dan terasa gatal ketika bersentuhan dengan orang lain, tapi kenapa aku baik-baik saja saat manusia bar bar itu menyentuhku, bahkan dia mencium bibirku tadi" gerutu Akira terus memikirkan dengan heran.
Akira segera pergi menggosok giginya dan membersihkan diri karena dia masih takut efek itu akan muncul tiba-tiba pada dirinya sebab dia masih tidak bisa bersentuhan dengan orang-orang asing termasuk Sela, dia terus saja terbayang dengan kejadian tersebut dan terus memikirkan hal janggal yang dia alami.
Berbeda dengan Sela yang terus saja menyesali semuanya dan dia benar-benar merasa sangat kesal juga jengkel dengan dirinya sendiri.
Dia merasa sangat cemas tidak karuan sebab dia takut Akira akan membicarakan kejadian tersebut kepada orang lain dan itu akan membuat harga dirinya benar-benar terluka, dia tidak bisa membuat semua itu terjadi dan Sela mulai berpikir untuk menutup mulut Akira agar tidak membicarakan kejadian saat itu pada orang lain nantinya.
"Aishh....aaahhh bagaimana jika dia mengatakannya pada Kiko atau pada Anet? Atau pada anak lainnya dan guru? Wahhh..aku akan benar-benar mati kutu nantinya, aku harus menyumpal mulutnya itu, jangan sampai dia mengatakannya pada siapapun jika tidak matilah aku" gerutu Sela lagi yang merasa resah sendiri.
Dia terus merasa kesal dan merutuki Akira sendiri padahal kejadian itu terjadi karena sikap bar bar dan kecerobohan dirinya sendiri sampai membuat dia tidak sengaja menyentuh bibir Akira dengan bibirnya seperti itu.
"Aaahh ....aku benar-benar sangat di rugikan oleh manusia batu itu huaa.....aku telah kehilangan ciuman pertamaku, huhu...sangat menyedihkan sekali" tambahnya lagi dengan sangat menyesal juga sedih.
Sela terus saja menutup wajahnya dengan bantal dan menutup kedua telinganya sendiri, merasa sangat kacau malam itu, sedangkan di sisi lain Akira justru masih menatap minuman kaleng yang sebelumnya di berikan oleh Sela kepadanya dia terus menatap minuman kaleng yang dia terus di meja belajarnya tersebut.
Dia sudah duduk dan bersiap untuk belajar namun dia melihat botol tersebut dan berniat menyentuhnya namun dia sedikit merasa takut karena botol tersebut pernah di pegang oleh Sela sendiri sebelumnya.
"Apa tidak akan ada bakteri pada botol ini, aahhh aku tidak bisa menyentuhnya, bisa saja gadis bar-bar itu mendapatkan botol ini dari sembarangan tempat, aku harus membiatkannya saja, tapi aahhh apa yang harus di lakukan dengan kaleng ini?" Gerutu Akira merasa kebingungan sendiri.
Akhirnya dia pun mulai mengambil beberapa lembar tisyu di samping mejanya tersebut dan menggunakannya untuk mengambil kaleng tersebut dengan perlahan dan mulai memindahkan kaleng minuman soda rasa lemon tersebut ke dalam lemari pajangan yang ada di kamarnya, dan dengan sengaja dia membiarkan kaleng minuman soda tersebut untuk di biarkan di tempat tersebut karena menurutnya itu adalah tempat yang paling cocok untuk menyimpannya.
"Aahhh ..itu sudah tempat paling aman, biarkan saja disana" ucap Akira sambil segera fokus membaca bukunya lagi dan belajar dengan sangat serius seperti biasanya.
Terus saja dia belajar sepanjang malam hingga ketika jam sudah menunjukkan jam dua belas malam barulah dia pergi untuk tidur dan bisa langsung tertidur dengan lelap, berbeda dengan Sela yang masih tidak bisa bisa tidur karena dia sangat terganggu dengan hal tersebut di tambah perutnya itu yang masih terasa sangat lapar sehingga dia memilih untuk menyeduh mie di tengah malam, menikmati mie nya seorang diri hingga tidak lama mendapatkan notifikasi pesan dari ayah sambungnya tuan Wen yang mengatakan bahwa dia tidak bisa pulang malam ini.
"Sela maafkan aku, hari ini aku ada urusan mendesak aku tidak bisa pulang, kau makan malam dengan ibumu saja ya jangan menungguku" isi dari pesan tuan Wen yang Sela baca saat itu.
Sela hanya membacanya sekilas dan menaruh kembali ponselnya, sampai di saat baru saja dia hendak mematikan ponselnya sebuah pesan muncul lagi dan kali ini adalah dari ibunya sendiri.
"Sayang ibu tidak bisa pulang, maafkan ibu ya ibu sangat mabuk dan harus menginap di apartemen hari ini, kamu makan dengan ayahmu saja ya, jangan menunggu ibu ini sudah tengah malam, selamat malam" isi pesan dari nyonya Choi yang membuat Sela sangat muak membacanya.
"CK.... mereka memang suami istri yang serasi, pastas mereka di persatukan oleh alam" ucap Sela berdecak kesal.