Love In High School

Love In High School
Mengerjakan Soal



"Huuhh....apa kau ini babi kenapa harus membeli banyak makanan seperti ini dan pulang marah-marah tidak jelas seperti itu, sebaiknya sekarang kau mulai belajar juga, bantu aku isi beberapa soal yang muda dari awal halaman itu, jangan bisanya makan saja!" Ucap Akira menyindir Sela yang saat itu terus saja asik makan sendiri.


Sela menatap sinis dengan ujung matanya kepada Akira dia merasa sangat kesal dan berdecak pelan menanggapi sindiran yang diberikan oleh Akira saat itu, ska juga langsung menyantap snek yang ada di tangannya itu dengan cepat sampai memenuhi mulut dia sendiri tanpa sadar.


"AMM..nyam..nyam..nyam...nyam...." Suara Sela yang sengaja mengunyah makanannya dengan berisik dan mendekatkan mulut dia pada Akira untuk mengganggu konsentrasi Akira yang tengah mengisi soal latihan dari ibu Yuni sebelumnya.


Hingga lama kelamaan Akira juga tidak bisa tahan lagi melihat tingkah Sela yang bukannya mendengarkan ucapan darinya dia justru malah terus mengganggu dia dengan suara kunyahan makanan yang sangat menyebalkan untuk dia dengar saat itu, Akira sudah berusaha menahan kesabaran di dalam dirinya untuk beberapa waktu.


Tapi kesabaran yang dia miliki tentu tidak sebesar itu untuk menghadapi orang seperti Selanyang terus saja mengujinya tanpa henti, sampai membuat Akira benar-benar kesal di buatnya dan dia langsung saja menggebrak meja itu dengan kencang sampai membuat beberapa bungkus makanan ringan yang ada diatasnya berjatuhan ke tanah saat itu.


"Brak!...." Suara meja yang di gebrak dengan kuat oleh Akira.


Sela menatap membuka kedua bola matanya dengan sangat lebar sambil menghentikan makannya dan menatap sambil menaikkan kedua alis pada Akira saat itu.


"Sela.. apa kau tidak bisa diam sedikit? Setidaknya jika kau tidak ingin mengerjakan soalnya dan kau tidak mau lulus dalam ujian akhir jangan mempengaruhi aku untuk sama sepertimu, karena aku tidak ingin menjadi siswa yang bodoh!" Bentak Akira keceplosan karena dia sangat marah saat itu.


Sela yang mendengar Akira malah menghinanya dan mengatai dia bodoh secara tidak langsung, itu membuatnya merasa terpukul dan kesal sekali, dia langsung menaruh makanan ringan yang dia tengah makan sebelumnya dan Sela langsung saja merampas lembar soal yang ada di hadapan Akira saat itu, dia juga berbicara dengan lantang melawan Akira dan dia akan mengerjakan soal itu lebih cepat dibandingkan dengan apa yang Akira bisa selama ini.


"CK ..kau sampai menggebrak meja hanya karena hal itu, saa, kemarikan itu dan lihatlah ini baik-baik bukan hanya kau yang bisa marah dan seakan-akan memiliki pengetahuan yang lebih dariku, aku juga bisa mengerjakannya kalau cuman soal begini saja, lihat ini!" Bentak Sela menyepelekan soal itu.


Akira sengaja melipat kedua tangannya di dada dan menatap dengan lurus pada Sela saat itu, dia ingin melihat dengan jelas oleh kedua mata kepalanya sendiri, apa yang bisa Sela buktikan kepada dia saat itu dan apa yang akan dia lakukan dengan soal itu sebenarnya.


"Hah... Kita lihat saja sampai kapan dia bisa bertahan dengan soal sulit seperti itu, dia terlalu banyak sombong dan percaya diri," batin Akira membiarkannya dengan sengaja.


Sela yang tidak mengetahui bahwa itu adalah soal untuk anak kuliahan, dia terus saja membaca soal yang ada di kertas lembar latihan ujian itu, dia sudah berusaha keras untuk memikirkan isinya namun tetap saja dia tidak bisa, jangankan untuk memikirkan isinya saat membacanya pun Sela tidak memahami satu kalimat saja yang ada pada soal tersebut.


"Sial tidak ada satu soal pun yang aku mengerti, jangankan untuk menyelesaikannya membacanya saja aku tidak paham, bagaimana bisa menyelesaikannya?" batin Sela saat itu.


Dan lama kelamaan wajahnya mulai mengkerut dia mulai terlihat cemberut dan kesal karena dia tetap belum juga bisa mengisi satu soal pun yang ada di kertas ujian itu padahal waktu terus berlalu tanpa henti dia sampai memikirkannya dalam waktu yang cukup lama sekali sampai akhirnya Akira yang sudah tidak mau membuang banyak waktu lagi dia segera mengambil kembali kertas tersebut dan memberitahukan kepada Sela bahwa itu adalah soal tingkatan mahasiswa S1 bukan untuk siswa SMA biasa seperti mereka saat ini.


"Aish...kenapa soalnya bisa sesulit ini, apa otakmu sudah malas belajar, tapi selama ini aku terus berusaha mengerjakan soal huaa..matilah aku tidak bisa mengerjakannya dan membuktikan ucapanku sendiri di hadapan manusia ini," batin Sela saat itu.


Dia sudah mulai merasa cemas dan sesekali menatap ke arah Akira saat itu, namun Akira masih senang untuk mengerjainya dan terus membuat Sela kebingungan sendiri saat itu sebab harus mengisi soal yang sangat sulit bagi dia.


"Sudah... Kemarikan kertasnya aku akan bertahu padamu cara menyelesaikan semua soal ini, dengan kau bisa menyelesaikannya, aku yakin kau juga bisa lulus ujian akhir nanti, ayo perhatikan dan bergeser denganmu juga." Ucap Akira kepadanya.


Tidak ada pilihan lain lagi sehingga Sela hanya bisa menyerah saja saat itu dan dia langsung memberikan lembaran kertas latihan soal itu kembali pada Akira walau dengan nada bicara yang terkesan sangat enggan dan jutek saat itu.


"Ya..ya... Ini, aku juga tidak yakin memangnya kau bisa mengerjakan soal yang sesulit itu, huh...jangan seenaknya mengatai aku!" Balas Sela dengan wajah cemberut dan kesal kepadanya.


"Tentu saja aku bisa, kalau kau tidak percaya makanya lihat kemari sekalian kau harus banyak belajar dariku bukan?" Balas Akira semakin menggoda Sela saat itu.


Sebenarnya saat itu Sela sangat membencinya dan dia tidak ingin untuk duduk berdekatan dengan Akira apalagi jika harus diajarkan olehnya seakan dia benar-benar tidak mampu untuk mengerjakan soal itu, walaupun pada kenyataannya memang dia tidak mampu karena soal itu terlalu sulit bagi Sela, hanya saja dia juga cukup penasaran dan ingin tahu bagaimana Akira akan menyelesaikan tugas latihan soal yang sesulit itu, makanya meski dengan wajah cemberut yang begitu tidak enak dipandang Sela tetap menggeser kursinya itu dan memindahkannya ke samping Akira lalu dia mulai menyuruh Akira agar segera menunjukkan semua keahlian dia yang sudah mengatakan bahwa dia bisa menyelesaikan latihan soal tersebut oleh dirinya sendiri.


"Aishh..iya.. Iya ini aku akan bergeser, ayo cepat lakukan tugasmu itu, aku akan memperhatikannya, awas saja jika kau juga tidak bisa mengerjakannya, aku akan menjambak rambutmu itu!" ancam Sela kepada Akira yang membuat Akira hanya menanggapinya dengan tatapan sinis dan bibir yang dianggap sedikit pada ujungnya.