
Semua anak segera mengambil posisi terbaik masing-masing begitu pula dengan Sela dia sengaja mengambil posisi di samping Akira gara tetap bisa memperhatikan seragamnya juga bisa memenangkan lomba ini dan mendapatkan hadiah spesial dari pak guru Roy tersebut.
"Aaahhh.... Apapun hasilnya aku harus memenangkan lomba ini, aku harus mendapatkan hadiahnya, dan menjaga di manusia yang meminjam pakaianku ini agar tidak merusaknya" batin Sela sambil menatap tajam kepada Akira yang ada di sampingnya saat itu.
Saat perlombaan lari itu akan di mulai dan pak guru Roy mulai memberikan aba-aba semua siswa sudah membuat persiapan dan ancang-ancang pada diri mereka masing-masing saat itu hingga hitungan di mulai dan teriakkan pak guru Roy terdengar begitu keras membuat Sela langsung berlari melesat secepat yang dia bisa, saling kejar mengejar dengan siswa lain namun sayangnya dia kehilangan Akira.
"Ehh ....dimana si manusia menyebalkan itu?" Ucap Sela sambil berusaha mencari keberadaan ya di tengah banyak sekali orang yang berlari di sekitar dirinya saat itu.
Sela mencari ke depan dan ke samping namun dia tidak berhasil menemukannya sampai ketika dia menengok ke belakang dia justru malah melihat Akira tertinggal cukup jauh di belakang sana dan Sela tidak bisa membiarkan itu terjadi, sia juga tidak bisa berlari ke belakang lagi untuk menarik manusia misterius dan aneh itu.
Sehingga Sela menggerutu kesal dengan berdecak frustasi di buatnya dan dia segera mempercepat larinya hanya untuk bisa menyelesaikan satu putaran awal lebih dulu agar dia bisa kembali bertemu melewati Akira baru bisa menariknya untuk ikut berlari setidaknya menjadi lebih cepat sedikit dari pada saat itu.
"Aishhh.... bisa-bisa dia malah berlari seperti seekor siput seperti itu, aaahh sangat menjengkelkan aku harus menariknya dengan paksa agar dia tidak bermalas-malasan seperti itu, benar-benar anak ini" gerutu Sela merasa sangat pusing sendiri dia berlari sangat cepat melewati banyak murid lainnya.
Hingga tidak lama dia kembali ke titik awal dimana mereka sempat berlari dan bertemu lagi dengan Akira, Sela langsung meraih tangan Akira dan menggandengnya dengan kuat lalu menarik Akira untuk berlari beriringan dengan dirinya saat itu.
"Hey...bocah ayo angkat kakimu dan berlarilah dengan sekuat tenaga agar bisa memenangkan hadiahnya" ucap Sela sambil terus menarik Akira dengan paksa.
Sedangkan disisi lain Akira sendiri yang kaget dia tiba-tiba saja di tarik oleh Sela dan menjadi ikut berlari secara mau tidak mau dia tetap melangkahkan kakinya menyakan larian dia dengan Sela yang menarik tangannya saat itu.
Semua anak yang tadinya foku berlari pada perlombaan mereka seketika tiba-tiba saja berhenti sejenak dan membukakan jalan untuk Sela yang menarik Akira sampai topi yang di pakai oleh Akira saat itu terlepas dari kepalanya hingga menampakkan ketampanan Akira yang luar biasa di depan semua siswa yang begitu banyak disana.
"Wahhhh....ternyata anak aneh itu memiliki paras yang sangat tampan, pantas saja dia sedikit sombong" ujar salah satu anak yang ada disana,
"Iya dia seperti seorang selebriti atau idol, lihatlah wajahnya yang cantik itu, aku tidak menduga dia akan setampan itu sampai membuat banyak wanita berhenti berlari dan malah menatapnya" balas anak laki-laki yang lainnya.
Tanpa sadar mereka sendiri juga malah memperlambat larian mereka karena terlalu sibuk membicarakan Akira yang berlari dengan begitu tampannya
Padahal saat itu Akira sendiri merasa tertekan dan dia terpaksa untuk berlari seperti itu sebab Sela yang menggandeng tangannya dengan kuat dan memaksa dirinya untuk berlari begitu saja.
"Hey....apa yang kau lakukan lepaskan tanganku aku tidak ingin menghabiskan energi sia-sia seperti ini!" Ucap Akira kepada Sela.
Namun sayangnya karena Sela terlalu fokus terus menatap ke depan dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari Akira dan dia terus saja menarik tangan Akira dan menyeretnya untuk ikut berlari dengan dia hingga mereka benar-benar memenangkan juara pertama dalam lomba larian tersebut.
Anet dan Bimo yang melihat Sela memenangkan lomba mereka merasa sangat senang dan langsung saja memeluk Sela dengan erat juga mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangan itu.
"Aaahhhh....Sela kau menang, kau memang pelari yang sangat handal dan luar biasa, bahkan meski kau berlari dengan menggandeng tangan Akira kau tetap menjadi juaranya wahhh kau hebat sekali, aku bangga denganmu" ucap Kiko yang memuji dengan sedikit berlebihan.
"Iya Sela kau sangat keren saat berlari tadi, padahal kau memakai rok tapi semua itu tidak menghalangi bakatmu yang luar biasa itu" tambah Anet kepada Sela.
Sedangkan disisi lain Akira justru langsung berjongkok memegangi lututnya yang terasa sangat lemah dan dia merasa begitu lelah hingga langsung saja terduduk di tanah dengan lemas juga wajahnya yang terlihat pucat pasi dan nafas yang terus menderu dengan keras.
"Ahhhh....hah...hah....hah....kau....sialan beraninya kau malah menyeret aku untuk berlari sekencang tadi aahhh kakiku akan patah karenanya" ucap Akira pelan di sela-sela nafasnya yang menderu saat itu.
Sela yang mendengar ucapan dari Akira meski ucapannya itu terdengar sedikit samar dia pun langsung menghampiri Akira dan duduk di sampingnya sambil membawa botol minum lalu membukakan minuman itu untuknya dan memberikan air itu kepada Akira.
"Ini minumlah agar kau bisa mendapatkan kembali energimu yang terbuang sia-sia itu" ucap Sela sambil mengulurkan tangan yang memegangi minuman kepada Akira.
Sebenarnya saat itu Akira sangat kesal kepada Sela, dia juga ingin segera minum namun dia tidak mungkin menerima minuman yang di berikan oleh Sela karena dia masih sangat membencinya dan tidak terima atas perlakuan Sela yang tiba-tiba saja menarik dia dengan paksa lalu mengajak dia berlari dengan kemampuan larinya yang jelas jauh di banding Akira.
Akira bahkan sama seki tidak melirik minuman itu, dia langsung bangkit berdiri dan mengambil topi hitamnya yang saat itu di pegang oleh Anet karena dia sempat menjatuhkannya dan di pungut oleh Anet.
Akira merampas topinya dengan cara cukup kasar dan menatap tajam kepada Sela saat itu, lalu dia langsung pergi dari sana secepatnya entah akan pergi kemana, sedangkan disisi lain pak guru Roy menghampiri Sela, padahal saat itu Sela berniat untuk pergi menyusul Akira.
"Ehh ...hey.....Akira kau mau kemana hey....kau harus istirahat dulu setelah berlari, kau harus meluruskan kakimu!" Teriak Sela sangat kencang berusaha untuk memberitahunya.
Sayangnya Akira yang memang sudah terlanjur benci dan sangat kesal dengan Sela.dia terus saja berjalan dengan pelan sambil memegangi kepalanya dan pergi dari sana secepat yang dia bisa tanpa menengok sedikitpun ke belakang.
Sela yang memang sedikit mencemaskannya sebab dia tahu mungkin orang seperti Akira tidak akan terbiasa berlari sekencang tadi, dan dia juga tahu bahwa dirinya yang sudah memaksakan Akira untuk berlari dengannya saat itu, jadi dia merasa sedikit bersalah sekarang.
Dia memang sangat penasaran dengan hadiah tersebut sehingga dia tidak bisa menolaknya begitu saja setelah perjuangan yang dia lewati untuk berlari sangat kencang sambil menarik Akira yang sangat sulit sekali diajak berlari saat itu.
"A..ah...tentu saja aku mengingunkannya pak, kau seperti tidak tahu aku saja hehe" balas Sela sambil tersenyum kecil kepada pak guru Roy.
Pak guru Roy pun segera memberikan sebuah hadih yang di bungkus dalam sebuah kota berukuran cukup besar saat itu, Sela sudah merasa sangat senang ketika melihat bungkus kadonya saja sudah sebesar itu, dan dia segera mengambilnya dengan senang hati lalu pergi dengan cepat untuk segera menyusul Akira saat itu.
"Wahhh....hadiahnya besar seki pak, aku sangat tersanjung bisa mendapatkannya, terimakasih pak guru Roy aku harus segera pergi" ucap Sela sambil langsung mengambil hadiah itu dan berlari secepatnya.
Sedangkan Anet dan Kiko yang melihat Sela begitu terburu-buru seperti itu, mereka hanya merasa heran dan kebingungan sendiri sebab akhir-akhir ini Sela memang terlihat agak berbeda dari biasanya dan dia tidak memiliki banyak waktu untuk berkumpul dengan mereka berdua sekarang ini.
"Heyy....Sela kau mau kemana kenapa meninggalkan kami Sela!" Teriak Kiko yang tidak terima saat itu,
"Aku ada urusan penting kalian pergilah ke kantin tanpaku, aku tidak masalah" teriak Sela membalasnya.
Anet terlihat sedikit murung karena dia tidak bisa pergi dengan Sela dan dia langsung saja berbalik dan berjalan pergi dari sana menuju ke kantin untuk mencari makanan agar bisa menghilangkan kekesalannya kepada Sela.
Sedangkan Kiko yang memang sangat peka dia tahu dan mengerti apa yang di rasakan oleh Anet saat itu, dia pun berusaha untuk menenangkan Anet agar dia tidak berasumsi apapun kepada Sela yang akan membuat mereka menjadi jauh nantinya.
"Aahh.....Anet tidak papa kita makan berdua saja nanti Sela juga pasti akan bergabung kembali dengan kita, mungkin dia memang benar-benar memiliki urusan yang penting tadi, makanya dia berlari terburu-buru seperti itu" ucap Kiko berusaha memberikan pemahaman kepada Anet.
"Aku tahu dia bukan terburu-buru karena urusan yang penting tapi dia akan menemui Akira di manusia jenius yang akan merebut Sela dari kita, aku sangat tidak menyukainya sekarang" balas Anet yang membuat Kiko langsung saja menaikkan kedua alisnya merasa heran.
Entah kenapa saat itu suara Sela terdengar seperti tengah cemburu kepada Akira padahal dia dan Sela sudah bersama menjadi sahabat dan terus bermain dengannya dalam waktu yang cukup lama, tapi masih saja merasa terasingkan karena adanya Akira.
Kiko pun langsung saja tertawa cukup keras saat itu karena dia merasa lucu dengan tingkah Anet saat itu.
"Ahahah....Anetku yang tercantik dan tersayang, kamu ini kenapa sih, mana mungkin kamu cemburu kepada Akira bukan, atau jangan-jangan kau menyukai Sela yah? Anet ya ampun kau tidak beh seperti itu, ada aku yang selalu menyayangimu dengan setulus hatiku tolong jangan duakan aku Anet hiks....hiks..." Ucap Kiko sengaja berusaha untuk menghibur Anet saat itu.
Seketika setelah mendengar ucapan dari Kiko yang sangat menggemaskan dan dia terdengar begitu memperdulikan dirinya Anet pun bisa kembali tersenyum karena tingkah konyol yang Kiko lakukan di hadapannya saat itu.
"Ahaha....Kiko maksudku tidak begitu aku hanya mencemaskan Sela saja karena aku sudah menganggap dia sebagai saudara perempuanku sendiri jadi aku merasa sedikit terabaikan atau terlupakan oleh Sela karena dia tidak memiliki banyak waktu lagi untuk kita" balas Sela menjelaskan kesedihannya,
"Anet kau salah, jangan berpikiran seperti itu lagi, oke. Sela sedang berjuang dia ingin merubah dirinya menjadi lebih baik tentu dia tidak akan memiliki banyak waktu untuk bermain karena dia harus mulai bakar agar Lulu sekolah nantinya, jadi kau jangan berpikiran yang macam-macam oke" ujar Kiko yang langsung di anggukkan oleh Anet.
Untunglah saat itu Anet bisa di bujuk dengan mudah dan bisa mempercayai ucapan dari Kiko secepatnya sehingga tidak terlalu sulit lagi bagi Kiko menghadapinya saat ini, namun disisi lain Kiko sendiri juga merasa sedikit kesal karema Sela seakan melupakan teman lama disaat dia mulai dekat dengan Akira sejak dia datang ke sekolah ini.
"Sela awas saja kau aku akan membuatmu kembali lagi pada aku dan Anet" batin Kiko menyimpan sebuah kekesalan.
Sela sendiri tidak menyadari hal itu sebab dia rasa selama ini dia selalu bersama kedua sahabatnya itu, hanya sedikit waktu saja dimana dia memang harus banyak membaca buku dan menyalin semua tulisan yang tertinggal dan hanya kebetulan saja disaat ada Akira yang duduk di sebelah Sela sehingga Sela bisa meminjam catatan darinya dengan mudah sebab Akira sendiri yang mengijinkannya.
Maka dari itu seakan Sela seperti tidak memiliki banyak waktu lagi untuk berkumpul dengan Anet dan Kiko padahal dalam kenyataannya Sela juga tidak sedekat yang dipikirkan oleh kedua temannya dengan Akira dia mengikuti Akira dan menggandengannya sambil berlari barusan juga demi melindungi seragam olahraga yang di pakai oleh Akira saja.
Bahkan jika seragam miliknya di kenakan oleh Kiko atau orang lainnya dia juga akan melakukan hal yang sama sebab Sela sangat menyayangi seragam olahraga kesayangannya tersebut, dan dia tidak bisa membuat orang lain mengotori apalagi merusak seragamnya tersebut.
Sela berlari dengan cepat menyusul Akira dan menemuinya hingga ke dalam kelas terlihat Akira masih sangat kelelahan dan dia duduk menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi dengan kepala yang di tengadah kan menghadap ke atas langit-langit kelas tersebut.
"Hah....hah ..hah...dasar bocah aneh itu aku harus kembali berlari setelah baru selesai berlari, sangat menyebalkan sekali aahhhh" ucap Sela yang menggerutu sangat kesal.
Dia membawa kado yang dia dapatkan dari pak guru Roy ke mejanya dan menaruh kado itu dengan cukup kasar hingga menimbulkan suara yang sangat keras saat itu, tapi suara tersebut sama sekali tidak membuat seorang Akira kaget dan semacamnya, dia masih saja tetap terlihat santai dan tenang seakan tidak menghiraukan keberadaan Sela di sampingnya saat itu.
"Brakkk....." Suara kado yang di taruh oleh Sela dengan sangat keras,
Awalnya Sela melakukan itu berniat untuk membuat Akira kaget dan dia pikir rencana yang dia pikirkan akan berhasil namun rupanya dia salah besar sebab Akira sama sekali tidak kaget dengan tingkahnya tersebut dan justru malah dirinya sendiri yang tersentak kaget akibat ulah dirinya sendiri.
Sampai Sela menggerutu kesal pada dirinya dan merasa sangat kesal karena gagal mengagetkan Akira saat itu.
"Aishhh.... sialan bagaimana bisa dia tidak kaget ketika aku menaruh kado sebesar itu di meja? Benar-benar manusia aneh" batin Sela dengan sedikit kesal.