Love In High School

Love In High School
Meminjam Pakaian



Sela membelalakkan matanya dengan lebar menatap ke arah Akira saat itu, awalnya dia pikir Akira seperti itu karena kesal dan marah kepadanya, karena itulah dia mencoba membujuk Akira dan meminta maaf kepadanya, namun setelah mengetahui jika ternyata Akira sendiri bukan marah kepadanya, Sela tentu saja sangat kaget dan dia merasa tertipu dengan kelakuan kedua sahabatnya yang sudah memaksa dia untuk pergi mencari Akira.


"Dasar Anet dan Kiko mereka pasti hanya mengerjai aku saja aishhh.... Awas kalian berdua yah" batin Sela merasa kesal dan menahan emosi dengan mengepalkan kedua tangannya saat itu.


Hingga Akira mulai menatap dengan lekat dari atas hingga bawah kepada Sela saat itu dan hal tersebut tentu saja membuat seorang Sela merasa terganggu dan itu cukup membuatnya risih dia merasa sangat kesal dan langsung saja membentaknya cukup keras untuk melampiaskan emosi di dalam dirinya saat itu.


"Hey.... Apa yang sedang kau lihat, beraninya kau melihat aku dari atas hingga bawah seperti itu, apa masalahmu hah?" Bentak Sela sambil menatap dengan tajam kepada Akira.


Dia hanya dengan cepat merotasikan matanya dan memalingkan wajahnya dengan cepat dari Sela sambil berdesak kesal untuk sesaat.


"Ckk.... Kau memang anak perempuan yang berantakan" ucap Akira dengan pelan namun Sela jelas masih bisa mendengarnya saat itu.


Sela terus memasang wajah yang cemberut dan kesal sedangkan Akira hanya menatap ke arah lain lalu Sela pun tetap berusaha mengajak Akira untuk segera kembali ke kelas karena mau bagaimanapun dia juga tetap harus mengikuti pelajaran olahraga yang sangat dia gemari itu.


"Aaahhh... Sudahlah ayo cepat bangun kita harus kembali ke kelas secepatnya" ujar Sela sambil bangkit berdiri dan dia mengajak Akira untuk segera pergi dari sana secepatnya.


"Aku kan sudah bilang aku tidak akan pergi dengan pakaian seperti ini, kenapa kau memaksaku dan jangan bicara denganku lagi, pergi kau!" Bentak Akira yang justru malah mengusir Sela dengan bentakkan yang sangat keras.


Sela menatap dengan membelalakkan matanya dengan lebar dan heran, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang membuat Akira bisa sampai kesal dan semarah itu kepadanya, padahal dia mengajak Akira untuk pergi secara baik-baik, tapi dia justru malah mendapatkan jawaban seperti itu darinya.


"Heh .. aku bicara baik-baik kepadamu kenapa kau malah membentak aku lagi, sangat menyebalkan!" Balas Sela dengan perasaan yang kesal.


Sela pun berniat untuk pergi dari sana dan mengabaikan Akira begitu saja namun di saat Sela hendak pergi justru Akira malah menahan tangannya dengan cepat, hingga membuat Sela kembali kaget dan menatapnya dengan mengerutkan kedua alisnya sekaligus saking tidak mengerti ya dengan apa yang diinginkan oleh Akira saat itu.


"Hey... Apa yang kau lakukan lepaskan tanganku, kenapa kau malah menahanku aishhh" ucap Sela sambil segera menghempaskan tangan Akira yang menggenggamnya saat itu.


Sebenarnya saat itu Akira berniat ingin meminjam pakaian olahraga lain kepada Sela karena dia tahu Sela sudah terbiasa dengan hal semacam itu dan benar-benar sudah kebal dengan hukuman juga segala mancam bentuk pemberontakan di sekolah atau hal-hal yang melanggar peraturan sekolah, jadi Akira pikir saat itu mungkin saja Sela akan memiliki pakaian olahraga lainnya di sekolah itu.


Maka dari itu dia menahan Sela di saat Sela hendak pergi, tetapi di saat Sela menanyakan apa niatnya dia justru malah menjadi gugup dan merasa kesulitan untuk mengatakan niatnya tersebut.


Kini Sela yang melihat Akira hanya diam saja sambil menatapnya dengan tatapan yang aneh itu membuat Sela benar-benar terbakar dengan api emosi dan kekesalan dalam dirinya yang sudah sangat membara sejak lama.


"Aaaarrkkkghhh... Katakan ayo cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan kepadaku bodoh!" Bentak Sela sangat kesal dan emosi.


Bahkan Sela membentak Akira dengan mengacak rambutnya sendiri dengan kasar sakit merasa kesal dan frustasinya kepada tingkah Akira yang sangat susah untuk bicara mengatakan maksudnya menahan Sela saat itu.


Karena Sela yang terus mendesak dengan keras dan membentak dia terus menerus alhasil Akira pun berani mengatakan niatnya sekaligus kepada Sela dengan menatap serius kepadanya.


"Baik...baik...aku akan mengatakannya aku ingin meminjam pakaian olahragamu, aku tidak tiba melanggar peraturan sekolah sedikitpun dan aku ingin pakaian olahraga!" Ucap Akira mengatakannya dengan cukup keras.


Mendengar itu Sela langsung saja terperangah dengan kaget bahkan mulutnya Lang terbuka dengan lebar begitu juga dengan kedua matanya yang sama-sama terbuka dengan bulat, dia tidak menduga seorang Akira akan berani meminjam pakaian darinya terlebih pakaian olahraga seperti itu.


Tapi saat itu Sela tidak memiliki pakaian olahraga lain selain dari yang dia pakai saat itu sehingga dia menjawabnya dengan kebingungan.


"A..a..apa? Kau mau meminjam pakaian olahraga milikku? Tapi aku hanya membawa satu dan sudah aku pakai sekarang, apa kau benar-benar mau memakai pakaian yang sudah aku pakai ini?" Ucap Sela dengan menatap heran pada Akira.


Sebenarnya Akira sangat tidak ingin melakukan hal itu, jangankan untuk memakai barang orang lain seperti itu, bahkan dia tidak sudi ketika dirinya di sentuh oleh orang lain dan barang miliknya di sentuh orang lain, tapi saat ini dia tidak memiliki pilihan lain dan masih ingin berusaha untuk mencobanya walaupun itu mungkin saja akan membuat penyakit OCD nya kembali bergejolak.


Akhirnya Akira tetap mengangguk dan setuju untuk menggunakan pakaian milik Sela yang saat itu tengah di pakai oleh Sela sendiri dan Sela benar-benar sangat kaget ketika mendapatkan jawaban seperti itu dari Akira.


"Wah....wahh... Apa kau sungguhan? KA..KA..kau mau memakai pakaian ini? Dan aku memakai pakaianmu itu iya?" Ucap Sela sambil menatapnya dengan membuka matanya dengan lebar.


Lagi lagi untuk kedua kalinya Akira kembali mengangguk menyetujui ucapan Sela dan langsung saja Sela menepuk jidatnya cukup keras sakit merasa heran dan tidak paham lagi dengan pemikiran Akira.


"Aishh.... Baiklah jika kau memang tidak keberatan aku akan memberikannya tapi kau harus janji padaku bahwa kau akan segera pergi denganku ke kelas dan mengikuti pelajaran olahraga secepatnya, apa kau mengerti hah?" Ucap Sela mengatakan perjanjian dengannya,


"Aku akan melakukan itu" balas Akira penuh keyakinan.


Sela mengangguk dan segera menari tangan Akira membawanya untuk segera pergi ke ruang ganti dan segera mengganti pakaian mereka satu sama lain, disaat Sela mulai menarik tangan Akira dan menggenggamnya disitulah Akira baru menyadari sesuybahwa dia sama sekali tidak merasakan efek apapun ketika ada orang lain yang menyentuh dirinya secara sembarangan seperti itu, padahal sebelumnya setiap kali ada orang yang menyentuhnya entah itu lawan jenis ataupun sesama jenis dia selalu merasa risih dan ingin marah juga rasanya dia terus merasakan efek gatal dalam tubuhnya.


Tetapi kali ini di saat Sela yang menggandeng tangannya dan membawanya berlari dengan cepat menuju ruang ganti, dia sama sekali tidak merasakan efek apapun dan dia hanya terus menatap sosok Sela dari belakang dengan wajah yang terperangah.


"Kenapa...kenapa aku tidak merasa gatal dan sebagainya, kenapa aku sama sekali tidak merasakan apapun?" Batin Akira memikirkan dengan kebingungan.


Hingga ketika sampai Sela langsung saja menyuruh Akira untuk segera masuk dan melepaskan seragamnya agar dia bisa berganti secepatnya.


"Hey... Kenapa kau malah melamun seperti itu, ayo cepat masuk aku akan memakai seragamku saja, milikku ada di dalam kau tunggu di sini aku akan segera kembali" ucap Sela sambil segera masuk ke dalam ruang ganti wanita.


Dia mengambil seragam miliknya dulu yang ada di loker miliknya lalu segera menggantinya dengan cepat dan langsung saja memberikan seragam olahraga miliknya kepada Akira secepat yang dia bisa karena saat itu dia juga memiliki waktu yang sudah mepet.