Love In High School

Love In High School
Di Ruang Baca



"Aishh...sangat menyebalkan sekali kenapa kau harus berada di sebrang ka....." Ucap Sela yang menggerutu dengan kesal namun belum selesai dia bicara Akira sudah langsung menutup jendela kamarnya lagi dengan cepat bahkan dia menutup tirainya juga seakan bahwa dia tidak ingin mendengar perkataan dari Sela sedikitpun saat itu.


Sela sendiri merasa sangat kesal mihatnya karena dia terkesan seperti di abaikan olehnya dan ucapan darinya di potong oleh tingkahnya begitu saja.


Sela menatap dengan mata yang terbelalak lebar dan dia langsung menghembuskan nafas dengan kasar merasa sangat kesal dan menggerutu sangat keras mengatai Akira yang ada di sebrang kamarnya saat itu.


"Aishh ....dia benar-benar manusia menyebalkan, berani sekali dia menutup jendela kamarnya begitu saja di saat aku tengah bicara dasar sialah, hey....kau Akira manusia batu, awas kau ya aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah, awas kau!" Teriak Sela sanga kencang.


Dia juga langsung kembali menutup jendela kamarnya juga segera menarik tirai di samping jendela itu.


Dia sangat emosi sekali ketika pertama kali mengetahui bahwa kamar Akira justru malah berada di samping kamarnya, dia tidak ingin berada dekat dengan manusia menjengkelkan itu, dan dia sangat membencinya, terlebih saat dia tahu bahwa dirinya terjebak harus menjadi asisten belajar Akira untuk olimpiade matematika nanti.


Sela semakin saja frustasi di buatnya dan dia yang tadinya berniat untuk belajar menjadi kehilangan mood-nya untuk mengerjakan soal, karena dia sudah terlanjur marah dan uring-uringan akhirnya Sela lebih memilih untuk pergi keluar dari kamarnya.


Dia menuruni tangga dan membuka lemari es berniat mencari minuman dingin yang bisa mendinginkan otak juga emosi di dalam hatinya yang sudah sangat membara namun sialnya ketika dia mencarinya di dalam lemari es, tidak ada apapun yang tersedia di dalam sana, semuanya kosong melompong dan Sela kembali berteriak dengan kesal melampiaskan emosinya tersebut.


"Aishhh ... benar-benar, aaarrkkk....kenapa ini sangat menjengkelkan!" Teriak Sela begitu keras hingga teriakkannya bisa terdengar oleh Akira di kamarnya saa itu.


"CK....apa yang dia pikirkan apa dia gila berteriak sekeras itu hanya karena baru saja melihatku?" Gerutu Akira yang mendengar teriakkan Sela sangat kencang.


Sela terpaksa harus pergi ke luar untuk membeli minuman dingin, dia merasa benar-benar harus meminum banyak sekali minuman segar dan dingin agar bisa menghentikan emosi dan kemarahan yang terus membakar di dalam dirinya.


"Aahhh ...aku tidak bisa diam saja, aku harus mencari minuman dingin baru akan terasa lebih baik" ucap Sela saat itu.


Dia pun segera pergi menuju supermarket terdekat yang ada disana dia membeli banyak sekali minuman dingin dan meminum minuman itu di jalanan sambil berjalan membawa sekantung besar minuman dingin di tangannya.


Dia sama sekali tidak merasa berat meski minuman yang dia bawa saat itu cukup banyak, hingga tidak sengaja di salah dia tengah berjalan dia melihat sebuah ruang banyak tempat peminjaman buku dan komik di jalan yang tidak jauh menuju rumahnya.


Sela langsung mengerutkan kedua alisnya dan dia refleks kembali berjalan mundur untuk membaca tulisan di rumah baca yang cukup minimalis tersebut, dia merasa sangat heran sebab sebelumnya disana tidak pernah ada ruang baca seperti itu melainkan dulunya disana adalah tempat makan mie instan dan ayam krispi kesukaannya.


"Eehhh...tunggu sejak kapan disini ada ruang baca seperti ini? Dan warungnya kemana warungnya pergi, tidak mungkin warung ayah itu bangkrut bukan?" Gerutu Sela merasa sangat bingung dan penasaran.


Dia pun langsung mencoba masuk ke dalam tempat tersebut karena merasa sangat penasaran, di tambah dia mengenali pemilik warung mie dan ayah tersebut sehingga dia semakin merasa penasaran, sampai ketika dia masuk ke dalam ruang baca itu disana terlihat cukup bagus dan ada seorang penjaga disana yang langsung menyambut dia dengan memanggil namanya.


"Ayioo.....Sela akhirnya kamu kemari juga, kemana saja kamu selama ini?" Ucap pemilik ruang baca tersebut.


Saat Sela berbalik dan menatap ke arah seorang pria tersebut ternyata itu dalam seorang paman pemilik kedai ayam yang biasa dia datangi sebelumnya, saat pertama kali mihatnya Sela sangat senang dan dia langsung saja menghampiri paman tersebut.


"Hah....paman kemana kau malah berada disini, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Sela kepadanya dengan berjalan heran.


"Sela kemarilah ayo cepat, aku sudah mengubah warung ayamku menjadi tempat peminjaman buku, ini lebih menguntungkan daripada warung ayam yang aku buat sebelumnya" balas paman tersebut yang sudah tidak asing lagi pada Sela.


"Eeehhh....paman apa kau buta bagaimana bisa warung ayammu yang sangat lezat itu bisa di gantikan dengan tempat ruang banyak yang sangat menyesakkan seperti ini, aaahh aku tidak akan datang kepadamu lagi jika kau sudah menjadi kutu buku sekarang" balas Sela kepadanya.


"Ayoyo.....Sela kau ini anak muda malah seperti itu paman tidak suka membaca tetapi anak-anak remaja di sekitar komplek ini tengah senang membaca sekarang di tambah paman juga masih tetap menjauh mie dan ayam di dalam sini, kau bisa datang untuk membeli ayam dan duduk di sana untuk menikmatinya sambil membaca buku, itu yang membuat tempat ini semakin laku, bukankah di tempat lain perpustakaan harus bersih, haha disini tentu tidak begitu kamu bisa membaca komik sambil memakan renyahnya ayah krispi buatanku, bagaimana apakah ini ide yang bagus bukan?" Ucap paman tersebut kepada Sela.


Sela hanya tersenyum sejenak lalu dia langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar dan tidak bersahabat dengan paman pemilik tempat tersebut.


"Tidak....sama sekali tidak bagus, kau ini bagaimana sih, jika kau mengijinkan mereka makan sambil membaca buku, bagaimana dengan bukunya jika terkena makanan dan rusak apa kau pikir harga buku itu murah ya?" Balas Sela yang tidak menyetujuinya.


"Sela kau tidak tahu apapun tentang apa itu bisnis, lihat kemarilah" ucap paman tersebut sambil langsung membawa Sela masuk ke dalam ruangan kecil pribadi miliknya.


"Apa yang perlu aku lihat di tempat kecil dan sempit ini" balas Sela keheranan,


"Lihat, semua buku yang rusak ini masih bisa aku pulihkan dan orang-orang yang merusak buku tentu saja akan tetap mendapatkan sanksi aku pintar bukan haha" ujar paman tersebut sambil tersenyum menampakkan giginya.


Akhirnya Sela pun mengerti kemana arah pemikiran paman tersebut, dia sengaja memperbolehkan semua orang membaca buku sambil membeli makanannya sehingga orang akan merusak bukunya dan dia mendapatkan lebih dari hal itu, dia memang orang yang licik dan cerdas, selalu saja memiliki ide yang cukup bagus untuk mendapatkan uang lebih banyak dari sebelumnya.


"Ahahaha...paman kau memang luar biasa, ada-ada saja ulahmu itu, tapi tetap saja aku tidak suka membaca buku atau komik sekalipun, jadi aku hanya ingin memberi ayam mu saja, berikan aku satu porsi penuh dengan saus yang pedas!" Ucap Sela sambil berteriak cukup kencang dan mengangkat tangannya tinggi saat itu.


"Haha....baiklah....baiklah aku akan memberikannya gratis untukmu hari ini" ucap paman tersebut membuat Sela sangat senang dan langsung membelalakkan matanya.


"Wahh...benarkah? Kau tidak sedang membohongiku kan?" Ucap Sela menyelidiki,


"Tentu saja tidak, tapi kau harus menggantikan aku untuk berjaga dulu di depan, bibimu tidak bisa datang kemari membantu hari ini, jadi bisakah kau membantuku, kita kan partner" ucap paman tersebut sambil mengulurkan kepalan tangan kepada Sela.


Sela tersenyum dan langsung saja menepuk tangan dia yang juga di kepalkan beradu dengan paman tersebut, suatu simbol yang selalu mereka gunakan untuk menyapa satu sama lain atau menyetujui suatu hal bersama.


"Setuju hahah, tolong buatkan ayah yang paling lezat untukku ya paman, harus sama dengan buatan bibi ingat itu!" Teriak Sela kepadanya.


"Kau tidak perlu khawatir" balas sang paman pemilik kedai tersebut.


Dia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan ayamnya sedangkan Sela berjaga di depan membantu paman itu untuk menyambut para anak-anak yang masuk dan meminjam buku disana banyak sekali anak yang membayar untuk meminjam buku dan saat Sela melihatnya kebanyakan anak-anak yang masuk ke dalam sana hanyalah mereka yang mau membaca komik dan novel saja sampai hal tersebut membuat Sela merasa heran sebab sedari tadi dia hanya menerima uang dari peminjam buku komik dan novel saja tidak ada satu orangpun anak yang meminjam buku pajaran atau ilmu pengetahuan dan lainnya.


"Aih..kenapa semua ini hanya novel dan komik saja, memangnya semua buku yang ada disini isinya novel dan komik saja ya?" Gerutu Sela bicara sendiri sambil terus memberikan cap kepada buku yang di pinjam oleh beberapa anak disana.


Sepertinya itu adalah anak-anak sekolah menengah atas dan sekolah dasar yang masuk ke tempat itu, hingga ada seorang anak yang bukunya tengah di berikan cap oleh Sela dia malah menjawab gerutuan Sela barusan.


"Kakak..kau penjaga toko ini tapi kenapa kau tidak tahu bahwa ini memang dunia novel dan komik semua buku disini sangat bagus, dan hanya ada novel juga komik saja yang tersedia disini, sehingga aku bisa membacanya seharian, ibuku mengira aku belajar dan aku tidak perlu jadi anak pintar lagi" ucap anak itu sambil langsung pergi setelah memberikan bayaran beberapa lembar uang pada Sela.


"Hah?....hahaha....jadi mereka benar-benar hanya membaca komik saja ya? Dasar anak-anak itu, aku aneh dengan mereka bagaimana bisa mereka suka membaca komik dan novel tapi tidak suka membaca buku pajaran, dasar manusia-manusia aneh" gerutu Sela lagi.


"Oke...selanjutnya" ucap Sela sampai akhirnya ketika dia mengambil buku itu dan melihat ke depan ternyata itu adalah Akira.


Dia memang sering datang ke tempat itu sejak dia pindah ke rumahnya yang lama, sedangkan Sela yang memang selalu tinggal bersama neneknya dia baru mengetahui mengenai hal ini, saat dia melihat Akira berada di hadapannya dia langsung saja menatap dengan kaget dan tajam.


"Kau....kenapa kau bisa ada disini, aishhh aku sial sekali bisa bertemu denganmu terus" ucap Sela menahan emosi,


"Kau sendiri kenapa ada disini, dimana orang yang biasanya menjaga disini, apa kau sudah kehabisan uang sampai harus bekerja di tempat seperti ini?" Balas Akira membuat Sela semakin marah besar dan kesal.


Mata Sela semakin terbelalak lebar dan dia baru saja akan marah saat itu tetapi suara paman yang berteriak menyajikan ayamnya di meja membuat Sela berbalik menatap ke arah paman tersebut sedangkan Akira langsung merampas buku di tangan Sela yang ingin dia pinjam untuk dibaca saat itu, sehingga Sela tidak sempat untuk memarahi dia atau memberikannya pajaran saat itu.


"Sela ayamnya sudah siap, ayo kemari dan biarkan saja aku yang menggantikan mu lagi" teriak paman tersebut sangat keras.


"Aahhh...iya paman aku akan segera kesana" balas Sela saat itu.


Hingga dia mulai merasakan buku di tangannya hilang di rampas oleh Akira dia langsung kembali berbalik menatap Akira tapi dia sudah pergi dari hadapannya, Akira terlihat duduk di salah satu sofa kecil yang ada disana dan dia terus saja membaca buku itu tanpa rasa bersalah sedikitpun, seakan tidak pernah terjadi perdebatan apapun diantara dia dengan Sela saat itu.


"Ehhhh ..kau...berani sekali kau yah....aaaahhhh jika bukan demi ayam aku sudah menghajarmu!" Gerutu Sela sangat kesal.


Dia pergi dari sana dan mengabaikan Akira karena perutnya sudah lapar, meski dia sudah makan dengan ibu dan ayah sambungnya di rumah tetapi dia tidak bisa makan banyak saat itu, sehingga perutnya masih membutuhkan asupan makanan, Sela segera datang menghampiri paman tersebut dan mereka segera bertukar tempat kembali.


Tempat duduk Sela dengan sofa yang di duduki oleh Akira memang tidak terlalu jauh hanya saja Sela berada di bagian sisi kanan tempat itu sedangkan Akira berada di bagian sisi kiri tempat dimana banyak orang lainnya yang tengah membaca buku juga disana.


Sela segera mendorong kursi disana dan dia berusaha untuk tidak memperhatikan Akira lagi karena dia sangat membencinya saat itu, dia hanya ingin fokus dengan makanan yang ada di hadapannya saat itu, dan kebetulan sekali Sela membawa banyak minuman dingin di tangannya saat itu dia segera membagi minuman itu kepada paman penjaga tempat tersebut dan dia segera menjejerkan minuman itu di atas mejanya.


Dia juga sudah bersiap menaburkan saus cabai yang pedas keatas ayah krispi kesukaannya.


"Huuuu...aaaahhh ini sangat luar biasa, bodoh amatlah meski ada si Akira sialan itu aku akan menganggap hanya ada diriku saja di tempat ini, haha mati kita eksekusi semua ayam yang sangat menggoda lidahku ini" ucap Sela bicara sendiri.


Dia mulai dengan membuka minuman kaleng dahulu lalu mulai meminumnya dalam sekali tegukan dan langsung saja menikmati ayam disana dengan begitu lahap, dia benar-benar menganggap hanya ada dirinya saja disana, mengabaikan semua orang yang menatap ke arahnya dan mereka mulai merasa bahwa ayam yang dimakan oleh Sela terlihat begitu enak juga menggugah Selera sehingga beberapa anak yang tadinya fokus membaca buku mereka menjadi berlari sibuk memesan ayah yang sama dengan yang di makan oleh Sala kepada paman tersebut.


Paman itu menjadi sangat senang karena ayamnya akan sangat laku akibat Sela hari ini, dia sudah tahu bahwa setiap kali Sela makan dengan begitu lapah semua orang mihatnya pasti akan selalu tergiur, sebab Sela memang sangat suka makan dan dia penyuka ayam nomor satu selama ini.


Disaat semua orang sibuk memesan ayam dan menikmati ayam karena melihat Sela pada awalnya, Akira yang melihat itu dia mulai merasa terganggu sebab semua orang menjadi cukup berisik di sekitar sana sedangkan dia tidak suka keramaian dan tempat itu yang menjadi sedikit ricuh, juga banyak ayam di sana.


Akira menatap ke arah Sela dari kejauhan dan dia menatapnya dengan sangat tajam.


"Kenapa dia harus ada di tempat ini, sangat menjengkelkan" gerutu Akira sambil melihat Sela yang tengah makan saat itu.


Dia pun memutuskan pergi dari tempat tersebut karena sudah kesal akibat ulah Sela yang membuat semua orang datang untuk makan bukan untuk membaca buku komik dan novel di sana dengan tenang, Akira sangat terganggu dengan semua itu makanya dia langsung pergi secepatnya dan berjalan-jalan di sekitar sana mencari udara segar.


Sedangkan disisi lain, Sela yang baru saja selesai makan dia langsung kembali pergi dari tempat itu dengan perut yang sudah kenyang dan hati yang senang, dia selalu merasa sangat puas dan moodnya selalu menjadi baik ketika dia makan ayam pedas dengan minuman soda yang dingin dan menenangkan perut juga tenggorokannya.


Bahkan saking kentangnya Sela langsung bersendawa cukup besar ketika dia baru keluar dari tempat itu, Sela berjalan dengan senang menuju ke rumahnya dan tidak sengaja dia melihat Akira masih berada di depan gerbang rumahnya tengah kesulitan membuka gerbang tersebut.


"Eehhh...ada apa dengan si konyol itu, dia kesulitan membuka gerbang rumahnya sendiri yah, ahahahah....sangat konyol" ucap Sela yang tertawa cukup keras hingga membuat Akira mendengarnya dengan jelas.


Akira langsung berbalik dan menatap Sela dengan sangat tajam, sedangkan Sela sendiri langsung saja diam dan memalingkan pandangannya ke arah lain sambil bersiul tidak jelas untuk tidak melayani Akira dan dia tidak ingin berurusan panjang dengannya saat itu.


Akira yang kesal karena dia merasa di tertawakan dia langsung berjalan mendekati Sela dengannwajahnya yang datar dan matanya yang menatap tajam saat itu.


"Heh...manusia ayam, beraninya kau menertawakan aku, apa kau pikir aku ini sebuah lelucon untukmu hah?" Ucap Akira dengan nada bicara yang cukup tinggi pada Sela.


"Ehhh....ada apa denganmu manusia kutu buku, aku tidak menertawakan mu, aku sedang mencari burung yang terbang di sekitar sini, apa yang kau pikirkan mungkin telingamu rusak" balas Sela beralasan.


Akira semakin kesal di buatnya dan dia segera kembali ke pagar rumahnya sambil menahan emosi di dalam hatinya saat itu, walau dia merasa sangat kesal dan ingin menghajar Sela, tetapi dia juga memang tidak memiliki bukti untuk melakukannya sehingga dia memilih untuk membiarkannya saja dan kembali berusaha membuka pagar rumahnya yang macet saat itu.


Sela yang melihat Akira terus kesulitan menggeser pagar rumahnya sendiri dia terus saja menahan tawa hingga akhir segera berjalan mendekati Akira dan hendak membantunya saat itu.


"Fffttttt...konyol sekali dia ini, hey....sudah sini biar aku yang melakukannya, minggir kau dasar lemah!" Ucap Sela dengan wajah sombong dan sok kuat itu.


Akira benar-benar sangat kesal dan emosi dia sudah mengepalkan kedua lengannya cukup kuat disaat Sela mendorong tubuhnya menyingkir dari gerbang pagar rumahnya sendiri saat itu.


Sedangkan Sela sendiri langsung saja mengangkat sedikit pagar itu lalu menyingkirkan beberapa tanaman yang merambat hingga menghalangi jalannya pagar tersebut menggunakan kakinya, sampai tidak lama pagar itu langsung saja bisa di dorong dengan mudah olehnya.


"Fyuhhh...ini sekarang sudah bisa kau gunakan lagi, dan kau sudah melihat cara aku memperbaikinya kau harus belajar dariku agar bisa masuk ke dalam rumahmu saat pagar ini macet lagi, hahah...bye lemah" ucap Sela yang kembali meledeki Akira dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Akira terus mengeratkan giginya dengan kuat dia ingin marah saat itu namun tidak bisa melakukannya dan dia segera masuk ke dalam rumahnya dengan penuh emosi sambil langsung menutup pintunya sangat kencang dan menggerutu pada Sela.


Meski Akira bukanlah tipe orang yang mudah marah atau mudah menggerutu tetapi karena Sela dia bisa melakukan semua itu, dan berarti dia benar-benar telah melewati batas kesabarannya selama ini yang dia miliki.


"Dasar wanita ayam itu, dia sangat menjengkelkan dan bisa bisanya dia mengatai aku lemah, akan aku perlihatkan kepadanya apa itu lemah sebenarnya, lihat saja nanti aku tidak akan mengampuni mu!" Gerutu Akira mendendam pada Sela.


Dia bahkan menargetkan Sela sebagai orang yang harus dia jauhi di dalam hidupnya juga membuat Sela sebagai orang yang dia benci saat itu, tetapi walau begitu dia tetap akan terus bersama dengan Sela karena sudah menyetujui mengenai olimpiade yang akan dia ikuti dan Sela yang dia pilih sebagai asisten dirinya dalam belajar nanti.


Akira sudah sangat tidak sabar menunggu hari itua agar dia bisa membalaskan semua kekesalannya pada Sela yang sudah berani mengatai dia sebagai orang lemah bahkan itu bukan satu kali melainkan ada beberapa kali yang membuat Akira tidak bisa memaafkan dia dengan mudah apalagi untuk membiarkannya begitu saja.