
Ketika mendengar ucapan dari Akira tentu saja Jeromi langsung membelalakkan matanya menatap dengan kaget dan penuh dengan kebingungan kepada Sela juga Akira yang bergantian saat itu.
Sampai tidak lama tiba-tiba saja Akira langsung meraih tangan Sela dan menggandengnya yang tepat di hadapan Jeromi sekaan dia memang benar-benar ingin menunjukkan kepada Jeromi bahwa Sela adalah wanitanya dan dia adalah kekasih Sela saat itu, hal tersebut bahkan membuat Sela kaget dan sedikit tidak menduga jika seseorang yang terlihat cuek di luarnya bisa bersikap sangat posesif seperti ini kepadanya.
"Aahh ...Akira apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku, kau ini sangat memalukan tahu," ucap Sela berbicara ke telinga Akira dengan pelan saat itu, namun sayangnya Akira sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut dan dia malah terus saja menggenggam tangan Sela semakin erat.
Sela menatap dengan tajam membelalakkan matanya menatap kepada Akira saat itu hingga Jarimi pun memahami apa yang terjadi di hadapannya dan dia hanya meminta agar Sela mengatakan semua itu secara langsung kepada Vivi yang ada di dalam, sebab dia hanya bisa mengikuti apa yang Vivi inginkan.
"Ohh ..begitu ya, beruntung sekali kamu bisa menemukan kekasih sebaik Sela, ya sudah Sela Akira mari masuk ke dalam, kalian bisa mengatakannya secara langsung kepada Vivi nanti," ucap Jeromi mempersilahkan mereka berdua untuk segera masuk ke dalam.
Sela segera melepaskan tangan Akira yang menggandeng tangannya dengan kuat saat itu dan dia langsung masuk ke dalam lebih dulu karena merasa sangat kesal sekali atas kelakuan yang dilakukan oleh Akira sebelumnya sedangkan Akira juga dengan cepat berlari kecil menyusul Sela, yang saat itu sudah masuk ke dalam dan bertemu dengan Vivi.
Vivi langsung menyambut kepulangan Sela karena dia sudah menunggu Sela sejak lama di sofa dan terus saja mengharapkan Sela agar segera datang menemui dia, jadi ketika saat itu melihat Sela Vivi tidak bisa menahan kesenangan dalam dirinya sehingga dia langsung saja memeluk Sela dengan sangat erat.
"Aaahh..kak Sela akhirnya kamu kembali juga, kak ayo ceritakan lagi dongeng semalam aku ingin tidur denganmu lagi." Ucap Vivi yang terdengar oleh Akira juga Jeromi yang baru saja muncul disana saat itu.
Akira juga menjadi mengetahui semua kebenaran yang dikatakan oleh Sela kepada dia sebelumnya dan nampak senyum manis tergambar di wajah Akira saat itu, karena dia tahu bahwa Sela tidak membohongi dia sebelumnya.
"Ternyata dia memang tidur dengan gadis kecil itu semalam, syukurlah jika begitu, mungkin aku terlalu mencemaskannya berlebihan," batin Akira yang baru tersadar saat itu.
Namun disisi lain kini Sela bingung bagaimana cara menjawab ucapan dari Vivi sang gadis kecil yang manis tersebut, dia tidak bisa tidur lagi dengannya sebab Akira menyuruhnya untuk pergi dari rumah tersebut dan tentu saja dia juga akan berpisah dengan Vivi.
"Eumm...Vivi begini, kakak sudah harus pulang malam ini dan tidak bisa menginap lagi di rumahmu, tapi jika Vivi mau kak Sela bisa menceritakan dongengnya dahulu sampai Vivi tertidur, bagaimana?" Ucap Sela kepada Vivi menjelaskannya dan berusaha untuk membujuk dia agar tidak merajuk kepadanya saat itu.
Namun Vivi tetap saja merasa sangat kesal ketika mendengar ucapan dari Sela yang tidak bisa menemani dia malam ini, padahal sebelumnya Sela sudah setuju akan tidur dengan Vivi lagi malam ini, jadi dia langsung melipat kedua tangannya di dada dan berbalik menghindari Sela dengan cemberut dan merajuk sangat kesal.
"Tidak....aku mau kak Sela tidur lagi denganku, ini hari terakhir aku tinggal disini dan besok aku sudah harus kembali ke rumahku dengan ayah dan ibu, aku ingin menghabiskan semua waktu malamku dengan kak Sela, kakak juga sudah berjanji untuk tidur denganku lagi dan tinggal disini denganku, kenapa kamu mengingkari janjimu kak, aku kecewa padamu!" Ucap Vivi terlihat begitu sedih.
Sela menatap pada Akira saat itu seakan dia ingin meminta izin kepadanya agar memperbolehkan Sela tinggal semalam lagi di rumah Jeromi untuk menepati janjinya kepada Vivi, sebab dia sangat tidak tega jika melihat anak kecil seperti Vivi harus menangis dan merajuk seperti ini padanya.
"Akira lihatlah, Vivi sulit untuk dibujuk kau boleh yah aku tinggal disini, lagian aku hanya dengan Vivi kok." Ucap Sela meminta izin secara langsung kepada Akira di hadapan Vivi juga Jeromi saat itu.
Yang membuat Jeromi langsung membantu Sela untuk membujuk ya sekaligus meyakinkan Akira tentang Sela yang akan aman selama berada di rumahnya.
"Ayolah bro...kita sama-sama pria bukan, aku tidak mungkin merebut kekasihmu ini, aku hanya menganggap dia sebagai adikku saja dan dia sangat dekat dengan Vivi, aku tidak akan mengganggu pacarmu ini,' ucap Jeromi membuat Akira memberikan tatapan tajam kepadanya dan langsung menghempaskan tangan kak Jeromi yang memegangi pundaknya saat itu.
"Lepaskan! Aku tetap tidak akan mengijinkan Sela tinggal disini kau bisa menidurkan gadis kecil itu aku akan menunggu disini," balas Akira yang masih tidak bisa mengubah keputusannya tersebut.
Dia hendak pergi dari sana tapi Vivi dengan cepat berlari mengejar Akira dan menahan tangannya dengan kuat.
"Kakak ..kakak...tunggu jangan pergi, kakak bisa tinggal disini juga untuk menemani kak Sela, kita bisa tidur bersama jika kalian memang pasangan, ranjangku luas itu akan cukup untuk kita bertiga, asalkan kau mau mengijinkan kak Sela tinggal di rumah ini denganku untuk terakhir kalinya," ucap Vivi memephon kepada Akira dengan bicara yang sangat ngawur juga tidak sampai di nalar Sela saat itu.
Sela yang mendengar ucapan dari Vivi yang memperbolehkan Akira untuk tidur dengan dia bersama itu membuat Sela sangat kaget juga menjadi begitu gugup tidak menentu, dengan cepat Sela menghentikan Vivi dan menarik dia dengan cepat dari dekat Akira karena hal tersebut tidak boleh terjadi.
"Eehh Vivi sayang apa yang kamu lakukan? Jangan bicara seperti itu ya, pria dewasa da wanita dewasa tidak boleh tidur di satu ranjang yang sama itu di larang jika mereka berlum menikah dan kak Sela juga kak Akira kami masih duduk di bangku SMA tentu saja tidak boleh melakukan hal seperti itu meskipun ada Vivi juga disana." Ucap Sela memberitahunya dengan cepat dan lembut.
Vivi pun mengerti maksudh dari Sela dan bagusnya Vivi segera meminta maaf kepada Akira.
"Ohh..begitu ya, kalau begitu maafkan aku kakak, tapi kau bisa tidur di sofa saja jika ingin menginap di rumah ini." Ujar Vivi membuat Sela justru malah semakin kaget dan panik.
Pasalnya Sela tidak pernah mengajarkan Vivi untuk bicara seperti itu kepada Akira dan hal tersebut tentu membuat Akira menjadi sangat kesal dia langsung saja menatap tajam pada Sela dan tetap tidak memberikannya ijin, bahkan sekali Akira justru terlihat semakin posesif kepada Sela sebab dia tidak ingin gadis kecil itu mengambil hati Sela darinya.
Dan membuat dia harus pulang tanpa Sela nantinya.
"Tidak...tetap tidak bisa, Sela cepatlah kau tidurkan gadis kecil menjengkelkan ini lalu kembali padaku kita akan segera pulang sebelum tengah malam!" Balas Akira yang tetap saja teguh dengan keputusannya.
Da tidak ada siapapun yang bisa mengubah keputusan yang sudah di katakan oleh Akira saat itu, bahkan Sela sendiri sudah tidak bisa menyangkalnya lagi, dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar dan berusaha untuk membawa Vivi dengannya secepat yang dia bisa agar Vivi tidak semakin kesal pada Akira saat itu.
"Aahh... sudahlah, ayo Vivi kita pergi ke kamar saja kamu pasti sudah mengantuk bukan? Ayo kakak akan membacakan dongeng yang sangat bagus malam ini," ucap Sela membujuk Vivi walau saat itu wajah Vivi terlihat sangat kesal dan cemberut menatap tajam terus menerus kepada Akira yang sudah memalingkan pandangan ke arah lain saat itu.
Selama menunggu Sela menidurkan Vivi di kamarnya Akira duduk di sofa depan bersampingan dengan Jeromi saat itu, dia terus saja memasang wajah yang cool dan datar tanpa ekspresi apapun sedangkan kak Jeromi sendiri menatapnya dengan tatapan yang aneh, dia terus tersenyum kecil untuk beberapa saat ketika melihat sosok Akira yang begitu serius sekali dan sulit diajak bercanda oleh dirinya bahkan disaat kak Jeromi hendak memulai pembicaraan Akira tetap tidak memperdulikannya sehingga membuat kak Jeromi tidak berani lagi untuk mengeluarkan suara di hadapannya.
Tetapi melihat wajah Akira terus seperti itu dia juga tidak tahan untuk menahan senyum hendak menertawakan sikap Akira yang terlalu ketat kepada pacaranya sendiri.
Akira yang mendapatkan tatapan seperti itu dan dia merasa seperti kak Jeromi menertawakan dirinya tanpa sebab dengan Aneh dia pun hanya bisa menatap tajam dan mulai berbicara lebih dulu pada kak Jeromi saat itu juga.
"Heh...kenapa kau terus tersenyum kecil seperti itu, apa kau menertawakan aku ya?" Ucap Akira bertanya lebih dulu kepada kak Jeromi.
Jeromi tidak bisa menahannya lagi hingga dia langsung saja tertawa dengan cukup keras dan menepuk-nepuk pahanya sendiri sambil tertawa cukup keras.
"Ffftt. Thahaha.....kau ini sangat lucu sekali, sedari tadi aku perhatikan kenapa wajahmu hanya memilik ekspresi datar saja? Kau ini seorang pria dan kamu memiliki pacar seperti Sela, bagaimana bisa kamu mengerti Sela jika sikapmu terlalu dingin dan membosankan seperti ini." Ucap kak Jeromi memberitahunya.
Akira sangat kesal dan dia dengan cepat mengerutkan kedua alisnya sangat kuat saat membalas tatapan dari kak Jeromi saat itu, dia merasa sangat kesal seakan kak Jeromi meremehkan kemampuan dia dalam memiliki pacar terlebih pacarnya adalah Sela yang ng sangat aktif dan begitu ceria, sifatnya begitu bertolak belakang dengan Sela.
"Apa maksudmu bicara begitu? Apa kamu pikir aku tidak pantas untuk Sela?" Ucap Akira dengan menatap lebih tajam kepada Jeromi saat itu.
"Ya...kurang lebih seperti itu, karena Sela adalah gadis yang begitu ceria dan aktif seharusnya dia bisa menemukan pria yang lebih hebat dari pada dirinya sendiri, bukan seperti kamu yang hanya menjadi bayangan dan membuat Sela kesulitan dengan sikap dingin dan proses dirimu kepadanya, sebab bagaimana pun Sela adalah seorang wanita dia akan selalu ingin di perhatikan dan disayangi dengan tulus, tapi memangnya orang seperti kamu yang cuek dan datar begitu bisa memberikan hal seperti itu kepada Sela." Balas kak Jeromi yang membuat Akira semakin emosi dan dia mengepalkan dengan lengannya dengan sangat kuat sekali saat itu.
Akira juga sangat tidak terima dia dikatakan buruk seperti itu dan langsung membalas ucapan dari kak Jeromi dengan jawaban yang menohok dan sangat mengagetkan darinya.
"Tidak semua pria sepertimu, dan jika Sela tidak beruntung mendapatkan aku sebagai pacarnya, maka bukan berarti Sela akan beruntung karena bertemu dengan orang nyinyir sepertimu!" Balas Akira dengan tatapan tajam dan langsung hendak berdiri dari sana.
Disisi lain Sela baru saja keluar dari kamar dan dia masih sempat mendengar apa yang di bicarakan oleh Akira saat itu, dia sangat senang mendengar Akira bisa bicara dengan begitu tegas dan Sela segera menimpali ucapan dari Akira yang sebelumnya hingga membuat kak Jeromi sangat kaget mendengarnya.
"Tidak siapa bilang aku tidak beruntung mendapatkanmu, aku sangat beruntung bisa memiliki kekasih yang baik dan jenius sepertimu," jawab Sela menimpalinya yang membuat kak Jeromi juga Akira langsung menatap ke arahnya dengan kaget.
Sela segera berjalan menghampiri Akira lalu menggandeng tangannya dan berpamitan untuk pergi pada kak Jeromi saat itu.
"Kak aku pergi ya, Vivi sudah tidur dan dia sudah mengijinkan aku untuk pergi, terimakasih atas semua kebaikan yang pernah kamu berikan padaku, Akira ayo kita pergi," ucap Sela sambil membawa koper miliknya dan dia tersenyum kecil pada kak Jeromi sambil segera berbalik dan pergi dengan Akira dari sana secepatnya.
Akira sangat kagum dan semakin kagum kepada Sela ketika dia bisa melihat bagaimana Sela membela dia di hadapan pria yang selalu membuat Akira cemburu dengan kak Jeromi selama ini, dan Akira juga tidak bisa berhenti terus menatap kepada Sela hingga dia keluar dari apartemen tersebut dan masih saja menatap wajah Sela dari samping sedari tadi karena dia masih sangat senang bisa di bela oleh Sela secara nyata seperti itu.
Hingga setelah berada di luar Sela mulai merasa aneh dan heran karena Akira yang tetap tidak juga mengambil sepeda miliknya yang di parkiran tepat di hadapannya saat ini, justru Akira malah terus menatap Sela sambil menampakkan sebuah senyuman kecil yang manis pada Sela, membuat Sela merasa gugup mendapatkan senyuman seperti itu darinya.
"Ehhh Akira ada apa denganmu, kenapa kau terus menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?" Tanya Sela sambil menaikkan kedua alisnya saking merasa heran saat itu.
"Tidak ada, aku hanya senang kamu membelaku tadi, apa kamu benar-benar merasa seperti apa yang kamu katakan sebelumnya?" Tanya Akira kepada Sela untuk memastikan lagi.
"Aishh...kau ini kenapa malah bertanya lagi apa kau tidak mempercayai aku ya, kalau tidak percaya ya sudah, kau menjengkelkan aku kita pulang," ucap Sela sambil menatap sedikit kesal kepada Akira.
Dan saat itu justru malah Sela yang mengemudikan sepeda, sedangkan Akira duduk di boncengan belakang dan memeluk pinggang Sela dengan begitu erat, saat itu, semua orang tahu bagaimana seorang Sela dia adalah seorang wanita yang gemar berolahraga dan mimpinya adalah menjadi atlet lari jarak jauh, kakinya sangat kuat dan dia handal dalam banyak hal meski dia seorang wanita.
Bahkan dia bisa menghajar preman sekaligus dan melumpuhkan orang jahat hanya dengan tendangan maut nya yang bisa berputar 180 derajat ketika dia menghajar atau menendang orang lain, dia adalah seorang wanita dengan sabuk hitam dalam bela diri taekwondo yang sudah dia geluti sejak dia kecil.
Bahkan gelarnya dalam bela diri hampir menjadi master di usia muda namun karena keterbatasan izin dari sang ibu dulu dia terpaksa tidak melanjutkan karir dia dalam bidang bela diri tersebut dan memutuskan untuk sekolah layaknya siswa biasa, bahkan Sela yang selalu mendapatkan banyak mendali penghargaan dari setiap lomba yang dia ikuti harus menjadi siswa biasa yang terkenal nakal dan bodoh karena semua itu tidak sesuai dengan keahlian yang dia milik dan sama sekali bukan hal yang sangat dia sukai selama ini.
Jadi wajar saja jika seorang Sela tidak bisa menjadi sehebat teman-teman sekelasnya yang lain, karena memang bagi Sela bulan dia tidak bisa tetapi memang itu bukan tujuan hidupnya dan bukan mimpinya, Sela pikir di keluarkan dari sekolah adalah hal yang paling dia inginkan dengan begitu dia bisa masuk ke sekolah khusus atlet yang tidak pernah memandang kecerdasan teori seperti di sekolah, namun akan lebih mengutamakan skill yang dia miliki selama ini.
Namun lagi dan lagi semuanya terhambat karena ibunya yang selalu tidak mendukung apapun hal yang dia gemari, sampai Sela sampai di titik ini dan masih harus berusaha keras mengikuti apa yang ibunya inginkan dan apa yang ibunya harapkan kepada dia bukan apa yang dia cintai dan apa yang dia sukai selama ini.
Tapi berkat kehadiran Akira dia bisa belajar jauh lebih cepat dan lebih mudah untuk memahami semua pelajaran yang sangat memusingkan kepadanya dan tanpa sadar seiring berjalannya waktu justru saat ini Sela dan Akira malah menjadi pasangan kekasih yang terlihat begitu kocak dan menggemaskan.
Akira yang lemah dan memiliki banyak kekurangan bisa di pertemukan dengan sosok Sela yang kuat dan selalu sehat hanya otaknya saja yang terkadang menjadi cukup lemot ketika digunakan untuk berpikir di dalam kelas, namun ada Akira yang bisa membantunya
Jadi mereka bisa saling melengkapi satu sama lain, sama seperti apa yang mereka lakukan kali ini, dimana sebelumnya Akira yang mengayuh sepeda dan saat dia kelelahan bergantian dengan Sela yang jauh lebih kuat dari pada Akira sendiri saat itu.
Mereka berdua pulang menuju kediaman Akira dengan penuh kebahagiaan dan sangat ceria sekali, bahkan Akira mau berteriak mengikuti apa yang dilakukan oleh Sela saat itu, padahal sebelumnya Akira sama sekali bukan tipe orang seperti itu.
"Aaaakkkkk...aku senang sekali, aku ingin hidup sebahagia ini selamanya!" Teriak Sela sangat kencang sambil terus mengayuh sepedanya lebih kencang lagi.
Akira awalnya hanya diam dan tersenyum saja menatap Sela dari belakang dan dia merasa bahwa dia memiliki pacar yang sangat luar biasa dan pacar yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain, selain itu dia juga menjadi orang pertama yang bisa di bonceng oleh Sela ditambah bisa memeluk pinggangnya seperti ini.
Hingga tidak lama Sela yang tidak mendengar teriakkan atau suara apapun dari Akira dia pun mulai menyuruh Akira untuk berteriak sama seperti apa yang dia lakukan sebelumnya, meski Akira mengatakan tidak mau melakukannya tetapi Sela tetap saja mendesak dia dan terus menyuruhnya dengan sedikit memaksa sampai Akhirnya Akira melakukannya juga.
"Akira kenapa kau diam saja? Ayo berteriak lepaskan semua hal yang membuatmu bahagia ataupun hal yang membuatmu keberatan dalam hidup, kau akan merasa sangat plong setelah berteriak, aku akan mengencangkan lajunya," ucap Sela kepada Akira saat itu.
"Tidak...untuk apa aku berteriak aku tidak gila sepertimu," balas Akira kepada Sela.
"Aishh..aku tidak gila ayo cepat kau berteriak atau aku akan menendangmu dari sepeda ini!" Ancam Sela dengan nada bicara yang sedikit kesal karena dia sudah dikatai gila oleh Akira saat itu.
Akira juga cukup takut dengan ancaman yang diberikan eh Sela kepadanya karena saat itu saja dia sudah memeluk pinggang Sela dengan erat karena takut jatuh sebab Sela terus menjalankan sepedanya dengan kencang sekali.
"Baiklah baiklah aku akan melakukannya," ucap Akira membuat Sela menahan senyum karena kini dia bisa mendesak Akira dan memerintahkan dia seperti itu dengan bebas.
Hingga tidak lama Akira langsung berteriak sangat kencang mengeluarkan semua unek-unek di dalam hatinya yang sudah dia pendam sedari tadi dengan tidak kalah kencang seperti teriakan Sela sebelumnya. Bahkan teriakkan Akira ini lebih membuat Sela tertawa keras ketika mendengarnya.
"Aaarrghhhh...aku benci pria bernama Jeromi itu, aku benci ketua basket yang mendekati pacarku! Aku benci si Kiko manusia sialan itu! Aku benci semua yang dekat dengan pacarku...." Teriak Akira membuat Sela langsung tertawa mendengarnya.
Dia sama sekali tidak menduga jika teriakkan seperti itu yang akan Akira ucapkan dengan sangat keras dan dia terdengar mulai menghembuskan nafasnya yang sangat lega setelah mengeluarkan kekesalan di dalam hatinya tersebut.
"Ahahaha...Akira sekarang kamu sudah menjadi sama gilanya denganku jadi kau tidak bisa mengatai aku gila lagi, hahaha...kau sama saja konyol," ucap Sela terus tertawa dengan sangat lepas sambil terus mengayuh sepedanya dengan sekencang yang dia bisa melewati jalanan malam yang begitu indah dan sejuk.
Akira juga terus tersenyum dan dia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang dikatakan oleh Sela meski dia sudah dikatai gila oleh Sela bahkan dia sama sekali tidak marah padahal biasanya jangankan dikatai seperti itu, di berikan tatapan tajam atau sebuah bentakkan saja Akira sudah akan marah besar dan selalu melawan siapapun orang yang berani berurusan dengannya, namun kali ini hanya dengan Sela Akira tidak mempermasalahkannya lagi dan malah tersenyum terus.