Love In High School

Love In High School
Sampai di sekolah



Akira lama tidak menjawab dan dia hanya terus berjalan sendiri dengan kesal, namun Sela tidak tinggal diam sebab waktu masih tetap berjalan dan dia tidak ingin kesiangan lagi hari ini.


"Hey... Aku tidak masalah jika kau tidak ingin dan aku masih bisa mengandalkan kakiku sendiri untuk berlari secepatnya tapi aku sudah bersikap baik menawarkan bantuan padamu, jika kau tidak menjawab juga aku akan mulai pergi sekarang" ucap Sela kepadanya.


Dia pun menghembuskan nafas sedikit kesal dan bersiap untuk berlari namun tiba-tiba saja tangan Sela di tahan oleh Akira dengan kuat saat itu.


"Ehhh.. ada apa kau menahan tanganku, apa kau sudah berubah pikiran sekarang?" Tanya Sela dengan menatap ke arah Akira yang terus menunduk,


"Pakai sepeda dan ayo pergi bersama" ucap Akira sambil mengangkat kepalanya dan menatap tajam dengan ekspresi datar pada Sela.


Saat itu Sela merasa sedikit kagum dan gugup karena wajah Akira yang tampan, tapi dia segera mengesampingkan perasaan aneh yang muncul dalam dirinya saat itu sehingga dia langsung merampas sepeda itu dari Akira dan segera menakki sepeda itu dan menyuruh Akira untuk cepat duduk di boncengannya.


"A..a..ahh...baiklah ayo cepat naik, cepat apa lagi yang kau tunggu sekarang!" Ucap Sela sudah mendesaknya.


Waktunya memang sudah tidak lama lagi karena sebelumnya mereka sudah membuang-buang waktu dengan sendirinya sehingga ketika Akira mulai duduk di boncengan belakang sepeda itu Sela langsung menyuruhnya bersiap siap dan berpegangan.


"Peganglah pada pinggangku aku tidak akan keberatan, ayo cepat aku akan segera melakukannya" ucap Sela saat itu.


Akira merasa ragu-ragu dan dengan perlahan tangannya mulai memegangi ujung pakaian Sela saat itu sehingga membuat Sela geram dengan gerakannya yang sangat pelan dan lama sekali, Sela langsung menarik kedua tangan Akira dan melingkarkan ya pada pinggan dia sendiri hingga dia langsung mengayuh sepeda itu dengan sekuat tenaga dan membuat Akira yang di bonceng olehnya merasa kaget terperangah.


Sampai Akira langsung membelalakkan mata melihat tangannya yang sudah memeluk pinggang seorang wanita dengan erat seperti itu di tambah Sela yang benar-benar mengayuh sepedanya dengan sangat kencang.


"Aaaahhh.... Sialan wanita ini apakah dia seorang pegulat, bagaimana bisa dia mengayuh sepeda secepat ini, astaga aku masih belum ingin mati" gerutu Akira di dalam hatinya.


Dan apa yang dikatakan oleh Sela sungguh nyata dia berhasil sampai di sekolah dalam waktu sepuluh menit saja tepat beberapa menit sebelum gerbang benar-benar di tutup oleh pak guru Joy saat itu.


Sela langsung menghentikan sepedanya tepat di samping pak guru Joy yang sudah dia melakukan pendisiplinan kepada mereka yang terlambat juga memakai pakaian tidak sesuai dengan aturan sekolah saat itu.


Sedangkan disaat Sela dan Akira masuk ke sekolah dan memarkirkan sepeda di hadapannya pak guru Joy langsung menghampiri Sela dan menyuruh Sela untuk segera berdiri di depannya karena saat itu pak guru Joy merasa sangat heran dan kaget melihat Sela untuk pertama kalinya memakai seragam sekolah sesuai aturan yang berlaku.


"Sela kemari kau dengan cepat!" Ucap pak guru Joy begitu saja.


Sela menaikkan kedua alisnya dengan heran karena dia tidak merasa melanggar aturan apapun kali ini, sementara si manusia aneh Akira dia sudah pergi masuk ke dalam kelasnya dengan cepat.


"Sudah kemari saja dulu, kau ini sangat banyak bertanya yah" ucap pak guru Joy.


Sela pun berjalan mendekatinya dan berdiri dengan tegak di depan pak guru Joy yang memperhatikan dia dari atas hingga bawah dan langsung tersentak ke belakang dengan mata terbuka lebar dan mulut yang dia tutupi dengan tangannya saking merasa kaget melihat perubahan penampilan Sela hari ini.


"Wahhh.... Astaga apakah kau benar-benar Sela si anak badung itu?" Tanya pak guru Joy yang masih tidak menyangka dengan perubahan tersebut.


"Aishh... Iya lah pak aku Sela lihat saja tas hijauku aku masih Sela yang asli, memangnya kau ini kenapa sih aneh sekali" balas Sela dengan sedikit kesal karena pak guru Joy menahan dia seperti itu,


"Tidak.... Tidak ada apa-apa kau sudah bagus sekarang dan teruslah sekolah seperti itu, jangan sampai kau kembali memakai seragam olahraga yang kau rangkap dengan rok lagi, aishhh itu sangat merusak pemandangan apa kau mengerti!" Ucap pak guru Joy kepada Sela,


"Iya...iya...pak aku mengerti, aku ke kelas dulu ya pak" balas Sela sambil membungkuk memberi hormat dan dia segera masuk ke dalam gedung sekolah dengan cepat saat itu.


Dia merasa sangat kesal dan tersinggung sekali dengan ucapan dari pak guru Joy yang sampai melihatnya dan berbicara seperti itu hanya karena dia memakai rok untuk pertama kalinya, Sela pun terus berjalan sambil menggerutu keras dengan kesal sepanjang jalan hingga dia masuk ke dalam kelas.


"Arrkkhh....ini masih sangat pagi tapi aku sudah harus mengeluarkan banyak tenaga karena mengayuh sepeda itu, aaahhh kakiku pegal juga, di tambah pak guru Joy yang menyebalkan aishhh" gerutu Sela masih merasa sangat kesal,


"Huuh... Dasar guru aneh itu, bisa-bisanya dia berkata aku anak badung, padahal kan aku juga sudah menjadi anak baik selama ini, hanya memakai celana ke sekolah memang apa salahnya" gerutu Sela terus berbicara kesal sendiri.


Sampai dia masuk ke dalam kelas dan seketika semua teman sekelasnya syok melihat penampilan Sela yang memakai rok tampa celana olah raga yang dia tangkap di dalamnya, seketika semua orang di dalam kelas syok dan menatap kaget dengan membelalakkan matanya melihat Sela saat itu.


Bahkan Kiko yang tengah minum dia langsung menyemburkan air yang ada di dalam mulutnya sekaligus sampai hampir mengenai wajah Anet saat itu.


"Waahhhh.... Astaga a..a..apakah itu sungguh Sela si anak nakal di kelas kita?" Ucap salah satu siswa disana yang menatap dengan kaget dan heran.


"Aishh... Ada apa dengan semua orang, kenapa mereka menatapku seperti itu, memangnya aku ini pencuri yah, aaaahhh sangat menjengkelkan!" gerutu Sela pelan.


Sedangkan Sela hanya menatap bingung melihat semua teman-teman di dalam kelas terus menatap dia bahkan mereka terus menatapnya dengan tajam hingga memutarkan kepala mereka menatap dia sampai dia duduk di mejanya yang berada di samping Akira saat itu.


Karena kesal dan merasa heran dengan tatapan semua orang padanya hari ini, Sela pun langsung menggebrak meja dengan keras dan membentak mereka semua untuk tidak melihat dia seperti itu lagi.