Love In High School

Love In High School
Lesu



Sela yang merasa heran dan kebingungan dengan reaksi yang di perlihatkan oleh Akira kepadanya dia pun hanya bisa menggerutu kesal dan sudah tidak mau ambil pusing lagi, sehingga dia memutuskan untuk segera pergi dari sana secepatnya dan melupakan kejadian yang cukup menyebalkan barusan terhadapnya.


"Aishh ....dasar bocah aneh, dia memang terlalu aneh dan membingungkan untuk di ajak bicara, dasar orang otak setengah" ujar Sela sambil segera berbalik dan pergi dari sana dengan cepat.


Sela segera pulang ke rumah sang nenek karena melihat hari juga sudah mulai sore saat itu, dan dia segera saja bertemu sang nenek yang kebetulan saat itu terlihat tengah menyiram tanaman di halaman depan, Sela berjalan dengan lesu tanpa tenaga sedikitpun di dalam dirinya, dia berjalan mendekati sang nenek dan melewatinya begitu saja.


Bahkan disaat sang nenek menyapanya dia hanya membalasnya dengan ala kadarnya saja dan tidak terlalu banyak memikirkan apapun saat itu.


"Ehhh....Sela kamu sudah pulang sayang? Bagaimana apakah ibumu sudah membaik?" Tanya sang nenek yang menyapanya dan seketika menghentikan aktivitasnya yang tengah menyiram tanaman saat itu,


"Dia baik-baik saja nek kau tidak perlu mengkhawatirkan dirinya terlalu berlebihan bahkan dia masih memiliki energi untuk membanting pintu dan tidak mengijinkan aku masuk dahulu ke dalam rumahnya itu" balas Sela dengan lesu.


Dia terus saja masuk ke dalam rumah dengan menghembuskan nafas yang lesu dan kasar, sang nenek yang memahami keadaan Sela saat itu, dia pun tidak banyak bertanya atau mengajak Sela yang lainnya dia hanya membiarkan Sela masuk secepatnya dan berusaha untuk bersabar serta memberikan luang waktu untuk Sela menenangkan dirinya.


Karena memang setiap kali sang nenek memintanya atau menyuruhnya pergi ke kediaman ibunya dia memang selalu pulang dengan kesal atau pulang dengan lesu seperti tadi, namun kali ini sang nenek merasa agak cemas sebab wajah Sela terlihat lebih terpuruk dari pada sebelumnya.


"Ada apa dengan anak itu, dia terlihat lebih lesu dan sangat sedih dari biasanya, aahhh apa ini perasaan aku saja atau memang dia yang terlihat cukup buruk saat ini?" Gerutu sang nenek ketika Sela sudah masuk ke dalam rumah.


Saat itu niat awalnya Sela ingin belajar namun karena mood di dalam dirinya sudah terlanjur hilang dan hancur lebur, jangankan untuk belajar dan membaca, untuk mengerjakan tugas rumahnya saja dia tidak berminat sama sekali, dan dia tidak memiliki energi untuk melakukan apapun lagi saat itu.


Sela langsung masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan badannya ke ranjang begitu saja sekaligus dia merentangkan kedua tangannya di ranjang dan menatap lurus melihat langit-langit kamarnya saat itu sambil melamun cukup lama.


"Ayah .... andai kau masih ada mungkin kau akan ingat dengan ulangtahunku, dan mungkin aku akan tetap seceria dulu, tidak menjadi berandalan seperti sekarang ini, kau pasti kecewa padaku bukan?" Ucap Sela bicara sendiri.


Dia benar-benar telah menjadi seorang gadis yang tangguh meski dia terlihat nakal di mata banyak orang, tetapi dia sungguh tidak benar-benar semakin itu, Sela juga sebenarnya tidak ingin bersikap nakal dan membuat pihak sekolah juga gurunya merasa resah serta pusing untuk mendidiknya, tapi dia melakukan semua itu semata-mata hanya bentuk rasa kesepian dari dirinya dan ingin ibunya nyonya Choi untuk mengijinkan dia menjadi seorang atlet baru dia mungkin akan belajar dengan lebih baik atau setidaknya dia tidak akan bolos sekolah meski dia tidak bisa mengerjakan semua soal dan tidak bisa mempelajari semua pelajaran yang di berikan oleh banyak guru ke dalam kelas dalam seharinya.


Sela tidak sadar dia lama kelamaan terhanyut dalam kesedihan dan kesepian yang dia rasakan seorang diri hingga dia perlahan mulai menutup matanya dan tertidur dengan lelap begitu cepat kala itu.


Dia tidur sangat nyenyak dan lama bahkan dia sampai melewatkan makan malamnya, meski sang nenek saat itu sudah datang ke kamarnya dan mengetuk pintu kamarnya beberapa kali, tapi tetap saja Sela tidak bangun juga hingga ketika sang nenek membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan melihat ternyata Sela tengah tertidur, sang nenek pun tidak tega untuk membangunkannya sehingga nenek nya tersebut membiarkannya saja.


"Tok....tok....tok.....Sela apa kau masih belajar di dalam, nenek sudah menyajikan makan malamnya ayo turun ke bawah" teriak sang nenek di balik pintu itu,


"Sela kenapa kau tidak menyahut, apa kamu ada di dalam Sela?.... Aishh...dasar bocah nakal ini apa dia tidak mendengarkan karena fokus belajar?" Gerutu sang nenek yang mulai merasa cukup kesal karena tidak mendapatkan jawaban juga dari cucuknya Sela saat itu.


Karena geram dan cukup kesal alhasil sang nenek pun segera membuka pintu kamar Sela yang ternyata tidak di kunci saat itu, sang nenek melihat ternyata Sela tertidur di kamar dengan posisi badannya yang cukup berantakan dan tidak terarah, bahkan cara tidurnya itu sangatlah membuat sang nenek stres melihatnya sebab dia benar-benar tidak seperti seorang gadis kelas 12 saat itu.


"Astaga.... ternyata dia tertidur, aishh.....sia sia saja tadi aku berteriak, anak ini benar-benar, aishhh kenapa dia bisa tertidur dengan posisi badan terlentang seperti itu, aahhh dia sangat memalukan jika di bawa tidur di rumah orang lain" ucap sang nenek sambil menggelengkan kepalanya cukup kuat.


Neneknya pun segera membenarkan posisi tubuh Sela dengan sekuat tenaganya dan menyelimuti Sela dengan lembut, dia menatap dengan lekat wajahnya itu yang tengah tertidur saat itu, rasanya sangat nyaman dan tentram jika melihat wajah sang cucuknya tersebut ketika tengah tertidur dengan lelap seperti itu.


"Huft.... Apa hatimu sangat berat sampai kau malah menjalani hidup seperti ini, aaahh bagaimana lagi agar nenek bisa membuatmu berubah Sela? semua ini juga untuk kebaikan dirimu juga" ucap sang nenek dengan pelan saat itu.


Namun sang nenek juga merasa cukup tidak enak hati ketika melihat cucuk perempuan satu-satunya tersebut harus menjalani hidup dengan seperti ini, dia tidak bisa menjadi seperti remaja pada umumnya, kebanyakan gadis yang mengenakan banyak pakaian lucu dan manis, namun dia justru malah mirip seperti laki-laki bahkan tidak memiliki satu tok pun di dalam lemarinya.


"Sela nenek sangat menyayangimu sayang, nenek akan selalu mendukungmu sampai kapanpun" ucap sang nenek sambil terus mengelus lembut kepala Sela dengan lembut lalu mengecupnya sekilas.