Love In High School

Love In High School
Bermain dengan anak-anak



Sela melampiaskan kesedihannya begitu saja dan dia terus saja berusaha melupakan semua rasa sedih yang dia rasakan di dalam hatinya, rasanya memang sangat sakit untuknya, hatinya secara tidak terlihat merasakan rasa sakit yang teramat dalam kala dia melihat anak-anak kecil itu bermain bersama badut tersebut dan terlihat begitu gembira, mereka tertawa dengan lepas dan bergitu senang, bahkan salah satu anak yang tengah bermain mendatangi Sela dan anak itu duduk tepat di samping Sa yang ikut bertepuk tangan dengan wajahnya yang mulai berkaca-kaca saat itu.


"Kakak....kenapa kau tersenyum sambil menangis, kau harus memilih salah satunya agar kau sehat" ucap gadis kecil yang duduk sambil memandangi Sela dengan lekat.


Dia langsung melirik ke arah wajah gadis kecil tersebut, dia sama persis seperti dirinya ketika saat kecil, mengucur dua rambutnya dan memakai jepitan di pinggir poninya, itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan, Sela jadi teringat dengan dirinya di masa kecil ketika melihat gadis kecil itu.


"Heyy.....bocah kecil kau tidak bisa memberiku nasihat seperti itu, aku sudah besar dan aku tahu apa yang harus aku lakukan, lagi pula jika aku bisa menangis sambil tersenyum kenapa aku harus memilih salah satunya" balas Sela kepada bocah kecil itu sambil mengusap kepalanya dengan lembut,


"Kakak....kau harus tetap memilih jika kau terus seperti itu, kau sungguh mengkhawatirkan, ayo ikut aku dan kau akan bahagia, hingga kau lupa untuk menangis" ujar gadis kecil itu sambil langsung menarik tangan Sela.


Gadis kecil tersebut menarik tangan Sela dengan paksa meskipun saat itu Sela sebenarnya terlalu mali untuk ikut bermain dengan seorang badut yang di kelilingi oleh banyak anak kecil di taman itu, tapi karena gadis kecil tersebut memaksanya dan terus saja menarik dia, alhasil Sela pun harus menuruti ajakan dari gadis kecil tersebut dan dia langsung saja ikut bermain dengan mereka.


"Kakak...ayolah aku hanya ingin membuatmu lebih bahagia dan kau akan tertawa lepas sekarang, ayo cepat" ucap gadis itu kepada Sela sambil terus memaksanya,


"Ahhh....tidak tidak, aku ini sudah besar, sana kau saja yang bermain dengan kawan-kawanmu" balas Sela yang awalnya menolak,


"Ayolah kak, kau sangat cantik dan aku tidak suka melihat wanita cantik menangis kau terlihat jelek jika menangis, ayo kak" katanya kepada Sela yang akhirnya membuat Sela tersenyum perlahan.


Dia pun tersenyum senang dan langsung saja mengikuti anak itu, sambil langsung ikut bermain mengelilingi badut tersebut sambil tertawa riang gembira dan terus bernyanyi bersama mereka sambil bertepuk tangan dengan riang gembira bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun terhadap salah satu anak yang memang berulang tahu saat itu.


Sela langsung terlihat menjadi lebih ceria daripada sebelumnya, dia kembali bisa tersenyum lebar dan terus saja bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan anak-anak yang ada disana.


Dan tanpa Sela sadari sebenarnya di sisi lain saat itu ada Akira yang tidak sengaja melewati jalanan tersebut sebab dia baru saja pulang dari sebuah toko komik yang ada di daerah sana tidak jauh dari tempat tinggalnya, saat dia melewati taman tersebut Akira tidak sengaja melihat Sela yang bermain di tengah taman dengan banyak anak-anak dan seorang badut yang terus beratraksi di tengah-tengah lingkaran yang mereka buat saat itu.


"Ehh.... Bukankah itu si gadis bar-bar? Sedang apa dia di taman itu?" Ucap Akira bertanya-tanya sendiri dengan kebingungan.


Awalnya dia berniat mengabaikan Sela namun disaat dia baru saja hendak melangkahkan kakinya untuk melanjutkan jalan, tiba-tiba saja dia tertahan untuk melakukannya dan entah apa yang membuatnya menjadi penasaran dengan Sela saat itu.


"Aahhh.....sial kenapa aku penasaran sekali dengan gadis bar-bar pembawa onar itu" gerutu Akira yang masih tetap saja pergi melihat Sela secara diam-diam.


Dia berjalan pelan dan mengendap-ngendap di balik pohon yang tidak jauh dari tempat Sela duduk sebelumnya, dia melihat Sela yang saat itu tengah masih asik bermain dengan anak-anak kecil lainnya yang ada di tengah taman tersebut, mereka terlihat begitu riang gembira dan tertawa dengan begitu lepas.


Dia hendak pergi dari sana namun sayangnya kakinya justru malah menginjak ranting pohon yang ada di bawah hingga terdengar bunyi patahan ranting tersebut yang cukup keras sehingga membuat Sela langsung saja melirik ke asal suara tersebut.


"Krekkk...... Aishh sialan, aaahh semoga mereka tidak ada yang melihatku" kata Akira penuh harap.


Dia baru saja hendak melangkahkan kakinya dan kabur dari sana namun Sela sudah menemukan dia dan saat itu dia sudah berdiri tidak jauh dari Akira sambil berkacak pinggang Sela Lalung memanggil nama Akira dengan cepat.


"Heh.... sedang apa kau membungkuk disana dan mematung seperti itu, apa kau sedang berakting menjadi akar pohon?" Ucap Sela mengagetkan Akira,


"Aishhh.....aku ketahuan sekarang, dasar wanita menjengkelkan kenapa telinganya kuat sekali sih" batin Akira sangat kesal.


Dia segera berdehem dan berusaha menormalkan sikapnya lalu mulai bangkit dan membalikkan badannya dengan perlahan melihat ke arah Sela saat itu.


"Ekhmm..... Apa kau lihat-lihat, aku tidak sengaja lewat ke jalanan ini, dan malah menginjak ranting pohon sialan itu" balas Akira beralasan.


Namun Sela tentu saja tidak dapat dia bohongi dengan muda, Sela berjalan mendekati Akira lebih dekat dan terus mendesaknya dengan tatapan mata yang cukup tajam dan menyelidik terhadapnya.


"Hmmm...apakah kau yakin kau hanya lewat saja, atau jangan-jangan kau...." Ucap Sela semakin menyelidiki.


Hal itu membuat Akira merasa gugup dan dia sungguh takut akan ketahuan oleh Sela bahwa dia justru mengintip Sela yang bermain dengan anak-anak tersebut sebelumnya, sehingga untuk menutupi itu sebelum dia ketahuan Akira langsung saja kembali memotong ucapan Sela dengan secepat saat itu.


"Heh, jangan menduga yang aneh-aneh aku hanya lewat saja, dasar bocah!" Ucap Akira langsung berjalan pergi meninggalkan Sela begitu saja.


Akira bahkan berjalan cepat sambil terus menatap lurus ke depan dan dia menaikkan kupluk sweater yang dia kenakan untuk menutupi bagian kepalanya saking merasa malu dan salah tingkah terhadap Sela saat itu.


Padahal di sisi lain Sela sendiri juga tidak menduga pada hal itu, Sela justru malah menatap kepergian Akira dengan membuka matanya dengan heran dan merasa bingung dengan sikap Akira yang terlihat sangat aneh.


"Ehhh....ada apa dengan bocah itu, dia benar-benar aneh, memangnya dia pikir aku akan menduganya apa? Aku kira dia hanya hampir jatuh tadi, aku juga tidak menduga apapun kepadanya, kenapa dia malah terlihat panik dan gugup begitu, dasar anak aneh" ucap Sela sambil melihat punggung Akira yang semakin pergi jauh di depannya.