Love In High School

Love In High School
Kesulitan Mengisi Tugas



Namun sang nenek juga merasa cukup tidak enak hati ketika melihat cucuk perempuan satu-satunya tersebut yang sangat dia sayangi harus menjalani hidup dengan seperti ini, dia tidak bisa menjadi seperti remaja pada umumnya, kebanyakan gadis yang mengenakan banyak pakaian lucu dan manis, namun dia justru malah mirip seperti laki-laki bahkan tidak memiliki satu tok pun di dalam lemarinya.


"Sela nenek sangat menyayangimu sayang, nenek akan selalu mendukungmu sampai kapanpun" ucap sang nenek sambil terus mengelus lembut kepala Sela dengan lembut lalu mengecupnya sekilas.


Hingga ke esokan paginya Sela segera pergi ke sekolah lebih pagi dari biasanya dia juga sarapan lebih dulu dari sang nenek karena dia benar-benar sudah membulatkan hatinya kali ini untuk berubah menjadi dirinya yang lebih baik lagi daripada sebelumnya, sela memasukkan semua buku pelajaran yang dia punya dan pergi ke sekolah dengan perasaan yang ceria dan terus saja tersenyum cerah sepanjang perjalanan, bahkan saat itu pak guru Joy belum datang ke sekolah namun Sela sudah masuk ke dalam kelasnya.


Dia duduk dan mulai membuka buku tugasnya dia mulai berusaha mengerjakan tugas rumahnya yang merupakan tugas mingguan yang selalu di berikan oleh pak guru Joy, dia sama sekali tidak mengerti bagaimana mengisi semua pertanyaan yang di berikan oleh pak guru Joy saat itu, dia tidak memahami apapun tentang pelajaran sejarah yang sangat membosankan dan hanya bisa membuat dia tertidur dengan lelap ketika mendengar pak guru Joy menjelaskan di dalam kelas dalam setiap jadwal mengajarnya sejak dahulu hingga saat ini.


"Aahhh.... Bagaimana cara mengisi semua pertanyaan ini, aku tidak mengerti sama sekali dan aku juga tidak bisa mencontek dari catatan, aku belum sempat mencatat apapun di dalam buku catatan sejarahku, aishh sial sekali sih" gerutu Sela merasa kesal dan pusing sendiri.


Sela terus saja menggerutu dengan kesal dan dia mengacak rambut bagian belakangnya sendiri yang sebelumnya sudah dia tata dengan sangat rapih ketika di rumah sebelumnya, namun saat sampai di sekolah dan mendapatkan kesulitan seperti itu yang membuat kepalanya pusing juga stress semua tatapan rambut yang rapih dan cantik langsung saja hilang karena dia yang mengacaukannya sendiri.


Padahal pagi itu dia berangkat ke sekolah sangat pagi-pagi sekali sengaja agar dia bisa mengerjakan tugas rumahnya di kelas namun konyolnya dia justru malah tidak bisa mengisi satu pertanyaan pun dari sepuluh soal yang di berikan oleh pak guru Joy kepadanya.


Hingga tidak lama kemudian muncullah Akira yang memang selalu menjadi murid teladan yang datang paling awal dan pulang selalu tepat waktu, dari sejak pertama dia masuk sebagai siswa baru di kelas tersebut, Akira sudah langsung tenar dan banyak sekali di bicarakan oleh banyak guru yang mengajar kelas Sela sebab kepintarannya.


Bahkan hampir seluruh kelas di sekolah itu mengetahui siapa Akira sang murid jenius tersebut yang datang ke sekolah kita di akhir musim namun bisa mengalahkan semua murid pintar sebelumnya, sehingga dia cukup populer sekarang.


Namun walau sudah populer tetap saja tidak ada yang benar-benar berani mendekatinya atau mengajak dia bicara secara langsung sebab dia yang terkenal bukan hanya karena ke jeniusnya saja tetapi dia juga terkenal dengan ke misteriusan dirinya yang selalu berjalan menutupi wajahnya dengan sebuah topi hitam yang tidak pernah dia lepaskan dia juga jarang sekali bicara bahkan bisa di pastikan tidak pernah bicara dengan siapapun selain menjawab pertanyaan dari guru atau saat guru tengah mengabsen kehadiran, itu pun dia hanya mengangkat tangannya saja.


Bahkan tidak sedikit orang yang pernah mengira bahwa Akira bisu saking tidak pernah bicara dan sangat jarang sekali terlihat bicara saat di dalam kelas maupun di luar kelas.


Kali ini Akira masuk ke dalam kelas dan duduk di samping Sela, dia terlihat mengenakan sebuah headset yang dia colokan pada sebuah musik box kecil yang ada di dalam saku hoodienya tersebut, dia terlihat sangat santai dan mulai mengeluarkan buku dengan sampul hitam yang selalu saja dia bawa kemana-mana, dia terlihat mulai membuat sebuah coretan yang tidak di pahami oleh Sela.


Tapi karena penasaran Sela mulai berusaha mengintip apa yang tengah di buat oleh seorang Akira yang selalu dia sebut sebagai pria aneh tersebut.


"Ehh ... Apa yang sedang dia lakukan apa dia menggambar sesuatu?" Batin Sela semakin merasa penasaran.


Dia terus saja mengintip dan mendekati buku milik Akira sampai dia tidak sadar bahwa Akira bisa melihat semua tingkah konyolnya tersebut karena dia mengintip dengan sangat jelas sekali bahkan kepalanya yang ingin melihat apa yang tengah di gambar oleh Akira sampai hampir menutupi wajah Akira sendiri saat itu.


"Wahh.... Ternyata dia tengah menggambar, apa yang sedang dia gambar yah.... Fokus sekali sih" batin Sela terus merasa penasaran terhadap apa yang sedang di lakukan oleh Akira saat itu.


Akira yang merasa risih terhadap tingkah Sela yang terus mendekati bukunya dan kepala Sela yang menghalangi pandangan dia, akhirnya Akira menarik nafas cukup panjang dan langsung menegur Sela dengan menatapnya cukup tajam tanpa senyuman sedikitpun yang dia perlihatkan kepada Sela.


"Heh sedang apa kau menatap buku milikku sedekat itu?" Ucap Akira dengan pelan dan dingin.


Sela yang baru sadar dia langsung mundur dan kembali duduk dengan benar di kursinya dia juga dengan cepat berpura-pura seperti tengah berpikir dan mengisi jawaban tugas rumahnya saat itu agar memiliki alasan yang terlihat seperti nyata kepada Akira karena dia tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya kepada Akira.


"Aahhh.... Aku sedang berpikir tahu, kau tidak lihat aku sedang berusaha mengisi soal pekerjaan rumah pak guru Joy" balas Sela sambil memperlihatkan tugas sekolahnya tersebut,


"Kenapa kau mengisi tugas rumah di sekolah, apa kau tidak punya rumah?" Balas Akira yang sangat menohok dan membuat Sela sangat kesal mendengarnya.


"Apa kau bilang? Aishh dasar kau sangat menyebalkan aaarrghhh...." Gerutu Sela sangat kesal dan di penuhi dengan emosi saat itu.


Dia ingin sekali menjambak atau menepuk Akira yang menjawab ucapannya dengan menohok membuat dia sangat kesal dan tidak bisa terima dengan balasan dari Akira sebelumnya, namun karena dia tidak mungkin melakukan itu di dalam kelas Sela pun langsung menarik kembali tangannya dan berusaha untuk bersabar saat itu, hingga dia memutuskan untuk kembali fokus kepada soal yang ada di hadapannya dan soalnitu harus segera dia berikan kepada pak guru Joy hari ini, bahkan dia sendiri yang harus mengumpulkan tugas itu.


Akan sangat memalukan jika dia sendiri tidak mengisi soalnya terlebih Sela juga sudah berjanji kepada pak guru Joy bahwa dia akan patuh dan akan mengumpulkan semua soal mingguan ke kantornya saat pelajaran dia selesai nantinya.


"Aaarrghhh kenapa dia memberikan soal yang sulit seperti ini sih, Hua.... bagaimana aku mengisinya aku tidak membawa ponsel lagi, matilah aku jika tidak sempat mengisi semua soal sialan ini" gerutu Sela merasa sangat frustasi dan kebingungan.


Dia terus berpikir keras dan berusaha untuk mencari cara agar bisa menyelesaikan tugas itu bagaimana caranya, walaupun itu tidak bisa dia selesai dengan otaknya sendiri, namun bagi Sela yang penting dia bisa terbebas dari hukuman pak guru Joy, sebab dia sangat takut pak guru Joy akan memberikan dia sebuah hukuman yang sangat berat karena dia sudah berjanji sebelumnya untuk mengisi tugas rumahnya itu.


Sampai tidak lama ketika dia tengah berpikir keras dia tidak sengaja melirik ke arah Akira yang tengah fokus menggambar di bukunya tersebut tanpa bicara sedikitpun sama sekali.


Dia hanya terlihat fokus menggambar dengan mengenakan headset di telinga saat itu, Sela yang melihat Akira begitu dia langsung saja tiba-tiba mendapat sebuah ide cemerlang di dalam otaknya dengan sangat cepat hanya karena dia menonton hal membosankan seperti itu baginya.


"Aha....iya betul kenapa aku tidak mencontek pada si Akira saja, buka kah teman sebangku ku ini adalah seorang jenius kelas dan sudah di akui seluruh sekolah ya, kenapa aku harus pusing-pusing meminta jawaban pada oranga lain jika aku bisa memperoleh jawaban aliran dan sempurna dari teman sebangku ku sendiri ahahaha.... Iya ini adalah ide yang brilian" batik Sela memikirkan.


Dia pun mulai menyiapkan rencana untuk mendekati Akira, dia perlahan duduk bergeser mendekati Akira dan mencoba untuk berbicara kepadanya secara baik-baik dan pelan agar Akira bisa secepatnya membantu dia untuk mengisi soal pekerjaan rumah pelajaran sejarah yang belum dia selesaikan bahkan sama sekali belum dia mulai sedikitpun saat itu.


"Ehk.....Hey.... Bocah aneh, bisakah kau memberikan jawaban pekerjaan rumah pelajaran sejarah? Aku sangat membutuhkannya agar aku tidak di hukum oleh pak guru" ucap Sela bicara baik-baik kepada Akira.


Namun sayangnya Akira sama sekali tidak membalas pertanyaan dari Sela dia terus saja menggambar dengan fokus tanpa merespon sedikitpun apa yang sudah di katakan oleh Sela saat itu.


Namun meski di abaikan Sela tetap tidak menyerah dia kembali mengajak bicara Akira secara perlahan dan lebih lembut dari sebelumnya.


"Kalau kau tidak mau memberikan aku contekannya, tolong ajari aku atau beritahu aku apa yang harus aku isi di dalam kertas tugas ini? Aku benar-benar harus mengisinya bagaimana pun caranya karena jika tidak pak guru Joy pasti akan menghukum aku habis-habisan kali ini, tolong mengertilah dan kasihan aku ini teman sebangku" ucap Sela sambil memasang wajah yang mengedipkan dengan kedua alis yang dia rendahkan dan dia tekuk dengan kuat.


Dia bahwa menatap Akira dengan wajahnya yang tampak sendu juga sekaan merasa sangat sedih ketika berbicara kepada Akira saat itu.


Dia sengaja melakukannya agar mendapatkan simpati dari Akira dan dia berharap banyak Akira akan setuju untuk membantunya saat itu, namun setelah dia menunggu beberapa saat, sama sekali tidak ada perubahan apapun yang terjadi pada Akira dan dirinya.


Dia masih tetap dia dan sama seki tidak melirik ke arahnya, Akira masih saja fokus menggambar tanpa merasa terganggu sedikitpun dengan apa yang sudah di lakukan eh Sela sedari tadi yang terus berusaha meminta bantuan terhadap Akira bukan hanya satu atau dua kali saja.


"Anak aneh ayolah tolong bantu aku mengisi jawaban ini sekali saja, aku tidak ingin terkena hukuman setiap hari apalagi sekarang aku tidak bisa membolos dari kelas, ayolah tolong aku" ucap Sela terus meminta tolong namun masih tetap di abaikan oleh Akira tanpa ampun.


Sela yang mendapatkan perlakuan seperti itu dan di abaikan begitu saja oleh Akira bahkan lebih terlihat seperti tidak di anggap keberadaannya sama sekali, sebab Akira tidak menoleh sedikitpun kepadanya saat itu, dan itu tentu saja membuat Akira merasa tidak enak hati, dia juga merasa sangat sakit hati atas apa yang Akira lakukan kepadanya karena sudah mengabaikan dia berkali-kali.


"Aishh....apa kau buta hah kemarikan handset mu ini" bentak Sela yang langsung saja mengambil handset yang di pakai di kuping Akira saat itu.


Dengan cepat dia menarik handset tersebut dengan sebelah tangannya begitu saja lalu Sela berusaha mendengarkan lagu dan musik apa yang sedari tadi di dengarkan oleh Akira sampai dia terlihat terus bersikap santai dan fokus dengan lukisan yang dia buat bahkan sampai mengabaikan semua ucapan panjang lebar dari seorang Sela.


Namun saat Sela mencoba mendengarkan apa yang tengah di dengar oleh Akira dia justru tidak mendapatkan apapun dari handset yang Akira pakai tersebut sehingga Sela langsung saja membantingnya cukup kesal hingga Akira akhirnya mau menikah ke arahnya meski masih menatap dia dengan tatapan dingin dan tajam.


"Hah....kau memakai handset yang tidak kau nyalakan, apakah kau mempermainkan aku, atau kau memang tidak ingin bicara denganku apa kau memang tidak ingin membantu aku mengisi pekerjaan rumahku hah?" Bentak Sela yang tidak bisa menahan kesabaran di dalam dirinya lagi.


Dia sudah terlanjur kesal dan marah karena mengetahui ternyata sedari tadi Akira mendengarkan semua permintaan dan ucapan yang dikatakan oleh Sela namun dia dengan sengaja mengabaikannya bukan karena dia tidak bisa mendengar semua itu tapi karena dia memang tidak ingin mendengarnya.


Hal tersebut membuat Sela sangat kesal dan dia terlihat begitu murka saat pertama mengetahui hal tersebut.


"Kau benar-benar manusia paling aneh dan menyebalkan yang pernah aku kenal, aku baik-baik meminta bantuanmu tapi kau begitu menghindariku, apa kau sangat membenci aku yah, padahal aku sama sekali tidak pernah membencimu apalagi membuat kau kesulitan dan segala macam, kenapa kau melakukan hal semacam itu kepadaku, kau menipuku dengan caramu barusan" ucap Sela dengan nada suara yang sangat serius.


Dan saat itu Sela sungguh mengeluarkan semua kekesalan di dalam diriku secara nyata Sela memang benar-benar marah besar terhadapnya sehingga Sela langsung pergi dari sana dengan cepat, karena Sela merasa seperti di kecewakan dan di bohongi olehnya.