Love In High School

Love In High School
Memperhatikan Akira



Dia mengambil seragam miliknya dulu yang ada di loker lu segera menggantinya dengan cepat dan langsung saja memberikan seragam olahraga miliknya kepada Akira secepat yang dia bisa karena saat itu dia juga memiliki waktu yang sudah mepet.


"Tok....tok....tok....Akira....hey buka pintunya dan ambil ini" ucap Sela bicara pelan sambil mengetuk pintu ruang ganti tempat Akira berada saat itu.


Sampai tidak lama Akira membukanya sedikit hingga Sela sudah berhasil memberikan seragam olahraga miliknya kepada Akira saat itu, dia pun menunggu di luar ruangan ganti dan tidak lama dia melihat pak guru Roy berjalan dari arah ruang guru menuju ke kelas mereka saat itu.


Sela langsung saja membelalakkan matanya dengan panik dan takut dia benar-benar kaget juga kebingungan harus melakukan apa sebab Akira belum juga keluar dari ruangan ganti tersebut, sampai pak guru Roy sudah berada tidak jauh lagi darinya dan Sela terpaksa haru berusaha mengulur waktu dengan pak guru Roy saat itu.


"Aiishhh.... Sial, aku tidak boleh membiarkan pak guru Roy masuk ke dalam kelas sekarang" ucap Sela pelan.


Dia segera berjalan menghampiri pak guru Roy dan menghadang jalannya dengan cepat.


"Eh ...pak...pak...tunggu pak!" Teriak Sela kepada pak guru Roy saat itu.


Hingga pak guru Roy yang baru saja hendak masuk ke dalam kelas dia langsung berbalik dan melihat Sela berlari ke arahnya dengan nafas terengah-engah juga masih memakai seragam sekolahnya bukan seragam olahraga yang seharusnya dia kenakan saat itu.


"Sela ada apa denganmu, kenapa kau berlari seperti itu dan dimana pakaian olahragamu?" Tanya pak guru Roy begitu banyak,


"Hah....hah ...hah.... Maafkan aku pak, aku lupa tidak membawanya, maafkan aku tadi aku berniat untuk pergi kembali ke rumah dan mengamb seragamku tapi aku pikir waktunya tidak akan cukup, jadi aku kembali lagi berniat meminta izin kepadamu, apa aku bisa tetap ikut pelajaranmu meski memakai seragam?" Tanyaku kepadanya beralasan,


"Ohhh ....begitu, tentu saja boleh kau kan murid kesayanganku yang berbakat tentu saja kau tetap boleh mengikuti kelasku, lupa itu manusiawi bukan, tapi itu seperti bukan kamu Sela, karena setahu bapak kamu itu kan selalu membawa pakaian olahragamu bahkan hampir setiap hari, kenapa bisa lupa begitu?" Balas pak guru Roy bertanya lagi.


Apa yang dikatakan oleh pak guru Roy memang benar, sela sama sekali tidak pernah melupakan seragam olahraga miliknya karena dia memang sangat menyukai pelajaran olahraga, bahkan meski bukan jadwalnya dia tetap sering menemui pak guru Roy untuk menanyakan banyak hal mengenai olahraga dan dia selalu membawa pakaian olahraganya setiap saat, jadi alasan yang baru saja dikatakan oleh Sela tentu membuat seorang pak guru Roy merasa heran mendengarnya.


Sela juga mulai merasa bingung dan gugup bagaimana dia harus menjawab pertanyaan dari pak guru Roy saat itu, sementara Akira juga masih belum keluar juga dari ruang ganti disana, dan dia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi untuk menahan pak guru Roy seperti ini.


"A..a..ahhh...pak kan kau sendiri bilang bahwa lupa itu memang manusiawi, aku juga manusia biasa jadi tentu aku hanya lupa saja hehe" balas Sela beralasan sebisanya.


"Ya sudah ayo kita masuk, hari ini ada pembelajaran baru untuk kalian semua, bapak tidak sabar untuk pergi kelapangan dengan semua anak-anak" ucap pak guru Roy yang sangat antusias dengan hal tersebut.


Memang dia selalu bersemangat ketika hendak mengajar anak muridnya sedangkan Sela langsung saja menahan kembali pak guru Roy dan dia terus berbicara aneh tidak jelas sampai membuat pak guru Roy yang mendengarnya mengerutkan kedua alisnya dengan heran.


"Ehh ....tunggu pak...itu anu...aku....aku....itu..." Ucap Sela kebingungan harus mengatakan apa lagi agar bisa menahan seorang pak guru Roy.


Untungnya disaat Sela kebingungan Akira baru saja keluar dari ruang ganti saat itu dan Sela yang melihatnya dia dengan cepat mengibaskan tangannya dan memberikan kode kepada Akira agar masuk ke dalam kelas melewati jalan belakang agar tidak di ketahui oleh pak guru Roy saat itu, karena kebetulan kelas kami memiliki dua pintu, pintu masuk di depan dan pintu keluar di belakang.


"Aahhh ...untunglah dia sudah selesai....ayo cepat masuk, hey .. Akira apa kau tidak mengerti maksudku ini aishh dasar si manusia aneh tidak bisa aku berikan kode" batin Sela yang merasa gemas karena Akira bahkan sama sekali tidak melirik ke arahnya.


"Sela ada apa denganmu, sedari tadi terlihat aneh apa yang mau kamu katakan kepada bapak sebenarnya?" Tanya pak guru Roy kepada Sela dengan mengerutkan kedua alisnya.


Disaat Akira sudah masuk ke dalam kelas barulah Sela bisa bernafas lega dan dia juga langsung meminta maaf kepada pak guru Roy dan langsung ikut masuk bersama saat itu juga.


"Aahhh..... Tidak jadi pak aku hanya ingin berolahraga sepanjang hidupku aku ingin menjadi sepertimu yang bisa mendedikasikan diri dengan hal yang aku sukai, waahhh pak kau benar-benar sangat keren dimataku kaulah idolaku pak" ucap Sela yang terus saja memalingkan ucapan kesana kemari.


Hingga hal tersebut membuat seorang pak guru Roy merasa sangat tersanjung dia juga langsung merasa senang juga tersenyum luas kepada Sela, sebab itu adalah pujian pertama dari muridnya yang sangat mengenai hatinya.


"Aahhh....Sela kau benar-benar murid terbaikku ahaha...ya sudah ayo kita masuk dan segera berolahraga pergi ke lapangan, apa kau siap?" Ucap pak guru Roy yang nampak bersemangat,


"Siap pak...aku sangat siap sekarang hehe" balas Sela sambil mengepalkan tangannya.


Mereka segera masuk ke dalam kelas dan seketika semua anak berdiri dari kursinya, pak guru Roy hanya mengabsen dahulu semua siswa di kelas itu lalu langsung mengajak mereka semua untuk pergi ke lapangan dan mulai berolahraga seperti biasanya.


Sedangkan disisi lain Kiko dan Anet yang .ihat Sela malah berganti pakaian menjadi memakai seragam mereka berdua langsung menatap dengan penuh keheranan kepada Sela dan langsung saja menarik tangan Sela disaat Sela hendak pergi keluar mengikuti siswa yang lainnya.


"Ehhh...Sela tunggu dulu, kenapa kau malah memakai seragam begini dimana seragam olahragamu?" Tanya Kiko sambil menarik tangan Sela,


"Iya Sela, bukannya tadi kamu sudah memakai seragam olahraga?" Tambah Anet yang juga menanyakannya dengan penasaran,


"Aishh.... Ini semua gara-gara kalian, lihat itu seragamku di pakai oleh manusia ambis itu, dia memakai seragamku padahal sudah jelas tinggi badannya sangat berbeda denganku, untung aku selalu memakai seragam olahraga yang lebih besar ukurannya, dia benar-benar merepotkanku" balas Sela sambil menunjuk ke arah Akira yang saat itu memakai seragam miliknya yang kekecilan.


Seketika Kiko langsung tertawa dengan lebar ketika melihatnya sebab Akira terlihat lucu saat mengenakan seragam olahraga milik Sela itu.


"A..a..ahahaha.... Dia sangat lucu lihatlah pakaiannya yang sedikit kekecilan celananya ngakak sekali sih" ucap Kiko terus tertawa dengan puas.


Sela langsung saja mencubit pinggang Kiko dengan keras karena dia tidak ingin Akira mendengar ucapan yang mereka obrolan saat itu mengenai penampilannya.


Walaupun sebenarnya Sa sendiri sangat kesal dan dia takut seragamnya akan rusak ketika di pakai oleh Akira meskipun itu juga tidak terlalu buruk untuk dipakai oleh Akira tapi Sela hanya terlalu menyayangi seragam olahraganya tersebut.


"Aaahh.... Sela kenapa kau malah mencubitku ini sakit tahu" ucap Kiko meringis kesakitan sambil memegangi pinggangnya saat itu,


"Siapa suruh kau bicara terlalu keras dan malah tertawa begitu, sudahlah kita harus menyusul yang lain sebelum pak guru Roy merasa curiga karena kita tidak sampai bersamaan dengan yang lainnya" balas Sela sambil segera berlari menyusul anak-anak yang lainnya.


Walau begitu sebenarnya saat itu Sela tidak benar-benar takut dengan pak guru Roy tetapi dia harus terus menatap Akira dan melihatnya dari dekat, agar dia bisa menjaga seragamnya yang di kenakan oleh Akira saat itu agar tetap aman.


"Aku harus terus memperhatikan dia, jangan sampai seragam olahraga milikku yang sangat berharga akan rusak karena dia huaaa...aku tidak bisa membayangkannya jika sampai semua itu terjadi" gerutu Sela sambil berlari kecil di belakang Akira.


Hingga tidak lama akhirnya mereka semua benar-benar sampai di lapangan dan pak guru Roy langsung menyuruh semua anak muridnya agar berbaris dan melakukan pemanasan terlebih dahulu namun disaat Akira hendak masuk ke dalam barusan Sela terus memperhatikan ya dengan sangat baik tanpa pernah berpaling dari Akira sedikitpun sampai tidak sengaja dia melihat seorang siswa gendut yang mengangkat sebelah kakinya terlihat kesulitan mengatur keseimbangan dirinya sendiri saat itu dan siswa gendut itu justru berdiri di belakang Akira.


Sela sangat takut sekali jika siswa gemuk itu akan jatuh menimpah Akira lalu seragamnya yang sangat berharga akan kotor karena mengenai tanah di lapangan, atau dia takut seragam ya akan sobek dan lecet jika sampai Akira jatuh dengannya.


"Ohhh.... Tidak bagaimana jika seragamku kotor dan robek, tidak...itu tidak boleh terjadi aku harus menjauhkan si manusia ambis itu dari manusia gemuk yang sangat mengganggu pikiranku, dia tidak akan aman jika dekat dengan manusia gemuk seperti itu" batin Sela memikirkan.


Dia pun dengan cepat berpindah barisan ke samping Akira lalu dia menarik Akira di waktu yang tepat saat siswa gemuk itu benar-benar kehilangan keseimbangan dirinya lalu jatuh ke depan tepat ke tempat dimana Akira berdiri sebelumnya.


"Aahh...Akira awas...." Ucap Sela yang langsung menariknya tepat waktu,


"Aaahhh....brukkk...." Suara siswa gemuk itu yang jatuh ke tanah hingga pakaiannya begitu kotor sebab saat itu lapangan baru saja diguyur hujan hingga membuat tanahnya sedikit basah.


Bukan hanya pakaiannya yang kotor tetapi wajahnya juga sama kotornya, anak-anak lain yang melihat dia jatuh seperti itu langsung saja menertawakn anak laki-laki gemuk itu dengan puas dan tidak sedikit pula yang menghinanya sampai mengolok-olok dia karena tubuh gemuknya tersebut.


Sedangkan Anet dan Kiko langsung membantunya untuk segera berdiri dan membentak anak lain yang sudah menertawa dia saat itu, karena Sela pikir sudah ada Kiko dan Anet yang membantu anak gemuk tersebut, Sela langsung menarik Akira gar menjauh dari tempat tersebut dan menyuruhnya agar lebih berhati-hati lagi.


"Hey.... Akira apa kau ini buta atau bagaimana sih, kau tidak lihat yah di belakangmu ada siswa itu, dia kesulitan dan hampir saja jatuh menimpah dirimu apa kau pikir kau akan baik-baik saja disaat siswa gemuk itu menimpahi tubuhmu, aishhh....lain kali kau harus lebih berhati-hati apa kau mengerti!" Ucap Sela dengan tegas dan menatap serius kepada Akira saat itu.


Akira sendiri hanya merasa heran dan kebingungan melihat Sela yang berbicara seperti itu terlihat sangat mencemaskan dirinya sebab dia pikir saat itu Sela benar-benar mencemaskan dirinya.


Setelah bicara seperti itu dan memperingati Akira agar bisa lebih berhati-hati, Sela langsung saja pergi meninggalkannya tapi matanya masih tetap tidak berpaling dari Akira karena dia masih tetap tidak mempercayainya bahkan Sela sampai menyipitkan matanya untuk menatap Akira di kejauhan.


"Ada apa dengan anak itu, apa dia mencemaskan aku?" Batin Akira merasa heran sendiri sambil terus melihat Sela yang pergi dari sana.


Pak guru Roy juga sudah menyuruh Anet dan Kiko membawa siswa gemuk dari kelas lain itu pergi ke UKS hingga mereka kembali ketika olahraga sudah hampir dimulai saat itu.


Kini pak guru Roy menyuruh semua anak untuk berlari sebanyak sepuluh putaran dalam waktu yang sudah di tentukan jika ada yang bisa menyelesaikan latihannya paling cepat pak guru Roy akan memberikan hadiah spesial untuk pemenangnya tersebut.


Mendengar itu semua siswa sangat senang dan menjadi jauh lebih bersemangat, bukan hanya itu Sela juga langsung memebalalakkan matanya karena dia sudah tidak sabar untuk mengikuti olahraga lari sepuluh putaran itu, dia juga sangat penasaran hadiah apa yang akan di berikan oleh pak guru Roy kepada pemenangnya nanti.


"Pak....apa hadiahnya bisakah kau beritahu kami?" Teriak Sela menanyakan hadiahnya,


"Iya pak agar kami lebih semangat untuk memenangkan lombanya" tambah siswa lain yang juga sangat antusias,


"Ohhh ...tidak bisa ini akan menjadi sebuah hadiah spesial dan rahasia, sudah ayo berjajar pada posisi masing-masing dan bersiaplah untuk saling bersaing sekarang" ucap pak guru Roy yang tidak mau memberitahukan hadiahnya tersebut.


Semua anak segera mengambil posisi terbaik masing-masing begitu pula dengan Sela dia sengaja mengambil posisi di samping Akira gara tetap bisa memperhatikan seragamnya juga bisa memenangkan lomba ini dan mendapatkan hadiah spesial dari pak guru Roy tersebut.


"Aaahhh.... Apapun hasilnya aku harus memenangkan lomba ini, aku harus mendapatkan hadiahnya, dan menjaga di manusia yang meminjam pakaianku ini agar tidak merusaknya" batin Sela sambil menatap tajam kepada Akira yang ada di sampingnya saat itu.