
Seketika semua anak menjawabnya dengan patuh dan Sela kini hanya tinggal mengirimkan buku itu ke ruang guru tepatnya menaruh di meja milik pak guru Joy.
Disaat Sela sudah selesai mengumpulkan semua buku tugas sejarah milik teman-teman sekelasnya dia pun langsung saja bergegas untuk pergi ke ruang guru dan segera menyimpannya namun disaat Sela pergi Anet dan Kiko dengan cepat menyusulnya dan segera membantu Sela membawakan sebagian buku yang bertumpuk cukup tinggi di tangannya saat itu.
"Ee...ee..ehhh Sela tunggu kami...." Teriak Kiko sambil segera berlari menyusul dia.
Anet juga mengikuti dari belakang dan mereka segera membantu Sela membawakan buku itu sampai ke ruang guru dan bertemu dengan pak guru Joy juga ada pak guru Roy yang merupakan guru olahraga kesayangan Sela sebab dari sekian banyaknya guru di sekolah itu, hanya pak guru Roy yang dekat dengan Sela dan dia merasa nyaman saat bersama dengan pak guru Roy yang selalu memahami pemikiran dan perasaan Sela.
Selain itu pak guru Roy juga tidak pernah memarahi Sela ataupun membentak jika Sela melakukan kesalahan dalam ulangan esai olahraga, tetapi pak guru Roy justru menyemangati Sela untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam segala usaha bahkan dia juga sangat mendukung Sela dengan mimpinya untuk menjadi seorang atlet lari maraton.
Sehingga saat itu ketika bertemu dengannya mereka selalu saja bisa langsung bertegur sapa dengan sangat dekat satu sama lain.
"Wahhh.... Sela apa kau sudah berubah menjadi anak yang rajin aku senang melihatmu memakai rok, kau terlihat lebih cantik kali ini" ucap pak guru Roy memuji Sela.
Dia sangat senang mendapatkan pujian dari pak guru Roy dan langsung saja menaruh buku yang dia bawa ke meja pak guru Joy dengan kasar secepatnya.
"Aaahhh... Iya pak guru Roy, aku ingin berusaha menjadi lebih baik saja dan ingin mencoba sebuah hal baru" balas Sela sambil tersenyum cerah kepadanya.
Sedangkan disisi lain pak guru Joy yang ada di samping meja pak guru Roy dia terlihat cukup kesal karena Sela bisa bersikap baik dan lembut kepada pak guru Roy yang merupakan musuh dirinya sejak lama sebab selalu memperebutkan ibu Yuni di sekolah itu.
"CK.... Kau itu anak muridku kenapa kau bersikap baik pada guru olahraga sepertinya, dia itu hanya modal keren penampilannya saja otaknya belum tentu" ucap pak Joy begitu saja.
Tentu hal tersebut membuat pak guru Roy merasa sangat kesal dan geram di buatnya sehingga dia langsung saja hendak mendekati pak guru Joy dan mereka langsung saja berdebat satu sama lain saat itu tanpa henti hingga membuat Sela, Anet dan Kiko yang melihatnya menjadi pusing dan kebingungan sendiri.
"Apa kau bilang, siapa yang otaknya belum tentu aku adalah pemenang mendali emas dalam banyak kenyataan olah raga apa kau tidak tahu itu hah? Dasar manusia kuno!" Bentak pak guru Roy yang terpancing emosi saat itu.
Pak guru Joy juga tidak mau kalah sehingga mereka langsung bertengkar saling menjambak rambut dan mengajaknya satu sama lain, Sela yang melihat itu dia langsung saja merasa kaget dan dengan cepat menggebrak meja sambil berkacak pinggang dan membentak kedua gurunya sekaligus hingga mereka berdua segera berpisah dan berhenti bertengkar lagi.
"Aishh... Apa mereka ini beneran seorang guru, bagaimana bisa mereka malah bertengkar seperti anak kecil di hadapan muridnya aaahh ini membuat aku sangat jengkel" ucap Sela yang sudah sangat kesal dan masih berusaha menahan emosi saat itu.
Sedangkan disisi lain, Anet dan Kiko yang kebingungan mereka justru malah pergi untuk mencari ibu Yuni agar bisa membantu mereka memisahkan kedua guru pergi yang bertengkar di ruang guru tersebut, namun saat mereka hendak pergi Sela menahannya dengan cepat sebab dia merasa, bahwa dirinya masih bisa memisahkan mereka sendiri.
"Ahhh .. ini gawat ayo Kiko kita cari ibu Yuni saja dia pasti bisa menenangkan pak guru" ucap Anet saat itu,
"Tidak... Berhenti kalian berdua dan jangan pergi menemui ibu Yuni, aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri dengan tanganku ini" ucap Sela sambil menatap tajam ke arah kedua temannya saat itu.
Melihat wajah Sela dan tatapannya yang sangat yakin saat itu, Anet dan Kiko pun tidak berani membantahnya sebab mereka sendiri tahu apa yang bisa di lakukan oleh Sela ketika dia sudah marah dan terlihat begitu percaya diri dengan dirinya.
"Ba..ba..baiklah Sela kami serahkan padamu saja" ucap Kiko sambil menelan salivanya sendiri dengan susah payah.
Mereka langsung mundur beberapa langkah untuk menjauh dan menjaga jarak dari kedua guru dewasa yang bertengkar tanpa malu di hadapan mereka, hingga Sela mulai menarik nafas panjang dan dia mulai menaikkan sebelah tangannya ke belakang lalu mengangkat tangannya dan langsung saja menepuk meja dengan sangat keras sekuat tenaganya saat itu.
"Brakkk...." Suara meja yang di gebrak dengan sangat kuat oleh Sela hingga membuat beberapa barang yang ada di meja itu berjatuhan ke lantai.
Kedua guru yang bertengkar langsung tersentak kaget dan mereka refleks memisahkan diri mereka sendiri sambil menatap tajam tajam dan terbelalak ke hadapan Sela saat itu.
Dengan nafas mereka yang menderu mereka langsung mengehentikan tingkahnya yang sangat kekanak-kanakan saat itu dan saat mereka menatap Sela, dengan cepat Sela membentaknya sangat keras.
"Apa hah? Kalian mau bertengkar lagi sekarang, apa kalian tidak malu dimana kalian berada saat ini dan ada siapa disini, aishh... Wajah kalian berdua ini sangat menyebalkan dan rasanya aku ingin menggaruk wajah kalian berdua dengan kedua tanganku aaaahh bagaimana bisa aku memiliki guru seperti ini benar-benar sangat membuatku emosi, kalian ini ooohhh!" Bentak Sela dengan emosi saat itu.
Ketika sudah mendengar ucapan dari Sela seketika mereka pun akhirnya tersadar dengan apa yang sudah mereka perbuat dan langsung saja menjauh satu sama lain, terlihat pak guru Joy yang mulai kembali duduk ke kursinya dan dia juga terlihat membereskan beberapa barang-barang miliknya yang jatuh berserakan ke bawah saat itu.
"Aaahhh... Dia benar, kita seorang guru dan ada siswa di hadapan kita aku sudah salah dalam menjadi guru ini sangat memalukan, jangan katakan kejadian ini pada siapapun dan anggap saja kau tidak pernah melihat kejadian barusan, apa kau mengerti?" Ucap pak guru Joy kepadaku,
Seketika ketika mendengar ucapan dari pak guru Joy yang sangat takut Sela akan mengatakan kejadian barusan kepada orang lain dia langsung saja memiliki sebuah ide yang cemerlang dalam kepalanya saat itu.
"Eumm... Aku tidak akan janji apakah aku akan bisa menjaga rahasia ini atau tidak" balas Sela yang mulai berulah.
Anet dan Kiko langsung saja menghampiri Sela dan menyuruh dia untuk menurut kepada pak guru Joy saat itu, tetapi Sela sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari kedua temannya, Sela sudah tidak memperdulikan apapun lagi dan dia memiliki cara juga ide sendiri di dalam kepalanya saat itu.
"Syutt.... Sela apa yang kau katakan kau harus menghormati semua guru kau tidak boleh berbicara seperti itu kepada pak guru Joy, ayo minta maaf dan katakan bahwa kamu tidak akan membocorkan rahasia kejadian saat ini" ucap Anet berbisik pelan kepada Sela,
"Anet tenang saja aku punya cara yang lebih baik untuk membuat aku untung dan dia juga aman, tenang saja ayo mundur ke belakang oke" ucap Sela sambil memegangi kedua pundak Anet untuk meyakinkannya saat itu.
Anet sebenarnya merasa cemas dengan Sela tapi dia sendiri juga sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi kepada Sela sebab Sela sendiri sudah berbicara kepadanya dan membuat keputusan seperti itu sehingga Anet hanya bisa menatap Sela dengan penuh kecemasan karena dia tahu orang seperti apa pak guru Joy itu.
"Sela, kau harus mendengarkan sahabatmu apa kau mau membangkang lagi kepada bapak hah? Kau mau aku berikan hukuman kepadamu?" Bentak pak guru Joy dengan keras dan membelalakkan matanya menatap tajam kepada Sela saat itu.
Sekarang Sela sama sekali tidak merasa takut dengan pak guru Joy dan dia sama sekali tidak merasa cemas dengan apapun, sehingga dia hanya bersikap santai saja di tambah saat itu ada pak guru Roy yang Sela tahu bahwa pak guru Roy jelas akan memihak dirinya.
"Hey... Jangan berani-beraninya kau membentak anak murid kesayanganku atau kau akan berhadapan denganku, ingat itu!" Ucap pak guru Roy yang membela Sela dengan dirinya sendiri.
Sela benar-benar merasa senang ketika ada orang yang bisa membela dirinya dan berpihak sepenuhnya kepada dia, karena selama ini dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di bela dan di perduli kan oleh orang lain yang ada di sekitarnya selama ini.
"Kau... Apa kau akan membiarkan anak nakal itu memberitahu semua orang apa yang baru saja terjadi kepada kita hah? Apa kau sungguh seorang guru?" Ucap pak guru Joy yang sudah menaikkan lagi nada bicaranya,
"Justru karena aku seorang guru aku sama sekali tidak ingin mendidik muridku dengan keras aku ingin mereka semua bisa bersekolah dengan nyaman dan bahagia, karena seperti itulah seharusnya masa sekolah mereka nikmati bukan menerima banyak hukuman dan membuat masa SMA mereka mengerikan sepertimu" balas pak guru Roy membalikkan ucapan dari pak guru Joy saat itu.
Seketika pak guru Joy yang kalah berdebat dengan pak guru Roy dia pun langsung terdiam dengan mengeratkan giginya yang sangat kesal juga menahan emosi sekuat tenagan dan mengepalkan kedua lengannya.
Sampai akhirnya Sela mulai angkat bicara dan dia berusaha menenangkan pak guru Roy yang sudah memihak dia dan membantu dia di hadapan pak guru Joy yang sangat menyebalkan untuknya.
"Aahh... Sudahlah pak guru Roy kau memang guru yang dicintai semua murid, bulan hanya karena wajah tampan dan tubuhmu yang bugar tetapi kau juga guru yang paling baik hati dan mengerti kami semua terutama denganku, aku sangat menyukaimu terimakasih karena kau selalu baik aku akan dengan senang hati menjaga rahasia ini untukmu bahkan tanpa kau minta untuk aku merahasiakannya, tetapi...." Ucap Sela sambil memalingkan pandangan melirik pelan dengan ujung matanya ke arah pak guru Joy saat itu,
"Tapi apa hah?" Bentak pak guru Joy yang membentak Sela dengan keras,
"Tapi aku tidak bisa menjamin semua itu untukmu pak guru Joy, karena kau terlalu sering menyulitkan aku sejak aku pertama kali masuk ke sekolah ini, kau melarang aku memakai celana hingga aku harus memakai rok seperti ini, kau selalu membentak dan memarahi aku bahkan memberikan aku banyak hukuman yang berat kau juga sering sekali mem*kul p*ntatku dengan tongkat panjangmu hingga aku kesakitan saat aku terduduk dan aku tidak bisa memahami pelajaran dengan serius, kau sangat membuat hatiku terluka dan itu cukup dalam, kau sama sekali tidak pernah memahami aku dan tidak pernah mau mendengarkan penjelasan dan alasan kenapa aku bisa terlambat dan melakukan semua kesalahan itu, jadi aku rasa aku juga tidak bisa berbuat baik kepadamu, kau juga tidak pernah baik kepadaku bukan pak guru Joy yang terhormat?" Balas Sela kepadanya dengan wajah yang terlihat tenang dan santai.
Mendengar ucapan itu dari Sela tentu saja pak guru Joy sangat kesal dan dia langsung saja membentak Sela lagi lebih keras dari sebelumnya dan dia tidak bisa menahan emosi di dalam dirinya lagi.
"Sela... Kau benar-benar membuat aku kehilangan banyak kesabaran, apa yang sebenarnya kau inginkan agar kau mau menutup mulut sialanmu itu!" Bentak pak guru yang akhirnya memahami apa yang dimaksud oleh Sela sebenarnya.
Sela pun langsung saja tersenyum kecil meski wajahnya terlihat sedikit menyedihkan saat itu, dia sengaja memasang wajah seperti itu untuk mempermainkan pak guru Joy dan dengan sengaja agar dia merasa jengkel dengan tingkahnya.
"Heummm...pak guru Joy aku sebenarnya tidak ingin apapun sebab aku sudah berniat berubah menjadi anak yang baik sekarang, tapi karena kamu yang menanyakannya aku tentu harus membuat sesuatu kesepakatan denganmu" balas Sela sengaja berbicara dengan pelan dan lambat saat itu,
"Jangan banyak bicara lagi, sudah cepat katakan apa yang kau inginkan dasar bocah tengik!" Ucap pak guru Joy yang terlihat sudah sangat jengkel menghadapi Sela saat itu.
Kiko dan Anet yang berada di luar ruang guru mereka berdua terus menahan tawa satu sama lain karena melihat Sela yang begitu berani melawan seseorang seperti pak guru Joy yang kejam dan keras, bahkan itu untuk pertama kalinya mereka melihat Sela bersikap so manis seperti itu dan membuat pak guru Joy merasa jengkel terhadapnya tanpa bisa melakukan apapun atau memberikan dia hukuman apapun.
"Heuu..eummmm....karena Sela sedang baik hati hari ini, Sela tidak mau minta apapun kepadamu pak guru, Sela hanya ingin kau berhenti memberikan hukuman yang keras kepadaku ketika aku tidak bisa menjawab pertanyaan darimu, dan ini aku tidak ingin membawakan semua buku murid ke kantormu lagi, aku lelah karena harus menjadi murid teladan sekarang jadi kau sebaiknya mencari siswa lain yang bisa melakukan tugas ini atau kau bisa melakukanya sendiri pak" balas Sela dengan memasang wajah sok imut di depan pak guru Joy saat itu.
Pak guru Joy terlihat semakin mengerutkan kedua alisnya hingga hampir menyatu, dan dia mengepalkan kedua tangannya sangat kuat juga wajahnya yang semakin memerah menahan amarah dengan kuat, hingga akhirnya dia menghembuskan nafas dengan kasar dan mulai kembali mengangkat kepalanya sambil menatap tajam kepada Sela saat itu.
"Huuhh.... Baiklah kau bisa melakukan semua yang kau katakan barusan dan aku tidak akan memaksamu untuk menjawab pertanyaanku juga kau tidak perlu lagi membawakan buku tugas ke kantorku, sudah sana pergi dari sini aku sangat benci melihat wajahmu aishh.....menjengkelkan sekali!" Ucap pak guru Joy sambil mengacak rambut belakang kepalanya dengan kasar.