
"Aaahhh.." ucap Sela yang kebingungan sendiri dan dia tidak bisa melakukan apapun saat Akira tiba-tiba menarik tangannya dan memeluk dia dengan erat sekali saat itu, bahkan untuk bicara saja Sela rasanya sangat gugup hanya bisa merasakan detak jantungnya yang terus berdetak kencang saat itu.
Selain itu Sela juga mulai bertanya kepada Akira dan memintanya agar segera melepaskan dirinya saat itu.
"AA...AA.. Akira lepaskan aku, kenapa kau malah memelukku aku begini?" Ucap Sela dengan perasaannya yang masih gugup sekali saat itu.
"Maafkan aku Sela aku tahu aku salah karena sudah berpikiran macam-macam kepadamu sebelumnya, aku sangat menyukaimu aku memperdulikan kamu dan aku mencemaskanmu itulah kenapa aku sampai berperasangka seperti itu kepadamu." Ucap Akira sambil segera melepaskan pelukannya dari Sela.
Sela sangat kaget mendapatkan pengakuan cinta dari Akira dengan cara seperti itu yang tidak pernah dia duga sedikit pun sebelumnya, sehingga dia hanya bisa menatap dengan menaikkan kedua alisnya bersamaan dan membelalakkan matanya dengan sangat lebar menatap bingung dan kaget kepada Akira saat itu.
"Ahh? Apa kamu bilang barusan?" Tanya Sela lagi menanyakannya untuk memastikan.
"Tidak kah kamu mengenali aku Sela, apa kamu tidak ingat denganku, apa kamu tidak merasa pernah bertemu denganku sebelumnya?" Ucap Akira bertanya kepada Sela saat itu.
Sedangkan Sela sendiri merasa heran dan kebingungan sendiri dengan apa yang dikatakan oleh Akira kepadanya saat itu, Sela hanya terperangah kebingungan dan menatap dengan heran dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan yang dikatakan oleh Akira kepadanya sedangkan Sela sama sekali tidak mengingat apapun sebab yang dia rasa dia hanya baru bertemu dengan Akira saat Akira pindah dan sekolah di tempat dia bersekolah saja.
"Tidak aku baru mengenalimu sejak di sekolah, memangnya kau merasa pernah bertemu denganku sebelumnya?" Tanya Sela kepada dia yang membalikkan pertanyaannya.
Akira merasa sangat lega dan tenang, setidaknya rahasia itu akan aman dan dia merasa bahwa Sela tidak akan mengenali sosok dia yang dulu pernah meninggalkan Sela tanpa kabar begitu saja demi kepentingan dirinya sendiri dan keputusan kedua orangtuanya saat itu.
"Ohh..tidak aku hanya merasa wajahmu seperti tidak familiar untukku, jadi... bagaimana apa kamu mau menjadi kekasihku, kau perlu tahu aku belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya jadi maaf jika cara aku mengungkapkannya sangat aneh dan jauh dari kata romantis kepadamu." Ucap Akira kepada Sela saat itu.
Sela sendiri hanya bisa merasa gugup tidak menentu, karena sebenarnya dia juga sadar bahwa dia menyukai Akira tetapi dia hanya bingung bagaimana cara mengatakannya dan cara menjawab Akira saat ini.
"A..aku..aku mau," ucap Sela kepadanya sambil mengangguk dan menahan senyum saat itu.
Akira begitu senang dan dia langsung saja memeluk Sela dengan sangat erat, saking senang dan bahagianya mendapatkan jawaban seperti itu dari Sela dan dia terus saja merasa senang begitu pula dengan Sela yang sudah berani membalas pelukan dari Akira saat itu.
"Ja..jadi apakah kita resmi menjadi kekasih sekarang?" Tanya Sela kepada Akira untuk memastikan.
"Iya..tentu saja dan karena kau sudah menjadi pacarku kau harus mendengarkan aku mulai sekarang," ucap Akira kepada Sela.
Sela yang tidak biasa di kekang, tentu saja dia tidak mau mendapatkan pengaturan seperti itu dari Akira dan tentu saja dengan cepat Sela melawannya juga tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh Akira saat itu.
"Hah? Aturan darimana itu, kita hanya pasangan kekasih aku bukan anakmu yang harus menuruti semua ucapanmu bukan, aku tidak bisa di kekang begini Akira," balas Sela kepadanya.
"Aku tidak mengekangmu, aku hanya tidak senang jika kekasihku malah tidur di rumah pria lain, dan kau seharusnya tidur di rumah pacarmu bukan pria lain apapun alasannya." Balas Akira dengan menunjukkan wajah cemburunya saat itu.
Sela langsung saja tersenyum lebar ketika mendengar ucapan dari Akira saat itu, dia baru saja mengerti jika ternyata apa yang dimaksud oleh Akira dia tengah merasakan cemburu kepadanya dan wajahnya saat berkata untuk melarang Sela menginap di rumah Jeromi sangatlah lucu sekali di mata Sela, dia juga masih belum menyangka bahwa dirinya bisa memiliki pacar dan orang itu justru adalah Akira orang yang dia benci dan sering kali membuat dia kesal serta naik pitam selama ini, tapi sejujurnya di lubuk hati Sela yang paling dalam dia juga sering merasa cemburu dan kesal tiap kali melihat banyak hadiah dari para wanita tidak jelas di meja Akira sehingga dia sering memakan makanan itu dan membuang hadiahnya sembarangan dengan Kiko dan Anet secara diam-diam di belakang Akira selama ini.
Sela memang sangat baik menyembunyikan perasaan sukanya untuk Akira sedangkan Akira sendiri tidak bisa menyembunyikan hal itu dengan rapat sebab dia sudah menyukai Sela sejak dia kecil, bahkan ketika pertama kali masuk ke dalam kelas dan melihat wajah Sela dia sudah mencurigai bahwa wanita itu adalah Sela sampai dia benar-benar mencari tahu dan sudah mendapatkan jawabannya sendiri.
Sedangkan Sela mulai menyukai Akira sejak dia tidak sengaja berciuman bibi dengan Akira malam itu termasuk ketika dia mulai tinggal di rumah Akira untuk pertama kalinya.
Momen-momen itulah yang membuat Sela mulai menyadari perasaan sukanya kepada Akira dan di mulai momen itu juga Sela merasakan ada getaran cinta pada Akira di dalam hatinya yang tidak bisa dia kendalikan.
Kini Sela terus saja menatap dengan lekat sambil mulai menggoda Akira saat itu, karena dia sudah sangat gemas melihat wajah Akira yang menatap penuh kecemburuan kepadanya saat itu.
"Tidak...aku akan tetap tinggal di rumah kak Jeromi malam ini, lagian aku sudah berjanji kepadanya aku harus menepati janjiku." Ucap Sela sengaja ingin melihat reaksi apa yang akan di berikan oleh Akira kepadanya jika dia tetap ingin pergi ke rumah kak Jeromi saat itu.
Akira yang mendengar Sela tidak menuruti perkataan darinya, dia langsung saja kembali duduk di sofa dan mulai mengerjakan tugasnya lagi dengan wajah yang menatap tajam kepada Sela saat itu, dia terus saja merasa kesal sekali tadi mungkin saat itu Akira tidak bisa melampiaskannya kepada Sela.
"Aishh.....ya sudah jika kau mau tinggal disana, sana pergi saja sekarang tidak perlu belajar lagi denganku. Aku tidak akan memperdulikan dirimu lagi!" Balas Akira sambil memalingkan pandangan dari Sela.
Dan saat itu Sela justru tidak bisa menahan tawanya ketika melihat wajah Akira yang benar-benar di tekuk dengan kuat dan dia terlihat sangat kesal juga kacau saat itu, dia terus cemberut saja dalam beberapa saat.
Akira mulai merasa kesal dia yang sudah berusaha keras menahan diri untuk tidak melampiaskan kekesalan di dalam dirinya, kini dia justru malah dipancing oleh Sela dengan cara seperti itu dan malah dikerjain begitu, tentu saja Akira sudah tidak bisa bersabar lagi, dia sudah tidak bisa tetap diam lagi dalam menghadapi Sela yang sudah menguji kesabarannya saat itu.
"Kau sengaja mengerjai aku dan menguji kesabaranku ya?" Ucap Akira sambil terus mendekati Sela dan mulai mendesak tubuhnya lagi dan lagi semakin dekat hingga Sela terus berjalan mundur dan dia sampai terjatuh ke sofa yang ada di belakangnya saat itu.
"AA..AA..ahhh....Akira aku hanya bercanda saja aku tidak benar-benar berpikir kau akan seperti ini padaku, sudahlah ayo kita belajar saja setelah itu aku akan katakan pada Vivi dan kak Jeromi bahwa aku tidak akan tinggal di rumah mereka lagi," ucap Sela kepada Akira dan menahan tubuhnya agar dia tidak terus mendesak dia saat itu.
"Eumm...begitu ya jadi kau masih mau menemui pria itu, bagus...bagus sekali kau benar-benar membuat aku naik pitam sekarang." Ucap Akira yang benar-benar tidak di mengerti oleh Sela.
Hingga Akira tiba-tiba saja langsung menggelitik Sela dengan cepat dan tanpa henti dalam waktu yang cukup lama saat itu, sampai membuat Sela tidak bisa berhenti tertawa dengan keras dan terus saja menggelegar dengan kuat saat itu, dia terus tertawa dengan sangat lebar karena Akira yang terus saja menggelitik tubuhnya meski dia sudah meminta mapun kepadanya hingga tubuh Sela sudah merasa lemas dan lelah terus tertawa tanpa henti saat itu.
"AA..ahahaha..Akira hentikan..hei..hentikan ahaha..apa yang ahah..kau lakukan Akira ini sangat geli...cepat hentikan!" Ucap Sela terus berusaha untuk membuat Akira berhenti menggelitik dirinya saat itu.
Hingga akhirnya Akira juga merasa lelah dan dia segera menghentikan tingkah kekanak-kanakan nya itu, mereka kembali belajar bersama dan Akira membuatkan minum untuk Sela yang begitu serius dalam mengerjakan soal di hadapannya, dia sudah sangat bekerja keras sejak sore hingga malam seperti ini dan Akira pun mengajaknya untuk istirahat dahulu dan berjalan-jalan sejenak karena Sela sudah terlihat sangat lelah dan kesal dalam mengerjakan soalnya tersebut.
"Aaahh..ini sangat menyebalkan kenapa banyak sekali pelajaran yang harus aku ulang, kepalaku sudah hampir meledak karenanya" gerutu Sela sambil memijat keningnya sendiri yang sudah terasa sangat pusing.
Akira menghampirinya dan mulai memberikan kelonggaran kepada Sela agar dia tidak terus terpatuh pada pembelajaran yang ada di hadapannya selama berjam-jam lamanya.
"Sudah kalau kau lelah istirahat saja dulu lagi pula masih ada cukup waktu untuk mengulang semua pelajaran itu, ujiannya masih beberapa hari lagi bukan?" Ujar Akira kepada Sela yang langsung saja di balas anggukkan olehnya.
Hingga Sela mulai teringat dengan Vivi saat itu dia sudah terlanjur berjanji kepada Vivi gadis kecil yang manis itu untuk pulang lebih awal ke rumahnya.
"Ohh...Akira aku harus pergi ke rumah kak Jeromi, aku harus memberitahu masalah aku yang tidak akan tinggal disana sekalian aku juga harus membawa koperku yang masih ada disana," ucap Sela kepada Akira sambil segera bergegas mengambil tas sekolah milik ya dan hendak pergi dengan cepat saat itu.
Namun Akira langsung mengikutinya dari belakang dan dia berniat untuk ikut pergi dengan Sela supaya berjaga-jaga.
"Ehh..kau mau kemana kenapa ikut keluar denganku?" Tanya Sela saat tengah mengenakan sepatunya di depan pintu.
"Tentu saja mengantarmu, memang ya apa lagi?" Balas Akira kepada Sela saat itu.
Dia juga membantu Sela untuk mengikat talit sepatunya dan hal itu sungguh membuat Sela merasa senang sebab itu adalah pertama kalinya ada orang yang mau memperhatikan dia bahkan hanya untuk sebuah hal kecil seperti itu, jadi tentu saja Sela akan merasa lemah jika Akira sudah memperlakukan dia dengan sebaik dan selembut itu, yang membedakan antara Akira dengan para pria lainnya yang kebanyakan mengatakan sayang tapi kurang dalam pembuktiannya di dunia nyata dalam kehidupan.
Sedangkan Akira sendiri dia memang jutek, terlihat cuek dan sulit di dekati semua orang, dia pendiam dan tidak suka keramaian namun justru malah orang aneh seperti Akira ini yang bisa memahami sosok Sela dan Sela merasa nyaman setiap kali berada di sampingnya selama ini.
Sela tersenyum senang karena Akira berinisiatif untuk mengantar dia pergi ke rumah kak Jeromi bahkan Akira mengeluarkan sepedanya dan mengajak Sela untuk duduk di belakang saat itu, padahal sebelumnya Akira seperti sangat membenci Sela bahkan begitu enggan mengijinkan Sela untuk sekedar menyentuh sepeda kesayangannya tersebut.
Namun kini justru malah Akira sendiri yang mempersilahkan Sela untuk duduk di boncengannya saat itu, Sela benar-benar merasa seperti wanita yang sangat beruntung karena dia tahu hanya dia sendiri yang bisa duduk di jok belakang sepeda milik Akira ini dan hanya dia juga yang mengetahui sikap Akira yang sebenarnya ketika di belakang orang-orang.
Dan itu sangat menggemaskan bagi Sela, setiap kali Akira marah tidak jelas karena cemburu kepadanya juga setiap kali Akira memperlakukan dia dengan baik dan lembut, apalagi disaat Akira mulai bicara dengan baik-baik dan lembut kepadanya, sangat jauh berbeda dengan apa yang ada pada Akira yang hanya dia kenal sebagai manusia menjengkelkan sebelumnya.
"Ayo duduk dan berpegangan yang erat," ucap Akira kepada Sela.
Sedangkan Sela yang masih merasa malu-malu dia hanya berpegangan sewajarnya saja dengan memegangi pakaian Akira saat itu, sampai Akira sendiri yang menarik kedua tangan Sela dan melingkarkan kedua tangan itu di pinggangnya saat itu, sambil keduanya yang tersenyum kecil menahan diri yang sama-sama malu merasakan hal seperti ini.
"Aaahhh....aku bisa mati karena begitu senang di perhatikan olehnya seperti ini, mana dia malah menjadi sangat peka lagi, aaahhhh.. kenapa Akira menjadi idaman para wanita begini." Batin Sela terus saja malah merasa minder sendiri.
Hingga sesampainya di kediaman Jeromi nampak saat itu Jeromi menatap kaget dan membuka matanya dengan heran saat membuka pintu malah menemukan Sela datang dengan seorang pria yang tidak dia kenali saat itu.
"Ehh...Sela kenapa kamu kembali dengan pria ini, siapa dia?" Tanya kak Jeromi menatap heran pada Akira saat itu.
Saat Sela hendak menjawab dan menjelaskannya tentang Akira kepada dia, Akira dengan penuh keberanian dan sangat percaya diri, dia langsung menarik tangan kak Jeromi dan memperkenalkan dirinya secara langsung kepada dia saat itu juga.
"Kenalkan, aku Akira pacarnya Sela, kita juga pernah bertemu sebelumnya." Ucap Akira kepada Jeromi yang membuat Jeromi langsung saja terperangah kaget mendengar pria di hadapannya mengaku sebagai pacar Sela secara langsung seperti itu.