Love In High School

Love In High School
Berangkat sekolah



Rumah Zahra


"Sayang bangun udah pagi." Ucap mama Zahra sambil menarik selimut Zahra.


"Iya mah." Kata Zahra sambil mengucek matanya.


"Udah sana buruan mandi nanti terlambat. Sarapanya juga udah mama siapin di meja makan." Ucap mama Zahra sambil mengelus kepala Zahra.


"Iya ma." Ucap Zahra.


Sehabis mandi


Zahra dan mamanya sedang sarapan di meja makan. Setelah selesai makan Zahra pamit untuk berangkat ke sekolah.


"Ma Zahra berangkat dulu ya." Ucap Zahra sambil mencium tangan mamanya.


"Eh itu kok jamur crispy nya dibawa?" Tanya mama Zahra kebingungan.


"Ini mau Zahra jual di sekolahan ma." Jawab Zahra.


"Emangnya kamu nggak malu nak kalau sekolah sambil jualan?" Tanya mama Zahra.


"Gak kok ma, kenapa Zahra harus malu?" Jawab Zahra sambil tersenyum.


"Hmm." Mama Zahra tersenyum.


"Yaudah hati-hati ya nak." Ucap mama Zahra.


Rumah Farel


"Den bangun den nanti terlambat masuk sekolah." Ucap pembantu (bibi) Farel sambil mengetuk pintu kamar Farel.


"Apa apaan sih pagi-pagi buta gini udah disuruh bangun." Tukas Farel sambil marah-marah dan mungucek mata.


Farel mandi, dan langsung ke meja makan untuk makan bersama papa mamanya.


"Ma kenapa sih bibi suruh bangunin Farel pagi banget, kan Farel masih ngantuk." Tanya Farel ke mama nya dengan muka kesal.


"Kan kamu harus sekolah, nanti kalau terlambat gimana?" Jawab mama Farel sambil mengambilkan roti untuk Farel.


"Ya gak apa-apa lah ma, kan Farel yang punya sekolahnya." Ucap Farel sambil tertawa nakal.


"Gak boleh gitu dong nak, walaupun itu sekolah kamu sendiri kamu tetap harus mematuhi aturan sekolah dong." Ucap mama Farel sambil mengelus kepala Farel.


"Iya ma." Jawab Farel kesal.


"Yaudah sana berangkat nanti terlambat." Ucap mama Farel sambil memberikan uang jajan.


"Iya ma." Jawab Farel sambil mencium tangan mama papa nya.


"Eh nak Farel, mau ngajak den Ricky ke sekolah bareng ya?" Ucap pembantu Ricky.


"Iya bi." Ucap Farel sambil tersenyum.


"Yaudah masuk dulu nak bibi panggilkan den Ricky." Ucap bibi sambil menyuruh Farel masuk dan memanggilkan Ricky.


Beberapa menit kemudian Ricky pun datang menghampiri Farel.


"Hey bro, udah lama nunggunya ya?" Ucap Ricky cengengesan.


"Iyalah pake nanya lagi." Jawab Farel kesal.


"Iya iya, yaudah ayo berangkat." Ucap Ricky sambil tersenyum.


Saat perjalanan menuju ke rumah Gavriel, Tiba-tiba...


BUUGGHH!!


Mobil Farel hampir menabrak perempuan, yang ternyata itu adalah Zahra. Tetapi mereka belum saling kenal.


" Eh lo itu kalo jalan pake mata gobl*k." Ucap Farel sambil turun dari mobil dan menghampiri Zahra.


"Orang lo yang salah kok malah nyalahin gue." Ucap Zahra sambil mendorong Farel.


"Utung dagangan gue gak rusak!" Seru Zahra.


"Dagangan lo itu gak semahal mobil gue tau gak!!" Bentak Farel.


"Kalau mobil gue lecet gimana? apa kamu punya uang buat ganti rugi?" Tanya sambil tertawa nakal.


"Eh lo kok sombong banget sih, paling juga mobil itu yang beliin orang tua lo! gitu aja bangga!." Tukas Zahra.


"Terserah gue lah mau yang beliin nenek gue, kakek gue, yang penting punya, dari pada lo udah cupu dan kelihatan miskin! eh apa jangan-jangan kamu miskin beneran." Ejek Farel sambil tertawa terbahak-bahak.


"Lo itu manusia apa bukan sih, udah salah gak mau minta maaf malah ngejelekin gue kayak gini." Ucap Zahra kesal.


"Hah? minta maaf sama lo? ogah!!" Jawab Farel menekankan kata ogah di telinga Zahra.


"Udah lah Rel gak usah ngurusin perempuan cupu dan gak jelas kaya dia! Buang-buang waktu aja!" Kata Ricky sambil menarik Farel untuk masuk ke mobil.


"Eh cupu awas lo ya!" Ucap Farel sambil menunjuk Zahra.


"Udah gila ya tu orang, dia yang nabrak kok dia yang marah-marah." Batin Zahra.


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. Zahra berangkat ke sekolah, sedangkan Farel dan Ricky kerumah Gavriel untuk mengajak dia pergi kesekolah bersama.