
Beberapa menit kemudian Zahra pun sampai di SMA Nusa Bangsa. Zahra kagum melihat sekolahnya yang begitu besar.
"Wah sekolahnya besar banget, kalau kayak gini aku bakal kesusahan untuk mencari ruang kepala sekolah" Batin Zahra kebingungan.
"Apa aku tanya siswa yang ada disini ya? tapi siapa yang mau menolong aku, aku aja cupu dan gak punya apa-apa, pasti mereka gak mau berteman sama aku." Batin Zahra dan berharap ada yang mau menolongnya.
Beberapa menit kemudian ada seorang cewek cantik yang menghampiri Zahra.
"Hai kamu siswa baru disini ya?" Tanya perempuan itu.
"I- iya" Jawab Zahra gagap.
"Kamu mau ke ruang kepala sekolah ya?" Tanya perempuan itu.
"Iya" Jawab Zahra.
"Ka-kamu bisa ngasih tau aku gak dimana ruang kepala sekolah?" Tanya Zahra ketakutan.
"Bisaa kalau perlu aku anterin." Jawab perempuan itu sambil tersenyum.
"Kamu gak perlu takut sama aku, aku ini anak yang baik kok hehe." Kata perempuan itu sambil tersenyum dan merangkul Zahra.
"Makasih ya kamu udah mau nganterin aku." Ucap Zahra sambil tersenyum.
"Oh iya kenalin nama aku Alissia Zahra, kamu bisa panggil aku Zahra." Ucap Zahra sambil mengulurkan tangan.
"Nama aku Miselia Anastasya, panggil aja Misel." Jawab Misel sambil menerima uluran tangan dari Zahra.
"Yaudah ayo aku anterin ke ruang kepala sekolah." Ajak Misel sambil menarik tangan Zahra.
Sesampainya diruang kepala sekolah Misel pun meninggalkan Zahra, karena bel masuk sebentar lagi berbunyi.
"Itu ruang kepala sekolahnya, aku duluan ya soalnya sebentar lagi masuk kelas." Ujar Misel sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang kepala sekolah.
"Makasih ya Sel kamu udah nganterin aku ke ruang kepala sekolah, kalau gak ada kamu aku pasti nyarinya sampe besok lusa baru ketemu." Ucap Zahra sambil tertawa.
"Iya sama-sama." Jawab Misel sambil tersenyum.
"Gak apa-apa kok gue kan bukan anak kecil hehe." Jawab Zahra sambil tersenyum.
"Aku berharap kita bisa satu kelas ya." Pinta Misel.
"Aku juga berharap begitu, pasti aku senang sekali kalau bisa satu kelas dengan orang sebaik kamu." Jawab Zahra sambil tersenyum.
"Kamu jangan puji aku kaya gitu deh, nanti kalau aku terbang gimana wkwk." Gurau Misel sambil tertawa malu.
"Selain baik ternyata kamu lucu juga ya." Puji Zahra sambil tersenyum.
"Yaudah aku pergi ke kelas dulu ya bye." Ucap Misel sambil melambaikan tangan ke Zahra.
"Bye, sampai ketemu lagi ya." Ucap Zahra membalas lambaian tangan.
"Beruntung banget aku ketemu sama Misel." Batin Zahra.
Setelah itu Zahra pun masuk ke ruang kepala sekolah.
"Assalamualaikum." Ucap Zahra sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam, silahkan masuk nak." Jawab bapak kepala sekolah.
"Hai pak perkenalkan nama saya Alisia Zahra, saya adalah siswa yang mendapatkan beasiswa pak." Ujar Zahra.
"Iya, sebentar lagi bapak akan mengantarkamu ke kelas ya." Ucap bapak kepala sekolah.
"Jarang sekali ada siswa di sekolah ini yang sopan kayak kamu." Ucap bapak kepala sekolah sambil tersenyum.
"Ah bapak bisa aja." Jawab Zahra tersenyum malu.
Bel masuk telah berbunyi Zahra diajak bapak kepala sekolah untuk ke kelas Zahra dan memperkenal kan Zahra kepada siswa-siswa yang lain.
Apakah Zahra dan Misel akan satu kelas??
Tunggu kelanjutanya ya😙.
Jangan lupa di like, biar author tambah semangat❤.