
Hari-hari berlalu kini honeymoon pun tiba. Sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu jika Selena dan Felix akan berbulan madu di resort milik Tuan Yamada.
Selena tengah asyik menikmati pemandangan dan udara segar di balkon kamarnya dengan mengenakan dress bertali spaghetty di kedua sisi pundaknya.
Tiba-tiba sebuah tangan kokoh menyentuh pinggangnya yang perlahan melingkari perut rampingnya.
Seolah tahu siapa yang datang, wanita cantik itupun tersenyum manis menampakkan deretan giginya.
“Kau senang sayang?” Tanya Felix menghirup tengkuk wanitanya dalam-dalam.
“Yah, aku tidak pernah berfikir hubungan kita sampai ke jenjang sejauh ini. Kau tau hubby? Dulu aku pernah bermimpi menikah dengan seorang laki-laki yang cintanya lebih besar dariku” ucap Selena dengan tatapan terpaku ke arah deburan ombak tepi pantai.
“Oh ya? Lalu apa kau berfikir bahwa pria di masa lalu mu lah orangnya?” Tanya Felix sedikit memancing.
Sejenak ia diam, lalu menghembuskan nafasnya kasar.
“Hmm.. bahkan aku tidak menyangka buah dari mimpiku adalah sebuah pengkhianatan yang paling aku benci” jawab wanita itu menatap getir nasibnya dahulu.
Felix pun merasa bersalah karena mengingatkan hal buruk di masa lalu wanitanya.
“Bukankah mimpi mu sekarang telah terkabul sayang?” Tanya Felix menggenggam erat jemari lentik istri cantiknya.
“Ya, dan aku rasa mimpi ku tak cukup sampai disitu. Aku ingin mempunyai seorang malaikat kecil yang kelak akan menghiasi hari-hari kita dengan celoteh riangnya” jawab Selena seraya membayangkan betapa lengkapnya bahagia rumah tangga mereka nanti ketika mendengar suara tangis dan tawa putra putri mereka.
“Kenapa hanya satu? Kita pasti bisa mencetaknya lebih dari satu! Bahkan sebanyak apapun yang kau inginkan” balas Felix dengan mata penuh binar.
“Ck! Kau pikir aku kucing sekali beranak dapat tujuh?!” Decak Selena tak mengerti.
Seketika tawa Felix pecah dengan ucapan konyol istrinya. Apa dia bilang? Kucing? Bahkan Selena adalah makhluk yang imut dan cantiknya melebihi kucing menurutnya.
“Tak apa, kita akan segera membuatnya” ucap Felix dengan seringai penuh licik. Sementara Selena hanya acuh karena dirinya tahu kemana arah pembicaraan suaminya.
Felix yang tak mau menunda-nunda pun segera mengangkat tubuh sexy Selena masuk ke dalam kamar yang ada di dalam resort nya.
Mereka berdua benar-benar memanfaatkan waktu honeymoon mereka selama berada di negara sakura. Rencananya Felix akan honeymoon selama dua minggu lamanya sebelum kembali berkutat pada aktifitas padatnya di kantor.
Sementara di kediaman Tuan Yamada,
Keiko baru saja mendapatkan teror dari seseorang yang tak dikenal bahkan masih di cari keberadaannya.
Teror itu berisi paket yang di dalamnya terdapat boneka berlumuran darah pekat asli. Hal ini cukup mengguncang diri Keiko, namun wanita itu berusaha melawan rasa khawatirnya. Beruntung Tuan Yamada selalu memberinya dukungan.
“Lain kali jangan terima paket yang tidak ada pengirimnya, jika itu terjadi lagi langsung buang atau bakar saja, bila perlu kembalikan pada pengirimnya!” Titah Tuan Yamada pada para penjaga dan maid di mansionnya.
“Mengerti Tuan!” Jawab mereka serempak lalu membubarkan diri masing-masing.
“Sayang, apakah pelakunya belum di temukan?” Tanya Keiko menatap suaminya dengan wajah kaku.
“Kau tenang saja istriku, jaringan ku sedang berusaha penuh untuk melacak siapa dalangnya. Hanya saja sistem keamanannya terlalu sulit untuk di tembus, masih butuh waktu untuk bisa melumpuhkannya” terang Tuan Yada menarik tubuh Keiko ke dalam pelukannya.
“Aku sekarang bahkan tinggal sebatang kara, tapi mereka masih saja terus menargetkan diriku” ucap Keiko dengan raut wajah putus asa.
Keiko pun tersenyum paksa dengan mata terpejam.
Tidak ada yang tahu jika jika selama ini Keiko hidup dalam ketakutan, hanya saja Tuan Yamada sepakat untuk meminta siapapun yang mengetahui tentang hal ini mereka di suruh tutup mulut agar tidak ada berita miring menerpa keluarga besarnya.
Keiko sendiri juga pintar menutupi semua ekspresi dan perasaannya. Karena ia harus menjaga image seorang penguasa bisnis di Jepang yang kini telah menjadi suaminya. Apa jadinya bila seorang istri pebisnis besar seperti Yamada punya istri yang mudah takut dan lemah? Tentunya hal itu akan mempengaruhi reputasi seorang Tuan Yamada yang terkenal tidak takut dengan ancaman apapun.
Tuan Yamada selama ini juga diam-diam sudah menyelediki kasus teror yang terjadi pada istrinya, hanya saja pelaku dari teror ini begitu banyak perantara hingga dalangnya sulit di temukan. Entah siapa yang menginginkan nyawa Keiko. Yang pasti, orqng di balik peristiwa ini ada kaitannya dengan masa lalu keluarga besar Keiko.
“Menurutmu apakah masih ada keturunan yang tersisa selain aku sayang?” Tanya Keiko mendongak ke arah suaminya.
“Apa maksudmu sayang? Jangan bilang kau mencurigai bahwa istri Tuan Felix ada hubungan darah dengan mu” balas Tuan Yamada.
“Tapi hati ku berkata sangat yakin bahwa Selena ada kaitannya dengan keluarga besar ku” sahut Keiko begitu yakin.
“Apa yang membuatmu begitu yakin?” Tanya Tuan Yamada.
Sejenak Keiko terdiam.
“Entahlah, feeling ku yang mengatakan” sahut Keiko.
Tuan Yamada tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya itu.
“Sesuatu yang hanya berdasarkan feeling tidak akan bisa mendapatkan bukti apapun sayang” ucapnya mengusap-usap puncak kepala Keiko.
“Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Keiko merasa buntu.
“Hanya ada dua cara. Yang pertama.. Kau harus melakukan tes DNA jika memang benar Selena ada hubungan darah dengan keluarga mu, dan kau harus mencari hubungan darah dengan siapa yang seharusnya cocok dengan salah satu anggota tertua di keluarga mu” ucap Tuan Yamada.
“Mana mungkin bisa aku melakukannya? Sementara tante ku saja hilang entah kemana.. satu-satunya agar berhasil aku harus bisa mengumpulkan DNA mereka masing-masing. Dan itu sangat sulit Mada” ucap Keiko seraya memegangi kepalanya yang terasa pening.
“Kalau begitu lakukan saja cara kedua..” ucap Tuan Yamada menjeda kalimatnya.
“Katakan!” Desak Keiko tak sabaran.
“Kau harus bisa mengulik kehidupan pribadinya, dengan begitu kau bisa mengetahui informasi keluarganya” usul Tuan Yamada yang di angguki oleh Keiko tanda wanita itu setuju.
“Sepertinya aku memang harus menggunakan cara kedua. Tapi apa mereka nanti tidak curiga Mada? Setelah kita memberikan trip gratis di resort kita lalu tiba-tiba kita datang mengulik hal pribadinya?” Tanya Keiko sedikit ragu.
“Jika memang seperti itu ya mau bagaimana. Tidak ada jalan lain, kita harus mengatakan permasalahan yang sebenarnya” jawab Tuan Yamada dengan nafas berat.
Keiko menggigit jarinya menandakan hatinya sedang gelisah. Keiko tidak takut dengan wnaita manapun, ia selalu mengangkat kepalanya ketika berhadapan dengan wanita ataupun rivalnya.
Tapi dengan Selena yang jelas-jelas bukan orang jahat ataupun rivalnya menjadikan diri Keiko down sebelum menghadapinya.
“Tidak ada pilihan lain, aku akan mencobanya” kata Keiko mantap.
Tuan Yamada pun tersenyum seraya menepuk-nepuk bahu Keiko tanda pria itu akan mendukung apapun langkah yang di lakukan oleh istrinya.