Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 65 | Keberangkatan ke Jepang



Sepulang dari kantor, Felix dan Selena bergegas beristirahat karena besok pasti mereka akan melewati hari yang melelahkan.


“Sayang, tolong panggilkan beberapa maid untuk membantu kita berkemas” ucap Felix seraya melepaskan kancing kemejanya satu persatu.


“Kau tidak lelah hubby?” Tanya Selena menatap punggung kekar suaminya yang tengah membelakangi dirinya.


“Sangat lelah, maksud ku suruh mereka saja yang berkemas, sekarang kita istirahat untuk menyiapkan hari esok” jawab Felix yang mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


“Baiklah” ucap Selena menyetujui perkataan suaminya. Dirinya sendiri juga butuh banyak waktu untuk memulihkan stamina tubuhnya yang terkuras habis melayani nafsu brutal suaminya.


Entah kenapa semakin lama suaminya semakin menjadi maniak saja, pikirnya.


Beberapa saat kemudian Selena masuk bersama dua maid yang mengekorinya di belakang.


“Kalian tinggal memasukkan saja beberapa pasang baju dan perlengkapan yang sudah saya tunjukkan, kami tidak akan membawa banyak baju” ucap Selena mempersilahkan para maid itu untuk mulai mengemasi barang-barang penting milik mereka ke dalam koper.


“Siap Nona” jawab mereka serempak.


Selena akhirnya memilih duduk selonjoran di sofa sembari menunggu para maid berkemas di walk in closet.


Bukan tanpa alasan ia hanya membawa sedikit baju, karena Felix mengatakan mereka akan membeli baju disana untuk memperpraktis barang bawaan.


Mereka hanya akan membawa dua koper kecil, satu koper berisi barang pribadi dan satu koper lagi berisi berkas dan keperluan kerja yang telah di siapkan oleh Dom.


“Nona, semuanya sudah siap. Apakah ada lagi barang yang Nona dan Tuan butuhkan?” Tanya salah satu Maid seraya meletakkan koper di bawah meja rias Selena.


“Aku rasa tidak ada lagi bi, jikalau ada nanti biar saya sendiri yang mengemasnya. Terimakasih banyak bi, kalian boleh kembali” ucap Selena tersenyum menatap keduanya.


“Baik Nona, kami permisi” pamit para maid seraya menundukkan badannya sopan.


Sepeninggal mereka, Selena bergegas masuk ke dalam walk in closet untuk mengganti bajunya dengan piyama. Setelah selesai ia pun bergegas menyusul sang suami yang sudah tertidur pulas dengan posisi tengkurap.


Dengan gemas wanita itu tersenyum seraya membalikkan tubuh kekar suaminya menjadi telentang. Hanya dengkuran halus yang keluar dari bibir seksi itu.


Perlahan Selena masuk ke dalam pelukan Felix membuat pria itu tersadar dan mengeratkan pelukannya.


“Cup! Selamat malam istriku” gumamnya seraya memejamkan matanya.


“Selamat malam juga suamiku” balas Selena mendusel pada dada bidang suaminya.


Keduanya pun masuk ke alam mimpi dan bangun sekitar pukul enam pagi.


Sesuai yang dikatakan oleh Felix, kini mereka berdua sudah bersiap menuju bandara di temani beberapa pengawal yang akan mengantarkan kepergian mereka. Felix sengaja tidak membawa pengawal, hanya menempatkan beberapa pengawal bayangan saja karena tidak ingin mengganggu ketenangan istrinya.


Penerbangan mereka satu jam lagi, dan kini Felix dan Selena berada di perjalanan menuju Bandara Internasional Dubai (DBX).


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit lamanya akhirnya iring-iringan mobil yang mengantar mereka sampai di bandara.


Para pengawal dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nona nya, sedangkan yang lain membawakan koper mereka untuk melakukan boarding pass.


Mereka sengaja tidak menggunakan jet pribadi yang notabene untuk kepentingan bisnis, hal itu karena permintaan Selena dengan alasan ingin menikmati penerbangan pada umumnya. Sungguh betapa sederhananya pemikiran wanita itu, membuat Felix semakin jatuh ke dalam pesona seorang Selena Young.


“Sudah siap Tuan” ucap Dom mendekat ke arah Felix.


“Ya, Aku titip perusahaan padamu untuk sementara waktu, Dom.” ucap Felix menepuk pelan bahu asisstennya.


“Pasti Tuan” jawab Dom mantap.


“Baiklah, aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku” ucap Felix seraya meraih jemari istrinya.


“Baik Tuan. Hati-hati, semoga selamat sampai tujuan” doa Dom pada atasannya.


Felix tersenyum singkat setelahnya pergi bersama Selena yang sejak tadi mengamati interaksi keduanya.


Nampak seperti kakak beradik namun sayangnya keduanya tidak memiliki hubungan darah sama sekali.


Selena menghembuskan nafasnya pelan.


“Apa yang sedang kau pikirkan sayang?” Tanya Felix menoleh ke arahnya.


“Tidak ada, aku hanya heran mengapa kalian sangat mirip” ucap Selena.


Felix yang tak mengerti dengan ucapannya pun seketika mengernyit heran.


“Apanya yang mirip, kau tidak lihat wajah kita sangat berbeda?” Dengus Felix tidak terima di samakan dengan Dom yang tak lain assisten nya.


“Maksud ku sikap kalian begitu mirip, semua orang pun tau kalian memiliki wajah yang berbeda” balas Selena.


“Ck! Kau memikirkan Dom?” Tanya Felix mengintimidasi.


“Aku?” Tanya Selena menunjuk dirinya.


“Tentu saja tidak! Siapa bilang aku memikirkannya” elak nya tak terima dengan tuduhan konyol suaminya.


“Haishhh. Kau baru saja membahasnya honey” keluh Felix merasa risih jika istrinya memperhatikan pria lain.


“Ck! Terserahmu sajalah” decak Selena tak peduli.


Seharusnya perjalanan ini mereka bikmati dengan canda tawa, namun yang terjadi malah asyik berdebat hanya karena dirinya membahas assistennya.


Felix mengedarkan pandangannya di area bandara, ia menangkap beberapa pandangan orang-orang yang menatap kagum istrinya. Padahal Selena mengenakan kacamata.


Hal itu membuat Felix kesal dan semakin merapatkan tubuh wanita itu ke dalam rengkuhannya, ia ingin mengklaim bahwa wanita di sampingnya adalah miliknya. Tidak ada siapapun yang boleh menatap berlian miliknya.


“Diam Honey, kau tidak melihat mereka menatapmu dengan lapar” tunjuk muka Felix pada beberapa orang yang memang benar sedang menatapnya penuh minat.


“Hufhh! Sudahlah jangan hiraukan mereka” desah Selena yang pasrah dengan sikap absurd suaminya.


Sementara Felix acuh tak mendengarkan perkataan Selena, ia justru melayangkan tatapan tajam menghunus pada siapapun yang masih berani menatap istri cantiknya yang membuat lawannya mati kutu.


Sedetik kemudian terdengar alarm keberangkatan, mereka berdua beranjak dan berjalan keluar dari lounge.


Keduanya kini menempati kursi kelas bisnis, mereka duduk saling bersebelahan.


Felix memastikan istrinya duduk dengan nyaman.


Setelah mendengar instruksi dari pramugari maskapai tak lama pun pesawat take off. Mereka akan menempuh perjalanan kurang lebih selama 9 jam 40menit menuju bandara Haneda, Tokyo.


“Tidurlah honey, kita akan lama berada di pesawat” titah Felix seraya menepuk bahunya pertanda ia menginginkan Selena bersandar.


“Baiklah, bangunkan aku jika ada yang kau butuhkan” ucap Selena menyandarkan kepalanya di bahu kekar pria itu.


Felix pun mengecup pelan puncak kepala istrinya.


Selama penerbangan pria itu juga memejamkan kedua matanya. Hanya saja ia tidak tidur, ia memastikan indra dan pendengarannya tajam untuk berjaga jika suatu waktu ada bahaya mengintai dirinya maupun Selena.


Felix terus menggenggam jemari lentik Selena seolah ia tak akan pernah melepaskan barang sedetik pun.


Tak terasa pesawat yang mereka tumpangi kini mendarat sempurna di bandara Haneda. Felix yang hanya tidur selama satu jam pun membangunkan Selena.


“Honey, bangun” ucap Felix mengusap lembut wajah Selena.


“Hmm…” gumam Selena menggeliat kecil dan mulai membuka perlahan kelopak matanya.


“Sudah sampai?” Tanya Selena menatap suaminya.


Felix pun mengangguk tersenyum.


Ia pun membantu melepaskan seatbelt milik Selena.


Keduanya turun dari pesawat dan mengambil barang bawaannya sebelum mereka menyerahkan nya pada dua orang anak buahnya yang ia sewa selama berada di negara ini.


“Hubby, mereka siapa?” Tanya Selena yang merasa asing dengan dua orang berjas hitam yang berdiri di hadapan mereka.


“Selamat siang Sir, Madam. Kami pengawal yang di tugaskan oleh Mr.Dom untuk membantu anda selama di Tokyo” ucap salah satu dari mereka memperkenalkan diri seraya menunduk sopan.


Selena pun hanya mangut-mangut.


“Baik, terimakasih” jawab Felix seraya tersenyum singkat.


Keempat orang itupun berjalan keluar dari bandara menuju mobil yang telah di siapkan.


Namun baru hendak keluar dari pintu exit tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak punggung Selena hingga wanita itu sedikit meringis.


“Brukkk!”


“Aawwsshh!” Ringis Selena memegangi punggung bagian belakangnya.


“Sayang kau tidak apa-apa?” Tanya Felix menelisik bagian tubuh Selena dengan raut wajah khawatir.


Dua oengawal itupun dengan sigap berjaga jaga pada sosok pria yang baru saja menabrak istri dari bosnya tersebut.


“Sakit hubby..” ucap Selena pelan.


“Maaf Nona, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja, saya sedang terburu-buru. Sekali lagi maafkan saya” ucap pria itu merasa bersalah.


Selena pun menoleh pada sosok pria berkaca mata hitam yang menabrak punggungnya.


“It’s oke tidak apa-apa. Lain kali lebih berhati-hatilah” ucap Selena memaklumi.


Felix yang menyaksikan hal itu sontak mengepalkan erat tangannya. Ia semakin intens menatap sosok pria itu.


“Kamu.. bukankah kamu..” belum selesai pria itu melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Felix menyela.


“Sayang, biarkan saja. Ayo kita pergi” ajak Felix tak mau berlama-lama berinteraksi dengan pria tersebut.


“Tunggu!” Cegah pria itu.


Selena seketika menoleh seraya mengernyitkan dahinya.


Dalam hati ia bertanya-tanya siapa sosok pria berkaca mata hitam ini, Selena sama sekali tak mengenalinya.


“Jangan mengganggu kami, tidak pantas seorang laki-laki asing mendekati istri orang” ucap Felix dengan menekankan kata 'istri orang'.


Pria itu mematung ditempatnya.


'Istri?' Batinnya merasakan sesuatu yang amat membuat dirinya sesak.


Tak lama kemudian Felix menarik lengan Selena diikuti dua orang pengawalnya.


“Tunggu Selena! Apa kau benar-benar tak ingat aku?!..” teriak pria itu dari kejauhan.


Seketika langkah kaki wanita itu berhenti..


Hayoo.. tebak siapa??