
Mobil mewah yang di kendarai Felix kini sampai di rumah minimalis milik Selena. Pria itu begitu gesit menelusuri jalan padahal Selena belum memberitahunya sama sekali. Entah, Felix memang memiliki sisi kelebihan sendiri di hati Selena.
“Kau mau masuk?” Tawar Selena sebelum keluar dari mobil.
“Ya,” singkat Felix mengangguk.
Pria itu berjalan mengekori Selena.
“Hai Pak Jo!” Sapa Selena pada security rumahnya.
“Nona? Akhirnya anda pulang juga!” Seru Jo pada Selena.
“Memangnya kenapa Pak? Jangan bilang bapak rindu” goda Selena
Felix yang mendengar hal itupun mengubah raut wajahnya menjadi muram. Ia tak terima Selena mengatakan itu pada orang lain. Jo yang melihat perubahan ekspresi pria di belakang Selena pun seketika gugup.
“Bukan itu Nona, beberapa hari ini ada seseorang yang mencari keberadaan Nona” terang Jo pada Selena.
Wajah Felix berubah menjadi serius mendengar penuturan security itu.
“Oh ya? Siapa Pak?” Tanya Selena mulai ingin tahu.
“Dia mengaku sebagai kekasih Nona, dan dia menitipkan kartu nama pada saya agar menghubungi dia jika Nona sudah kembali” ungkap Jo menyodorkan kartu nama milik Juan pada Selena.
Felix yang melihat itupun seketika paham.
“Jangan pernah mengatakan pada pria itu kalau Selena sudah pulang! Bilang saja tidak tahu” suara bariton Felix mengagetkan mereka berdua terutama Selena.
“Ba-baik Tuan! Saya berjanji tidak akan mengatakan apapun pada pria itu” ucap Jo terbata.
Selena hanya diam tanpa berniat menimpali ucapan Felix. Ia begitu malas meladeni penghianat itu. Biar saja Juan merasakan bagaimana rasanya ada tapi tidak dianggap ada, bagaimana rasanya bertahan tapi tidak di butuhkan.
“Ini gaji sekaligus bonus untukmu. Jaga rumah ini baik-baik” pesan Felix pada Jo seraya menyodorkan amplop berwarna coklat yang di perkirakan isinya satu gepok uang.
Selena yang melihat itupun memelototkan bola matanya tak percaya, tak percaya Felix se-royal itu padanya.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Selena menatap penuh tanya.
Tangan Felix terangkat menandakan pria itu menyuruhnya untuk diam. Selena pun tak bisa berkata-kata lagi.
“Terimakasih banyak Tuan, saya akan menjalankan tugas saya dengan baik” ucap Jo pasti.
Felix mengangguk tanpa berniat membalas ucapan Jo. Pria itu memang sedingin itu jika berhadapan dengan orang asing.
“Sudah selesai?” Tanya Felix menatap Selena.
“Ah sebentar,” jawab gadis itu menyerahkan surat mobil pada Jo.
“Pak Jo tolong rawat mobil saya selama saya belum pulang ya, Pak Jo boleh kok sesekali memakainya jika ada keperluan penting” ucap Selena pada Jo.
“Ah saya tidak seberani itu Nona untuk memakai mobil, lagi pula saya juga tidak kemana-mana. Saya akan merawat mobil Nona dengan baik, Nona tenang saja” ucap Jo panjang lebar.
Selena mengangguk tersenyum.
“Ya sudah terserah Bapak, Selena pamit ya pak!” Ucap Selena
“Baik Non, hati-hati!” Ucap Jo melambaikan tangannya ke arah Selena dan Felix.
Pasangan sejoli itupun masuk ke dalam mobil.
Sedangkan dari jarak jauh, ada seorang lelaki yang sejak tadi mengamati gerak gerik antara ketiganya. Pria itu memakai hoodie abu-abu menggunakan masker.
Pandangannya tak pernah luput dari Selena dan Felix.
“Tapi aku harus tetap memantau nya, jangan sampai aku lengah” sambungnya lagi.
Pria itu melihat mobil yang di kendarai Felix dan Selena keluar dari gerbang, ia segera masuk ke dalam mobilnya agar tidak terlihat curiga.
“Apa kau tidak merasa kesepian tinggal sendirian di rumah itu?” Tanya Felix pada Selena ketika mobil mulai meninggalkan halaman rumah Selena.
Felix menyalakan klaksonnya ketika keluar dari pintu gerbang.
Mata tajam Felix mengamati lingkungan sekitar rumah Selena.
‘Nanti saja aku urus’ ucap Felix dalam hati.
“Ya mau tidak mau, aku harus beradaptasi dengan keadaan. Memang siapa lagi yang menemani ku tinggal disana?” Ucap Selena dengan senyum getir nya.
Felix tercubit hatinya, meskipun dirinya juga tinggal sendiri di apartemen tapi ia sama sekali tidak merasakan kesepian karena memang ia enggan satu atap dengan orang tuanya. Tapi berbeda dengan Selena, dia perempuan. Tentu saja harus ada yang menjaga dan melindunginya.
“Suatu saat jika kita sudah bersatu, aku akan menemani mu kapanpun dan kemanapun kau pergi” ucap Felix dengan yakin.
Pandangan Selena menoleh ke arah Felix.
“Kau serius ingin menjadikan aku pasangan hidup? Apa yang kau suka dari ku Felix? Aku hanya bawahan mu di kantor sementara di luar sana banyak sekali wanita kelas tinggi yang mengantri ingin menjadi istrimu” ucap Selena.
“Cinta tidak pernah memandang status sosial Selena. Aku bukan tipe pria yang memegang prinsip itu. Yang aku tahu, aku menyukai setiap sikap dan tingkah mu, aku suka kepribadian mu. Semua yang ada dalam dirimu aku menyukainya” ungkap Felix meraih jemari Selena lalu mengecupnya.
Selena menjadi salah tingkah dengan perlakuan manis Felix. Seumur hidupnya selama bersama dengan Juan tidak pernah sekalipun pria itu memperlakukan nya sangat lembut seperti Felix.
Sepertinya Selena mulai jatuh pada pesona Felix kali ini.
‘Baiklah jika itu kenyataan nya. Jangan salahkan aku jika aku jatuh cinta pada mu, maka aku tidak akan melepaskan mu Felix’ ucap Selena dalam hati.
“Kenapa diam?” Tanya Felix membuyarkan lamunannya.
“Aku hanya bingung saja, masih belum percaya jika seorang Felix Keith Wilson bisa jatuh cinta pada gadis sebatang kara sepertiku” ucap Selena tersenyum nyengir.
“Kau tidak perlu pusing memikirkan itu semua sayang, kau hanya cukup menerima dan merasakan semua kasih sayang dan perhatian yang aku curahkan” ucap Felix mengusap surai panjang Selena.
Selena melambung tinggi mendengar ucapan pria itu.
‘Ya Tuhan, kau mengambil apa yang belum tentu menjadi milikku tapi kau menggantikannya dengan yang lebih baik seribu kali lipatnya’ batin Selena terharu.
Ia menatap Felix dengan mata berkaca-kaca.
“Terimakasih sudah mencintaiku, meskipun aku belum tapi aku akan berusaha” ucap Selena pasti. Tidak di pungkiri dirinya merasa nyaman saat bersama Felix, pria itu selalu menjadi pelindungnya dan selalu menjadi sandaran untuk Selena ketika Selena membutuhkan pelukan.
Felix tersenyum hangat menatap wanitanya.
“Jangan menangis. Akan ku pastikan kau tidak akan kekurangan apapun selama bersamaku” ucap Felix membuat hati Selena menghangat.
Salah satu tangan Felix terulur menghapus airmata Selena.
“Ya, aku percaya padamu” ucap Selena mengangguk tersenyum.
Selena berjanji akan selalu ada di saat pria itu membutuhkannya. Setidaknya sampai Felix sendiri yang sudah tidak menginginkannya. Tapi Selena harap dia dan Felix bisa bersama selamanya.
“Berjanjilah tidak akan pergi dan selalu di sampingku, bahkan di saat situasi tersulit sekalipun” ucap Felix menatap netra Selena.
“Pasti” ucap Selena menyandarkan kepalanya di bahu Felix.
Pria itu sangat bahagia, setidaknya Selena sudah berjanji dan bersedia hidup dengannya.
‘Aku janji akan selalu membuat mu bahagia Selena. Akan ku percepat hari pernikahan kita’ ucap Felix dalam hati.