Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 61 | Celline yang malang



Di ruang bawah tanah tempat Celline di sekap oleh anak buah Felix, suasana menjadi tegang karena sang bos datang ke tempat itu. Ya, Felix datang untuk menghukum Celline dengan tangannya sendiri.


“Felix! Akhirnya kau datang juga! Aku tahu pasti kau mengkhawatirkan keadaan ku bukan? Ayo bawa aku pergi dari sini!” Ucap Celline merasa senang dengan kedatangannya, sementara pria itu hanya menatap datar Celline yang sudah tidak sabar meminta untuk di lepaskan.


“Cih! Percaya diri sekali kau!” Decih Felix menatap remeh wanita itu.


“Apa maksudmu? Kau kemari ingin menyelamatkan ku kan? Ayolah sayang aku tahu kau tidak akan pernah lepas dari pesona ku!” Tukas Celline percaya diri.


“Justru aku merasa jijik dan harus terpaksa menemui mu, karena aku sendiri yang akan menghukum mu dari perbuatan yang kau lakukan tempo hari!” Ucap Pria itu tersenyum devil.


Celline menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


“Tidak! Kau tidak akan mungkin tega menyiksa ku!” Pekik Celline menolak ucapan Felix.


“Oh ya? Mari kita lihat apa yang terjadi dengan mu setelah ini!” Ucap Felix dengan mata memancarkan amarah luar biasa. Ia sudah muak dengan segala ucapan wanita itu. Apalagi mengingat kejadian tempo hari yang membuat Selena kehilangan bayinya.


“Mau apa kau?!” Ucap Celline semakin gemetar melihat Felix melangkahkan kaki ke arahnya.


“Dom!” Panggil Felix seraya terus mendekati kursi dimana Celline di ikat.


Tubuh yang awalnya ramping dan seksi kini terlihat semakin kurus akibat anak buah Felix memberikan hukuman dengan tidak memberi wanita itu makanan, hanya air saja yang masuk ke rongga perut wanita itu selama berhari-hari.


“Ya Tuan!”


“Berikan alat itu padaku!” Pinta Felix dengan tatapan menghunus ke arah Celline.


Dom pun memberikan alat yang di minta oleh bosnya.


Wanita itu seketika bergetar hebat, wajahnya semakin pucat seiring langkah Felix yang semakin mendekatinya.


“Felix! Aku mohon jangan lakukan ini! Bagaimana jika aunty Grace tahu aku di perlakukan seperti ini!” Ucap Celline berusaha menakuti pria itu, namun yang terjadi Felix malah menyunggingkan senyum miringnya.


“Kau pikir aku peduli?! Kau sudah meracuni otak Mama ku kan?! Jangan belagak bodoh wanita ******! Aku tahu semua kebusukan mu termasuk perselingkuhan mu dengan Robert! Jika aku mau sewaktu-waktu aku bisa menunjukkan bukti itu pada semua orang, dan bom! Kau sudah tidak bisa lagi hidup dengan tenang!” Tukas Felix tersenyum puas.


Mata Celline membelalak lebar mendengar ucapan pria itu. Tidak ia sangka ternyata Felix mengetahui rahasianya yang ia yakini hanya dirinya dan Robert yang tahu.


“Da-dari mana kau tahu?!” Ucap wanita itu tercekat.


“Heh! Cukup mudah bagi ku untuk mengetahui semua kebusukan mu! Kau bagiku adalah bak sampah yang setiap persinggahan mu meninggalkan jejak kebusukan!” Ucap Felix dengan tatapan iblisnya.


Tangannya mengayunkan pecut sepanjang satu meter mengarah ke tubuh wanita itu, dan..


Ctassss!!!


Ctassss!!!


Ctasss!!!!!…


“Aaakhhh!!! Sakiiiitttt!!!”


“Hentikan bastard!!!!” Teriakan Celline menggema di ruangan pengap itu di iringi umpatan-umpatan yang keluar dari bibir wanita itu.


Membuat Felix semakin berang.


“Beraninya mulut kotor mu mengumpat ku?!” Teriak Felix dengan kilatan amarah.


Sementara wanita itu masih terus saja meraung kesakitan merasakan perih di seluruh bagian tubuhnya.


“Sepertinya mulut mu juga perlu di beri hadiah” ucap Felix melayangkan tamparan keras di pipi Celline.


Plakk!!! Plakk! Plakk!!!


Tamparan itu bertubi-tubi ia layangkan tanpa ampun.


“Akhh!” Celline hanya bisa berteriak lirih sebab trnaga nya sudah terkuras habis.


“Cih! Ini belum seberapa, tapi aku tidak akan melakukannya sekarang. Baiklah untuk saat ini aku masih mengampuni mu” ucap Felix tersenyum devil menatap Celline yang sudah tidak berdaya di tempatnya.


“Tinggalkan dia!” Perintah Felix pada anak buahnya.


Mereka dengan patuh menuruti ucapan Felix.


“Felix kemana Pa?” Tanya Selena pada Dave yang tengah sibuk mengupas buah untuknya. Dave selalu setia menemani Selena selama berada di rumah sakit kala Felix tengah di landa frustasi akibat kehilangan calon buah hatinya beberapa hari yang lalu.


“Entah, dia bilang ada urusan kantor sedikit. Kenapa? Mau Papa panggilkan?” Tanya Dave menatap menantunya sekilas.


Selena menggeleng pelan.


“Tidak perlu, mungkin saja dia benar-benar sibuk karena terlalu lama meninggalkan kantor” ucap Selena.


“Baiklah” ucap Dave tersenyum simpul,


'Ya, dia memang sibuk menghukum orang yang telah membuat mu seperti ini’ batin Dave dalam hati.


Ceklek!


“Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu Grace?” Ucap Dave menyindir.


“Why? Ini ruangan yang di sewa putraku, oh tidak! Lebih tepatnya rumah sakit milik putraku, lalu kenapa aku harus repot-repot mengetuk pintu?” Balas Grace dengan angkuh.


Dave hendak menyahuti ucapan istrinya namun Selena menggeleng. Pria itu seketika menghembuskan nafasnya kasar.


“Selamat pagi, Ma” sapa Selena ramah.


“Tidak perlu berbasa basi dengan ku, oh suamiku! Apa yang sedang kau lakukan?!!” Pekik Grace marah melihat Dave memotong buah untuk Selena.


“Apa? Memangnya kenapa?” Tanya Dave mengernyitkan dahinya heran.


“Untuk apa kau menyiapkan makanan untuk wanita ini! Oh my god! Aku tidak mengerti!” Ucapnya frustasi seraya memijat keningnya yang terasa pening.


“Tidak ada salahnya, dia menantuku sudah semestinya aku menggantikan tugas Felix. Lagi pula kondisinya belum pulih seratus persen pasca kuret” terang Dave acuh.


“Apa?! Kuret? Maksud mu dia..”


“Ya! Istriku hamil, dan penyebab meninggalnya calon cucu mu adalah wanita yang kau bangga-bangga kan selama ini!” Suara bariton mengagetkan mereka bertiga.


“Felix? Apa maksud mu? Wanita siapa?!” Cecar Grace menuntut jawaban.


“Siapa lagi jika bukan Celline” sahut Dave menatap datar istrinya lalu kembali menyerahkan sepiring buah yang telah ia potongkan untuk Selena.


Wanita itu menerimanga dengan tatapan kosong teringat janin nya yang harus ia relakan.


“Tidak mungkin! Kalian pasti berbohong kan? Mana mungkin Celline berani berbuat sekeji itu!” Ucap Grace berusaha menampik.


“Cih! Beginilah jika sudah terhasut, mau dia seburuk apapun tetap saja di bela!” Tukas Felix menyindir Mama nya.


“Asal Mama tahu, dia bukan wanita baik-baik. Dia adalah wanita simpanan Robert selama ini, Mama belum tahu kan? Biar aku tunjukkan!” Ucap Felix merogoh ponsel di dalam saku celananya lalu melemparkan ponsel itu ke arah Grace.


Grace menangkap ponsel itu dengan sigap karena terkejut dengan lemparan Felix yang tiba-tiba. Sedetik kemudian ia membelalakkan matanya lebar.


“Tidak! Mana mungkin Celline berbuat hal menjijikkan seperti ini!” Ucap Grace tak menyangka.


“Terserah mau percaya atau tidak, itulah kenyataannya. Sudah bukan rahasia lagi, silahkan tanya pada keluarga Robert termasuk istrinya” ucap Felix tersenyum puas.


Kini dia bisa membuka mata dan pikiran Grace yang selama ini mengagung-agungkan nama Celline di hadapan siapapun lewat bukti-bukti yang ia dapatkan melalui Hans. Pria muda itu menyerahkan semua kebusukan Ayahnya dan Celline sebelum dirinya pindah ke luar negeri untuk memulai hidup baru bersama sang Mama. Ia merasa sudah tidak ada lagi hal yang perlu di pertahankan disini, ia menjual semua aset-aset kekayaannya yang semula di pegang Robert dan memulai usaha dari nol di tempat ia tinggal sekarang. Felix yang mengetahui hal itu hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk Hans dan Mamanya.


“Kau terlalu di butakan dengan kemewahan Grace, kau tidak pernah memandangnya dari segi kepribadian. Yang membuat kita bahagia bukan kemewahan, tapi orang yang tepat yang mampu membuat kita bangkit dan semangat menjalani hidup. Kau lihat putramu tidak pernah menikmati hidupnya sebelum ini kan? Dan semenjak adanya Selena hidupnya serasa berwarna, tidak lagi datar seperti dulu” ucap Dave panjang lebar.


Grace menatap ketiga orang itu bergantian. Benar, dirinya memang tidak pernah memandang orang lain dari kepribadiannya, melainkan seberapa besar potensi yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai kejayaan. Padahal bukan itu yang di inginkan oleh Felix.


Grace yang kehabisan kata-kata hanya bisa bungkam, wanita paruh baya itu berbalik pergi dari ruangan Selena tanpa sepatah kata pun.


Selena yang melihat itu sontak menatap cemas Dave dan Felix bergantian.


“It’s oke, dia hanya butuh sedikit merenung atas apa yang ia perbuat selama ini” ucap Dave menenangkan Selena. Felix pun bergegas mendekati ranjang sang istri dan membantu menyuapi potongan buah ke dalam mulut Selena.


Sampai di luar Grace menemui Mario yang berjaga di depan pintu ruangan Selena.


“Kau tahu di mana wanita yang telah membuat cucu ku pergi?” Tanya Grace dengan sorot mata serius.


“Maksud Nyonya, Celline?” Tanya Mario memastikan.


“Ya” singkat Grace


“Dia di sekap di ruangan bawah tanah Nyonya, atas perintah Tuan Muda” ucap Mario memberi tahu.


Grace bergegas pergi dengan mengendarai mobilnya berkecepatan tinggi.


Tak butuh waktu lama wanita paruh baya itu sampai di markas Felix.


“Tunjukkan dimana dia!” Ucap Grace dengan sorot mata penuh dendam.


Anak buah Felix yang paham karena di beritahu oleh Mario pun mengangguk mengikuti perintah Grace.


“Disana Nyonya Besar” tunjuk mereka pada sosok wanita menyedihkan duduk di kursi penyiksaan.


Grace menyunggingkan senyum devilnya menatap Celline yang kini tak berdaya.


“Rupanya kau disini?” Ucap Grace berjalan mendekati Celline.


Wanita itupun seketika mendongak menatap kedatangan Grace, raut wajahnya terlihat senang bukan kepalang.


“ Aunty?! Akhirnya aunty datang untuk menyelamatkan ku!” Ucap Celline girang.


Grace yang sudah mendidih seketika mendaratkan tamparan di pipi wanita itu.


Plakkk!!!!


“Akhh!! Aunty!”