
“Jujur saja sampai saat ini Uncle masih di hantui rasa bersalah, Uncle menyesal karena tidak mengetahui permasalahan ayah dan ibumu dari awal. Seharusnya Uncle mampu mencegah kecelakaan itu, Uncle merasa gagal menjadi sahabat mereka” ucap Charlos menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan.
“Papa ku juga sama Tuan Charlos, dia merasa bersalah hingga seumur hidupnya karena telah membebani tugas berat pada mereka berdua, seharusnya Papa menghentikan penyelidikan hari itu juga jika dia tau akhirnya akan seperti itu” ucap Felix dengan tatapan nanarnya.
Selena yang sejak tadi bingung pun akhirnya bertanya,
“Apa maksud nya? Kenapa sampai Papa mu ikut dalam masalah ini?” Cecar Selena merasa bingung.
Felix menatap wajah cantik gadis itu dengan sendu. Siap tidak siap, mau tidak mau ia harus mengatakan sejujurnya pada Selena. Selena harus tau hal ini.
“Apa kau akan marah jika mengetahui hal ini Selena?” Tanya Felix menatap netra bening kekasihnya.
“Katakan, aku tidak akan menyesali apapun. Asal jangan ada kebohongan atau rahasia apapun mengenai kedua orang tua ku” ucap Selena menguatkan hatinya.
Felix menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan kasar.
“Papa ku adalah client dari Ayah dan Ibu mu” ucap Felix
“Client?” Tanya Selena masih belum mengerti.
“Selena, kedua orang tua mu bukan dari kalangan orang biasa. Mereka adalah detektif paling handal di kota ini. Selama ini mereka begitu tertutup karena ingin keluarganya aman dan terbebas dari ancaman siapapun. Itulah sebabnya mereka tidak ingin memberitahu mu apa profesi mereka sebenarnya” ungkap Charlos menjawab semua rasa penasaran Selena.
Gadis itu kembali terdiam menitikkan air matanya. Ia tak menyangka ternyata ayah dan ibunya bukan orang yang biasa. Selena shock dengan fakta itu.
“Dan mereka berdua meninggal dalam keadaan masih memegang misi dari Papa ku. Semua bukti kecurangan ada pada mereka, itulah sebabnya orang yang mencari masalah dengan Papa ku rela menghabisi kedua orang tua mu” ujar Felix dengan bibir bergetar tak sanggup mengatakan semuanya. Ia tahu Selena pasti sakit mendengar kenyataan ini. Tapi ini semua adalah keharusan.
Selena merasakan dadanya seperti di hantam batu besar, rasa sesak dan sakit bersamaan.
Ia terisak pilu menundukkan wajahnya di atas meja.
“Hikss.. hikss.. kenapa harus ayah dan ibuku? Kenapa?” Isak gadis itu terdengar pilu di telinga Felix dan Charlos.
Mereka berdua hanya bisa terdiam membiarkan Selena meluapkan semua rasa sakitnya.
“Selena, atas nama Papa ku aku meminta maaf atas semua kejadian yang menimpa kedua orang tua mu. Semua tidak akan terjadi jika mereka tidak melanjutkan penyelidikan perusahaan Papa ku. Aku meminta maaf sebesar-besarnya Selena. Maafkan aku” ucal Felix merangkul seraya memberi usapan pada punggung rapuh Selena.
“Papa meminta maaf langsung pada mu nak, maafkan Papa baru mengucapkan kata itu sekarang” ucap Dave dari arah belakang.
Ketiga orang itupun menoleh menatap kehadiran Dave disana.
Entah dari mana pria paruh baya itu mengetahui pertemuan mereka.
Dave berjalan mendekati Selena yang masih diam melihat ke arahnya.
“Papa sungguh meminta maaf padamu karena Papa lah yang menyebabkan gadis cantik sepertimu menjadi sebatang kara” ucap Dave bersimpuh di hadapan Selena dengan wajah di banjiri airmata. Rasa penyesalannya begitu besar dan tidak tau harus mengusirnya dengan cara apa. Meskipun itu semua bukan murni salahnya.
Felix dan Charlos yang melihat itu sontak melebarkan bola matanya.
Dave seorang penguasa bisnis terbesar di negara ini berani merendahkan harga dirinya di depan gadis seperti Selena.
“Paman sudah Paman! Tolong jangan buat Selena seperti orang bodoh! Tidak pantas Paman duduk bersimpuh seperti ini. Tolong jangan seperti ini” isak Selena mengangkat tubuh Dave namun tenaganya kalah kuat dengan pria paruh baya itu.
“Tidak Selena, Papa penyebab kau kehilangan kedua orang tua mu” ucap Dave masih kekeh
Selena semakin terisak tak berdaya dengan semua ini.
Felix membantu Papa nya berdiri sementara Charlos berusaha menenangkan Selena.
“Sudah Pa, jangan buat Selena semakin bersedih” ucap Felix mengangkat tubuh Dave.
Pria paruh baya itu pun duduk di hadapan Selena dan Felix.
“Paman..”
“Papa nak, panggil aku Papa. Kau sebentar lagi akan menjadi menantu ku” ucap Dave memotong ucapan Selena.
“Ba-baiklah” ucap Selena dengan terpaksa karena dirinya masih bingung dengan situasi.
“Aku tidak akan menyalahkan siapapun di antara kalian. Semua ini sudah terjadi, aku hanya bersedih dan menyayangkan kenapa ayah dan ibu ku nekat mengambil langkah ini. Yang harus di salahkan adalah mereka yang dengan keji nya menghilangkan nyawa kedua orang tua ku.” Ucap Selena dengan sorot mata tajam.
“Tuan Charlos, apakah anda masih menyimpan dokumen pemberian mendiang calon mertua ku?” Ucap Felix bisa-bisanya.
Charlos mengangguk. Pria itu mengeluarkan dokumen di balik hoodie nya.
“Berarti benar semua ini adalah Robert penyebabnya?” Tanya Dave dengan tatapan penuh amarah.
“Benar Tuan. Dan putra anda juga menyewa jasa keponakan saya yang di utus untuk menyelidiki kasus ini. Jawaban dan bukti tetap sama, Robert lah dalang di balik semua ini” ucap Charlos yakin.
Felix mengepalkan tangannya hingga otot-ototnya menonjol.
Rahangnya mengeras seketika mendengar penuturan Charlos.
“Siapa Robert Uncle?” Tanya Selena ingin tahu.
“Dia adalah teman lama Papa” jawab Dave menatap nanar berkas di hadapannya.
“Kamu tenang saja honey, aku akan segera menuntaskan kasus ini dan membuat hancur pria pembunuh itu” ucap Felix dengan raut wajah penuh emosi.
Selena mengangguk pasrah. Setidaknya sekarang dirinya tidak penasaran lagi karena sudah menemukan titik terang dari semua rasa penasarannya.
“Lalu bagaimana dengan Paman? Apa Paman akan terus bersembunyi seperti ini?” Tanya Felix pada Charlos yang mulai menyebutnya dengan panggilan akrab.
“Entahlah, yang pasti Paman harus memastikan pengintaian mereka sudah benar-benar berhenti. Mungkin setelah ini Paman akan menampakkan diri” ucap Charlos pasti.
“Ya, aku sangat membutuhkan bantuan mu” sahut Dave menimpali.
Charlos mengangguk mengerti.
“Setelah ini kita bicarakan berdua. Biar sementara kami yang mengurus masalah ini, kau cukup temani dan lindungi Selena saja Felix” titah Dave pada putranya.
“Ya, benar” jawab Charlos setuju. Dengan begitu dirinya hanya akan fokus pada misi nya karena Selena sudah ada yang melindungi.
“Baiklah.. tolong kabari aku perkembangan nya” ucap Felix pasrah.
Kedua pria paruh baya itu mengangguk pasti.
“Kami permisi dulu, silahkan lanjutkan pembicaraan kalian berdua. Selena harus istirahat” ucap Felix pada dua pria paruh baya itu.
“Ya, pulanglah. Jaga Selena baik-baik” pesan Dave pada Felix.
Felik mengangguk lalu merangkul bahu Selena.
“Ayo sayang kita pulang, kau pasti lelah” ajak Felix pada Selena.
Gadis itu mengangguk lalu mencium punggung tangan Charlos dan Dave bergantian.
“Selena pulang dulu, Pa.. Paman” ucap Selena pamit.
Kedua pria paruh baya itu mengangguk tersenyum.
Felix menuntun Selena keluar dari privat room menuju parkiran.
Sesampainya di parkiran ternyata Dom sudah menunggu keduanya.
“Kau yang menyetir Dom” titah Felix menyerahkan kunci mobilnya pada pria itu.
“Siap laksanakan Tuan” ucal Dom membuka kan pintu mobil untuk Felix dan Selena.
“Silahkan Tuan, Nona” ucap Dom
Felix dan Selena pun masuk ke dalam mobil.
Sedetik kemudian mobil melaju meninggalkan resort.
Selena yang lesu pun mengandarkan kepalanya di bahu kekar Felix.
Pria itu merengkuh tubuh ramping kekasihnya dan mendaratkan kecupan di pelipis Selena.
“Cup!”
“Tidurlah” ucap Felix lembut seraya mengusap kepala gadis itu.
Selena yang menikmati usapan lembut itupun memejamkan matanya.
‘Sangat nyaman sekali’ batinnya.