
Sore harinya orang-orang suruhan Felix benar-benar datang tepat waktu untuk me-make over Selena agar penampilannya semakin memukau.
“Tolong buat dia secantik mungkin. Aku tidak ingin mendengar kata gagal” ucap Felix dengan nada datarnya.
“Baik Tuan, kami akan melakukan tugas sebaik mungkin” ucap pelayan salon itu.
Kali ini Felix tidak main-main, ia mendatangkan pemilik salon ternama di kota ini untuk menunjang penampilan Selena.
“Aku di apakan?” Tanya Selena menatap bingung orang-orang itu.
“Nona cukup duduk manis saja, serahkan semuanya pada kami” ucap pelayan itu tersenyum ramah.
Selena tidak mampu berkata-kata lagi. Ia hanya menganggukkan kepalanya pasrah.
Felix terkekeh geli melihat ekspresi gadis itu. Rasanya ia ingin melahapnya sekarang juga.
Ting tong!
Bel apartemennya berbunyi, Felix bergegas ke depan melihat siapa yang datang.
“Ya?”
“Permisi Tuan, ini barang pesanan anda. Semua sudah lengkap, silahkan cek kembali jika ada kekurangan” ucap petugas itu mengantarkan paper bag berisi berlian pesanan Felix.
“Tidak. Saya percaya pada bos mu. Dan ini tips u tuk mu” ucal Felix menyerahkan beberapa lembar uang pada petugas itu.
“Terimakasih banyak Tuan, kalau begitu saya permisi” pamit pria itu dengan raut wajah gembira.
Felix kembali masuk ke dalam dan membawa paper bag itu ke dalam kamarnya. Ia tidak sabar menantikan malam ini, malam yang akan menjadi saksi kisah cintanya bersama Selena.
Sementara saat ini Celline tengah bercengkrama dengan Robert di dalam apartemen wanita itu. Sudah ketangkap basah pria paruh baya itu masih belum kapok juga. Bahkan ia mengabaikan semua permasalahan dan kasus yang sedang menyandung nya saat ini.
“Dad, aku ingin Daddy membelikan ku apartemen di Lagoons. Aku ingin sekali tinggal disana mulai besok!” Ucap Celline merengek pada Robert.
Ia punya maksud tersendiri agar dirinya bisa berdekatan dengan Felix.
“Kenapa harus disana? Kau tahu jaraknya sangat jauh dari kantor ku sayang” ucap Robert membelai wajah mulus Celline.
“Lalu kenapa? Bukankah Daddy akhir-akhir ini sibuk? Lagi pula hitung-hitung Daddy sedang menjaga jarak dengan ku agar istri Daddy tidak curiga. Daddy mau pernikahan Daddy hancur begitu saja?” Ucap Celline mencoba memberi masukan. Wanita itu hanya takut Robert akan jatuh miskin, sementara dirinya akan kehilangan atm berjalan nya sebelum berhasil mendapatkan Felix.
Robert menimbang-nimbang ucapan Celline, jika dipikir-pikir ada benarnya juga. Akhir-akhir ini dia sangat membutuhkan banyak pengeluaran karena akibat dari kasus yang menjeratnya dia banyak menyewa jasa orang untuk membantu permasalahannya.
“Baiklah, Daddy akan belikan apartemen disana” ucap Robert yang lagi-lagi harus merogoh kocek cukup besar untuk membeli saru unit apartemen di daerah pusat kota itu.
“Yess!!! Thank you Daddy, i love you!” Ucap Celline memekik girang.
Seketika Robert tersenyum nakal.
“Tapi sebelum itu, bagaimana kalau sepuluh ronde malam ini?” Ucap Robert menaikkan alisnya dan mengedip nakal.
Celline yang tahu maksud pria itu langsung naik ke pangkuan Robert.
“Apapun untuk Daddy” bisik Celline nakal seraya menggesekkan asetnya ke milik Robert.
Pria paruh baya itu langsung menerkam Celline di atas sofa.
Hari semakin petang, Selena juga hampir selesai melakukan treatment dan juga make over. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan mini dress dengan belahan di paha nya. Menambah kesan seksi di tubuh ramping gadis itu.
Sedetik kemudian Felix masuk dengan mengenakan jas yang berwarna senada dengan dress milik Selena.
“Sudah selesai?” Tanya Felix pada pelayan.
“Sudah Tuan, Nona sudah cantik” puji pelayan itu menatap kagum Selena.
Selena hanya tersenyum lembut mendengar pujian itu.
“Kalau begitu kami permisi Tuan, tugas kami sudah selesai” ucap pelayan itu berpamitan.
“Ya, terimakasih atas kerja keras kalian. Saya sangat puas” ucap Felix tersenyum senang. Tatapannya tak pernah lepas memandang pemandangan indah di depan matanya.
Sepeninggal para pelayan, Felix melangkah mendekati Selena yang berdiri di depan cermin.
“Kamu seksi sekali malam ini honey” bisik Felix tepat di telinga Selena. Membuat gadis itu meremang seketika.
“Jadi hanya malam ini?” Ucap Selena
“No, bagiku you'are beautiful in every day” ucap Felix mengecup bahu Selena yang tebuka.
Gadis itu seketika blushing mendengar gombalan dari Felix.
“Sudah siap? Ayo kita jalan sekarang” akak Felix meraih jemari Selena dan menautkan dengan jarinya.
“Ayo” ucap Selena tersenyum mengangguk, meskipun dirinya tidak tahu kemana mereka akan pergi.
Sesampainya di bawah Felix bergegas membukakan pintu mobil untuk Selena.
“Silahkan permaisuri ku” ucap Felix menatap genit Selena membuat gadis itu mendelik.
Felix terkekeh pelan melihat reaksi kekasihnya.
Pria itupun masuk ke dalam mobil.
Mobilnya melaju membelah hiruk pikuk pusat kota yang tidak pernah senyap itu. Selena begitu menikmati perjalanan kali ini. Entah apa yang membuat suasana hati Selena menjadi bahagia malam hari ini.
Lima belas menit perjalanan akhirnya keduanya sampai di salah satu cafe ternama yang berada di pusat kota.
Hanya saja suasana nya begitu hening, biasanya cafe mewah itu banyak sekali pengunjung, tapi kenapa malam ini begitu sepi? Pikir Selena.
“Ayo sayang, kenapa melamun?” Tanya Felix yang sudah membuka kan pintu mobil untuknya.
“Ah iya ayo!” Ucap Selena meraih uluran tangan kekar pria itu.
Sepasang kekasih itu berjalan beriringan menuju ke dalam cafe.
Netra Selena memandang banyak sekali hiasan bunga-bunga segar di sepanjang jalan menuju cafe.
“Sebenarnya ini acara apa? Kenapa sangat sepi?” Tanya Selena menatap bingung sekeliling.
“Ini malam kencan kita honey, sudah pasti sepi. Kalau ramai bukan kencan lagi namanya” jawab Felix terkekeh pelan.
“Kencan? Seperti anak muda saja” ucap Selena
“Kita memang masih muda, right?” Sahut Felix menaikkan kedua alisnya.
“Aku memang masih muda, tapi tidak dengan mu” ucap Selena sengaja mengejek.
“Oh god! Apakah aku setua itu honey?” Cecar Felix panik sendiri.
“Hahaha..!” Tawa Selena pecah seketika melihat ekspresi Felix.
“Kenapa tertawa?” Tanya Felix heran.
“Kau ini serius sekali, aku hanya bercanda. Mana mungkin kekasih ku ini tua, orang tampan begini kok” ucap Selena memuji.
Di tengah hamparan taman terdapat sepasang kursi di kelilingi lilin cantik.
Felix menarik tangan Selena menuju tempat itu.
“Duduklah honey” ucap Felix menarik kursi untuk Selena.
“Wahh.. ini sangat indah Felix” puji Selena terpukau dengan pemandangan sekeliling. Suasananya begitu damai dan menyejukkan hati Selena. Apalagi cafe itu terletak di pinggir pulau buatan yang menampakkan pemandangan kapal-kapal mewah di tengah lautan.
“Kau suka honey?” Tanya Felix menatap wajah cantik kekasihnya.
Selena mengangguk penuh binar.
‘Papa memang tidak pernah salah memilih tempat’ batin Felix tersenyum bangga.
Seorang pelayan datang menyiapkan appetizer, ini adalah menu ter-spesial yang Dave suguhkan untuk acara Felix dan Selena.
“Silahkan di nikmati Tuan, Nona” ucap pelayan itu ramah.
“Thank you” jawab Selena tersenyum lembut.
Mereka menikmati semua hidangan yang satu persatu di siapkan oleh para pelayan di sana.
Tak lupa terdengar suara biola yang mengalun merdu di telinga. Ini adalah hari mereka berdua. Pasangan sejoli itu tampak sangat menikmati momen kebersamaannya.
Mereka berdua saling menyuapi satu sama lain bahkan tak ayal Felix bercanda dengan Selena. Padahal pria itu selalu khidmad ketika sedang berada di meja makan. Mungkin suasana hatinya kali ini berbeda.
Dua puluh menit berlalu akhirnya mereka selesai dengan aktifitas nya.
Felix mengusap noda bekas makanan yang ada di sudut bibir Selena menggunakan ibu jarinya.
“Lucu sekali” ucap Felix tersenyum gemas menatap wajah malu Selena.
“Ayo ikut aku honey” ajak Felix menarik tangan Selena.
“Kemana?” Tanya nya mendongak.
“Rahasia. Tapi sebelum itu kamu harus tutup mata terlebih dahulu sampai aku menyuruh mu membuka mata” pinta Felix menatap netra cantik gadis itu.
“Huh.. baiklah” putus Selena pasrah.
Felix mengembangkan senyumnya lebar.
Satu tangan pria itu menuntun langkah Selena dan satunya lagi menutup mata gadis itu.
“Pelan-pelan saja honey” ucap Felix memperingati agar Selena tidak jatuh.
“Apa masih jauh?” Tanya Selena yang sudah merasa berjalan beberapa langkah.
“Tidak, kita hampir sampai” ucap Felix
Lima menit kemudian mereka menghentikan langkahnya di sebuah kapal yang bersandar di tengah pulau. Kapal itu dihias sedemikian rupa hingga menambah kesan meeah dan indah.
“Kita sudah sampai honey, tapi tunggu sebentar jangan buka dulu” ucap Felix melepaskan pegangan tangannya.
Selena hanya mengangguk menuruti perintah Felix. Ia bertanya-tanya sebenarnya apa kejutan yang akan Felix berikan padanya.
Felix memberi kode kepada seseorang dan sedetik kemudian orang itu datang membawakan seribu tangkai bunga mawar berbentuk love yang Felix beli tadi dan juga kotak perhiasan yang ia masukkan ke dalam saku jasnya.
Felix berdiri memposisikan dirinya tepat di hadapan Selena.
“Dalam hitungan ketiga kau boleh membuka mata mu honey”
“Satu..”
“Dua..”
“Tiga!”
Selena membuka kedua matanya, pandangannya masih terlihat belum jelas sampai gadis itu mengucek matanya berkali-kali.
Sedetik kemudian ia melihat dengan jelas sosok Felix yang membawa buket bunga berbentuk love di tangannya.
Pria itu menyodorkan bunga nya ke arah Selena.
“Aku bukan pria yang pandai mengucapkan kata cinta, aku juga bukan pria yang pintar merangkai kata. Tapi satu yang harus kamu tahu Selena, aku mencintai mu dengan segenap hati dan jiwaku. Terimalah bunga ini. Bunga seribu tangkai yang menggambarkan betapa banyaknya cinta yang tumbuh setiap harinya” ucap Felix terdengar begitu tulus menatap lekat wajah cantik Selena.
Gadis itu tersenyum bahagia menatap Felix,
Tangannya meraih bunga yang ada di tangan Felix.
“Terimakasih, aku adalah satu-satunya wanita paling beruntung di dunia ini karena di cintai pria sempurna seperti mu” ucap Selena tak kalah tulus. Gadis itu tersenyum bangga menatap Felix.
Felix membalas senyuman itu tak kalah bahagianya. Sedetik kemudian pria itu mengeluarkan kotak cincin berlian yang ada di dalam saku jasnya.
Felix pun berjongkok di hadapan Selena membuat gadis itu mengernyit heran.
“Selena, aku tahu ini terlalu mendadak bagimu. Tapi tidak bagi ku. Maukah kau menjadi pendamping hidupku? Menjadi ibu dari anak-anakku kelak? Menjadi istri seorang Felix Keith Wilson?” Ucap Felix beruntun menatap wajah Selena serius.
Selena membekap mulutnya tak percaya.
Apa ini? Apa Felix bermaksud melamarnya? Oh astaga ini diluar pikiran Selena.
Selena menatap cincin itu dengan mata berkaca-kaca. Sementara Felix menunggu jawaban dari mulut Selena, ia taku Selena akan menolak karena semua ini terlalu mendadak.
Lama dengan keterkejutannya akhirnya Selena mengangguk cepat.
“Yes, i will!” Jawab Selena mantap. Airmatanya luruh seketika tanpa permisi.
Felix yang kepalang senang langsung memakaikan cincin itu di jari manis Selena.
Ia mengecup jari Selena berkali-kali menandakan ia sangat bahagia.
“Terimakasih honey, terimakasih kau sudah bersedia menunggu ku selama ini. I love you a thousand miles “ ucap Felix memeluk Selena begitu eratnya.
“I love you more” balas Selena tersenyum haru.
Cukup lama mereka berpelukan, tiba-tiba keduanya di kagetkan dengan suara Dave.
“Selamat nak, Papa bahagia melihatnya” ucap Dave memberi selamat pada Felix.
Pandangan Dave beralih pada Selena.
“Terimakasih sudah bersedia menerima putra Papa, semoga kalian bahagia” ucap Dave begitu tulus.
“Selena yang seharusnya berterimakasih Pa, Papa sudah mau berbesar hati menerima kehadiran Selena” ucap Selena penuh haru.
“Papa akan selalu menyayangi mu sampai kapan pun, seperti Papa menyayangi Felix” ucap Dave tersenyum.
Felix bahagia melihat interaksi keduanya. Dalam hatinya bersyukur bisa mendapatkan wanita sebaik dan sesabar Selena.