Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 29 | Robert & Celline



Charlos saat ini sedang berbicara dengan pihak perdana menteri. Ia mengambil langkah dengan menemui Perdana Menteri secara langsung karena ingin menyerang secara diam-diam untuk melengserkan jabatan Robert.


“Apa yang membuat anda yakin kalau Tuan Robert yang melakukan pembunuhan itu?” Tanya perdana menteri.


“Semua sudah ada bukti-bukti yang kuat mengarah pada Tuan Robert. Anda boleh memintanya pada pihak kepolisian karena saat ini kasus sudah di naikkan ke meja hijau” ucap Charlos.


“Baiklah. Laporan anda saya terima Tuan Charlos, selanjutnya saya akan merapatkan dengan para menteri dan menunggu kelanjutan hasil persidangan sesuai apa yang anda katakan, jika semua itu terbukti maka putusan akan memblacklist dan menyerahkan jabatan baru pada wakil jendral” ucap Perdana Menteri.


Charlos mengangguk tersenyum. Usahanya memang tidak pernah gagal.


‘Sebentar lagi kau akan hancur Robert’ batin Charlos tersenyum smirk.


“Baiklah, terimakasih atas waktu dan kesempatan nya. Kalau begitu saya pamit undur diri” ucap Charlos mengulurkan tangannya.


“Sama-sama Tuan Charlos, terimakasih atas laporan anda. Semoga pemerintahan semakin membaik dan tidak ada lagi kecurangan-kecurangan di dalamnya” ucap Perdana Menteri menyambut uluran tangan Charlos.


“Semoga saja Tuan” ucap Charlos tersenyum ramah.


Pria paruh baya itupun pergi meninggalkan gedung megah itu dengan senyum mengembang di bibirnya.


“Kau sudah menemukan keberadaannya?” Tanya pria paruh baya pada anak buahnya.


“Sudah Tuan, tapi saat ini gadis itu sedang dalam pengawalan yang ketat. Kami kesulitan untuk mendekatinya” ucap anak buahnya.


“Persetan! Aku tidak menerima alasan apapun! Secepatnya bawa gadis itu kemari, karena Dave sudah mulai mencurigai nya maka aku harus segera mendapatkan penawarnya” ucap Robert dengan tatapan tajamnya.


“Baik Tuan!” Ucap anak buah Robert ketakutan.


“Sial!! Aku harus berhasil mendapatkan gadis itu sebelum Dave bertindak lebih jauh” ucap Robert gusar.


Ia mendapat laporan jika Dave berkunjung ke kantor polisi. Selama ini Dave tidak pernah berurusan dengan pihak berwenang, terakhir kali Dave berurusan dengan polisi delapan tahun yang lalu ketika kasus korupsi itu terbongkar.


“Dia mana mungkin bisa menemukan bukti kejahatan ku sementara orang itu sudah aku bunuh lebih dulu” ucapnya tersenyum smirk.


Pria paruh baya itu tidak tahu saja jika Dave bermain rapi. Apalagi jika sampai mengetahui keberadaan Charlos, pasti Robert serangan jantung mendadak.


Robert pernah mencoba membunuh Charlos sesaat setelah kematian Dominic dan Emily. Namun Charlos berhasil lolos dari kejaran anak buah Robert, dengan mengelabuhi berpura-pura tenggelam jatuh ke dalam lautan.


Dan semua bukti itu sudah di proses di pengadilan karena Dave yang memintanya. Tinggal menunggu panggilan dari kepolisian maka itu akan menjadi gong pertama untuk kehancuran Robert.


“Daddy!” Panggil seorang wanita sexy mendekati Robert. Wanita itu duduk di pangkuan Robert.


“Yes darling, kau menginginkan sesuatu?” Tanya Robert menetralkan raut wajahnya.


“Yah, aku ingin Daddy membelikan ku apartemen mewah disini karena aku akan stay beberapa bulan di kota ini” jawab wanita itu meraba paha Robert genit.


“Hmm.. kau tidak langsung kembali ke New York?” Tanya Robert memejamkan matanya menahan gejolak.


“Tidak! Aku masih ada urusan disini beberapa bulan” ucap wanita itu semakin gencar menggoda Robert. Padahal dia memiliki anak dan istri, tapi sikapnya yang berkuasa seolah tak pernah cukup dengan satu wanita.


“Ohh Celline kau nakal sekali!” Ucap Robert menggeram menahan tangan Celline.


“Ayo Daddy, aku akan memuaskan mu kali ini” bisik Celline tepat di telinga Robert. Membuat pria paruh baya itu seperti di terpa angin segar.


“Ahh tunggu apalagi, aku sudah tidak sabar ingin menikmati mu” balas Robert meremas kedua aset Celline begitu keras.


“Daddy sakit!” Pekik Celline


Robert tidak peduli, pria itu mengangkat tubuh Celline menuju kamar pribadinya.


Terjadilah pergulatan panas antara mereka berdua.


Hubungan antara keduanya terjalin selama hampir satu tahun terakhir. Awalnya Celline hanya ingin memanfaatkan Robert untuk menunjang karir nya di dunia designer karena jabatan Robert cukup berpengaruh di negara ini.


Namun lama kelamaan Celline terus kecanduan dengan pria paruh baya itu karena stamina Robert di ranjang sangat kuat, bahkan Celline tidak pernah merasakan kenikmatan itu pada pria lain yang pernah Celline kencani.


Sementara Felix saat ini sesang berada di ruangannya, ia tengah berbicara dengan Roy membahas perkembangan kasus Robert.


“Jadi Papa sudah membawanya ke pengadilan?” Tanya Felix memastikan.


“Benar Tuan Felix, beliau meminta agar kasus ini segera di naikkan. Sudah terlalu lama kejahatan Robert di senyapkan. Sekarang Paman Charlos pun sudah mulai bergerak. Tinggal menunggu panggilan Robert saja” terang Roy.


“Dan satu lagi Tuan, tolong jaga Nona Selena dengan baik. Anak buah Robert sudah mengendus pergerakan kita sejak saya dan Tuan Dave mengunjungi pihak kepolisian.” Imbuh Roy


“Selama Robert masih mengingai itu artinya dia masih belum mengetahui keberadaan Paman Charlos. Jadi saya harap jangan pernah meninggalkan Nona Selena kapanpun dan dimanapun, kita tidak tau tindakan apa yang akan Robert ambil” ucap Roy mewanti-wanti.


“Baik Roy. Terimakasih atas informasinya. Saya akan tetap memperketat pengawasan Selena” ucap Felix yakin.


Roy pun menganggukkan kepalanya.


Felix melirik ke arah pergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul dua belas. Saat ini waktunya makan siang, Felix menoleh ke arah ruangan Selena yang hanya bersekat dinding kaca namun gadis itu menutupnya dengan tirai. Hanya nampak bayangan Selena sedang berkutat di layar monitor.


“Bagaimana kalau kita makan siang bersama Roy?” Tawar Felix pada pria itu.


“Ah, terimakasih Tuan. Saya masih ada keperluan setelah ini, mungkim lain kali saja” tolak Roy secara halus, ia sudah menduga akan berada di situasi canggung karena Felix pasti tidak akan meninggalkan Selena.


“Baiklah tidak apa” angguk Felix kemudian.


“Saya permisi Tuan” pamit Roy pada akhirnya.


Felix mengangguk tersenyum singkat.


Sepeninggal Roy, Felix melepas jas nya dan mengalungkannya di kursi kebesaran miliknya.


Pria itu melonggarkan dasinya dan menggulung kemejanya hingga sebatas siku.


Ia pun keluar dari ruangannya menuju ruangan Selena.


“Honey” panggil Felix


Selena yang masih sibuk dengan aktifitas nya tak menoleh ke arah sang empu.


“Hmm?” Hanya itu yang keluar dari bibir Selena.


“Ck!” Decak Felix melangkah masuk mendekati kekasihnya. Ia tak suka di abaikan seperti ini.


Pria itu melingkarkan tangannya ke perut ramping Selena.


“Sudah saatnya makan siang” ucap Felix memperingati.


“Ya, sebentar” sahut Selena netranya masih fokus ke arah monitor.


Jari-jari lentiknya dengan lihai berselancar di atas keyboard. Felix terkesima dengan pemandangan itu. Kemana dirinya selama ini? Baru kali ini ia melihat Selena semakin mempesona.


Felix meraih tangan kanan Selena lalu mencuri kecupan singkat di jemari gadis itu.


“Kamu cantik sekali honey” puji Felix tiba-tiba.


Blushhh…


Jari Selena seketika lemas mendengar pujian yang keluar dari bibir pria itu.


“Ishh! Kau paling pandai soal memecah konsentrasi ku” desis Selena mencubit kecil lengan Felix.


Felix pun tersenyum lebar menatap gadis itu.


“Aku berkata jujur, apa salahnya?” Ucap Felix masih terus menggoda Selena yang saat ini sudah merah seperti udang rebus.


“Stop it! Oke i'm done” seru Selena tak ingin terus terusan terjebak di situasi konyol ini.


Felix seketika tersenyum kemenangan. Gadis itu tak menggubris ekspresi kekasihnya, ia mengambil tas nga lalu berjalan mendahului Felix.


“Ayo” ajak Selena meninggalkan pria itu.


“Tunggu honey!” Seru Felix mengejar langkah Selena.


“Ck! Lambat” decak Selena mengejek.


Felix mempercepat langkahnya dan menangkap tubuh Selena.


Happ!


“Cupp!” Pria itu mencuri kecupan di bibir Selena hingga sang empu terjingkat kaget.


“Felix!!!!”