Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 51 | Ancaman Dom



Sampai di mansion pribadinya Felix menyusul Selena yang berjalan terlabih dahulu meninggalkan dirinya.


“Baby.. kau di dalam?” Tanya Felix mengetuk pintu kamar mandi.


Ia menempelkan telinga nya pada pintu, tidak ada suara gemercik air.


“Baby, buka pintunya! Jangan buat aku cemas sayang!” Seru Felix terus mengetuk pintu.


Tak lama Selena keluar dari kamar mandi dengan mata sembab penuh air mata.


Ia berjalan dengan tatapan lurus tanpa menatap suaminya.


Felix yang tak di gubris pun mengekori istrinya dari belakang.


Selena duduk di tepi ranjang dengan raut wajah datarnya.


Felix merasa kejadian ini sangatlah fatal, tapi dia sendiri belum mengetahui apa penyebabnya. Rahangnya mengeras melihat istrinya menangis. Sumpah demi apapun ia akan memberikan perlajaran setimpal pada orang yang telah melukai batin Selena.


Ia pun ikut duduk di damping Selena seraya meraih jemari lentik wanita itu.


“Apa yang terjadi? Ceritakan semuanya baby, aku ingin mendengarnya” pinta Felix mengecup jemarinya lembut.


Selena menarik nafasnya dalam-dalam. Ia harus kembali menceritakan fakta yang membuat hatinya tercabik-cabik.


“Sebelumnya aku ingin bertanya pada mu, tolong jawab sesuai dengan prinsip dan isi hatimu” ucap Selena menjeda kalimatnya, Felix menatap istrinya seksama menunggu kalimat selanjutnya keluar dari bibir cantik itu.


“Apa yang kau rasakan ketika kau tahu ada seorang wanita yang mengandung benih mu, darah daging mu?” Tanya Selena menahan laju airmatanya agar tidak keluar.


Felix mengernyitkan keningnya heran, cukup aneh terdengar di telinganya.


“Apa yang kau katakan sayang? Tentu saja aku akan sangat bahagia” ucap Felix tersenyum menatap wajah sendu Selena.


Wanita itu memejamkan matanya tak sanggup mendengar jawaban Felix selanjutnya.


“Meskipun itu bukan aku?” Tanya Selena membuang pandangannya ke segala arah.


“What? Apa maksud mu Selena? Apa kau gila? Mana mungkin ada wanita lain yang mengandung darah daging ku sementara istriku kamu” tanya Felix mengernyit heran.


“Ada! Wanita itu Celline! Dia mengandung darah daging mu Felix!” Ucap Selena meninggikan nada bicaranya bersamaan dengan air mata yang keluar begitu derasnya.


Felix yang mendengar hal itu sontak melebarkan bola matanya tak percaya, darimana istrinya itu menangkap gosip murahan seperti ini? Sungguh gila! Pikir Felix.


“Baby, siapa yang mengatakan itu? Aku tidak mungkin menghamili wanita itu di saat kita baru saja menikah, bahkan aku tidak sudi mendengar namanya, come on sayang ini hanya berita bohong” ucap Felix berusaha menyangkal tuduhan itu.


Selena meraih sesuatu dari dalam tas nya.


“Lalu apa ini masih bisa di katakan bohong?” Tanya Selena melemparkan sebuah foto usg dan ponselnya yang berisi gambar dugaan Felix bersama Celline di depan kamar hotel.


Felix meraih benda itu dan mengamati nya dengan teliti.


Sepintas memang foto USG itu terlihat asli. Namun ada yang janggal dengan foto seseorang yang mirip dirinya.


Felix tidak pernah memakai jas berwarna silver, bahkan laki-laki itu membenci warna itu.


Tidak salah lagi, ini semua adalah rekayasa Celline untuk membuat rumahtangganya hancur.


“Baby kau percaya pada ku kan? Aku tidak pernah bertemu wanita itu secara langsung setelah kita menikah” ucap Felix menjelaskan, berharap istrinya itu akan percaya padanya.


Namun ternyata harapannya tidak sesuai. Selena menggelengkan kepalanya pelan.


“Aku tidak tahu harus mempercayai siapa, ini begitu mendadak dan mengejutkan. Kau tahu aku tidak pernah menyukai hal yang berbau dengan kebohongan? Untuk saat ini pikirkan saja solusi untuk masalah ini. Aku lelah, tolong jangan ganggu aku” ucap Selena berbalik naik ke atas ranjang dan menyelimuti dirinya.


Felix memandang sendu ke arah istrinya yang kini tengah berbaring meringkuk.


Tangannya terkepal erat dengan sorot mata penuh dendam. Felix pastikan dirinya tidak akan mengampuni Celline setelah ini.


‘Bicara sekarang pun percuma, pasti Selena lebih mempercayai foto ini di banding ucapan ku’ batin Felix dalam hati.


Untuk sementara dia akan menyimpan bukti palsu itu sampai dirinya benar-benar berhasil membuktikan pada Selena jika semuanya adalah rekayasa. Ia akan mencari bukti nyata untuk membongkar kebusukan Celline.


Dom yang membaca pesan dari bos nya itu bergegas melakukan tugasnya. Ia berjalan menuju ruang cctv yang ada di cafe itu.


“Anda siapa Tuan? Dan perihal apa yang membuat kami harus menunjukkan rekaman cctv” tanya petugas cctv.


“Saya tangan kanan Tuan Felix Keith Wilson” jawab Dom datar, seketika petugas itu membelalak lebar. Ternyata pria berpostur tubuh gagah di hadapannya ini anak buah dari orang no 1 di negaranya.


Pria itu buru-buru menunjukkan rekaman cctv yang ada di ruangan Celline berada.


Terlihat Celline memberikan sebuah amplop cokelat dan sebuah foto.


“Bisa kau zoom benda itu?” Ucap Dom mengintruksi.


Pria itu dengan patuh melakukan apa yang Dom minta.


“Foto USG? Siapa yang hamil?” Gumam Dom mengerutkan keningnya.


Sedetik kemudian Celline menunjukkan ponsel berisi foto yang membuat Selena shock.


Dom mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol.


“Kau telah salah mencari masalah dengan kami Nona” ucap Dom menatap tajam layar monitor. Petugas yang memperhatikan perubahan raut wajah Dom mendadak pucat pasi.


“Salin rekaman ini dan kirim padaku sekarang!” Titah Dom dengan tegas.


“Ba-baik Tuan!” Jawab petugas itu dengan gemetar.


Setelah mendapatkan apa yang ia minta, Dom bergegas menyusul Celline yang kini masih berada di dalam ruangan private.


“Permisi” ucap Dom menghampiri wanita itu.


“Ya? Siapa?” Tanya Celline mengernyitkan dahinya heran, ini ruangan privat kenapa bisa orang lain masuk? Kalaupun seorang pelayan kenapa pakaiannya lebih mirip dengan bodyguard?


Selentingan pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Celline.


“Maaf Nona, saya di tugaskan untuk memberi pelajaran pada anda karena telah berani mengusik istri dari bos kami” ucap Dom tersenyum devil. Raut wajahnya begitu dingin mengerikan di mata Celline membuat bulu kudu nya meremang seketika.


“A-apa maksud mu? Istri bos mu? Siapa?” Cecar Celline tergugup menatap Dom.


“Tanpa saya beritahu tentu anda sudah tahu jawabannya” balas Dom menatap tajam netra Celline.


Wanita itu semakin gugup bahkan sampai keluar keringat dingin.


“Tunggu dulu! Kau tidak bisa berbuat seenaknya seperti ini. Aku tidak melakukan apapun, pergi lah dan jangan mengganggu ku!” Usir Celline menatap Dom penuh ketakutan.


“Seharusnya kata-kata itu pantas untuk diri anda sendiri Nona, anda yang sudah mengusik dan mengganggu rumah tangga bos kami. Sekarang anda akan menerima hukumannya. Tuan Felix sudah pernah memperingati tapi anda sama sekali tidak mengindahkan ucapannya, nyatanya anda malah semakin berani saja!” Sarkas Dom menatap nyalang penuh intimidasi membuat Celline mati kutu.


‘Sialan! Ternyata para cecunguk Felix bergerak lebih cepat dari prediksi ku! Ini gawat, aku harus bagaimana?!’ Rutuknya dalam hati.


“Cukup! Lalu kau mau apa? Membunuh ku? Heh! Yang benar saja, itu sangat tidak mungkin karena sekarang aku sedang mengandung darah daging Felix!” Ucap Celline masih ingin membenarkan dirinya.


Dom tertawa sinis.


“Benarkah? Apakah seorang bilionaire pemilik benih berharga seperti Tuan Felix akan menyebarkan benihnya ke sembarang wanita? Apalagi wanita murahan tidak jelas seperti anda?!” Tukas Dom melontarkan kalimat pedasnya.


Kata-kata itu begitu menusuk jantung Celline.


“Tutup mulut mu bedebah sialan!” Umpat Celline keras.


Sedetik kemudian..


Plakk!!!


Satu tamparan mendarat di pipi mulus wanita cantik itu.


“Dengar Nona, satu kali anda mengusik kehidupan pribadi Tuan Felix maka penderitaan berkali-kali lipat akan anda dapatkan. Mau anda pergi ke ujung dunia sekalipun Tuan Felix tidak akan pernah melepaskan. Jadi pikir baik-baik sebelum anda bertindak lebih jauh, karena hidup anda setelah ini berada dalam pengawasan anak buah Tuan Felix”


“Tamparan ini sebagai peringatan kedua atas apa yang anda lakukan, jika terjadi sesuatu dengan rumahtangga Tuan Felix dan Nona Selena, saya pastikan siksaan fisik lebih parah dari ini akan menanti anda. Selamat siang, permisi!” Ucap Dom berlalu pergi setelah melontarkan kalimat ultimatum berupa ancaman pada Celline.


Wanita itu merasakan gejolak panas di dalam dirinya, otaknya seakan meletup-letup mendengar semua ancaman Dom.


‘Aku semakin membenci mu Selena! Aku tidak akan pernah berhenti untuk menyingkirkan mu!’ tekadnya dalam hati.