Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 26 | Pertemuan Felix dan Charlos



Hari ini Felix dan Selena makan siang bersama di sebuah restauran elit dekat kantor.


Mereka berdua makan di privat room karena permintaan Selena sendiri, gadis itu tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana pasalanya ia sedang bersama Felix. Sang bos besar pemilik industri no 1 di negara ini.


“Apa menurutmu ini tidak terlalu banyak?” Tanya Selena menatap hidangan di depan matanya.


“No honey, jangan banyak protes. Nikmati saja” ucap Felix memotongkan steak untuk Selena.


Pria itu menyodorkan piring steak di hadapan Selena agar memudahkan wanitanya itu makan.


“Terimakasih” ucap Selena tersenyum manis.


“Anything for you honey” ucap Felix membalas perkataan Selena.


Selena sudah tidak canggung lagi dengan perlakuan Felix, lama kelamaan gadis itu menikmati dengan apa yang Felix berikan padanya.


‘Aku beruntung memiliki mu’ batin Selena menatap nanar wajah tampan Felix yang tengah sibuk dengan piringnya.


“Mau di suapi?” Tawar Felix pada Selena.


Gadis itu menggeleng pelan,


“No sayang, sekarang biarkan aku yang menyuapi mu” ucap Selena mengarahkan garpu berisi tusukan daging ke mulut Felix.


Pria itu tersenyum lalu membuka mulutnya, sedetik kemudian ia mengunyah daging steak itu.


Keduanya tersenyum bahagia menikmati momen romantis bersama.


“Setelah ini aku ada urusan penting dengan Dom, kau mau ikut honey?” Tanya Felix setelah menuntaskan makanan nya.


Selena yang tengah minum pun segera meneguk air yang ada di dalam mulutnya.


“Urusan apa?” Tanya Selena heran.


“Ada,” jawab Felix sekenanya.


“Tidak kembali ke kantor?” Tanya Selena.


“Tidak perlu, tidak ada agenda penting juga kan setelah ini?” Tanya Felix pada kekasihnya itu.


Selena menggeleng pelan.


“Mau ikut tidak? Kau akan menyesal nantinya jika tidak ikut” ucap Felix mencoba membujuk kekasihnya.


“Sepenting apa sih? Jangan-jangan urusan laki-laki, aku tidak mau” ucap Selena menolak.


“Bukan sayang, kau akan tahu nanti. Ayo kita pergi sekarang” ajak Felix memasukkan ponselnya ke dalam saku jas dan meraih jemari Selena keluar dari restauran mewah itu.


“Ck! Kalau ujung-ujungnya memaksa kenapa harus bertanya tadi” decak Selena memutar bola matanya malas.


Felix yang mendengar ucapan Selena seketika mendaratkan kecupan singkat di bibir gadis itu.


“Berhenti mendumel atau sepanjang jalan aku akan terus mencium mu” ancam Felix dengan tatapan gemas nya.


Selena tidak bisa berkata apapun lagi selain hanya pasrah.


Sesampainya di parkiran Felix bergegas membuka kan pintu mobil untuk Selena.


Keduanya masuk dan mobil pun melaju meninggalkan area restauran.


“Honey..” panggil Felix pada Selena ketika mereka dalam perjalanan.


“Ya?” Ucap Selena menoleh ke arah Felix.


“Apa kau tidak ingin bertemu dengan mantan kekasihmu?” Tanya Felix tiba-tiba.


“Untuk apa?” Tanya Selena


“Untuk menyelesaikan hubungan kalian” ucap Felix menjeda kalimatnya.


“Jujur saja aku merasa jadi pengganggu di antara kalian, karena secara tidak langsung kalian masih memiliki hubungan” ucap Felix hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Selena.


Lama terdiam Selena berusaha mencerna kalimat yang keluar dari bibir Felix.


Jika dipikir-pikir ucapan Felix ada benarnya juga, secara tidak langsung Felix merebutnya dari Juan sebab dirinya sama sekali belum mengakhiri hubungannya dengan Juan.


Selena menghembuskan nafasnya kasar.


“Apa kau mengizinkan aku untuk bertemu dengannya?” Ucap Selena meminta persetujuan dari kekasihnya itu.


“Tentu saja, asal bersama ku” ucap Felix tersenyum tipis.


Ia tidak mungkin membiarkan Selena menemui Juan seorang diri, ia takut Juan akan menyakiti atau berbuat yang tidak-tidak pada Selena. Felix tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


“Ya, tidak masalah” jawab Selena menganggukkan kepalanya.


“Nanti kita atur waktu jika urusan kantor sudah selesai” ucap Felix tersenyum simpul seraya mengusap kepala gadis itu lembut.


Lima belas menit menempuh perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Felix tiba di sebuah resort.


Keduanya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam salah satu privat room paling mewah di resort itu.


Dom memang tahu apa yang di inginkan oleh Felix.


Felix tersenyum mendengar celotehan gadis itu.


“Client kita kali ini sangat spesial sayang, kau pasti akan terkesan” ucap Felix penuh teka teki.


Membuat Selena bingung dan bertanya-tanya.


Namun tidak ada pilihan lain selain mengikuti arahan pria itu.


Keduanya masuk ke dalam privat room dan disana sudah ada Dom dan satu orang pria berhoodie. Selena tidak tau seperti apa rupa wajahnya sebab pria itu membelakangi dirinya dan Felix.


“Selamat siang Tuan, Nona.. silahkan duduk” ucap Dom mengambut kedatangan atasannya.


“Terimakasih Dom, kau melakukan tugas mu dengan baik” ucap Felix tersenyum singkat.


“Sudah kewajiban saya Tuan” jawab Dom.


“Kalau begitu saya tinggal, permisi” pamit Dom membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan itu.


Selena sejak tadi merasa aneh dengan mereka,


“Kenapa Dom pergi?” Tanya Selena pelan.


“Tugas Dom sudah selesai” jawab Felix sekenanya.


Selena hanya mengangguk saja.


“Halo Tuan Charlos, senang bertemu dengan anda” sapa Felix mengulurkan tangannya pada Charlos.


Ya, pria berhoodie itu adalah Charlos yang sejak kemarin sudah menyepakati untuk temu janji dengan Felix.


“Senang juga bertemu dengan anda Tuan Felix dan Nona Selena, suatu kehormatan saya bisa berada di satu ruangan dengan pemilik industri no 1 terbesar di Dubai” ucap Charlos masih mengenakan maskernya.


“Ah, saya rasa anda terlalu berlebihan” ucap Felix tersenyum tipis.


Sementara Selena hanya menanggapi dengan senyum singkat. Ia masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan meeting ini.


“Langsung saja Tuan, saya ingin mendengar cerita keseluruhannya. Saya akan segera mengungkap kasus ini di muka umum dengan bantuan anda, agar semuanya clear dan tidak menjadi ganjalan untuk kedepannya nanti. Jadi saya mohon kerja sama dan bantuan anda” ucap Felix penuh harap.


Selena mengerutkan keningnya, ‘apa maksudnya?’ Tanya nya dalam hati.


Charlos tampak tegang, perlahan ia membuka masker dan hoodie yang ia pakai.


Nampak lah wajah pria paruh baya seusia ayah Selena.


Seketika Selena melebarkan matanya.


“Uncle? Uncle teman ayah?!” Ucap Selena menganga.


Charlos mengangguk tersenyum simpul menanggapi ucapan gadis itu.


Selena yang dilanda shock pun seketika mengeluarkan airmata begitu derasnya. Punggungnya bergetar menahan tangis yang begitu sakit ia rasakan.


Kenangan masa lalu kembali terlintas di otak Selena.


Felix yang menyaksikan itu seketika iba. Ia merangkul Selena dan mengusap punggung gadis itu, tidak ada cara lain lagi selain mempertemukan mereka. Felix tidak mau Selena terus memendam rasa sakit dari semua ketidak pastiannya mengenai fakta kedua orangtuanya yang sesungguhnya.


“Ssst.. tenganglah dulu sayang, kau harus mampu menahan tangismu sampai Uncle Charlos menjelaskan semuanya” ucap Felix menenangkan Selena.


Selena mengusap airmata nya dan mengangguk mengerti.


“Hai Uncle, lama tidak bertemu” ucap Selena tersenyum di sela-sela tangisnya yang mulai mereda.


“Ya, maaf Uncle selama ini hanya bisa menjaga mu dari jauh. Uncle tidak mau ada yang tau jika Uncle masih hidup sampai saat ini” ucap Charlos tersenyum hangat menatap Selena.


“Jadi Uncle selama ini menyamar dan bersembunyi?” Tanya Selena


“Benar Selena” ucap Charlos menganggukkan kepalanya.


“Tapi kenapa Uncle? Apa ada seseorang yang mengancam keselamatan Uncle? Dan apa semua ini ada hubungannya dengan kematian kedua orang tua ku?” Tanya Selena panjang lebar.


“Benar Selena” jawab Charlos singkat.


Selena membuka mulutnya tak percaya.


“Tolong ceritakan semuanya Uncle, Selena harus tau semua ini dari awal sampai akhir” pinta Selena menguatkan hatinya.


Charlos pun mengangguk.


“Delapan tahun lalu ayah dan ibumu menitipkan surat tugas padaku 3 hari sebelum kecelakaan itu terjadi. Mereka berpesan agar menyerahkan kembali surat itu setelah mereka berangkat ke Tokyo pada client mereka karena tidak bisa melanjutkan penyelidikannya” ucap Charlos menjeda sejenak kalimatnya.


Selena mengerutkan keningnya, ‘penyelidikan?’ Batinnya bingung.


“Esoknya lagi tiba-tiba Ayah mu memberikan satu map berisi berkas pada uncle dan berpesan agar uncle membuka nya setelah kepergiannya ke Tokyo. Sehari kemudian tiba lah ayah ibu mu hendak berangkat, mereka bilang ingin menyelesaikan sesuatu yang genting disana. Uncle mengantarkan mereka sampai ke depan pintu gerbang kantor, tapi lima belas menit setelahnya Uncle mendapat kabar dari pihak kepolisian bahwa Dominic dan Emily mengalami kecelakaan hebat yang tidak terhindarkan. Ayah dan Ibu mu tewas di tempat.” Ucap Charlos menitikkan airmatanya.


Selena jangan di tanya lagi, gadis itu semakin terisak pilu sementara Felix berusaha memberikan kekuatan padanya.


“Saat itu Uncle bingung harus berbuat apa dan bagaimana cara Uncle untuk memberitahukan padamu. Akhirnya Uncle memilih menyerahkan surat itu pada client ayah mu dahulu. Baru setelah itu Uncle mengabarkan berita kepergian orang tuamu pada mu Selena, Uncle minta maaf karena tidak bisa membawa mu menyaksikan pemakaman kedua orang tua mu” ucap Charlos sedih mengingat hari itu.


Selena menggeleng pelan.


“Uncle tidak salah, justru Selena yang berterimakasih pada Uncle karena sudah membantu ayah dan ibu bahkan di saat detik-detik kepergian mereka” ucap Selena menetralkan perasaannya.