Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 38 | Sedikit gugup



Keesokan harinya Felix terbangun pukul enam pagi. Pria itu akan bersiap lebih awal untuk membangunkan Selena sebab semalam mereka pulang sangat larut karena asyik berbincang dengan Dave. Felix tahu pasti gadis itu kelelahan.


Pria itu melangkahkan kakinya menuju kamar Selena. Ia membuka handel pintu, dan benar saja. Selena masih bergelung di bawah selimutnya.


Felik melangkahkan kakinya mendekati ranjang dimana calon istrinya itu tertidur pulas.


“Cup! Cup! Cup!” Pria itu mendaratkan kecupan beberapa kali di pelipis Selena hingga membuat gadis itu menggeliat kecil.


“Bangun honey” ucap Felix menyibakkan selimut milik Selena.


“Hmmm.. jam berapa?” Tanya Selena dengan mata masih tertutup.


“Sudah pukul enam, ayo mandi kita segera bersiap ke gereja” ucap Felix


Seketika mata Selena terbuka lebar.


“Untuk apa?” Tanya Selena mengucek matanya.


Gadis itu sama sekali tidak tahu rencana Dave dan Felix. Yang terpenting mereka sudah tahu jelas bahwa Selena mau hidup bersama Felix.


“Ada acara pernikahan pagi ini, ayo segera bersiap dan akan ada orang salon lagi yang akan merias mu pagi ini” ucap Felix memberitahu.


“Hah? Mereka lagi?” Tanya Selena melongo.


Felix menganggukkan kepalanya.


“Huhhh… sangat menyebalkan” dengus Selena berjalan gontai menuju walk in closet.


Felix terkekeh pelan mendengarnya. Pria itu keluar dari kamar Selena karena dirinya juga harus bersiap.


Beruntung gadis itu tidak banyak bertanya, jadi dirinya tidak perlu repot-repot memikirkan jawaban dari pertanyaan Selena.


Lima belas menit kemudian para pelayan salon itu datang membawa banyak perlengkapan wardrobe termasuk gaun putih menjuntai ke lantai milik Selena.


Felix yang melihat desain gaun itu tersenyum puas, tidak sia-sia dirinya mengeluarkan cukup banyak budget. Sangat sesuai dengan hasilnya.


“Permisi Tuan, kami akan merias Nona sekarang juga” ijin para pelayan itu pada Felix.


“Ya, kebetulan dia baru saja selesai” ucap Felix mempersilahkan.


Pelayan itu segera masuk ke dalam kamar Selena.


Tok tok!


“Masuk!” Sahut Selena dari dalam.


“Permisi Nona, sudah siap?” Tanya pelayan itu pada Selena yang baru saja keluar dari walk in closet.


“Ya, apa yang kalian bawa?” Tanya Selena melihat gaun yang cantik itu tergantung rapi.


“Ah! Ini adalah costum yang akan Nona pakai pagi ini. Kebetulan tema bridal kali ini seluruh tamu undangan bertema disney Nona” ucap Pelayan itu dengan alibinya.


Felix yang mendengar dari balik pintu pun terkekeh lucu.


‘Pintar juga mereka’ batin Felix merasa konyol.


“Oh. Baiklah mulailah sekarang” titah Selena duduk di depan meja riasnya.


Para pelayan yang berjumlah tiga orang itupun bergegas melakukan tugasnya masing-masing.


Sementara Dave saat ini tengah berdebat dengan Grace. Wanita paruh baya itu memprotes perilaku Dave padanya.


“Kau sudah keterlaluan hanya karena membela gadis itu sampai rela menghukum ku seperti ini! Aku mau kembalikan semua fasilitas seperti semula!” Ucap Grace bersungut-sungut.


Dave yang sudah bersiap dengan setelan formal nya mencoba menahan amarah.


“Semua fasilitas mu akan kembali jika aku sudah melihat perubahan sikap mu. Terutama pada Selena” ucap Dave menekankan kalimatnya.


Grace melongo mendengarnya,


“Apa katamu?! Sampai kapanpun aku tidak akan menyukai gadis itu! Dia bukan siapa-siapa, yang berhak bersanding dengan Felix hanya Celline” sahut Grace kekeh.


Dave tersenyum miring,


“Kau pikir kau berhak menentukan siapa jodohnya? Kau salah Grace, putra mu sudah dewasa dan berhak memilih jalan hidupnya sendiri!” Balas Dave tersenyum smirk.


“Apa peduli ku? Selama Felix belum menikah maka Celline lah yang tetap menjadi calon istrinya, bukan dia!” Sungut Grace menatap nanar suaminya.


“Heh! Bagaimana jika mereka sudah menikah? Kita tidak pernah tau hubungan mereka yang sebenarnya” pancing Dave


Grace tersenyum remeh menatap Dave.


“Kau pikir aku bodoh? Tidak akan mungkin dia menikah tanpa restu dari orang tuanya apalagi aku ibunya” balas Grace percaya diri.


“Terserah. Aku akan mendukung apapun pilihan dan keputusan putraku!” Ucap Dave berlalu pergi meninggalkan Grace sendirian yang di landa emosi.


Pasalnya pagi ini ia harus sudah sampai di gereja lebih dulu dari Felix dan Selena. Ia harus memastikan semua persiapan sudah benar-benar matang.


“Nona anda benar-benar seperti putri kerajaan”


“Benar, anda sangat memukau, pasti Tuan Felix tidak akan mampu menatap yang lain selain Nona”


Pujian demi pujian dan sanjungan mereka layangkan pada Selena.


“Kalian terlalu berlebihan” balas Selena tersenyum malu.


“Siapa yang memilih gaun ini?” Tanya Selena pada pelayan itu.


“Tuan sendiri yang memilihnya Nona, Tuan sangat tahu bagaimana selera dan ukuran tubuh Nona. Gaun nya sangat pas” ucap Pelayan itu.


Selena tersenyum menanggapi ucapan mereka.


Dalam hatinya terkejut sekaligus bertanya-tanya.


’aku tidak menyangka dia akan se-effort ini. Pasti gaunnya sangat mahal’ ucap Selena dalam hati.


Pintu terbuka menampakkan sosok Felix yang terlihat gagah dan tampan.


Pria itu menatap takjub calon istrinya. Dia memang tidak salah pilih gaun, sangat menyatu dengan tubuh Selena.


“Tuan, Nona sudah selesai” ucap Pelayan itu memberitahu.


Felix hanya diam membatu karena terpesona dengan penampilan Selena.


Sementara Selena yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah.


“Tuan” panggil pelayan menyadarkan keterdiaman Felix.


“Ah ya? Sudah siap?” Tanya Felix tersadar.


“Sudah” jawab Selena mengangguk.


“Baiklah, tugas kami selesai. Kami permisi Tuan, Nona” ucap Pelayan itu berpamitan.


Selena dan Felix mengangguk bersamaan.


“Ya, terimakasih atas kerja leras kalian. Bonusnya akan aku transer setelah ini” ucap Felix merasa puas.


“Baik Tuan. Terimakasih semoga di berikan kelancaran” ucap mereka lalu pergi meninggalkan sepasang calon pengantin itu.


Langkah pria itu mendekat ke arah Selena yang juga menatap dirinya.


Sungguh hati Selena berbunga-bunga pagi ini.


“Kamu cantik sekali honey, aku sampai tidak mengenali mu” bisik Felix di telinga Selena. Tangannya merengkuh pinggang ramping Selena agar menempel padanya.


Selena yang terhimpit di posisi intim itu seketika gugup bukan main.


“Hmm.. bisakah jangan terlalu dekat. Rasanya sesak” ucap Selena menatap Felix malu.


“Tidak, aku ingin terus seperti ini” jawab Felix dengan tatapan penuh kagum.


“Ishh” dengus Selena memukul dada bidang Felix pelan.


Pria itu tersenyum senang karena berhasil menggoda calon istrinya.


“Ayo, waktunya sudah dekat” ajak Felix merangkul Selena berjalan keluar.


Selena hanya pasrah mengikutinya.


“Selamat pagi Tuan, Nona” sapa Dom yang berada di luar menunggu calon pengantin itu.


“Pagi Dom, ayo kita berangkat sekarang” ucap Felix di angguki oleh Dom.


Sementara Selena tidak banyak bicara, ia hanya berekspresi saja. Dalam hatinya merasa bingung dan gugup, padahal hanya menghadiri acara pernikahan kan?


Gadis itu sama sekali tidak mengerti kenapa suasananya menjadi gugup seperti ini.


‘Oh ayolah Selena! Tenangkan hatimu’ ucap gadis itu dalam hati seraya memejamkan matanya.


“Are you okay honey?” Tanya Felix yang sejak tadi mengamati gerak geriknya.


“Hmm, i’m okay. Hanya sedikit gugup saja” jawab Selena jujur.


“Tenang saja, jangan lepaskan tangan mu dariku” ucap Felix mengeratkan genggaman tangannya pada Selena.


Gadis itu tersenyum lembut ke arah Felix.


Felix pun mengecup singkat jemari lentik Selena.


“Pelan-pelan saja Dom. Masih ada waktu tiga puluh menit untuk sampai ke sana” titah Felix pada Dom yang mengemudikan mobil mewahnya.


“Baik Tuan”