Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 45 | Kekesalan Felix



Pagi ini Felix dan Selena bersiap pergi ke kantor, ia tidak bisa berlama-lama cuti karena memang dia punya tanggung jawab besar di perusahaan semenjak Dave melimpahkan jabatannya. Begitupun dengan Selena, wanita itu terlampau lama tidak masuk kantor dan hari ini dia memaksa untuk ikut ke kantor padahal Felix ingin Selena berhenti dari pekerjaannya. Namun Selena menolak, ia memilih tetap bekerja dari pada berdiam diri di rumah dengan alasan bosan, mau tidak mau akhirnya Felix menyetujuinya.


“Sayang” panggil Felix yang tengah mengancingkan kemeja nya.


“Ya?” Jawab Selena mendekat ke arah suaminya.


“Tolong pasangkan dasi ku” pinta Felix


“Baiklah..” ucap Selena mengambil dasi yang sudah ia siapkan untuk Felix.


Selena mulai melilitkan kain panjang itu di leher suaminya.


Sejak tadi pria itu menatap penuh kagum pada Selena. Akhirnya setiap pagi ada yang menyiapkan segala keperluannya, tapi tidak untuk memasak. Felix melarang Selena untuk hal satu itu karena sudah ada maid di rumah. Ia tidak ingin menjadikan Selena seperti pelayan meskipun Selena tidak pernah beranggapan begitu. Jika hanya sesekali Felix tak apa.


“Cup!”


Satu kecupan ia layangkan di kening Selena, wanita itu tersenyum manis menatap suaminya. Sudah tidak kaget lagi, Selena tahu semenjak mereka menjalin hubungan sikap pria itu selalu hangat dan manis pada Selena. Ia merasa beruntung sekali menjadi istri seorang Felix.


“Oke selesai!” Ucap Selena mengusap bahu Felix.


“Terimakasih istriku” ucap Felix dengan senyuman merekah.


“Sama-sama” jawab Selena ikut tersenyum mengembang.


“Sudah siap? Ayo kita turun, Bu Lana sudah menyiapkan breakfast untuk kita” ajak Selena meraih tas nya.


“Sebentar baby” ucap Felix mengambil laptop nya di atas sofa.


“Oke lets go!” Ucap Felix menenteng tas kantor nya dan satu tangannya merengkuh pinggang ramping Selena. Mereka bedua berjalan ke arah lift untuk turun ke lantai satu.


“Ishh hubby aku kesulitan berjalan” keluh Selena yang harus menyamakan langkahnya dengan kaki jenjang milik suaminya.


“Kenapa? Mau ku gendong?” Tanya Felix menunduk menatap wajah cantik istrinya.


“Tidak” jawab Selena tidak mau ada drama lagi. Ia memilih diam dari pada suaminya itu benar-benar menggendongnya, bisa malu dirinya kalau para maid melihat adegan so sweet mereka.


Felix tersenyum kecil dan semakin merapatkan tubuhnya pada Selena membuat wanita itu mendelik ke arahnya.


“Masih pagi sudah cemberut, jangan sampai kita tidak jadi berangkat ke kantor baby. Atau kita akan berakhir di ranjang?” Ucap Felix menatap penuh minat ke arah Selena. Tangannya memencet tombol lift lantai satu.


Pintu lift terbuka, Felix menarik Selena masuk dan kembali menutup pintu lift.


“Jangan mulai deh. Aku capek hubby, kamu ini seperti byson saja tidak ada lelahnya” gerutu Selena absurd.


Pria itu mengerutkan keningnya.


“Byson? Wahh apa aku sekuat itu baby??” Tanya pria itu mengembangkan senyumnya nakal.


“Ck!” Selena berdecak sebal. Tak ingin berdebat lebih jauh ia pun memilih diam.


Felix terkekeh kecil, ‘Byson? Boleh juga sebutan itu’ batinnya geli.


Sesampainya di lantai satu mereka pun menuju ruang makan. Disana sudah tertata rapi semua hidangan breakfast di atas meja.


Felix menarik kursi untuk Selena, wanita itu pun duduk tersenyum manis dengan perlakuan suaminya.


Mereka duduk saling bersebelahan, Selena dengan telaten menyiapkan piring dan mengambilkan makanan untuk Felix.


“Cukup?” Tanya Selena menaruh Falasel, makanan khas Dubai yang di gemari para kalangan elit.


“Cukup baby, terimakasih” ucap Felix di balas senyuman oleh wanita itu.


“Permisi Tuan Nona, ini ada yang ketinggalan” ucap Bu Lana selaku koki yang di pekerjakan Felix di mansion ini.


“Wah apa itu Bu?” Tanya Selena antusias.


“Ini Ayran Nona, anda pasti suka” ucap Bu Lana meletakkan dua mangkuk kecil di sebelah Selena dan Felix.


“Pasti Bu, semua masakan Bu Lana saya menyukainya” ucal Selena tersenyum ke arah wanita itu.


“Syukurlah kalau Nona suka. Selamat menikmati Tuan,Nona” ucap Bu Lana di balas anggukan oleh pasutri itu kemudian pergi.


Selena buru-buru mencicipi menu itu,


“Hummm.. enak hubby, cobain deh” ucap Selena menyendokkan Ayran pada Felix.


Pria itu menerima suapan dari Selena. Seperti biasa ia menatap datar tanpa ekspresi.


“Bagaimana?” Tanya Selena


“Hmm.. lumayan” jawab Felix.


Keduanya melanjutkan kegiatannya hingga lima belas menit kemudian makanan mereka tandas.


“Hubby aku berangkat dulu saja” ucap Selena meraih tas nya.


Felix seketika menatap Selena penuh tanya.


“Apa maksud mu baby? Kita akan berangkat bersama” ucap Felix menyeruput cappucino nya.


“Tidak mungkin hubby, apa kata mereka jika kita berangkat bersama? Apa lagi ini hari pertama ku masuk” ucap Selena.


Seketika tatapan Felix berubah datar.


“Why? Kenapa harus memikirkan perkataan orang? Biarkan mereka tahu tentang apa yang seharusnya mereka ketahui baby” ucap Felix menatap serius wajah cantik istrinya.


“Dengarkan aku, aku menikahimu bukan untuk menyembunyikan status mu di hadapan publik. Biarkan saja mereka tahu, atau jangan-jangan kau malu memiliki suami sepertiku?” Tanya Felix


Selena di buat gelagapan dengan ucapan pria itu.


“Bukan begitu, aku hanya tidak mau mereka mencemooh apalagi seorang atasan menikah dengan bawahannya” ucap Selena menjelaskan agar suaminya itu tidak salah paham.


“Lalu kenapa? Apakah sebuah hubungan antara atasan dan bawahan itu hina? Aku sama sekali tidak pernah menganggap mu sebagai bawahan ku Selena, kamu adalah partner ku. Partner terbaik selama ini” ucap Felix menatap tak mengerti dengan pikiran istrinya.


Selena terdiam memaku mendengar penuturan Felix.


Apakah dirinya seberharga itu bagi Felix?


“Sudahlah, ayo kita berangkat” ajak Felix berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Selena.


Ia tidak habis pikir apa yang ada dalam otak istrinya itu. Apakah sebegitu tidak berharga nya hubungan mereka sampai-sampai wanita itu tidak ingin hubungannya di ketahui publik.


Felix memang belum berniat mempublikasikan di hadapan umum tentang pernikahannya, tapi bukan berarti ia akan menyembunyikan tentang status mereka saat ini.


Selena berjalan cepat mengejar langkah suaminya.


Ia tidak pernah melihat Felix semarah ini apalagi meninggalkan nya sendiri.


“Hubby..” panggil Selena mengandeng tangan Felix.


Pria itu sama sekali tak menoleh. Langkahnya tegap menatap lurus kedepan.


“Hubby jangan marah” ucap Selena membujuk pria itu.


Felix tetap tak bergeming. Ia membukakan pintu mobil untuk Selena.


Selena hanya menatapnya sedetik kemudian ia masuk ke dalam mobil.


Ia tersentuh dengan perlakuan hangat suaminya, dalam keadaan marah saja ia tetap memperhatikan dirinya. Selena sungguh merasa bersalah.


Felix masuk ke dalam mobil dengan ekspresi datarnya. Jika biasanya pria itu akan menatap Selena dengan senyum mengembang di bibirnya, tapi berbeda dengan hari ini. Mood nya sudah rusak dengan permintaan istrinya.


Ia pun menyalakan mesin mobilnya, sedetik kemudian mobil yang ia kemudikan melaju meninggalkan pelataran mansion.


Selena menatap sendu wajah Felix.


“Hubby, kamu marah?” Tanya Selena hati-hati.


“Menurutmu bagaimana?” Tanya Felix balik tanpa menoleh ke arah Selena. Pria itu tetap fokus menyetir.


“Aku minta maaf, bukan maksud ku begitu hubby. Kau tahu aku paling tidak suka keributan” ucap Selena menyentuh lengan kekar suaminya.


Felix menghembuskan nafasnya kasar. Ia tidak bisa berada di situasi seperti ini. Ia tidak tega membiarkan Selena memohon sendu padanya.


“Aku tidak marah. Hanya kesal saja. Tapi tolong jangan pernah meminta hal itu lagi baby” ucap Felix mengusap puncak kepala Selena.


Wanita itu pun mengangguk tersenyum, Felix memang sosok lemah lembut jika berhadapan dengannya.


“Baiklah, aku tidak akan mengulangi lagi” ucap Selena yakin.


“Good girl” ucap Felix mengacak surai panjang Selena.


“Ishhh kan rusak!” Protes Selena membuat Felix terkekeh.


Keduanya saling bercanda di sepanjang perjalanan menuju kantor.


Felix memang tidak akan bisa marah terlalu lama pada Selena. Karena wanita itu selalu membuat mood nya kembali jika dalam keadaan stress. Itu sebabnya mereka berdua saling mengerti satu sama lain. Dan Selena pun tidak pernah sungkan untuk membujuk karena Felix juga sering melakukan hal yang sama.