
Hari ini Felix mulai kembali ke kantor, tapi tidak dengan Selena. Wanita itu memilih untuk pergi mengunjungi kuburan anaknya yang di semayamkan di dekat pemakaman mendiang kedua orangtuanya.
“Hai sayang, Mommy datang untuk mengunjungi mu dan kakek juga nenek” ucap Selena menabur bunga di atas nisan anaknya. Tak lupa ia menaburkan di atas nisan kedua orangtuanya.
“Maafkan Daddy mu yang tidak ikut serta untuk mengunjungi mu, lain kali kami akan datang bersama dan membawakan mu mainan untuk mengajak mu bermain” ucapnya seraya terkekeh pelan.
“Kau pasti bahagia kan bertemu kakek dan nenek disana? Mommy juga bahagia sayang, mereka akan menjaga mu. Mommy harap kamu sabar menunggu kami disini” imbuhnya seraya menyeka airmata yang mulai keluar dari sudut kelopak matanya.
“Percayalah Mommy dan Daddy menyayangi mu melebihi apapun di dunia ini, kami tidak akan pernah melupakan mu meskipun akan ada kehadiran saudaramu nanti” ucap Selena seraya tersenyum mengusap nisan mungil di hadapannya.
Di ruangannya, Felix mendengar semua yang istrinya katakan di hadapan gundukan makam anaknya. Kedua netranya ikut mengembun mendengar rentetan kalimat yang menyayat hatinya. Bukan tanpa sengaja Felix tidak ikut, ia hanya tidak siap melihat langsung kerapuhan istrinya yang tentu saja akan membuat hatinya sakit diliputi rasa sesal dan bersalah.
“Daddy juga menyayangi mu nak, maafkan Daddy” ucap Felix tersenyum getir menatap layar ponselnya yang terhubung panggilan video dengan anak buahnya yang ia utus untuk mengawal kemanapun istrinya pergi.
“Aku sudahi panggilan ini, dan tolong jaga istriku dengan baik” ucap Felix berpesan pada pengawalnya sebelum panggilan pun berakhir.
Ia pun kembali berkutat dengan laptop dan dokumen-dokumen yang membuatnya bosan. Jujur Felik akui tidak adanya Selena di kantornya membuat Felix harus menggunakan extra tenaga dan pikirannya. Peran Selena begitu mempengaruhi kinerjanya selain membuat semangatnya bangkit berkali-kali lipat tapi beban pekerjaannya juga sedikit berkurang.
“Huffhhhh!!”
Felix mendesah kasar dan melonggarkan dasinya yang terasa mencekik.
Ia menyandarkan punggungnya sejenak di kursi kebesarannya dengan kepala mendongak ke atas.
Ceklek!
Terdengar suara pintu terbuka, namun Felix enggan menatap siapa yang datang. Ia hanya sibuk memejamkan kedua matanya seolah tak peduli siapa yang masuk ke dalam ruangannya.
Perlahan langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya.
Sentuhan tangan lembut membelai rahang tegas pria itu hingga membuatnya tersadar membuka kedua matanya.
“Baby.. kau datang” ucap Felix menegakkan kembali duduknya.
Selena hanya membalas dengan senyuman lembut.
“Kau lelah?” Tanya Selena kemudian duduk di pangkuan suaminya.
Felix yang melihat aksi istri cantiknya tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan, tangannya membelit pinggang ramping istrinya dan mengeratkan pelukannya.
“Ya, aku sedikit tidak fokus hari ini” jawab Felix menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, membuat wanita itu mendesah kecil menahan geli.
“Adakah yang bisa ku bantu untuk mengurangi lelah mu sayang?” Tanya Selena menangkup kedua sisi wajah tampan suaminya. ****! Ia selalu terpesona dengan paras tampan suaminya. Selena selalu memuja dalam diam pria yang kini menjadi suaminya.
Mendengar penuturan sang istri seolah mendapatkan angin segar. Felix tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Wajahnya sumringah penuh antusias.
“Benarkah? Kau akan membantuku mengurangi beban ku?” Tanya Felix tersenyum smirk.
“Of course, aku kesini bukan untuk mengacaukan pekerjaan mu” sahutnya dengan yakin.
“Baiklah, sekarang bantulah aku untuk menenangkan gejolak dalam diriku” ucap Felix mengangkat tubuh Selena menuju sofa.
“Kita mau kemana?” Tanya Selena merasa terkejut.
“Tentu saja memadu kasih, karena itu yang akan membuatku melepaskan tujuh puluh persen beban yang ada di dalam kepalaku” ucap Felix tak peduli.
“Astaga! Semalam kita sudah melakukannya bahkan tubuhku masih terasa remuk” protesnya
“Salah mu sendiri menggodaku disaat aku bekerja baby” balas Felix tersenyum congkak menatap istrinya penuh minat.
“Ck! Kerja katamu? Yang ku lihat kau hanya bersantai bukan bekerja” gerutu wanita itu mendelik ke arah suaminya yang semakin gencar meminta jatah.
“Bukankah bagus honey? Dengan begitu Felix junior akan segera tumbuh disini” bisik Felix mulai mencumbu istrinya penuh damba.
“Hubby, aku baru saja mengalami kuret! Dan ini tidak seharusnya terjadi berulang kali” ucap Selena merasa sedikit khawatir.
“Dokter sudah memberikan mu perawatan yang terbaik baby, dia bilang boleh saja karena aku yang meminta perawatan terbaik” balas Felix melanjutkan aksinya.
Selena hanya bisa mendesah pasrah di bawah kungkungan pria itu.
Selena yang terbuai dengan perlakuan lembut suaminya pun tak menolak, ia selalu candu dengan sentuhan tangan kekar itu.
“Ohh no, touch me more! Please hubby!” Raung Selena menggeliat menahan gejolak yang di ciptakan suaminya. Netranya penuh dengan kabut gairah menatap suaminya yang mengungkung dirinya.
Dua insan yang saling memadu kasih itupun terhanyut dengan kenikmatan masing-masing hingga dua jam lamanya.
“Akhh! Hubby stop it!” Pekik Selena di sela-sela hantaman Felix yang semakin lama semakin keras. Wanita itu sampai kewalahan mengimbangi gerakan suaminya.
“Ini sangat nikmat baby!” Ucap Felix menggeram mempercepat temponya.
“Hubby aku sudah tidak tahan.. akhh! Aku keluar!” Jerit Selena semakin berkedut.
“Ya! I'm coming baby! Bersama!” Ucap Felix di hentakan terakhirnya.
“Awwhhh!!”
Pekik keduanya yang sama-sama limbung merasakan tubuhnya bergetar penuh peluh.
Felix merengkuh tubuh istri cantiknya dengan posesif.
“Cup! You're so hot, so sexy baby! Terimakasih, aku selalu puas” ucap Felix yang setiap kali bercinta selalu berakhir memuji istrinya.
Hal itu membuat hati Selena menghangat.
“Aku juga senang bisa melayani mu suamiku” balas Selena tersenyum mengecup dada bidang suaminya.
Sepuluh menit berlalu kedua insan itu masih dengan posisi yang sama.
“Hubby” panggil Selena.
“Hmm?”
“Apa kita akan terus seperti ini? Bagaimana pekerjaan mu” tanya Selena mendongak menatap wajah suaminya yang masih terpejam.
Pria itu perlahan membuka matanya lalu mendaratkan kecupan singkat di kening Selena.
“Ayo kita mandi bersama” ajak Felix mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi di ruangannya.
“No, itu akan terjadi sesi selanjutnya. Lebih baik kau dulu” tolak Selena yang seakan tahu akhirnya seperti apa.
“Tidak sayang, kita hanya akan mandi. Just it, no more” ungkapnya tetap berjalan.
“Baiklah. Aku pegang kata-katamu” ucap Selena acuh.
Felix yang merasa gemas dengan kecurigaan istrinya pun menggigit gemas pipi mulus wanitanya.
“Aww!!” Pekik Selena merasa sakit sekaligus terkejut. Felix pun terkekeh.
Pria itu mengisi bath up dengan air hangat untuk berendam istrinya agar tubuhnya lebih rileks akibat ulahnya.
Ia pun mengajak Selena masuk berendam bersama dalam satu bath up.
Selena yang tahu hal itu seketika memincingkan matanya menatap penuh curiga ke arah suaminya.
“Why? Aku benar-benar hanya mengajak mu berendam honey, kenapa tatapanmu seakan aku penjahat cabul?” Tanya Felix merasa konyol.
“Memang seperti itu kenyataannya” balas Selena tak peduli. Felix pun tertawa mendengarnya.
“Cup! Besok kita akan pergi honeymoon, sekalian mengurus proyek ku yang ada di Jepang” ucap Felix.
Selena mengerutkan keningnya.
“Kau yakin hubby? Bukankah proyek mu lebih penting dari honeymoon?” Tanya Selena.
“Ya kau benar, alangkah baiknya hal itu kita manfaatkan sekalian untuk bulan madu” jawab Felix menggosok punggung mulus istrinya.
“Ishh! Itu namanya kerja berdedok honeymoon” desis Selena merasa di kelabuhi.
Felix terkekeh geli mendengarnya, iya juga pikirnya.
“Tidak masalah, aku akan membuat suasana honeymoon kita lebih berkesan. Tapi seperti yang kau tahu sayang, aku hanya butuh waktu untuk sedikit mengerjakan proyek ku. Setelah itu baru kita melaksanakannnya” ucap Felix mendaratkan kecupan di bibir wanita itu.
“Ck! Iya.. iya. Stop it!” Ucap Selena tak ingin kegiatan yang lalu terulang kembali.
Felix semakin mengeraskan tawanya karena berhasil menggoda istrinya.