Love In Dubai

Love In Dubai
Chapter 66 | Amarah Felix



Felix yang mendengar penuturan pria itupun seketika melepaskan tautan jemari nya dengan sang istri.


“Sayang, jangan dengarkan dia. Kamu tunggu disini saja, aku akan mengurus penjahat itu” ucap Felix membuat Selena semakin penasaran akan siapa sosok pria yang menyebut namanya.


“Kalian tetap disini, jaga istriku jangan biarkan siapapun menyentuhnya” titah Felix di angguki oleh keduanya.


“Hubby!” Panggil Selena hendak menyusul mamun kedua pengawal itu mencegahnya.


“Sebaiknya anda tetap disini Madam” ucap mereka.


Selena hanya bisa mendesah pasrah.


Felix berjalan dengan langkah tegap penuh kharisma mendekati sosok pria yang telah mengusik istrinya.


“Seharusnya anda cukup tahu diri untuk tidak mengusik hidup wanita yang sudah menjadi milik saya” ucap Felix dengan tegas.


“Apa maksud mu?! Aku mengenalnya, tentu saja aku akan mengusiknya” ucap pria itu.


Felix semakin mengepalkan tangannya.


“Apakah posisi mu sepenting itu untuk istriku sampai dia harus meladeni omong kosong mu? Lihat saja, dia bahkan sama sekali tak mengenali siapa dirimu, dan itu seharusnya membuatmu cukup malu untuk bertatap muka dengannya!” Tekan Felix dengan tatapan tajam.


Pria itupun tak kalah tajam menatap lawannya.


“Jaga mulut mu! Kau hanyalah orang baru yang memaksa dirimu untuk masuk ke dalam hidup Selena!” Sentak pria itu tak terima.


Bughh!!!


Felix yang geram pun tidak tahan dan melayangkan tinju ke wajah pria itu hingga membuat sudut bibirnya sedikit berdarah.


“Hubby!!!” Teriak Selena dari kejauhan, namun sayang nya pengawal itu melarang keras Selena untuk menyusul suaminya yang sedang bersitegang dengan orang asing.


“Ku peringatkan padamu sekali lagi, berhenti mengganggu ataupun menemui wanitaku! Atau hidupmu akan hancur dalam sekejap!” Ucap Felix dengan tatapan mematikan.


Sedetik kemudian ia membalikkan badannya meninggalkan pria yang masih meringis memegangi lukanya.


“Cih! Aku tidak takut dengan ancaman mu” gumamnya seraya pergi dari tempat itu.


Felix pun mendekati istrinya yang menatapnya penuh cemas.


“Hubby kau tidak apa-apa? Siapa pria itu? Kenapa kau memukulnya?” Rangkaian pertanyaan itu keluar dari bibir Selena.


“Bukan siapa-siapa. Hanya tikus kecil yang mencoba mengganggu ketenangan kita” jawab Felix seadanya.


‘Jika melupakannya membuat mu tidak lagi memikirkannya maka akan aku biarkan seperti ini. Kau seolah amnesia dan tidak pernah mengenal siapa dia. Selena aku benar-benar takut kehilangan mu!’ Batin Felix dalam hati merasa gusar.


Tidak seharusnya dirinya mengkhawatirkan hal yang tidak mungkin terjadi, dirinya lah yang memiliki hak penuh terhadap Selena lebih dari siapapun. Apalagi jika hanya sebatas orang lain. Jangan bodoh Felix!


Selena semakin bingung mendengar jawaban suaminya. Namun ia urung menanyakan lebih detail siapa sebenarnya sosok pria asing itu.


Asal suaminya baik-baik saja, pikirnya dalam hati.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju hotel yang sudah Dom siapkan.


Sampai di hotel keduanya bergegas menuju kamar president suite room dengan diantar kedua pengawal.


“Ini kamar anda Tuan” tunjuk salah satu pengawal.


“Baiklah, terimakasih. Kalian boleh kembali” ucap Felix.


Kedua pengawal itupun pamit undur diri.


Sepeninggal dua pengawal itu, Selena pun segera mengeluarkan semua isi koper dan menempatkan barang-barang mereka sesuai tempatnya.


“Istirahatlah honey” ucap Felix yang sebenarnya masih kacau memikirkan kejadian tadi.


“Ya, ini sudah selesai” jawab Selena mengganti bajunya dengan baju santai.


“Honey..” panggil Felix.


“Hmm?”


“Kau benar-benar tak mengenali siapa pria tadi?” Tanya Felix tiba-tiba.


“Tidak penting. Tapi.. Kau akan tahu nanti” sahut Felix yang enggan membahas hal itu lebih jauh.


Dalam hati Felix mengucap syukur, setidaknya ia tahu jika istrinya sudah melupakan masalalu nya. Bahkan jika di artikan hubungan mereka belum ada kata putus. Yang artinya Selena masih berhubungan dengan pria itu meskipun istrinya itu tak lagi mengingatnya, secepat itukah?


Entahlah, mungkin terlalu dalam luka yang di torehkan pada wanita itu hingga ia tak lagi mau memikirkan masalalu nya yang terbilang buruk.


Selena yang mendengar jawaban suaminya hanya bisa mennghembuskan nafasnya pelan.


‘Aku tidak tau apa yang terjadi antara mereka. Tapi siapapun kamu, jangan pernah mengganggu kehidupan ku maupun suamiku’ ucap Selena dalam hati.


Ia sudah bahagia, bahkan lebih bahagia. Dirinya tidak ingin ada kekacauan di dalam rumah tangganya. Cukup hanya Celline yang menjadi orang terakhir pengacau pernikahannya dengan Felix.


Ngomong-ngomong dengan Celline, wanita itu mengalami koma di rumah sakit sesaat setelah menjadi saksi kunci di persidangan Robert.


Setelahnya wanita itu sempat kembali ke markas namun Grace yang merasa tidak puas karena wanita itu tak di penjara atas perbuatannya, ia yang menyimpan kebencian besar langsung menyiksa wanita itu secara membabi buta hingga mau tidak mau anak buah Dave membawa Celline ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


Tidak mau terus larut dalam gundahnya, Felix memutuskan untuk mengecek jadwalnya sendiri selama berada di Jepang.


“Honey, tolong ambilkan ipad ku. Aku akan mengecek schedule ku besok” pinta Felix pada sang istri.


Selena yang berada dekat di meja nakas pun meraih benda pipih itu.


“Hubby, selama tidak ada Dom yang menghandle tugasmu biarkan aku membantu mu sebagai sekretaris mu” ucap Selena bermaksud menawarkan diri agar suaminya itu tidak kerepotan menghandle pekerjaannya.


“Tidak perlu baby, aku bisa melakukannya sendiri. Lagi pula aku membawa mu kesini bukan untuk menjadi parner kerja ku, melainkan partner ranjang ku” ucap Felix dengan tatapan mesumnya.


“Ishh! Bukan itu, aku hanya bosan tak melakukan apapun jika terus menunggu mu di dalam hotel. Biarkan aku ikut kemanapun kau pergi” pinta Selena dengan memelas.


Felix yang mendengar rengekan istrinya itu pun merasa tak tega membiarkan Selena sendirian di dalam kamar hotel, benar yang di katakan wanita itu. Pasti ia akan bosan jika ia tinggal sendirian.


“Hufhhh! Baiklah.. baiklah..” putus Felix pada akhirnya.


Selena pun melonjak kegirangan.


“Yes! Terimakasih hubby!” Pekik wanita itu duduk di pangkuan suaminya dengan senyum merekah.


“Baby.. stop it!”


“Why? Kau tidak senang aku duduk disini?” Tanya Selena mengerutkan keningnya.


“Bukan tidak senang, tapi kau telah membangunkan sesuatu dalam diriku” desah Felix menahan gejolak.


“Bukankah itu bagus?” Ucap Selena tersenyum menyeringai seraya menaikkan alisnya.


Seketika pria itu mengerutkan dahinya. Ada apa dengan istrinya kali ini? Kenapa sangat agresif sekali, batin Felix dalam hati. Namun hal itu lantas membuatnya senang, ia senang jika Selena yang memulai dan menginginkannya duluan.


“Apa yang kau katakan sayang, aku akan mengecek jadwalku” ucap Felix pura-pura tak menggubris ucapan wanita itu.


“Benarkah kau tak berminat kali ini Tuan? Ah padahal aku sangat mempersiapkan diri” rayu Selena mulai beranjak dari pangkuan suaminya.


Felix yang tak mau kehilangan kesempatan pun menahan kembali istrinya agar duduk di pangkuannya.


“Akhh!” Pekik Selena terkejut.


“Kau sudah mulai nakal rupanya” bisik Felix dengan suara sensual tepat di telinga istrinya yang membuat wanita itu meremang seketika.


Pria itu menyatukan keningnya dengan Selena sehingga mampu mengikis jarak antara keduanya.


Selena mulai memejamkan matanya menikmati perlakuan suaminya. Darahnya mulai berdesir menjalar di sekujur tubuh melemahkan syaraf-syarafnya.


Tangan kekar Felix pun mulai menyentuh bagian-bagian sensitif milik istrinya.


Selena terhanyut dengan sentuhan-sentuhan itu yang selalu menbuatnya candu. Tatapan matanya mulai sayu.


“Ahh hubby, aku menginginkan mu!”


Dan terjadilah pergulatan kembali antara pasangan suami istri itu.


Felix akui seakan tak pernah puas menyentuh istrinya. Hasratnya selalu naik ketika bersentuhan dengan Selena, wanita yang telah mengubah alur hidupnya menjadi indah.


Keduanya saling memuja dan mendamba, seolah tiada kebahagiaan lain di dunia ini selain kebersamaannya satu sama lain.