
Malam hari di Gedung tinggi Burj Khalifa tepatnya di Royal Suite rooms Felix dan Selena sedang bercengkrama menikmati pemandangan dari balik kaca keindahan kota Dubai.
Dave tentunya paham dengan selera Felix, pria paruh baya itu sengaja menempatkan sepasang pengantin baru itu di hotel paling lengkap fasilitasnya. Royal suite memiliki beberapa fasilitas mewah tak lain ruang makan pribadi,bioskop,perpustakaan,lounge,tangga marmer, dan bath up spa. Serta fasilitas akses ke pantai pribadi bagi para pasangan yang ingin honeymoon.
Semuanya sudah Dave persiapkan dengan baik.
Saat ini Selena tengah duduk di atas pangkuan Felix.
“Sayang..” panggil Felix pada Selena yang menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya.
“Hmm?” Hanya itu yang keluar dari bibir Selena, ia terlalu nyaman dengan posisi ini.
“Tatap aku” ucap Felix mengangkat dagu Selena. Pria itu menatap lekat wajah cantik istrinya.
Selena juga ikut terpaku memandang kedua netra tajam Felix.
‘Ya Tuhan, benarkah pria yang di hadapanku ini suamiku’ ucap Selena dalam hati.
“Apa kau bahagia?” Tanya Felix
Selena mengangguk memberikan senyuman terbaiknya.
“Tentu saja, tidak perlu di tanyakan lagi” ucap Selena mantap.
“Aku tidak akan berjanji untuk selalu mencintai mu. Tapi akan ku pastikan bahwa setiap hembusan nafasku akan selalu ada nama mu. Pikiran ku, hati ku. Semuanya tersemat nama mu” ucap Felix menatap serius.
“Aku percaya, dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu meskipun aku tidak sempurna seperti wanita di luar sana” ucap Selena tersenyum hangat.
Felix menggeleng pelan.
“Bagi ku tidak ada wanita sempurna di luar sana selain istri ku. Aku adalah laki-laki paling beruntung bisa mendapatkan wanita sebaik kamu” ucap Felix mengecup bibir Selena.
Cukup lama mereka saling bertautan kini tangan Felix mulai menyingkap baju tidur Selena.
Tangan kekar pria itu menelusup ke dalam baju tidur Selena.
Selena memejamkan kedua matanya merasakan sensasi sentuhan tangan kekar Felix.
Merasa tidak ada penolakan Felix pun semakin gencar melakukan aksinya.
Ia melepaskan tali kimono Selena hingga tanggal.
Selena menggeram merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya.
“Akhh” suara itu akhirnya lolos dari bibir Selena.
Sedetik kemudian Felix melepaskan pangutannya. Terlihat bekas gigitannya di bibir Selena hingga benda itu nampak bengkak akibat ulahnya.
Jari Felix mengusap bibir itu dengan lembut.
“I’m sorry. Apakah sakit?” Tanya Felix pelan.
Selena menggeleng,
“No, i like it” ucap Selena menggigit bibir bawahnya membuat Felix bangkit seketika.
“Oh ****!” Umpatnya tidak tahan melihat wajah Selena yang terlihat sangat menggoda.
Ia segera mengangkat tubuh Selena menuju tempat tidur.
Pria itu kembali melahap bibir milik Selena.
Tangannya melepaskan semua kain yang melekat pada Selena.
Felix melepaskan pangutannya dan melihat ke arah bawah. Sangat indah, sampai pria itu tak mampu menatap ke arah lain.
Selena sangat malu, ia menyembunyikan wajahnya di balik bantal. Gadis itu merapatkan kakinya namun Felik menahannya.
“Ini sangat cantik honey.. aku menyukainya” puji Felix menatap lekat benda itu.
Selena hanya terdiam menahan malu.
“Jangan terus menatapnya” ucap Selena merengek.
“Ck! Iya iya!” Decak Selena merasa kesal dengan kalimat yang menurutnya sangat memalukan itu.
“Bolehkah aku memulainya sekarang?” Tanya Felix meminta persetujuan. Pria itu menatap lekat wajah cantik istrinya.
Keduanya saling beradu tatap menyalurkan rasa bahagia.
“Ya, lakukan semau mu” jawab Selena menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis ke arah suaminya.
Felix yang baru saja mendapatkan angin segar pun langsung menerkam gadis itu.
Cukup lama keduanya melakukan pemanasan akhirnya Felix berhasil menembus titik terdalam.
“Awwshhh!!” Selena meringis menahan sakit dan perih bersamaan. Airmatanya keluar di sudut kelopak matanya.
Felix tersenyum bangga seraya mengusap airmata wanitanya, ia bahagia karena dirinya pria pertama dan satu-satunya yang berhasil memiliki hal yang paling berharga dari Selena.
“Terimakasih kau sudah menjaga nya dengan baik” bisik Felix tepat di telinga Selena.
Selena membalas senyuman dan meraba rahang tegas pria itu.
“Tolong pelan-pelan” pinta Selena dengan tatapan sayu.
“As you wish baby, cup!” Ucap Felix mengecup sekilas bibir wanita itu lalu mulai bergerak dengan pelan sesuai permintaan Selena.
Wanita itu lama kelamaan mulai merasakan kenikmatan akibat gerakan Felix yang semakin lama semakin tak menentu.
“Arrgghhh sayang kenpa rasanya begitu candu” ucap Felix menggeram.
Seakan tak ada puasnya pria itu menggempur Selena hingga dini hari pukul tiga pagi.
Selena pun mulai kewalahan dengan suaminya yang menggebu.
“Sayang stop it! Aku lelah” ucap Selena lirih. Aset nya mulai perih karena Felix sama sekali tidak berhenti.
“Ok baby, i'm coming soon” ucap Felix semakin mempercepat gerakannya hingga sedetik kemudian keduanya mencapai puncak entah yang ke berapa kali.
Felix ambruk di samping Selena dengan nafas yang memburu.
Meskipun lelah namun semuanya terbayar dengan rasa nikmat yang mereka ciptakan.
“Thank you, aku mencintai mu Selena. Semoga Felix junior segera hadir disini” ucap Felix mengusap lembut perut rata Selena.
“Ya, semoga” balas Selena tersenyum lembut di ceruk leher suaminya.
Keduanya tertidur pulas dan saling memeluk berbagi kehangatan di bawah selimut akibat kegiatan mereka yang berlangsung selama berjam-jam.
Hembusan angin malam di gedung tinggi Burj Khalifa menjadi saksi cinta kedua pengantin baru yang baru saja memadu kasih.
Sementara Celline saat ini sedang berada di gedung apartemen yang sama dengan apartemen Felix. Bahkan wanita itu meminta unit yang sama agar bisa dekat dengan Felix. Ia tidak akan pernah mundur karena dirinya memiliki dukungan dari Grace.
Pagi-pagi sekali wanita itu datang ke apartemen Felix, namun yang ada malah dirinya di hadang beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu apartemen pria itu.
“Minggir aku mau masuk! Kalian siapa berani melarang ku hah?! Tidak tahukah bahwa aku adalah calon tunangan Felix!” Ucap Celline meninggi.
“Maaf Nona, Tuan Felix melarang siapapun selain keluarga dan orang yang dikenal nya masuk ke dalam apartemen nya. Ini lingkungan pribadi bukan tempat berkunjung” ucap pengawal itu tegas.
“Cih! Kau pikir kami tidak saling kenal? Jelas saja aku kekasihnya mana mungkin dia tidak mengenalku!” Sarkas Celline dengan percaya dirinya.
“Mohon mengerti! Kami tidak ada waktu untuk meladeni wanita kolot seperti anda, silahkan angkat kaki dari sini atau kami akan menyeret paksa” ancam pengawal itu yang jengah dengan sikap angkuh Celline.
“Heh!! Kurang ajar sekali kalian berani mengusir ku! Lihat saja aku akan mengadukan semua ini pada aunty Grace!” Ucap Celline berlalu pergi dengan perasaan kesal.
Gagal sudah niatnya ingin mendekati Felix dan mengambil hatinya pagi ini.
Dua pengawal itu mengibaskan jaket nya takut terkena virus gatal dari Celline.
“Andai saja wanita itu tahu jika Tuan Muda sudah menikah pasti dia sudah kebakaran jenggot kali ini” ucap salah satu pengawal.
“Cihh! Lagaknya saja seperti wanita murahan, mana mungkin Tuan Muda mau. Meliriknya saja ogah” gerutu pengawal di sebelahnya.