
Mendengar penjelasan penulisan nama dhefin chessy menggenggam ujung pakaiannya dengan erat.
yaa ampun, apa yang harus aku lakukan!
salah orang!
"Hehe......." menggigit giginya, chessy tersenyum dan mulai bergerak sedikit. Setelah dia pindah dia tidak bergerak lagi, dengan cepat dia langsung berkata "maaf, aku masih ada urusan, aku pergi dulu ya" selesai berbicara, dia langsung berdiri dan meraih tas di sebelahnya dan berjalan sambil melihat keluar, dan kemudian langsung menghentikqn sebuah taxi dan pergi.
Di blakangnya, dhefin melihat reaksinya dan tidak bisa menahan tawa. Tapi dengan senyum senyumnya kaku. Tawa ini membuat dirinya terkejut.
Sudah berapa lama dia tidak tertawa seperti ini?
Dhefin mengambil telepon di atas meja dan ingin pergi, tetapi dia menemukan bahwa di tengah tengah meja itu kartu merah gelap masih ada di sana.
Wanita ini, mengetahui bahwa dia salah, bahkan kartu keluargapun sudah tidak di perlukan lagi,
°°°°°°°°°°°
Langit berangsur angsur gelap dan kota S di akhir musim gugur memiliki suhu yang buruk.
Chessy duduk di jalan dan tertegun oleh angin yang dingin tiba tiba berhembusan menerpa dirinya.
Pagi ini dia salah menemui orang dan dia langsung mengambil tasnya dan pergi begitu saja, sama sekali tidak melihat dhafin yang sebenarnya.
Ponselnya telah di hantam panggilan ibunya yang mematikan dan secara otomatis di matikan oleh chessy.
Dia berpikir bahwa jika dia pulang dia akan di usir. Faktanya di usir adalah hal yang sekunder, melihat ekspresi mengecewakan ibunya adalah hal yang membuatnya paling tidak nyaman.
Setelah menghabiskan sepanjang sore di jalan, chessy baru sadar bahwa selain dari rumahnya sendiri dia tidak pernah pergi ke mana pun kecuali kerumah jasmine.
°°°°°°°°°°°
Waktu cepat berlalu, dan jarum jam menunjukan jam sepuluh, tetapi chessy masih belum juga pulang.
"Aduh, kamu ganggu orang saja, tidak bisakah kamu duduk?" Melihat suaminya yang mondar mandir dari tadi, hati soraya lebih khawatir lagi sebenarnya.
Dia tahu hari ini cara bicaranya dengan chessy agak galak, tetapi dia juga mengerti putrinya pasti tidak akan menyimpannya dalam hati. Namun dia barunsaja menelepon rumah jasmine dan bertanya apakah chessy tidak menghubunginya sama sekali. Kemana gadis bodoh ini pergi?
"Tidak saya harus keluar dan mencarinya. Baru baru ini hukum dan ketertiban sangat buruk, saya khawatir gadis bodoh itu senderian diluar sana." Sambil mengambil mantel dan mengenakannya lalu keluar untuk mencari chessy.
Dia merasa khawatir pada chessy itu ada alasannya, memang chessy sudah berusia dua puluh delapan tahun, dia tidak pernah pulang kembali kerumah sendirian sejak tahun setelah kejadian itu.
Malam ini, dia sendirian tidak menghubungi keluarganya terlebih dahulu dan tidak bersama jasmine, dia tidak di rumah untuk pertama kali begitu malam.
"Eih, kamu tunggu, aku ikut denganmu" melihat danu berjalanan ke pintu soraya juga langsung berdiri dan mengambil mantel untuk di kenakan.
Namun, saat mantelnya belum sempat di pakai tetapi dia mendengar danu membuka pintu dan berteriak "gadis bodoh!"
Di luar pintu chessy duduk di tangga dan mendengar suara buka pintu dia melihat ke atas "ayah....."
°°°°°°°°°°
Di sisi lain, dhefin sudah smapai di rumah dan sudah mandi. Baru saja kembali kekamar terdengar suara ponselnya berdering dengan nyaring.
"Pak walikota" dia langsung mengangkat panggilan tersebut dan langsung terdengar suara zaky dari balik ponsel itu, "besok, kamu secara resmi menjabat. Saya mendengar bahwa wakil wali kota edsel telah menyiapkan pertemuan penyambutan di ruang konferensi multi fungsi di lantai tiga pemerintah kota."
"Apa" setelah mendengar ucapan zaky, dhefin yang sedang menggosok rambutnya jadi terhenti, berbalik ke sisi tempat tidur dan duduk meletakan handuk putih bersih di tangannya dan kemudian berkata
"kamu harus pergi ke pemerintah kota besok pagi, dan cobalah untuk menghentikan mereka. Jika kamu tidak bisa menghentikanny maka kita akan melihat situasinya lagi."