
Wakil wali kota Edsel ini, dhefin sudah lama mendengar bahwa dia suka menjilat orang lain dan menyatukan geng jalanan. Mantan wali kota di tangkap, wakil wali kota Edsel adalah orang yang paling mungkin untuk naik ke posisi wali kota. Namun tidak diharapkan bahwa dhefin akan tiba tiba datang dari luar.
Dhefin merasa tidak jelas dengan acara penyambutan besok apakah benar benar menyambut kedatangannya atau itu hanya sebuah pesta besar.
Sambil meletakan ponselnya dia mengambial kembali handuknya yang di letakan tadi untuk mengeringkan rambutnya yang masih meneteskan air. Saat bangkit berdiri sedut matanya menangkap sekilas apa yang dia letakan di meja samping tempat tidur ketika dia pulang.
Dhefin melangkahkan kakinya mendekati meja samping tempat tidur mengambil kartu keluarga dari atas meja itu lalu meraih dan membuka laci kemudian memasukan kertas yang dia pegang itu kedalam.
°°°°°°°°°
Melihat chessy sudah kembali, soraya mengesampingkan kekhawatiranya dan menarik kembali ekspresi kekhawatiran di wajahnya dan bersikap masih marah, lalu berbalik dan berjalan kembali ke ruang tamu.
"Gadis nakal" danu langsung memanggil chessy dan kemudian berbisik di telinganya "bicaralah baik baik dengan ibumu, jangan jawab balik!"
Ketika dia mendengar peringatan dari ayahnya chessy tertegun dan mengangguk patuh seperti bawang putih. Kemudian dia mengikuti ayahny di belakang dan dengan hati hati berjalan ke ruang tamu.
Ketika chessy duduk di samping sofa, soraya mengela nafas dan berkata "sudahlah kamu harus pergi bekerja besok pagi nanti, pergi istirahat sana" setelah berbicara seperti itu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar tidur.
Di sisi ini chessy menggigit bibir bawahnya dan berkata dengan suara yang nyaring sebelum soraya masuk ke kamar tidur. "Maaf buu, aku benar benar pergi ke sweet fest cafe hari ini. Hanya saja, hanya saja......."
Mendengar suara chessy langkah kaki soraya berhenti dan menatapnya"hanya saja apa?"
"Hanya saja, aku, aku bertemu dengan orang yang salah" chessy menjawab dengan menundukan kepala. Dia mengambil tasnya lalu mengeluarkan kertas note yang di berikan bibi gita kepadanya pagi tadi, bangkit berdiri lalu pergi ke arah soraya dan menyerahkan kepadanya
Melihat nomor meja yang tertulis di kertas note, soraya memalingkan mukanya tanpa daya. Tidak ada yang bisa di andalkan hari ini, alasan chessy kali ini ibunya bisa terima.
"Aku sudah memberi tahu dhafin bahwa kamu harus bekerja lembur sementara hari ini, jadi kamu tidak bisa bertemu dengannya. Dia tidak keberatan, dia meminta nomor ponselmu dan mengatakan bahwa dia akan menghubungi kamu sendir di lain hari"
"Buuu......" mendengar nada suara wanita itu tampaknya sudah tidak marah hati chessy yang dari tadi digantung akhirnya bisa merasa tenang juga
"ibu sudah tidak marah padaku kan?"
"Kamu" memasukan kembali kertas note itu ke dalam tangan chessy, dan soraya mengangkat tanganya dan menunjuk kepala chessy
"Kapan saya bisa hidup tenang?"
Melihat dua wanita favoritnya akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah hari ini dengan cara yang seimbang.
Danu merasa sangat puas lalu dia menutup buku pelajaranya dan bersiap untuk istirahat.
Chessy suda berada di dalam kamarnya dan terlihat sedang duduk di tepi ranjangnya, tiba tiba chessy ingat bahwa baterai ponselny sudah habis, masih tersimpan di tasnya jadi dia pergi untuk mengambilnya dan mengisi baterainya terlebih dahulu. Tapi.... begitu dia membuka tas itu dia tiba tiba merasakan ada sesuatu yang salah.
"Oh, tidak, kartu keluarga ku!" Chessy sedang berusaha mencoba mengingat apa yang dia lakukan di kafe hari ini, dan dia bisa mengingat adegan ketika dia megeluarkan kartu keluarganya, tetapi dia tidak bisa memikirkan adegan ketika dia berkata sambil mengeluarkan kartu keluarganya.