
"Aku mewujudkan impianmu yang belum terwujud untukmu, membawamu pergi untuk mengambil surat nikah"
Eh?
Setelah mendengar ucapan dhefin muka chessy langsumg menjadi merah. Oh, sayang, bagaimana dia bisa dia telah menemukan orang yang salah pada hari itu.
"Aku, aku, aku...." setelah banyak mengeluarkan kata yang sama berturut turut akhirnya dia bisa berbicara dengan normal kembali.
"Aku mengenali orang yang salah hari itu, aku minta maaf. Tapi Ketika kamu melihat lelucon dan tertawa tentang surat nikah itu kamu bisa melupakannya, ok? Ah!" Tiba tiba mobil di rem mendadak membuat chessy secara langsung menghantam bagian depan mobil.
Mengelus dahinya yang terhentak bagian depan cup mobil. Chessy berusaha duduk tegap menoleh kesamping dan ingin memarahi pria yang di sampingnya yang melakukan rem mendadak. Tetapi ketika dia menoleh sia sadar mukanya sangat dekat dengannya! Saking dekatnya dia sudah bisa mencium wangi badan pria itu.
Pada saat itu kalau otaknya breaksi sangat besar, sudah pasti ujung hidungnya akan menyentuh ujung hidung pria tersebut.
"Kamu, kamu, kamu, apa yang kamu lakukan, kenapa mendekati aku seperti ini?"
Chessy menjadi sangat bawel, dhegin moodnya menjadi bagus dan dia tertawa, kemudian sebuah buku merah gelap di ambil olehnya dan di perlihatkan kesamping chessy.
"Lihat, apa ini?"
Sudat mata melihat sekilas beberapa karakter emas pada buku merah gelap, seseorang begitu bersemangat sehingga dia melupakan situasinya saat ini dan memalingkan kepalanya dengan kasar.
"Ah, kartu keluargaku" Ketika dia berteriak dengan gembira, pada saat itu pipinya melekat erat ke bibir dhefin.
Merasakan kehangatan dan kelembutan chessy ingin meraih kartu keluarganya tetapi ia tetap berada di tempat yang sama.
Tanggapan chessy tepat seperti yang di inginkan dhefin. Bibirnya menyelinap di pipinya de ketelinganya. Di telinganya yang mungil dan cantik dia tertawa dan berbisik.
"Ya, ini adalah kartu keluarga anda, tetapi sekarang anda ada di tangan saya."
Untuk provokasi tiba tiba dhefin, chessy tampaknya juga menerima ketidak mampuannya. Responnya yang paling naluriah adalah melompat. Sekarang di ruang yang sempit ini dia tidak bisa melompat, tetapi dia segera pindah ke sisi jendela dan kemudian mengangkat tangannya untuk menutupi pipinya yang baru saja di cium olehnya, menatap pria di sampingnya yang sedang tersenyum kepadanya, dan berkata.
"Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Apa yang aku inginkan itu sederhana"
Memalingkan kepala dan menatapnya.
"Aku hannya ingin kamu menikah dengan aku"
Menikah,
Pada saat itu chessy benar benar ingin menyentuh dahi dhefin untuk melihat apakah dia demam
"Itu, tuan dhefin...." menggenggam ujung jaketnya dengan erat chessy menjelaskan,
"Sebenarnya, saya salah mengenal orang pada hari itu, dhafin yang saya cari bukan dhefin anda, jadi saya......"
"Jadi pria yang kamu nikahi adalah dhafin yang kamu cari?" Sebelum chessy selesai berbicara, dhefin bertanya terlebih dahulu.
"Eh"
setelah di tanyai seperti itu di dalam otanya chessy menjadi rumit.
Menghela nafas, dhefin menoleh kesamping dan menghadap chessy untuk bertanya
"Chessy coba katakan padaku, berapa banyak yang kamu ketahui tentang dhafin itu? Apakah kamu tahu apa yang terjadi di keluarganya? Apakah kamu tahu siapa dia? Apakah kamu tahu masa lalunya dan pengalamannya?"
Serangkaian pertanyaan yang di ajukan oleh dhefin membuat otak chessy yang tidak berguna itu berjalan lebih lambat. Melihat kebawah, dia perlahan lahan memikirkannya tetapi dia masih hanya bisa menjawab
"Aku, aku tidak tahu!"
"Jadi chessy, apa perbedaan antara dhefin ini dengan dhafin itu, bukankah sama saja bagimu? Kalau memang mau di bandingkan kembali, setidaknya kita sudah tiga kali bertemu, iyakan?
Mendongakkan kepala, chessy menatapnya dan mengangguk.