Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 24



Setelah Dhefin selesai mandi, dia keluar dan melihat bahwa pintu kamar masih terutup, dia duduk di sofa dan membaca koran.


Nada dering ponsel berdering saat ini, itu adalah ponsel chessy. Ponselnya ada di dalam tas, Dhefin berpikir tidak pantas baginya untuk membuka tasnya, jadi dia tidak mempedulikannya dan Dhefin memutuskan untuk membiarkan nada dering ponsel itu berhenti dengan sendirinya. Namun, baru saja nada deringnya berhenti tidak lama kemudian ponselnya berdering lagi.


Mungkin seseorang sedang mencari chessy dan memiliki masalah yang mendesak, Dhefin memikirkannya lalu memutuskan untuk membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tas.


Di layar ponsel tertera nama ibu, sekarang sudah jam tujuh soraya menelepon chessy mungkin ingin bertanya mengapa dia belum pulang. Berpikir begitu Dhefin segera menekan tombol hijau untuk segera menjawab panggilan telepon.


"Chessy, apakah ada masalah, mengapa kamu belum pulang?" Ketika telepon terhubung, Dhefin belum sempat berbicara soraya sudah bertanya.


"Bu! Aku Dhefin" di telepon Dhefin berkata dengan tenang dan dengan senyum di wajahnya


"Eh?" Meskipun telah melihat menantunya pada siang hari, tetapi soraya benar benar tidak bereaksi.


"Oh, apakah ini Dhefin? Apakah chessy bersamamu sekarang?"


"Ya. bu, chessy ada di sini, dia tidak nyaman untuk menjawab telepon sekarang, mungkin chessy tidak akan pulang malam ini. Aku akan mengantarnya pulang besok pagi" jawab Dhefin


"Eh?" Soraya tertegun lagi


"Bu..." panggil Dhefin ketika tidak mendengar suara soraya. Ketika mendengar Dhefin memanggilnya seketika soraya segera tersadar kembali.


"Oh, oh oh! Yah, kalau Chessy bersamamu aku tidak akan khawatir. Anakku itu masih malu dengan ibunya, sudah jelas berkencan denganmu masih berbohong bilang pergi untuk makan dengan jasmine. Jadi malam ini bantu aku menjaga chessy ya. Aku akan segera memilih barang barangnya dan membiarkannya pindah keesokan harinya. Pindah ke tempatmu."


"Oke, terima kasih bu" Dhefin menjawabnya. Senyum di wajahnya semakin cemerlang.


"Sama sama. Besok datang dan makan bersama ya"


"Oke ibu, sampai jumpa"


"Sampai jumpa"


Sebelum layar telepon itu mejadi gelap ia melihat waktu di atas layar telepon itu, chessy ini masuk ke kamar mandi sudah lebih dari setengah jam, kenapa belum keluar? Pikir Dhefin


Mendongak, dia melihat pintu kamar masih tertutup


"Tidak akan terjadi apa apa" berpikir positif, Dhefin meletakan koran dan bangkit dan berjalan ke kamar mandi


°°°°°°°°°°°°


Di kamar mandi chessy sudah selesai mandi, memegang handuk yang sudah di siapkan oleh Dhefin untuknya, merasakan sesuatu yang salah, dia menundukkan kepalanya dia melihat warna merah samar di bagian dalam pahanya.


"Ah" chessy berpikir mengingat ingat tadi sore hari kenapa perut bagian bawahnya sesekali terasa sakit. Ternyata....


"Chessy, chessy, apakah kamu seorang wanita? Bagaimana kamu bisa melupakan hari hari pentingmu?" Melihat cairan merah cerah yang meluncur turun di pahanya yang putih, chessy membuang handuk dan segera mengambil tisu toilet untuk membersihkannya.


Ketika Dhefin baru saja mendorong pintu dan masuk ke kamar dia mendengar teriakan datang dari kamar mandi.


Dia dengan cepat berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu dan bertanya


"Chessy, apa yang terjadi padamu? Chessy..."


"Eh, bagaimana dia datang?" Chessy sendiri masih kacau


"Tidak, tidak apa apa!" Jawab chessy


tida apa apa, jeritan itu memang berasal darinya, kalau tidak apa apa kenapa pakai berteriak segala. Pikir Dhefin


Merasa bahwa pasti terjadi sesuatu, Dhefin terus berkata


"Chessy, kamu buka pintunya!"