
Didalam ruang yang sempit, dua orang duduk di posisi yang canggung, dan chessy benar benar tidak tahu bagaimana menghadapinya. Dalam hatinya dia merasa kacau, tetapi lelaki itu, Dhefin hanya tersenyum dengan mudah dan tiba tiba dia melepaskan dagunya. Kemudian dia menjauh dari chessy lalu memgambil tas kerjanya dan membuka pintu dan turun dari mobil.
hemm, apa maksudnya?
Chessy kesal kepada dirinya sendir dia mengangkat tangannya dan menjitak kepalanya sendiri.
"Chessy, chessy! apa yang kamu pikirkan!"
Tadi Dhefin memperlakukannya seperti itu, dia memiliki beberapa gambar menjijikan di benaknya.
Pintu di sebelahnya terbuka, chessy membungkuk dan melihat noda di dadanya. Chessy memutuskan untuk turun dari mobil.
Ivylane Estate adalah tempat dimana orang orang kaya tinggal. Jika dia ingin pulang sekarang juga sangat sulit mendapatkan taksi. Dia tidak cukup percaya diri untuk berdiri di pinggir jalan dengan tampilan seperti itu.
Chessy berjalan di depan dan di ikiti oleh Dhefin, chessy berjalan dengan hati hati di setiap langkahnya.
Di dalam lift, masih hanya mereka berdua. Untuk menghindari situasi seperti tadi yang di dalam mobil chessy sengaja menjauhi Dhefin sejak dia memasuki lift. Dhefin berdiri di tengah tengah lift dan chessy berdiri di depan di samping pintu lift.
Melihat penampilan chessy, Dhefin mengangkat tangannya dan menggaruk hidungnya yang tidak gatal diam diam dia tersenyum.
Di depan pintu, ketika Dhefin menekan kata sandi chessy secara sadar mengalihkan kepalanya.
Dhefin mendorong pintu dan mengeluarkan sandalnya sendiri dari rak sepatu dan memakainya lalu mengambil sandal lain dan meletakkannya di lantai.
"Chessy kamu pakai ini"
Di luar pintu chessy menatap lantai dan melihat sepasang sandal merah muda yang merupakan gaya paling sederhana dan tidak memiliki dekorasi mewah, sepertinya belum pernah di gunakan.
Dia mengatakan bahwa dia hidup sendiri. Lalu... jika dia masuk sekarang, apakah... pria dan wanita tinggal bersama di satu ruangan?
Chessy menggigit bibir bawahnya dia merasa bingung apakah harus masuk kedalam atau jangan.
Melihat chessy linglung lagi Dhefin harus melakukanya sendiri
"Ada apa?" Tidak peduli apakah chessy sudah setuju atau belum, Dhefin langsung menjangkau dan menarik chessy ke dalam.
Berpikir bahwa tadi belum selesai makan malam, dia meminta chessy untuk duduk di sofa lalu Dhefin pergi ke dapur dan menuangkan jus dan memberikan segelas jus itu kepada chessy, lalu Dhefin pergi ke kamar tidur.
Chessy kembali normal dari keadaan linglungnya, dan dia kesal bagaimana dia di tarik olehnya. Duduk di sofa dan dia sudah memegang segelas jus di tangannay, dan tiba tiba dia merasa gelisah.
Ketika Dhefin keluar dari kamar, dia sudah melepas mentelnya dan hanya mengenakan kemeja putih rapih di dalamnya. Dia menghampiri chessy, mengambil gelas di tangan chessy dan meletakannya di meja, lalu memegang tangannya dan membawanya kekamar.
Seakan terhipnotis chessy hanya diam dan mengikuti Dhefin yang membawanya ke dalam kamar dengan linglung.
"Aku telah meletakan pakaian di gantungan kamar mandi untukmu, kamu memcuci bajumu di dalam, aku pergi ke kamar mandi di luar." Setelah selesai berbicara Dhefin mengambil satu set pakaian rumah yang lain dari tempat tidur, Dhefin keluar dan menutup pintu.
Melihat pintu yang telah di tutup chessy akhirnya sadar.
"Sudahlah, sudahlah, tenang saja"
Menghibur sendiri, chessy menghela nafas dan berbalik untuk berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar tidur itu.