Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 6



Pada saat dhefin siap untuk mendongakan kepala, awalnya chessy sudah mempersiapkan diri untuk menyapa tetapi siapa yang tahu, sekali meliahat dia, dia menelan kembali omonganya yang ingin dia ucapakan, sekalian menelan air liurnya.


"Haruskah aku kabur sekarang?" Sambil berfikir keras, dia merasa lebih baik langsung kabur


Tetapi si saat dia mengambil tasnya, dia langsung teringat dengan kartu keluarganya. Dia ingin kabur sekarang tapi apakah dhafin akan mengadukannya kepada ibunya?


"Tidak, tidak boleh tidak boleh tidak boleh!" Setelah memikirkan nasibnya setelah puang kerumah pasti akan di omeli oleh ibunya, kemudian akan melanjutkan acara kencan buta ini, chessy kembali pada posisi awalnya.


Mengigit bibirnya, chessy balik berfikir "bukankah dhafin datang untuk menghadiri kencan buta? Kalau begitu aku chessy untuk apa merasa malu? Bukankah cuma karena tadi batuk saja! Benar, aku seharusnya keluar dan berteman dengannya, sekalian membuktikan kalau otak ku tidak bermasalah."


Mengeluarkan kartu keluarga dari tasnya lalu chessy menatapnya dengan sungguh sungguh, sambil menghela nafas lalu berkata "bu, kamu hanya ingin aku menikahkan? Mulai sekarang aku akan berkata kepada semua orang yang di jodohkan kepadaku 'mari kita mengambil surat nikah!' Aku akan menikah dengan cepat untuk membuat kamu syok!" Selesai berbicara chessy memasukan kembali kartu keluarganya kedalam tasnya, kemudian balik badan keluar dari kamar mandi.


Kembali ketempat awal, dari jauh chessy melihat dhafin masih sibuk berbicara dengan ponselnya.


Bukankah dia itu insinyur? seorang insinyur sesibuk itu kah? di weeken ini masih sibuk teleponan, dan tidak berhenti melihat dokumen?


Sambil berfikir di dalam hatinya, chessy menghela nafas berjalan kedepannya kemudian meletakkan tasnya dan duduk.


Melihat chessy duduk di sebrangnya, dhefin sedikit berkedip dan berkata kepada zaky yang sedang berbicara di telepon. "Aku punya sesuatu untuk di tangani di sini, aku akan menghubungimu nanti" menutup telepon dan meletakan ponselnya di sisi meja.


Chessy dari kecil sudah di didik dengan baik, tadi barusan memang agak tidak sopan dia tahu sudah seharusnya dia meminta maaf terlebih dahulu.


Melihat dhefin menutup ponselnya, dua langsung tersenyum dan memperkenalkan diri "hallo, tuan dhafin, saya adalah chessy. Soal tadi aku minta maaf ya!"


Mendengar chessy memanggilnya tuan dhefin, dhefin merasa aneh


Mengabaikan sapaan chessy. Dia hanya bertanya "nona chessy kamu cari masalah?" Dia masih ingat, pelayan tadi bilang dia yang mencarinya.


ada masalah? Mendengar kata kata itu chessy sedikit bingung " tuan dhafin, kamu benar benar sangat pintar bercanda ya. Kita sudah janji kencan buta di tempat ini kan?"


kencan buta?


Dhefin kali ini mulai mengerti, ternyata wanita di depannya ini salah mengira bahwa dia sebagai teman kencannya.


"Sebenarnya aku...." dhefin baru ingin membuka mulut untuk menyangkal, tetapi ponsel di sampingnya mulai berdering. Menatap chessy dengan ekspresi minta maaf, sambil mengangkat panggilan tersebut.


"Dhefin!" Baru saja di angkat, suara seorang wanita terdengar di ujung telepon seluler, "ibu sudah menyiapkan kencan buta mu dengan merry untuk makan di rumah. mengapa kamu tidak pulang"


Yang menghubungi dhefin adalah adiknya dhefin, tujuanya adalah menyuruhnya pulang untuk hadir di perjodohannya. Kemarin saat dia makan malam bersama keluarga ibunya sudah mengatakan hal ini kepadanya, dia ingat dengan jelas pada waktu itu dia sudah menolak dengan tegas.


"Dhefin, dhefin....." mendengar tidak ada jawaban dari balik telepon tersebut hellena memanggilnya berkali kali.


Disaat dhefin sedang berusaha mencari alasan untuk melarikan diri dari perjodohan ini, sudut matanya langsung memandang chessy yang baru saja selesai memesan kopi.