Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 12



Dhefin memiliki lebih banyak urusan setelah menjabat. Akhirnya, dia tidak bisa menolak untuk tidak memenuhi permintaan ibunya itu, akhirnya dia memutuskan untuk pulang makan bersama, dia membawa mobil sendiri dengan anteng dia memasuki kawasan militer.


Begitu memasuki rumah, dhefin melihat kakenya, damian, duduk di soga dan ayahnya, Gavin sedang bermain catur di ruang tamu.


Dhefin menggati sepatunya dengan sandal rumah lalu masuk kedalam dan menyapa para orang tua dan bergabung dengan mereka dalam permainan, tapi dia mendengar suara datang dari dapur,


"Kake damian, apakah kamu makan daun bawang?" Kemudian pemilik suara itu muncul di pintu dapur.


Mada saat melihat merry, dhefin mengakui bahwa di dalam hatinya ada dorongan untuk berbalik dan pergi. Tetapi di usianya, pengalamannya dan identitasnya saat ini sedah cukup untuk mengingatkannya bahwa ia tidak bisa pergi.


Orang tua merry memiliki hubungan yang baik dengan keluarga nenek dhefin dan merupakan tetangga masa lalu. Jadi ketika dhefin masih kecil dia bertemu merry hanya karena perbedaan usia mereka enam tahun. Ketika dhefin bermain bola basket dan sepak bola, merry masih bermain boneka barbie, jadi meraka tidak banyak bermain bersama.


Keluarga merry adalah pembisnis, merry sudah lama belajar di luar negri dan baru saja kembali ke rumah. Karena itu, tidak banyak berbicara dengan mereka. Dhefin juga ingin tahu tentang bagaimana keadaan yonna ibunya yang sibuk mengukus ikan di dapur bersama merry saat ini.


Jika bukan tentang fakta bahwa ibunya memaksanya untuk melihat foto foto di masa lalu, dhefin tidak akan pernah mengenali gadis yang sedang memakai celemek di depannya sebagai merry.


Tampaknya merry telah minum terlalu banyak tinta asing. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan dhefin ternyata dia tidak merasa asing tersennyum padanya dan murah hati dan menyapa,


"kaka dhefin, sudah lama tidak bertemu!"


Dengan ucapan yang begitu tenang, dhefin juga tertawa dan berkata


Di mata beberpa orang tua kedua protagonis yang telah dikaitkan bersama dalam hati mereka di sambut dengan kebingungan. Sayangnya, begitu makan malam selesai merry menjawab telepon dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang mendesak dan dia harus pergi.


Yonna ingin mengambil kesempatan untuk menyuruh dhefin mengantarnya pulang. Dhefin juga ingin pergi dengan cepat tetapi di tolak oleh merry. Dia hannya mengatakan bahwa dia sedang mengemudi hari ini, jadi dia tidak perlu merepotkan kaka dhefin lagi.


Ketika merry mengatakan ini, bukan hanya yonna yang merasa sedih dan kesepian begitu juga dengan dhefin, karena begitu dia pergi ibunya harus mulai menyerangnya, bertanya kepadanya tentang pendapat dan idenya tentang merry.


"Putraku!" Benar saja, anak laki laki yang mengerti ibunya tepat setelah merry pergi yonna duduk di samping dhefin dan mendekatinya dan bertanya.


"Merry anaknya lumayan kan? Terakhir kali kamu sengaja tidak hadir makan malam, hari ini sudah melihat merry kan, sudah pasti menyesalkan?"


"Tidak" setelah mendengar kata kata yonna, dhefin tidak mengangkat kelopak matanya dan terus membaca koran sorenya sendiri.


"Ah, dasar anak ini!" Setelah mendengan jawaban dhefin jelas tidak cukup untuk memuaskan yonna.


"Coba kamu lihat kamu sendiri ya, hari itu membuat alasan untuk menipu adikmu bahwa kamu makan dengan seorang gadis. Aku yelah menoba memata mataimu sangat jelas kamu makan sendirian, tapi ada seorang gadis yang berbicara denganmu sebentar di tengah dan kemudian pergi. Kamu....."


"Namaya chessy!" Ibunya masih mengoceh di telinganya, tetapi koran dhefin baru saja beralih ke halaman mode. Hampir setengah dari halaman adalah iklan parfum kiss wedding, yang telah mendapatkan momentum baru baru ini. Di sudut kanan bawah iklan, ada garis kecil dengan nama perusahaan desain dan perencana iklan itu sepertinya dua kata yang asing dan menarik mata dhefin.