Let'S Get Married

Let'S Get Married
Episode 3



Ketika chessy melihat wajah tampan ini di depan matanya, otaknya terpana karena dia sepertinya pernah melihatnya di mana, Tetapi untuk sementara waktu dia tidak bisa mengingat di mana mereka pernah bertemu.


"Hehe...." dia menatapnya sambil bengong, chessy tanpa sadar berseringai.


Ketika dhefin baru naik lantai, membalikan badan dan tiba tiba seorang wanita menabraknya dan masuk dalam pelukannya. Jujur saja, dia bisa saja mencegahnya, mencegahnya untuk terjatuh. tetapi itu tidak berarti bahwa dia dapat melihat wajah bulatnya dan terlihat bodoh!


Menghindari tatapan mukanya langsung, dhefin menopang badannya chessy, disaat berusaha mau menghindar darinya dan pergi dhefin melepaskan badan chessy tetapi baru saja dilepas tubuh chessy tidak seimbang dan hampir saja akan terjatuh terlentang Dhefin reflek langsung meraih punggungnya.


Melihat penampilan luar biasa ini, pria yang mengenakan pakaian luar biasa itu memalingkan muka, otak kecil chessy timbul satu pesan "tugas belum selesai"


Bagaimanapun sedah keluar dan sudah menabrak orang itu akan lebih baik kalau dia menyelesaikan semua itu, untuk menghindari hukuman minum minuman keras kalau tidak selesai. Perlu di ketahui dia seorang chessy sangat kreatif dalam bidang kerjanya, tetapi kalau soal minum dia benar benar setingkan dengan anak TK.


Menatap wanita di depannya dhefin memiliki satu gambaran. Pada hari itu saat sedang menghabiskan liburan resort tepi pantai, orang yang memohon tumpangan untuk balik ke kota bukankah dia orangnya? Jadi ketika dia menariknya lagi dia tidak bisa menahan diri untuk menatapnya, namun kalimat selanjutnya adalah mengubah keraguannya menjadi syok.


"Tuan, aku menyukaimu" Dengan mata terbuka , chessy berusaha membuat dirinya setenang mengkin untuk mengatakan kata kata yang telah menggerakkan hatinya.


Dia jelas melihat alis dhefin yang berangsur angsur berkerut, tetapi di bandingkan dengan sekelompok orang yang menatapnya dia merasa bahwa lebih gampang menghadapi pria yang di depannya.


Tentu saja tentang gagasan bahwa ia berfikir bahwa dhefin adalah pria yang baik, chessy dengan segera menggigit lidahnya dan menyangkalnya.


Disaat dia merasa lebih mudah menghadapinya, jadi dia tidak merasa susah untuk menambahkan satu kalimat lainnya. "Tolong kasih ke aku nomor ponsel mu"


Tetapi setelah melihat ekspresi yang menyedihkan itu dhafin tidak bisa menahan tawanya.


Tubuh dhefen sedikit condong kedepan dia membungkuk ke telinga chessy dan berkata dengan suara yang hannya mereka berdua yang bisa mendengar "nona, apakah kamu.... ck" dia mengangkat tangannya dan menepuk kepala chessy " apa ada masalah di sini?"


Ketika chessy mulai merespon dhefin sudah pergi melewatinya.


" hei adik kecil! Otakmu yang bermasalah! Seluruh keluargamu punya masalah di otak!


Berdiri di tempat yang sama, chessy benar benar kesal lalu menggertakan giginya dan mengatai seluruh keluarga dhefin, dan kemudian menyesuaikan moodnya kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi.


Ruangan VIP yang tidak jauh dari belakangnya masih ada sekelompok irang yang sedang menunggunya kembali dan menangkapnya.


Chessy tahu kejadian barusan tadi sekelompok teman kerjanya pasti akan mengintip dari balik pintu. Tapi mereka pasti tidak mendengar percakapan di antara dia dan pria tersebut.


Dengan sedikit tersenyum chessy berjalan kembali keruangan VIP.


Soal bagaimana dia memberikan informasi nama dan nomor telephon.... hehe, tentu saja asal asalan.


Rekan kerjanya hannya ingin menyoraki soal pengakuan chessy saja, tentu saja tidak ada orang yang akan benar benar meminta bukti nomor ponsel dia.