Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 22



Masuk ke dalam restoran, chessy melepas mantelnya.


Pada saat ini, sepotong besar es krim merah muda di dada baju putihya tampaknya mencair perlahan, dan dia sudah bisa merasakan kesejukan di dadanya.


"Maaf, maaf!" Pelayan di samping sibuk mengambil tisu dan ingin menyeka es krim di baju chessy. Tapi tangannya belum menyentuh pakaian chessy, dia sudah di seret oleh tangan besar lainnya.


"Terima kasih, aku yang menyekanya saja" pelayan belum merespon, dhefin sudah bangun, mengambil mantel chessy untuknya dan kemudian membawanya keluar dari Sweet Fest Cafe.


Membukakan pintu mobil untuknya, lalu dhefin berkata


"Rumahku dekat dari sini, pertama tama bawa kamu ganti baju"


"Ah, aku....." chessy baru ingin mengatakan bahwa dia naik taksi untuk pulang dan ganti bajunya, tetapi kata katanya belum di ucapkan, dan kepalanya di tekan oleh tangan besar dan kemudian seperti kemarin sore dia terpaksa masuk ke mobil dhefin.


"Apakah pria ini tahu merawat orang?" Saat dhefin masih belum naik mobil, chessy berbicara pelan, lalu mengambil tisu di mobilnya dan mulai menyeka noda di dadanya.


Es krim yang meleleh itu menempel di dadanya lalu menjalar ke rok tipisnya, dan itu sangat lengket dan dingin, sehingga chessy hanya bisa dengan tak berdaya membalikkan matanya.


Dhefin mengatakan bahwa rumahnya dekat, dia tidak berbohong rumahnya memang sangat dekat.


Namun, ketika mobil melaju ke dalam chessy ingat nama yang baru saja di lihatnya melalui jendela.


Ivylane Estate?


oh! chessy menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena kaget dengan nama tempatnya yang naru saja dia ingat


"Itu bukankah...."


"Itu apa?"


Chessy tidak bisa melanjutkan kata katanya dia hanya diam saja dan pertanyaan Dhefin pun tidak ia jawab


Di Ivylane Estate, bukankah itu tempat Dhefin tinggal bersama kedua orang tua dan kakenya? Melihat pria di sampingnya saat ini, chessy memyipitkan matanya dan memgingat apa yang dia kataka kepada ayahnya ketika Dhefin berada di rumahnya.


Chessy ingat dengan jelas bahwa pada saat itu Dhefin mengatakan bahwa orang tua dan kakenya tinggal di Ivylane Estate.


Selain itu, penampilanku juga hari ini sedang tidak rapih.


Melihat chessy sedang menatap dirinya dengan linglung, Dhefin sedikit mengerutkan keningnya, Dhefin mengangkat tangannya dan melambaikan di depan mukanya.


"Bagaimana menurutmu?"


"Dhefin, apakah kamu mau mengajakku melihat ayah dan ibumu?" Tanya chessy, matanya masih menatap Dhefin


lihat orang tuaku? Batin Defin bertanya tanya


Chessy tiba tiba bertanya, Dhefin baru ingat apa yang dia katakan kepada orang tua chessy waktu itu.


Melihat wajah chessy dengan ekspresi serius dan gugup, Dhefin tertawa dan menggerakkan tubuhnya ke arah chessy.


Melihat bahwa tubuh tinggi Dhefin mendekati dirinya chessy secara naluriah menggerakan tubuhnya kebelakang.


Mobil bora tidak cukup besar dan ruang terbatas. Chessy belum merasa aman tapi punggungnya sudah memcapai pintu mobil, namun di depan matanya, gerakan Dhefin tampaknya tidak memiliki niat untuk berhenti.


"Kamu, apa yang kamu lakukan?" Melihat wajah tampan Dhefin yang dekat dengan wajahnya, chessy bahkan tidak bisa bernafas.


Dhefin tidak tau mengapa, hanya karena dia melihat ekspresi kesil chessy yang gugup dan hati hati, dia selalu memiliki mood yang baik.


Dhefin mengulurkan tangannya dia memegang dagu chessy dan menatap matanya dengan pandangan puas, lalu mengatakan yang sebenarnya.


"Chessy, aku tinggal sendirian".


tinggal sendirian?


Lalu...


"Kamu, kamu, kamu... aku, aku, aku...."


Dhefin sangat dekat dengan dirinya sendiri sehingga dia bisa merasakan napasnya, dan chessy merasa bahwa ia kesulitan bernafas. Bagaimana dia bisa memperjelasnya? Dia membuka mulutnya ingin berbicara tapi lidahnya terasa kaku dan seperti di ikat.