
Terdengar suar ketukan pintu dan seorang wanita memutarkan bola matanya, meletakan gadis kecil yang berada di tangannya lalu bangkit membuka pintu.
Mendengar suara ketukan pintu itu dia sudah bisa menebak siapa yang berdiri di depan pintu itu.
Hanya saja... koper ini.... ada apa ini!
"Hei, chessy kamu sedang apa? Memandangi wanita yang di luar pintu sambil membawa koper besar dan orang yang sedang ditanya bukannya menjawab malah langsung menerobos masuk, membuat jasmine menjadi tidak tenang.
Setelah mendengarkan jasmine selesai berbicara, chessy berhenti melangkah menoleh kepada jasmine dan tersenyum "nona jasmine, tampung aku beberapa hari ya!"
Jasmine adalah seorang sekertaris, pekerjaannya adalah bertanggung jawab untuk menangani derektur utama.
Tiga tahun lalu dia menikah dengan suaminya yang bernama ardian.
Pada hari pernikahan jasmine, chessy merasa bahagia dan juga merasa terluka! Dia senang bahwa sahabatnya akhirnya menemukan tempat bernaung yang baik. Tetapi di saat yang sama ia juga tahu bahwa di mata ibunya dia akan menjadi sebuah buku kuno yang berumur. Dari umur ke umur ia selalu harus menerima omelan dari soraya ibu kandungnya, dari waktu ke waktu soraya selalu berkata padanya "kamu lihat anaknya jasmine khansa sudah busa jalan, kamu lihat anaknya jasmine khansa sudah bisa berbicara!"
Sampai beberapa hari pas khansa mulai masuk TK soraya berbicara padanya dengan helaan nafas yang panjang pada saat chessy sedang sarapan. "Kamu lihat anaknya jasmine, khansa sudah masuk Tk."
Pada saat itu chessy hampir saja tersedak oleh roti panggangnya dan meninggal.
Suaminya jasmine ardian adalah anak tunggal di keluarganya, setelah orang tuanya bercerai ia tinggal bersama ayahnya, tetapi orang tua itu tidak ingin mengganggu kehidupan keluarga anaknya, lalu dia tinggal di sebuah rumah tua di pinggiran kota dan menolak untuk pindah.
Chessy tau ardian sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota H, lagi pula dia harus pergi selama satu minggu rumahnya jasmine hanya tersisa dua orang ibu dan anak. Jadi dia datang untuk menumpang makan, numpang minum, numpang kamar, pas sekali!
"Ei, chessy!" Setelah mendengar deskripsi gamblang dari chessy tentang seluruh proses sebab dan akibat kepergianya dari rumahnya, jasmine mengerutkan keningdan bertanya "kamu kabur dari acara kencan buta, ibumu pasti sangat marah, terus sekarang kamu kabur dari rumah, apa gunanya ke rumah aku? Kamu kira ibumu tidak bisa menebak bahwa kamu sedang ada di sini? Jadi kamu tidak takut ibumu datang kerumah aku untuk membawamu kembali, kemudian mencubit kupingmu?"
Setelah mendengar penjelasan dari jasmine, chessy merasa tidak berdaya dan menggerakan bola matanya, "kamu tenang saja aku ngerti sifat ibuku. Dia orang tua memang kadang kadang kejam padaku tetapi tidak mungkin membuat sup iga dari tulang anak kandungnya!" Selesai berbicara, chessy berteriak pada wajah anak perempuannya jasmine untuk mennyapanya, lalu mengambil tas di sebelahnya, mendorong kopernya dan mengambil inisiatif untuk masuk kekamar!
Sebenarnya selama chessy tidak khawatir jasmine tidak merasa keberatan.
Beberapa hari ini biro olahraga terlibat dalam kegiatan bulan kebugaran nasional. Semua orang dalam kelompok mereka menjadi sangat sibuk, ardian kebetulan sedang dalam perjalanan bisnis dia khawatir anaknya khansa akan kehilangan orang untuk menjaganya, sedang berpikir perlu tidak membawa khansa ke tempat neneknya untuk sementara pada saat itu juga chessy datang!
Chessy adalah ibu angkatnya khansa dia sangat menyayanginya, ada chessy yang membantunya merawatnya dia menjadi tenang untuk melanjutkan pekerjaannya!
Memikirkan hal ini, jasmine sangat tidak tahu malu berbahagia dan tersenyum.
Dhefin menutup dokumen terakhirnya dan melihat ke kanan bawah layar computer. Ternyata sudah jam tujuh
Mantan presiden Grup J di tangkap karena korupsi dan dia sementara di pindahkan ke sini. Meskipun dia orang kota itu ia jarang kembali tahun tahun ini, jadi ia tidak tahu banyak tentang kota S. Dia ingin mendapatkan yang terbaik dari semua yang ada di sini sebelum dia menjabat, sebagai akibatnya dia bahkan masuk kerja sekama liburan.
Di luar jendela sana langit sudah gelap. Pertama kali terlihat adalah cahaya lampu dari kantor direktur utama lantai sembilan belas, pemandangan malam kota S ini sangat memiliki citra rasa.
Gawat, sekali dia sibuk dia bener bener lupa untuk menyetujui ibunya tadi pagi pulang kerumah untuk makan malam.
Langsung menyimpan ponselnya kedalam sakunya, Dia mengambil beberapa salinan dokumen yang ingin dia konfirmasi lalu mesasukanya ke dalam tempat penyimpanan dokumen, kemudian dia mengambil jas yang dia gantu di belakai kursinya lalu mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari ruangannya dan sebelum pulang dia juga tidak lupa mengunci pintu ruangannya tersebut.
Rencana pulang untuk makan malam sudah gagal, tetapi ketika dhefin keluar dari gedung ponselnya berdering kembali.
"Halo" dia baru saja mengambil handst begitu dia memasangkan di telinganya suara berisik di handst membuatnya merasa bahwa gendang telinganya terluka.
"Dhefin kita sudah tiba di the lighthouse! Cepat kemari mengerti?" Orang di ujung telepon yang lain sepertinya tidak mau memberi dhefin kesempatan untuk menolak dia menutup telepon sebelum mendengar jawaban dari dhefin.
Melihat layar ponsel di tangannya dhefin menggelengkan kepalanya dan tersenyum lalu dia berjalan menuju mobilnya.
Seharian dia melihat dokumen lalu pergi berkumpul dengan mereka untuk menebus makan malam yang tidak jadi itu, lalu dia berbelok dan menuju alamat yang di berikan itu.
The lighthouse lantai dua ruangan VIP nomor 1, sekelompok duduk di sekeliling meja bundar, masing masing sepasang mata itu pandangannya terkunci rapat ke botol hijau tua yang sedah memutar di tengah meja bundar.
Sekelompok orang ini berasal dari perusahaan periklanan top di jepang, shining fasion, hari ini mereka kumpul di sini untu merayakan iklan parfum perusahaan "kiss weding" untuk Group Brisco. Pahlawan yang duduk di tengah tengah mereka adalah chessy yang masih dalam meninggalkan rumah baru baru ini.
Pada saat ini mereka sangat fokus pada botol bir karena orang berikutnya dimana mulut botol menghadap dia harus keluar mencari lawan jenis pertama kali ia temukan dan menyatakan cinta, kemudian juga harus mendapatkan nama dan nomor teleponnya.
Akhirnya kecepatan putaran botol sedikit melambat, objek yang di pilih oleh mulut botol ditentukan.
"Yeiy! Chessy! Ternyata chessy!" Orang orang yang hadir di tempat kejadian memberikan kemenangan bersorak selain pahlawan tertentu. Suara itu terdengar seperti orang merasa bersemangat seperti memenangkan lotre lima juta.
Sekelompok orang itu seperti bunga matahari yang mengikuti chessy berjalan menuju depan pintu, bahkan ada beberapa orang yang berteriak "kamu harus berani menyatakan cinta, bawa semua orang kaya itu kemari!
Bukankah ini hanya sebuah permainan? Chessy juga ingin memiliki keberanian untuk membuka pintu dan kemudian bergegas keluar dan bertemu dengan seorang pria lalu menyatakan cinta padanya. Tetapi ketika dia ingin mengulurkan tangannya dia tidak bisa mengangkatnya.
"Serius, harus benar benar pergi?" Akhirnya dia melihat kebelakang pada sekelompok orang yang menunggu untuk melihat permainannya dan memohon belas kasihan.
Namun, tidak tau siapa yang tiba tiba mendorongnya kebelakang dan membuatnya maju.
*tidak benar, kapan pintu ini dibuka?
tidak benar, tidak benar, aku kali ini menabrak siapa lagi*?
Berusaha membuka matanya karena ketakutan membuatnya menutup mata, chessy pertama kali melihat siapa yang di depan matanya..... itu adalah tenggorokan?
Chessy mengangkat kepalanya dengan cepat, mata chessy melihat dua bola mata hitam.