Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 15



"Nona chessy" tepat ketika chessy bertanya tanya bagaimana dhefin bisa berada di perusahaan mereka, seorang pria berjas hitam kacamata dan penampilan anggun turun dari sebuah SUV dan mendatanginya dan menyapa dia....


Melihat pria yang semakin dekat dan dekat dengan dirinya selangkah demi selangkah, chessy berpikir dalam hatinya ini seharusnya dhafin yang asli, bukan?


Ketika chessy sedang berpikir dhafin sudah datang untuk menghampirinya. Mengulurkan tangannya dan menyapa dengan sopan.


"Hallo nona chessy, aku dhafin"


"Hallo saya chessy" mengulurkan tangannya dengan sopan dan menjabat tangannya, kemudian chessy menarik tangannya kembali.


Dhafin yang di depannya memang tidak seperti apa yang di jelaskan ibunya tetapi dandanannya dan sifatnya membuat orang merasa nyaman.


Chessy hannya bisa mengatakan itu, setidaknya dia tidak membencinya dan tidak akan lari seperti terakhir kali di resort tepi laut itu.


Di dalam mobil Bora, dhefin duduk di kursi pengemudi, memandangi pasangan pria dan wanita tidak jauh dari depan dan tidak bisa menahan diri untuk mengerutkan kening.


Dia yankin bahwa chessy barusa saja melihatnya. Karena mata mereka bertatapan. Menurut ide awalnya dhefin, karena chessy sudah melihatnya dia harus datang untuk menyambutnya atas inisiatifnya sendiri dan kemudian mengembalikan kartu keluarganya kembali. Tapi kenapa dia tampaknya mengikuti pria yang mengenakan jas itu sekarang?


Dhefin yang sedang duduk di dalam mobil, tidak tahu apa yang mereka omongkan tetapi terlihat sangat jelas bahwa mereka terlihat tidak terlalu akrab, kalau memang akrab tidak mungkin akan saling berjabat tangan.


Dhefin sudah tidak punya waktu untuk menunggu. Awalnya dia hanya datang untuk menyelidiki chessy pulang kerja pada jam setengah lima, tetapi dia tidak keluar sampai lebih dari jam lima. Dia telah menunggunya di sini selama lebih dari setengah jam. Lebih dari setengah jam sangat penting bagi dhefin.


Melihat chessy tidak datang untuk waktu yang lama, ia harus mengubah rencana awal dan kemudian melepaskan ikatan sabuk pengaman dan mendorong pintu.


"Nona chessy, saya suda memesan restoran ayo pergi" dhafin sambil berkata membalikan badan terlebih dahulu dan berjalan kedepan dengan chessy ke posisi parkirnya.


Melihat chessy berhenti dhafin juga berhenti dan menoleh menatap pria di belakangnya.


"Maaf nona chessy, ambil langkahlah untuk berbicara" sebelum chessy merespon dhafin, dhefin sudah membawa chessy untuk pergi ke mobilnya.


"Hei kamu, apa yang kamu lakukan?" Tidak bisa mengalahkan kekuatan dhefin, chessy merasa seperti dia di paksa masuk ke kursi sebelah pengemudi. Ketika dia berusaha untuk turun pintu mobil langsung di kunci oleh dhefin.


"Hei, Tuan, anda...." di luar mobil dhefin bergegas mengejar dan dengan penuh energi dia mengetuk ngetuk kaca jendela di sisi dhefin tetapi tidak ada reaksi apapun darinya.


Mengatur gigi dan menginjak gas, dhefin tampaknya lebih terampil dari pada sebelumnya untuk membawa mobil dan keluar dari tempat parkir.


"Nona chessy, nona chessy...." chessy menoleh melihat dhefin yang di campakkan di belakang mobil bayangannya menjadi sangat kecil.


Sambil mengalihkan pandagannya dari belakang, dia memelototi wajah tampan pria di sampingnya dan bertanya dengan tenang.


"Tuan saya ingin bertanya, apa alasan anda menarik saya masuk ke dalam mobilmu? Apakah anda tahu bahwa anda baru saja merusak janji ketemuan orang lain?"


Menghadapi kemaraha chessy, dhefin menarik sedikit sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah senyum kecil, lalu dia menoleh kesamping dan memandanginya sebentar lalu dia mengalihkan pandangannya lurus kedepan mobil memperhatikan kondisi jalan, lalu dia menjawabnya.


"Aku mewujudkan impianmu yang belum terwujud untukmu, membawamu pergi untuk mengambil surat nikah"


eh?


Setelah mendengar ucapan dhefin muka chessy langsumg menjadi merah. Oh, sayang, bagaimana dia bisa dia telah menemukan orang yang salah pada hari itu.