
Satu minggu yang sibuk sudah terlewati, dan ini juga berarti seorang chessy sudah seminggu meninggalkan rumah.
Besok hari sabtu chessy sedang berfikir apakah sudah waktunya untuk pulang. Hari sabtu ayahnya pasti pulang kerumah untuk beristirahat kalau dia diserang oleh ibunya pasti ada seseorang membantunya menghalanginya. Lagi pula setelah mendapatkan informasi yang dia dapat dari ayahnya semalam terlihat bahwa ibunya sudah tidak begitu marah lagi.
Setelah membuat keputusan untuk pulang, chessy membalikan badannya dan menarik selimut sampai ke lehernya menutup matanya dan bersiap untuk tidur. Namun ketika kedua matanya baru terpejam pikirannya tiba tiba muncul dalam gambaran ketika dia melarikan diri dari resort tepi laut.
"Oh" tiba tiba dia teringat sesuatu dan membuka matanya dengan cepat.
"Ternyata itu dia!" dia akhirnya ingat siapa pria yang di tabrak di the lighthouse hari ini.
Mengangkat tangannya dan menjambak rambutnya, chessy merasa kesal "dia kali ini pasti akan menganggap aku orang gila! Untungnya, mungkin kita tidak akan pernah berjumpa lagi...." chessy menghela nafas, yang penting sekarang harus berfikir bagaimana caranya meminta maaf kepada ibunya besok.
Hari sabtu pagi langitnya terlihat sangat cerah. Seorang wanita dengan enteng membawa koper sambil menaiki tangga lalu berdiri di depan pintu dan mengeluarkan kunci.
Sebenarnya chessy juga tidak mau, hanya saja.... yah, dia selalu kehilangan kunci,
Sudah tidak terhitung untuk keberapa kalinya. Setelah membongkar semua yang ada di tas untuk mencari kunci, chessy masih tidak bisa menemukan kunci rumahnya yang berharga itu.
Dia pagi pagi buta sudah membereskan barang barangnya, karena apa? Karena dia berharap bisa pulang cepat sebelum ibunya bangun jadia dia bisa menyelinap masuk kekamarnya dan melanjutkan tidurnya, lalu memesan sarapan pagi yang mewah untuk mereka dan mennyusunnya dengan bagus dan menyiapkan posisi untuk meminta maaf? Tetapi malah jadi seperti ini....
Melihat pintu keamanan merah gelap di depannya, chessy menggigit bibirnya, sedang berfikir apakah dia harus langsung membawa koper balik lagi kerumah jasmine atau mempertaruhkan nyawanya untuk mengetuk pintu.
Tetapi ketika chessy berbalik dan mengambil koper, dia mendengar suara pintu di buka dari dalam.
"Gadis bodoh" chessy langsung menoleh dia melihat ayahnya, dan tentu saja masih ada ibu di belakangnya.
Begitu melihat ibunya, chessy segera memblaikan badannya menghadap mereka dan berdiri diam, Dan berkata dengan suara yang manis "ayah, ibu, selamat pagi!"
Danu adalah seorang guru sejarah sekolah menengah di kota S. Akhir pekan ini guru sekolah mengadakan perjalanan ke puncak danau di musim gugur kota, tinggal di sini selama satu malam dan pulang pada haru minggu sore. Jadi mereka mangun pagi pagi sekali untuk keluar. Siapa sangka, seorang chessy yang sangat pemalas itu bisa bangun seawal itu dan berdiri di depan pintu.
Tapi untungnya mereka sedang terburu buru, soraya ibunya chessy tidak memiliki kesempatan untuk memarahi chessy dengan begitu chessy berhasil di lepaskan.
Pada siang hari, memegang semangkuk mie instan sambil menonton TV sambil makan, dan ponsel di sekitarnya tiba tiba bergetar. Sambil meletakan peralatan makan, dia mengangkat telepon dan memutar matanya satu detik setelah membaca isi pesan di ponselnya dia berbaring di sofa seperti mayat.
Pesan itu di kirim oleh ibunya dan isi pesannya adalah besok jam sepuluh, jalan bliss sweet fest cafe meja nomor dua belas dhafin insinyur, jika kamu tidak mau pergi, cepat kemasi barangmu sebelum ayah dan ibu kembali dan jangan kembali lagi.
Kali ini soraya terlihat sangat serius. Chessy mengangkat ponselnya dengan marah dan kemudian menghapus pesan tersebut dan memutuskan.
" aku tidak menerima pesan tersebut, aku juga tidak melihat pesan tersebut, aku tidak melihat apapun, tidak terlihat!" Mencoba menghibur diri sendiri kemudian chessy melemparkan ponselnya ke samping dan melanjutkan makannya.