
"Oh, tidak, kartu keluarga ku!" Chessy sedang berusaha mencoba mengingat apa yang dia lakukan di kafe hari ini, dan dia bisa mengingat adegan ketika dia megeluarkan kartu keluarganya, tetapi dia tidak bisa memikirkan adegan ketika dia berkata sambil mengeluarkan kartu keluarganya.
"Ya ampun!" Adegan itu terlintas di benaknya ketika dia melarikan diri dari sweet fest cafe. Chessy merasa bahwa seluruh hidupnya tidak baik. Mengangkat bahunya lalu menjatuhkan tasnya ke lantai, lalu berbaring dan menutupi seluruh kepalanya dengan selimut.
Seseorang merasa bahwa dia tidak punya wajah untuk menemui siapapun.
Sudah salah orang, dan juga melamar orang yang salah!
"Uggghhhh.... apa yang harus aku lakukan!" Larut malam, di bawah sinar rembulan, di atas ranjang di rumah kecil itu seseorang masih membolak balikan badan.
Namun, berpikir juga memerlukan tenaga. Setelah adegan kencan buta di siang hari dalam ingatannya muncul berulang ulang kali, chessy akhirnya pun tertidur.
°°°°°°°°
Saat langit mulai terang, sebuah apartemen kecil di lvylane estate, dhefin sedah selesai mandi dan sudah selesai sarapan dan berdiri di depan cermin sedang mengenakan dasi.
Hari ini adalah hari ketika ia secara resmi menjabat posisi wali kota di kota S. Dhefin Selalu menjadi orang yang tepat waktu. Begitu waktunya tiba, dia sudah siap untuk berangkat.
°°°°°°°
Ketika mobil berhenti di depan gerbang pemerintah kota, dhefin tidak langsung keluar tetapi berbalik untuk melihat gerbang.
Benar saja, zaky gagal menghentikan wakil walikota Edsel. Dia berdiri di gerbang bersama beberapa kerabatnya, beberapa komite kota dan direktur menunggu dhefin turun.
Ketika dhefin membuka pintu mobil dan turun dari mobil, zaky sedang bergegas berjalan ke pintu.
"Walikota dhefin......" dia sedang berpikir untuk menjelaskan beberapa alasan, di samping itu wakil walikota Edsel telah datang dengan komite kota dan direktur.
"Wuah, tuan dhefin, selamat datang! Selamat datang di kota S."
Melihat wakil walikota Edsel mengulurkan tanganya, dhefin juga dengan sopan mengulurkan tangannya untuk berjabat dengannya.
"Hallo, wakil walikota Edsel! Hallo juga semuanya!!" Sambil berbicara dia melihat beberapa orang yang mengikuti wakil walikota Edsel.
"Ketua dhefin, untuk menyatakan sambutan kami kepada anda, rekan rekan kami dari pemerintahan kota yang bekerja di pagi hari secara spontan berkumpul di ruangan konferensi multi fungsi di lantai tiga, menunggu kedatangan anda!" Dengan salam sederhana wakil walikota Edsel akhirnya menyatakan tujuan utamanya hari ini.
"Selahkan lewat sini" dengan itu, dia melangkah ke samping dan membuat gerakan mempersilahkan dhefin.
Melihatnya seperti ini, dhefin berjalan kedepan dengan senyum di wajahnya.
Di ruang konferensi multi fungsi di lantai tiga, orang orang berhenti berbicara tentang pemuda itu ketika mereka melihatnya masuk di belakang wakil walikota Edsel.
Tubuhnya dhefin tinggi dan ramping dengan penampilan yang tampan dan sepasang mata hitam dan cerdas, yang semuanya menarik perhatian orang orang yang hadir.
Meskipun telah mendengarnya sejak lama, dhefin adalah pemimpin termuda dalam sejarah kota S. Masih muda tetapi sudah melakukan sesuatu yang luar biasa. Tetapi yang tidak di sangka semua orang adalah bahwa pemimpin itu tidak hanya munda teapi juga memiliki pandangan sedemikian rupa sehingga orang tidak dapat menemukan kesalahan sama sekali.
Setelah wakil walikota Edsel memperkenalkan identitas dhefin dia mengangkat kakinya dan melangkah ke meja pembicara di depan ruang konferensi.
Sejujurnya, dhefin benar benar tidak menyukai kesempatan seperti ini sama sekali. Dia adalah seorang pemimpin dan harus menjadi orang dengan kode kerja yang ketat dan serius. Dia bukan presiden grup manapun, atau playboy, yang dapat membuka pesta kapan saja, memeluk seorang wanita cantik, berdiri di atas panggung dan mengambil mikrofon dan berbicara dengan yang di bawah.
Berdiri di podium dia melihat ke atas dan sekeliling, matanya bergerak perlahan tapi ekspresinya tidak berubah, melihat seluruh kerumunan sambil tersenyum sopan di kerumunan dia berkata
"Hallo, semuanya, saya dhefin. Hari ini saya akan bekerja di pemerintah kota S. Saya berharap kedepannya kita dapat bekerja sama dengan baik. Terima kasih!"
Hanya beberapa kata sederhana, dhefin selesai berbicar dia segera turun dari panggung. Sebelum wakil walikota Edsel membuka mulut lagi dia berjalan ke pintu dan meninggalkan ruang rapat. Ketika dhefin berjalan pergi zaky dengan segera mengikutinya.
Untuk sementara pemimpin baru yang tampan dan menarik menjadi dewa dari setiap karyawan wanita di gedung pemerintah kota ini.