Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 1



"Dasar anak nakal, mau kemana kamu?" Suara teriakan dari belakang, dan suara langkah kaki itu terdengar suara kesedihan dan kemarahan dari soraya.


Mendengar suara teriakan yang tidak asing itu, chessy tertegun dan menoleh kebelakang.


"Yang bener saja, di kejar sampai keluar?" Meliahat ibunya kejar sampai kemari, chessy langsung menggenggam erat tas jinjingnya dan berlari dengan cepat.


Awalnya dia sedang di dalam ruangan VIP, dia mencari alasan untuk kabur, dia kira bisa melarikan diri dengan lancar, siapa tahu ibunya yang lebih waspada daripada kucing itu keluar untuk memeriksa keadaan.


tidak, aku seorang chessy sampai matipun tidak akan kembali.


Kejadian hari ini kalau bukan karena antusias dari ibunya yang menggunakan kebohongan dengan mengatakan akan makan bersama keluarga yang terdiri dari tiga orang dan juga pas sedang dalam libur festival moon cake jadi ibunya mengajak dia untuk menghabiskan liburannya bermain di tepi pantai, membuatnya menyia nyiakan kesempatan untuk tidur sampai siang selama liburan, dan membuatnya menempuh jarak yang jauh untuk menikmati angin laut.


Pria yang di dalam ruangan VIP itu. Mengatakan berusia 35 tahun, bekerja di kantor pemeruntahan kota. Tetapi chessy merasa dia tidak terlihat seperti berumur 35 tahun.


Seorang pria yang berumur 35 tahun, akan kah memiliki gaya rambut yang di belah ditambah dengan kerutan disekitar matanya?


Seorang pegawai negri sipil yang bekerja di kantor pemerintahan kota, di tambah sekarang bukan hari kerja, memanfaatkan kencan buta ini dengan mengenakan pakaian yang bagus dan rapih. Jangan mengenakan dua ukuran yang lebih besar, apalagi mengenakan kemeja bunga dari pasar grosir.


Melihat paman paruh baya itu terseyum pada dirinya sendiri, chessy langsung tidak nafsu makan. Jika kehidupan kedepanya hidup bersamanya, cepat atau lambat pasti akan mati kelaparan!


"Ibu"


berlari keluar dari lobby hotel, chessy menoleh dan berteriak


"Ibu, Jangan kejar aku lagi ok?"


Chessy adalah seorang pemalas, selama bisa tiduran dia tidak akan duduk, selama bisa duduk dia tidak akan berdiri, di level ini sekarang, tentu saja dia berharap bisa jalan santai dibandibg lari. Hanya saja, seorang wanita tidak berencana untuk melepaskannya.


"Dasar anak nakal, diam kamu disana."


Suara teriakan ibu dari belakang terdengar lagi


diam disana untukmu? ibu kamu anggap putrimu ini bodoh? Sambil berpikir, chessy sudah berlari kesisi jalan raya.


Resor tepi laut ini berjarak 40 menit berkendara dari pusat kota s. Biasanya hanya bus dan angkutan umum perkotaan dan pedesaan yang akan lewat dan taksi tidak akan tersedia.


"Bagaimana ini? Bagaimana ini?"


Saking cemas dan paniknya chessy melompat lompat, berbalik ke belakang ibunya sudah dekat jaraknya tidak lebih dari 50 meter.


Tepat saat dia bersiap siap untuk membayar nasibnya yang tragis terdengan suara mesin mobil yang baru dinyalakan.


dhefin tidak sering minum alcohol dan tidak pandai minum. Hari ini berpesta dengan beberapa teman lamanya di resor tepu pantai dan di paksa untuk minum dua gelas, sekarang kepalanya sangat pusing, mau tidak mau meminta sekertarisnya zaky datang untuk menjemputnya.


Manum, ketika dia naik dalam mobil dan ingin menutup matanya untuk beristirahat sebentar, dia mendengar suara pintu sedelahnya terbuka.


"Tuan, tolong beri saya tumpangan."


Dia membuka matanya dan melihat seorang wanita di dalam mobilnya, lalu menutup pintu dan gerakan itu tampak lancar.


Dan perkataannya " tuan, tolong beri saya tumpangan." Bukan untuknya, tetapi..... dia berkati kepada zaky yang duduk di kursi pengemudi.


Wanita yang tiba tiba muncul ini membuat zaky tercengan melalui kaca spion bagian depan mobil dia melihat ekspresi memohon chessy, kemudian memandang dhefin yang duduj di belakangnya.


"Jalan"


Mendengar suara laki laki di sampingnya chessy baru sadar ada orang lain di sampingnya.


Ketika dia perintah, BMW tersebut langsung jalan meninggalkan tempat itu sebelum ibunya itu menyusul.


Berbalik dan menoleh melihat kedua tangan ibunya di letakan di pinggangnya, dengan kesal berdiri di sisi jalan sambil mengambil nafas. Chesyy berkata lirih. "Maaf ya bu!"


Suaranya memang kecil, tetapi kata kata itu masuk ke telinga pria yang di sampingnya.


dhefin tidak memperdulikannya, hanya menutuo matanya untuk beristirahat. Hari ini memang libur tetapi sore ini dia masih harus kembali ke kota untuk mempersiapkan kerjaan dia harus adar sebelum sampai.


Setelah menenangkan diri sejenak karena tadi olahraga yang berlebihan chessy baru ingat dia belum berterima kasih.


Tadi pas masuk kedalam mobil dia tidak sadar ada orang di sebelahnya, dia hannya berpikir siapa yang duduk di kursi pengemudi, mobil ini pasti miliknya.


Tetapi peria yang duduk di kursi pengemudi setelah mendengar perintah dari tuan yang duduk di belakangnya itu baru jalan, jadi .... BOS besarnya harusnya dia ya,


Setelah merapikan rambut panjangnya yang berantakan habis berlarian itu, chessy menatap dhefin dan berkata " tuan, terima kasih sudah memberikan aku tumpangan."


"......."


Yang menanggapu chessy hanya suara mobil yang sedang berjalan di jalan.


Chessy menoleh ke samping memperhatikan dan menatap pria yang ada di sebelahnya, tangan sedang di silangkan berada di sekitar dada, mata tertutup tetapi alisnya mengrennyit ke atas seolah dia tahu bahwa dia sedang di perhatikan oleh orang. Chesyy menutup mulut dengan datar memalingkan wajah dan mengalihkan pandangannya ke sebelah jendela untuk melihat jalanan dan dia tidak lagi memperhatikan orang di sebelahnya.


Namun, hanya dengan oengamatan itu saja chessy menemukan bahwa pria di sampingnya sebenarnya bukan orang biasa. Sosok ramping di cocokkan dengan setelan yang di sesuaikan, dan terlihat seperti seorang pria yang sukses.


Kalau saja orang yang ibunya siapkan untuk kencan buta ada setengah dari tampang dia, chssey pasti tidak akan kabur.


Memikirkan hal ini chessy tanpa sadar tertawa terbahak bahak.


Setelah mendengan tawanya, zaky menatap kaca spion bagian depan dan memperhatikan ekspresi dhefin. Melihat dia tidak menanggapinya dan hanya diam saja. Zaky berbisik ke chessy " nona, mau berhenti dimana?"


Ketia chessy mendengar pertanyaan dari zaky, chessy memperhatikan bahwa mobil telah memasuki kota s. "Saya berhenti di persimpangan jalan saja"


Chessy bertanya pada dirinya sendiri mykanya tidak cukup tebal untuk menyuruh orang asing yang baik hati untuk mengantarnya pulang. Apalagi di sampingnya bos besar yang tidak ingin memperdulikannya.


Hari ini dia kabur dari acara kencan buta, ibunya pasti tidak akan melepaskannya begitu saja. Demi menjaga nyawa seluruh umat harus terus berkontribusi, heh tidak sebaik itu! Chessy memutuskan untuk pulang sebelum ibunya pulang duluan. Kemudian membereskan barang dan pindah ke tempat ka hellena sementara waktu, tunggu sampai ibunya sudah reda dari amarahnya baru mencari kesempatan untuk kembali kerumah. Di rumah masih ada ayahnya yang sangat cermat dan sabar dan juga seorang ayah yang baik dan harmonis, dia pasti tidak akan khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh ibunya.


"Hati hati ya nona!" Melihat chessy turun dari mobil zaky berkata dengan hormat.


Chessy Sedikit menganggukkan kepala dan berterima kasih. "Terima kasih" kemudian dengan hati hati menutup pintu.


Mobel melanjutkan perjalanannya kembali, dhefin membuka matanya berlahan lahan lalu melihat kesamping kursinya yang tadinya di duduki oleh chessy.


Sebuah anting merah tergeletak di sana membuatnya tida menahan diri untuk mengambilnya.


Model love?


Melihat anting yang ada di telapak tangannya dhefin menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya.