Let'S Get Married

Let'S Get Married
episode 7



Disaat dhefin sedang berusaha mencari alasan untuk melarikan diri dari perjodohan ini, sudut matanya langsung memandang chessy yang baru saja selesai memesan kopi.


Bibirnya agak melengkung dia tersenyum dan menjawab "ade, aku sedang makan bersama orang lain" kata dhefin memberitahu adiknya. Lalu dia menyerahkan telepon kepada chessy "silahkan angkat telepon"


"Hah?" Melihat telepon di depannya chessy tertegun


Dhefin dengan lembut menguncangkan telepon dan memberi isyarat kepadanya untuk mengangkatnya.


Namun, tepat ketika chessy mengambil ponsel dan berkata "Halloo....." dhefin segera merampas kembali ponselnya dari tangannya.


Kali ini, membuat chessy semakin tertegun.


pria ini bermasalah yah?


"Ade apa kamu sudah mendengarnya? Mengertikan. ok, itu saja" sebelum mendapatkan jawaban dari adiknya dhefin segera menutup telponnya.


"Halo, dhefin, dhefin, dhefin!" Tidak ada jawaban dari dhefin, karena dhefin sudah menutup teleponnya. Membuatnya memutarkan bola mata di balik ponsel sana.


Meletakan kembali ponselnya di atas meja. Dhefin mendongak dan melihat chessy yang sedang kebingungan dan memandang kepada dirinya.


Ya, bagaimana dia bisa lupa bahwa wanita yang duduk di sebrangnnya sekarang juga datang untuk menghadiri kencan buta.


Selama bertahun tahun, keluarga dhefin sudah mengatur kencan buta untuk dhefin tidak kurang dari seratus kali. Namun dia tidak pernah hadir sekalipun. Tidak di sangka bahwa kencan buta pertamanya akan diberikan kepada wanita ini.


Dari pemahaman tentang ibunya, hari ini dia tidak pulang kerumah orang tuanya ibunya pasti akan mengambil beberapa langkah, jika di ketahui bahwa dia tidak makan dengan seorang wanita, maka konsekuensinya...... tidak bisa di bayangkan. Dulu dia tidak sering pulang kerumah dan kalu ibunya ingin menasehatinya hanya bisa lewat telepon. Tapi sekrang, tinggal si kota yang sama sangat mudah untuk menemukanya.


Setelah memikirkannya dhefin merasa bahwa dia tidak bisa memberitahu chessy bahwa dia salah cari orang.


Konfirmasi telepon? Ketika mendengar penjelasan dari dhefin, chessy merasa senang! Bahwa di dunia ini bukan hanya ibunya yang begitu luar biasa merepotkan yang akan mencoba yang terbaik untuk mengkonfirmasi bahwa dia hadir di acara kencan buta atau tidak.


Saat ini, otak chessy dengan kosakata bahasa mandarin yang terbatas satu kata muncul di kepalanya "senasib sepenanggungan"


Ketika kopi sudah di antar chessy langsung meneguknya, dan bertanya "tuan dhafin, kamu sering di paksa untuk hadir di acara kencan buta?"


"Bukankah nona chessy juga ya?" Dhefin tidak menjawab pertanyaan chessy, melainkan balik bertanya.


Ketika dia bertanya seperti itu, chessy merasa bahwa dia di blokir olehnya. Lalu chessy buru buru langsung berkata "tuan dhafin, saya tidak tahu apakah anda ingat atau tidak, pada kenyataannya kita berdua sudah pernah bertemu dua kali dalam minggu ini."


Mendongakan kepala, lalu menatapnya sadar bahwa dia juga sedang tertawa pepada dirinya, pada waktu yang sama dia juga mengangkat gelas kopinya dengan elegan, dengan suara yang hangat dia menjawab "ingat satu kali di dalam mobilku dan satu kali di the lighthouse."


ternyata pria ini tertawa, ini terlihat sangat bagus!


Chessy ingat ketika dia melihatnya dua kali sebelumnya wajahnya terlihat datar, sepertibwajah seribu orang lainnya. Alangkah baiknya jika waktu itu dia juga tersenyum pada saat ini. Seorang pria yang terlihat baik sangat menarik bagi seorang gadis, tetapi juga pria yang terlihat baik dan mudah di dekati akan langsung menarik hati para gadis gadis.


" tuan dhafin, tidak tahu apakah kamu......" tiba tiba, chessy punya ide dengan komponen yang sedikit berbahaya "apakah kamu ingin mengakhiri kencan buta paksaan ini?"


Ketika mendengar ucapan chessy, dhefin sedikit mengangkat alisnya "apa maksudnya nona chessy?"


Jasmine pernah berkata sebelumnya wanita seperti chessy ini, ada otak juga ada hati. Tetapi ketika chessy berfikir menggunakan hati, maka dia tidak pernah menggunakan otaknya lagi.


Pada saat ini, chessy secara tidak sengaja memikirkan hal berikutnya.


Meneguk dua kali kopi yang di depannya, dan kemudian chessy mengeluarkan buku merah gelap dari tasnya dan meletakannya dengan keras ke atas meja, sambil berkata kepada pria yang di depannya "tuan, ayo kita ambil surat nikah!"