
tak terasa sebulan livia telah bekerja di perusahaan ka sandara grub. sebagai sekertaris wakil direktur perusahaan yang saat ini untuk sementara waktu mengantikan presiden direktur di perusahaan tersebut.
dengan kemampuan livia yang cukup cerdas, ia mampu memahami dan melakukan tugas tugasnya dengan baik. bahkan beberapa orang di perusahaan tersebut juga merasa iri dengan keberuntungan yang livia dapat dengan menjabat sekagai sekertaris.
namun dengan sifat ramah dan baik yang livia miliki, banyak juga yang suka dan menganggumi sosoknya yang bekerja keras.
ia pun juga sangat dekat dengan sekertaris dave yang lama.
setiap jam makan siang ia selalu bersama bergitu juga terkadang leo ardan dan very.
siang ini livia duduk di mejanya sendiri, karna sedari tadi nana mengikuti dave untuk meeting di luar kantor.
tepatnya kini sudah menunjukkan jam makan siang. livia tengah asik dengan komputer di depannya mengerjakan beberapa laporan yang dave tugaskan untuk segera di selesaikan.
ponsel livia berbunyi menandakan seseorang menelponnya.
" halloo ka... "
" ......"
" oke ... aku kesanaa sekarang "
livia segera untuk sedikit membereskan kertas kertas di mejanya.
dengan gerakan terburu buru ia mengenggam ponsel dan dompet yang ada di tasnya tanpa membawa tas itu.
dengan langkah cepat ia berjalan menuju lift khusus untuk mempercepat ia turut ke lantai dasar.
kini livia telat berada di sebuah cafe yang berada tepat di sebrang kantor tempatnya ia bekerja.
dengan mata menelisir ia sedikit mencari keberadaan seseorang di sana.
" ay ... di sini " teriak jo yang melihat livia tak jauh dari duduknya .
livia berjalan menuju kursi yang telah di duduki jonathan dan sisi saat ini.
" hai kaa... apa kabar .." ucap livia menyapa mereka.
" baik dek .. ayoo sini duduk di sampingku ." ucap sisi dengan menepuk kursi sebelahnya.
" ada apa ni tumben ngajak makan bareng "
" tadi kita gak sengaja lewat sini, sekalian deh pingin ketemu kamu" ucap sisi.
" hehehe kak ... gimana kabarnya toko, udah lama aku gak kesana"
" ya... syukurlah .sekarang toko makin rame, kadang aku juga ikut bantu di sana "
" ow ya .. syukur alhamdulillah kak kalau gitu"
seorang pelayan membawakan beberapa minuman dan makanan untuk mereka.
" ah kaka masih inget aja kesukaanku " ucap livia saat melihat hot choco dan nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya tepat di depan livia.
" mana mungkin aku lupa ay. jika setiap kali makan pasti kamu merengek minta menu itu " ucap jonathan sambil tersenyum.
" hahahah ... ka jo bisa aja ... makasih ya , ayoo mari makan " ucap livia dengan antusias.
mereka menikmati hidangan yang mereka pesan dengan lahapnya.
***
dikantor
" lo kemana si via ... " tanya dave pada nana yang juga sama baru datang dari meeting di luar kantor.
nana menatap jam di depannya.
" mungkin sedang istirahat pak ."
" oke .. kamu juga buruan makan... tadi kan kita gak sempat makan siang."
" baik pak ..apa bapak mau di pesankan sesuatu dulu?." tanya nana.
" gak usah .."
kini nana telah memesan makanan dengan membawa nampan berisi makanan ia mencari cari sosok livia namun tak ia temukan.
" livia kemana yaa. kog ga ada di sini" ucapnya pada diri sendiri. ia mencoba mencari bangku kosong yang sulit ia dapati karna waktu masih jam makan siang maka kantin masih penuh dengan mereka yang akan mengisi perutnya di kala istirahat.
" apa aku boleh duduk di sini .... " ucap nana ijin di hadapan pria .
" duduklah ..." ucap pria itu datar. sambil makan.
" makasih ... "
" hemmmb "
serem banget sii duduk di sini. tapi ganteng sii hehehe..
ucapan dalam hati nana.
sedikit tersenyum menatap pria di depannya.
" mas leo sendirian aja ." tanya nana. pada leo pria yang ada di depannya.
" iya" jawab leo tanpa ekspresi.
" aku nganggu ya mas ... kalau gitu maaf ." ucap nana yang akan beranjak dari duduknya.
" duduk ... habiskan dulu makananmu " ucap leo.
nana pun kembali duduk, menyantap makanannya dengan menunjuk dan diam hingga makanannya habis tak tersisa.
leo yang sudah menghabiskan makanannya sedari tadi hanya duduk di sana dengan memainkan game di ponselnya dengan diam.
leo tau perasaan nana padanya sedari dulu tapi leo tak bisa mendekati gadis itu karna akan membuatnya terlalu berharap nantinya.
leo juga tau jika nana seorang gadis yang ceria pada dasarnya namun ia berubah menjadi gadis pendiam jika tak mengenal orang itu .
" mas ... gak balik . "
" kamu duluan aja .." ucap leo tanpa menatap nana. leo tetep aja asik dengan ponselnya.
" aku duluan mas ... " ucap nana dan berjalan keluar kantin.
leo yang melihat nana sudah berjalan perlahan ia pun ikut berdiri melangkah sampai tepat di belakang nana mengikuti langkah gadis itu melangkah.
namun leo seolah cuek dengan sekitarannya ia tetap menatap ponsel di tangan kanannya dan tangan kiri yang ia masukkan ke dalam saku celananya.
saat nana akan memasuki lift karyawan leo menarik tangan nana untuk mengikuti langkahnya menuju lift khusus yang biasa ia gunakan namun tidak untuk nana jika tak bersama bosnya.
beberapa karyawan yang melihat tingkah dan kelakuan leo tadi terheran dan bertanya tanya...
" loo maas ... mau ngapain "
leo tak menjawab ucapan nana ia terus saja berjalan. tanpa ia sadari ia menggengam terlalu keras tangan nana.
" mas .... pelan aaaw "
sesampainya didalaam lift leo tersadar akan kelakuannya ia melepas pelahan tangan itu. di lihatnya pergelangan tangan nana yang memerah akibat ulahnya.
" lain kali jangan naik lift karyawan lagi"
" tapi mas ... saya kan hanya...."
" apa kamu gak liat di dalam lift tadi hanya ada pria aja, kalau di dalam sana terjadi apa apa siapa yang akan menjaga mu, jaga diri sendiri aja gak bisa.. dasar ceroboh" ucap leo yang untuk pertama kali berbicara banyak pada nana.
" kamu denger gak sih. " ucap leo lagi, menatap tajam nana yang hanya terpaku olehnya.
" iya mas" nana tersadar dan menunduk.
" lain kali pakai lift ini aja... " ucap leo lagi dan bergegas keluar saat lift terbuka tepat di lantai 8.
nana tetap berada di dalam karna ia akan menuju dimana tempat direktur berada.
" mas leo gak lagi perhatian ke aku kan. apa ia kawatir jika aku berada dekat cowok lain 😊😊. baru kali ini dia berkata banyak. aku gak lagi mimpikan . ow nana mas leo bener bener pegang tanganku tadi . ya tuhan " ucapan nana di dalam lift sendirian .