
🐇***
kini hari hari livia ia jalan ni seperti biasa dan sesusai tujuan nya ke depan. livia rasa cukup untuk seminggu ini ia menggurung diri. ia mulai berusaha tersenyum dan bangkit kembali. tak ingin membuat kawatir orang di sekitarnya.
livia mulai membuka pintu kamar nya.,ia menarik nafas dalam dalam. ia bertekat untuk melanjukkan kehidupan nya kembali.
livia berlahan turun menuruni tangga, mencoba tersenyum kembali menyapa kedua orang tua nya.
" ayah.... mamaa!! " seru nya sambil terus berjalan mendekati mereka dan menciumi pipi ke dua nya.
ayah dan mama livia tersenyum melihat anaknya kembali ceria.
" ayuuuk makan syank " ucap mama sambil menatap anak nya lekat lekat.
di meja makan yang seminggu lalu dalam ke adaan sunyi sekarang kembali ceria.
" yah aku bentar lagi mau jalan sama rania dan kevin.. boleh kan?? " livia minta ijin.
" bersenang senanglah " ayah mengijinkan livia.
lak lama mobil kevin memasuki halaman rumah livia..
tin tin...
" yah mereka sudah datang. aku berangkat yaa.. " pamit livia.
" hati hati syank " ucap mama..
tak lama mereka pun memasuki mall terbesar di kota itu. mereka menikmati sambil tertawa penuh cerita. tak ada 1 orang pun yang membicarakan tentang kisah livia lagi. karna mereka tak ingin livia bersedih lagi.
livia pun happy di buat nya. ia merasa bersyukur masih ada yang menyayangi nya. ia tak ingin membuat orang di sekitnya kawatir dengan kondisi nya. meski pun hati nya masih terluka.
ketiga sekawan itu memutuskan mencari makan di restauran yang berada di dalam mall itu. makan makanan kesukaan masing masing dengan di selingi canda tawa.
dari kejauhan terlihat sosok memakai jas rapi dengan kadar ketampanan nya. ia menatatap livia lekat dengan menyunging kan senyuman. pria itu sedang menghadiri pertemuaan dengan klaen nya.
rekan nya pun pergi.. dengan perasaan kecewa. asisten itu mulai berbicara dengan bos atau sekaligus sahabatnya itu.
" kau ini gimana sii... " ucap dave asistenya
" diam laah.. " ucapan bos itu.
" temu i dia klo memang mau.. " ucapan dave kesal melihat teman sekaligus bosnya
" belum saat nya dave... " jawabnya.
dave menengus melihat kawan nya itu.
pria itu memanggil salah satu pelayan restoran itu dan pelayan pun mendekatinya, ia mengambil salah satu kotak yang ia bawa di dalam saku celana nya. ia memberi pesan ke pada pelayan itu. dan pelayan itu pun pergi. begitu juga dirinya mulai meninggalkan tempat itu dengan di ikut ii asisten nya.
***
" permisi nona... " ucap pelayan itu ke pada 3 kawan yang sedang asik bercengkrama.
" ada apa yah... kami tidak memanggil. " ucap rania binggung. bengitu juga livia dan kevin.
" ini untuk nona" ke olivia sambil memberikan sebuah kotak kecil.
" apa ini...?? " livia bertanya
" saya kurang tau, tadi ada pria yang menitipkan nya ke saya. " jawab pelan itu.
" siapa??? " tanya livia.
" tuan tadi duduk di sebelah sana nona.. " ucap nya dengan menunjuk salah satu meja kursi yang tak jauh dari nya.
livia kevin dan rania memandang arah yang di tunjukkan pelayan itu.
pelayan itu meninggalkan livia sesuai pesan tuan tadi.